Pria Amnesia

Pria Amnesia
94. Penyesalan Zaky


__ADS_3

Hujan akhir tahun mengguyur seluruh belahan bumi namun seorang Pria Amnesia tidak bisa menikmati natal bersama dengan orang terkasih. Tubuhnya terurai lemah oleh ulah seorang wanita paruh baya yang menyimpan dendam karena sebuah tahta kerajaan Hutomo Group


"Bisma, apa kamu berhasil melenyapkan mereka?" tanya Filma


"mereka ada di rumah sakit, Nyonya" ucap Bisma


"Bagus, kamu pastikan mereka berdua tidak selamat dari kecelakaan tersebut" ucap Filma


"Baik, Nyonya. Saya pastikan bahwa mereka tidak akan selamat dari kecelakaan tersebut" ucap Bisma


...******...


"Reno, kamu jemput saya di bandara" ucap Zaky


"Duh, manja banget pakai acara di jemput segala! kan sudah besar ngapain minta jemput" celetuk Reno


"Lagi ingin saja di manja sama sepupu sendiri" ucap Zaky


"Yasudah, gw jemput tapi ada bayaran" celetuk Reno


"Akh, ke saudara masa itung-itungan" geram Zaky


"Becanda! masih ajah kaku" ucap Reno


"Yasudah, Cepat Jemput sekarang!" ucap Zaky

__ADS_1


"Oke, Tunggu" ucap Reno


*****


Tak lama kemudian...


Setelah menunggu satu jam di sudut kursi dengan firasat yang tak menentu. Pria tersebut menghela napas berkali-kali untuk meredam rasa yang bergejolak di dada yang semakin terasa aneh.


"Zaky" seru Reno melambaikan tangan kanannya


"Cepat, kemari" seru Zaky


"Sini, biar saya bantu membawa koper besar itu" ucap Reno


"Thank you. Sekarang kita ke mansion saya dulu untuk membereskan pakaian kotor saya yang banyak" ucap Zaky


"Dasar! saya masih asisten bukan majikan" ucap zaky sambil tersenyum simpul ke arah sepupu yang membuatnya merasa melayang akibat pujiannya


*****


Dalam perjalanan pun Zaky merasa di Landa kegalauan yang tak menentu, Entah telepati dari majikan dan asisten yang hubungannya terlalu erat sampai jika dalam bahaya saja firasat bahaya pun seorang asisten langsung merasakan yang di rasakan oleh seorang majikan


"Eh, lu udah tahu kabar mengenai majikan lu?" tanya Reno


"Belum. Saya kan baru pulang dari perjalanan bisnis bersama Tuan besar Gilbert. memang ada apa?"tanya Zaky

__ADS_1


"Masa lu asisten Johan nggak tau apa-apa mengenai musibah yang menimpa dia" ucap Reno


"Hah? musibah apa?" tanya zaky


"kurang tahu dengan jelas sih, tapi sekarang Johan ada di rumah sakit Siloam Hospital" ucap Reno


"kita ke sana sekarang! pantas saja dari kemarin dan saat ini firasat saya tidak enak mengenai Tuan muda! harus'nya saya menjaganya dengan baik bukan malah meninggalkan'nya demi tugas membantu Tuan besar" ucap Zaky


"Sudahlah tidak perlu menyesal karena penyesalan itu selalu datang di akhir! kalau di awal itu pendaftaran," ucap Reno sambil terkekeh sendiri


"Saya tidak lagi ingin becanda. Cepat ke sana. sekarang" titah Zaky


"Iya, Sabar!! Dasar masih saja kaku" cibir Reno sambil berbisik


"Saya masih dengar kamu dari pinggir sini" ucap Zaky.


"Iah, Saya gas dengan kecepatan tinggi" ucap Reno


"Firasat saya selama ini benar bahwa pasti akan terjadi sesuatu pada Tuan muda" ucap Zaky


"Sudah berapa kali lu bicara itu! berhentilah untuk menyesal!" ucap Reno


"Saya akan hubungi Tuan besar untuk melaporkan ini semua! pasti beliau sangat cemas akan semua ini" ucap Zaky


bersambung....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2