Pria Amnesia

Pria Amnesia
59. Sama- Sama Menutupi indentitas


__ADS_3

"huh?! kenapa semua ini harus terjadi sama saya! saya harus melihat langsung pertunangan mereka, bahkan harus menyiapkan semua keperluan pesta pertunangan!" geram Juna


drrrrr.. drrrrr..


"Johan, Lo dimana?" tanya Reno


"saya di Bali, dan stop panggil saya Johan. Saya ini Juna!" ucap Juna


"oke, sorry. kebiasaan!! wih, liburan nggak ngajak-ngajak gw!" ucap Reno


"ngapain saya ajak kamu! ini kan bukan liburan melainkan sebuah tugas" ucap Juna


"tugas apa?!" tanya reno


"tugas membantu pertunangan Sherly Dan erlan" ucap Juna


"lo sudah nggak waras! mengurus pertunangan istri Lo sendiri?!" geram Reno


"nggak masalah, selama Sherly bisa bahagia" ucap Juna


"itu nyakitin Lo! ngapain bilang nggak masalah! justru ini sangat masalah" ucap Reno


"terus bisa apa saya?! saya ini hanya si buruk rupa! kamu nggak liat muka saya jauh berbeda dari pada erlan" ucap Reno


"Lo itu kaya! Lo bisa operasi muka lu biar ganteng lagi terus lu juga nggak akan cacat lagi, gw sudah menemukan cornea mata yang cocok sama lu asal lu harus kembali lagi sebagai Johan" ucap reno


"nggak! saya nggak mau jadi Johan. Saya lebih nyaman menggunakan indentitas baru ini sebagai Juna! karena saya sama sekali tidak ingat apa pun tentang masa lalu saya yang membuat saya lebih terluka lagi" ucap Juna


"kalau begitu Lo harus berhenti nyakitin diri Lo sendiri" ucap Reno

__ADS_1


"apa maksud kamu bicara seperti ini" tanya Juna


"Lo berhenti dari pekerjaan sebagai supir dan kerja bareng gw jadi Office boy di perusahaan gw sendiri" ucap Reno


"hah?! kamu office boy di perusahaan kamu sendiri? kamu yang gila berarti" ucap Juan


"untuk sukses itu kita mulai semua dari bawah" ucap Reno


"nama perusahaan kamu itu apa?" tanya Juan


"PT. Pabianka Persada" ucap Reno


"hah?? itu kan tempat bekerja papa angkat saya yang bernama Brata. Apa kamu mengenalnya di sana?" tanya Juna


"kenal bahkan kami sering mengobrol, tapi kamu juga tutupi indentitas aku ya sebagai Reno anak pemilik perusahaan itu karena indentitas


"baiklah, kita sepakat jangan beritahukan kepada siapa pun mengenai indentitas asli kita" ucap Juan


Sementara para lelaki itu sibuk berbincang-bincang di telepon mengenai indentitas masing-masing, kini wanita cantik sedang duduk di kursi yang baru saja ia susah payah dapatkan melalui proses hasil interview


"akhirnya aku bisa di terima juga di perusahaan ini" ucap maya


drrrr.... drrrrr


"halo" ucap Maya


"Maya, lu lagi di mana?" tanya Sherly


"gw di kantor" ucap Maya

__ADS_1


"hah?! lu nggak bantu nyokap lu lagi?" ucap Sherly


"nggak! sekarang gw mau mandiri dan kerja di perusahaan orang dulu untuk cari pengalaman" ucap Maya


"kenapa nggak bilang kalau lu butuh kerjaan, lu kan bisa langsung masuk di tempat kerja gw" ucap Sherly


"nggak akh! gw mau mandiri tidak mau melibatkan kolega untuk gw di terima bekerja" ucap Maya


"wah, keren cara pikir lu. Congratulation ya! gw yakin lu pasti sukses" ucap Sherly


"makasih ya" ucap Maya


"sama-sama, my sister" ucap Sherly


"oh, ya. lu ada apa telepon gw?" tanya Maya


"tadinya gw mau minta bantuan lu untuk nyusul gw ke Bali mempersiapkan acara pertunangan gw sama erlan" ucap Sherly


"akh! sorry gw nggak bisa bantu lu karena hari ini hari pertama gw di kantor" ucap Maya


"nggak apa-apa gw bisa mengerti, tapi nanti lu hadir kan di acara pertunangan gw sama erlan" ucap Sherly


"asal nggak bentrok ajah sama jam kerja" ucap Maya


'tenang ajah, pesta tunangan gw ini malem kok, dan nanti lu pakai topeng untuk acaranya" ucap Sherly


"hah?! lu nggak salah? masa acara tunangan lu jadi pesta topeng?" tanya Maya


"Nggak apa-apalah gw ingin pesta yang berbeda dari pada yang lain" ucap Sherly

__ADS_1


"oh, oke. See you, sister! have fun ya di sana, sekali lagi sorry nggak bisa bantu persiapannya" ucap Maya


"santai ajah! nggak apa-apa kok" ucap sherly


__ADS_2