
"Ini mungkin yang pertama dan terakhir kalinya saya bisa melihat senyum manis yang terurai dalam wajah elok dan bisa merasakan sentuhan tangan yang menarik saya dalam kebahagian semu" Batin Juna
"Juna, kamu takut ya? sampai memejamkan mata begitu" ungkap Sherly
"Bukan, Takut hanya saja saya sedang memikirkan banyak hal" ucap Juna
"Sudah jangan di pikirkan masalahnya! sekarang kita tuangkan saja dalam teriakan" ucap Sherly
Weeeeeeee!!!!!
Teriakan Pria tampan akhirnya terlontar dari mulut yang mungil sebagai ungkapan hati dari rasa kecewa yang mendalam akan rasa yang sudah lama terpendam
"Kita main sekali lagi" ungkap Sherly
"nggak deh, Saya mual" ucap Juna
"Hah?! kamu hamil" ledek Sherly
"Saya'kan pria masa bisa hamil?! yang benar saja," ucap Juna terkekeh mendengar gurauan wanita yang dia masih cintai dalam hatinya
"Ayolah, temani sekali lagi" bujuk Sherly
"Oke-oke! tapi ini yang terakhir ya" ucap Juna
__ADS_1
*******
Akhirnya mereka pun masuk kembali dalam permainan bianglala putaran kedua, tanpa mereka sadari sesosok pria muda tengah memperhatikan gerak-gerik laju dua insan yang hendak bermain bianglala tersebut
"Lakukan Tugas kalian dengan benar! pastikan kalian melakukannya dengan rapi tanpa meninggalkan sebuah jejak sedikit pun" ucap suara bariton pria yang terdengar di sudut ponsel si penerima
"Juna, cepat masuk" teriak Sherly
"Iah, Tunggu sebentar,"ucap Juna sambil mengambil tiket masuk ke arah penjaga
******
Tanpa di sadari penjaga kabin sedang berdiskusi pada seseorang di ponsel berwarna hitam miliknya
"Bagaimana kondisi sekarang? Apa aman untuk melakukan sekarang tanpa pengunjung lain" ucap pria di ujung telepon sana dengan menggunakan baju hitam, topi dan masker yang melekat hitam juga sedang melakukan aksinya untuk memutuskan kabin yang sudah di rencanakan
"sudah sepi, kita langsung lakukan tugas kita masing-masing atas perintah dari Pak Bisma jangan sampai kita gagal untuk mencelakai mereka berdua" ucap pria muda itu yang ternyata adalah supir baru Sherly bernama Rizky
*****
Bianglala pun di putar, namun tiba-tiba saja kabin yang di naiki oleh kedua insan itu tak lama bergoyang-goyang seperti komedi putar
"Juna, kita akan mati" seru Sherly
__ADS_1
"tenang saja, Aku akan melindungi kamu" ucap Juna
"gimana saya bisa tenang kabin ini akan terbalik dan jatuh ke bawah" ucap Sherly
"Tenanglah, Aku akan melindungi kamu meski di dunia alam baka sekalipun. Cukup kamu percaya saja pada saya" ucap Juna
"Apa maksud kamu dengan alam baka?! itu artinya kita akan mati berdua bersama" ucap Sherly
"Saya. ingin mengatakan kejujuran sebelum saya pergi jauh" ucap Juna
"kejujuran apa yang kamu maksud?! Apa selama ini kamu sedang membohongi saya?" tanya Sherly
"Saya sebenarnya adalah........." ucap Juna terhenti ketika kabin itu terjatuh dan mereka hanya bisa berteriak kencang tanpa mengetahui hal yang selama ini di tutupi
Brak!
Suara orang terjatuh terdengar dari atas hingga ke bawah. Para warga datang berkumpul melihat kabin it jatuh seketika bersama kedua insan bersama Kabin tersebut
"Sepertinya yang pria terluka parah untuk melindungi sang wanita ini" ucap salah satu warga yang berkerumun
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...