
Di sebuah ruangan besar, tersusun dokumen penting serta layar besar yang sedang di tekuni oleh sang manager
"permisi, pak Brata. ini dokumen yang harus di tanda tangani" ucap Maya
"kamu bisa menaruh dokumennya di sebelah sini" tunjuk Brata
"pak Brata kenapa wajah bapak sangat pucat? apa bapak sedang sakit?" tanya maya
"tidak hanya saja kemarin malam saya kurang tidur akibat harus menyelesaikan sebuah proposal kerja" ucap Brata
"oh, lebih baik jangan begadang itu tidak baik untuk kesehatan, bapak" ucap Maya
"tidak apa-apa, saya sudah biasa seperti ini" ucap Brata
"bagaimana kalau saya panggilkan office boy untuk membuatkan bapak secangkir kopi agar kantuk bapak bisa segera hilang" ucap Maya
"baiklah, tolong kamu panggilkan ya. Saya sudah tidak fokus mengerjakan dokumen ini" ucap Brata
"bapak tunggu sebentar saya panggilkan dulu" ucap Maya
"terima kasih ya" ucap brata
setelah Maya pergi, Brata pun mulai melihat bingkai foto kebersamaannya dengan anak terkasih.
"nak, harusnya kamu nggak balap liar! papa nggak harus kehilangan kamu" gumam Brata dalam lamunan
flashback on
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"permisi, dengan pak Brata kusuma?" tanya seorang pria bertubuh kekar
"ya, dengan saya sendiri. Ada apa?" tanya Brata
"apa boleh organ-organ tubuh anak bapak termasuk cornea mata anak bapak bernama Arjuna Kusuma di berikan kepada yang membutuhkan" ucap zaky
"baiklah, saya akan memberikan organ tubuh anak saya supaya organ tubuh anak saya bisa tetap hidup di bagian tubuh orang lain yang sedang membutuhkan" ucap Brata
"terima kasih banyak, pak Brata atas kebesaran hati pak brata. sihlahkan di tanda tangani sebagai tanda persetujuan" ucap pria itu
"baik, saya tanda tangani di sebelah sini?" tunjuk brata
"sebelah sini" ucap pria
Flashback off
******
"Hei, kamu!"seru maya
"Iah, Bu. Bisa di bantu?" tanya Yuda
"kamu buatkan kopi untuk pak Brata, antar segera ke ruangan beliau" ucap Maya
"baik, Bu" ucap Yuda
"hmmm, Maya memakai pakaian kantor kok jadi terlihat sangat cantik sih. Apa dia tidak mengenal gw sebagai Reno ya, tapi bagus deh meding dia nggak usah tahu tentang penyamaran gw ini" gumam yuda
******
__ADS_1
"permisi, pak Brata" ucap Yuda
"masuk, yuda!" ucap Brata
"ini kopi pesanan, pak Brata sihlahkan di nikmati" ucap yuda
"makasih, Yuda. kamu cepat sekali bikin kopinya hari ini" ucap Brata
"sesuai pesanan Bu Maya, saya mengantar kopi sekaligus cemilan sehat untuk bapak" ucap Yuda
"oh, baik sekali ya Maya. apa kamu tidak tertarik pada dia?" tanya Brata
"akh, kita beda kalangan, pak. Bu Maya kan staff administrasi sedangkan saya hanya office boy" ucap Yuda
"cinta itu tidak membandingkan derajat dan status orang, tetapi cinta itu lahir dari hati yang terdalam" ucap Brata
"hmm, baiklah makasih atas nasihatnya. Saya akan mencoba mendekati Bu Maya" ucap Yuda
"nah, begitu dong! jadi pria harus pemberani. Jangan hanya diam saja di tempat" ucap Brata
"Iah, pak Brata. saya permisi dulu" ucap Yuda
"saran saya satu lagi kamu kasih perhatian kecil ke Bu Maya, berikan dia teh hangat dan cemilan kesukaan dia" ucap Brata
"siap, pak Brata. makasih" ucap yuda
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1