Pria Amnesia

Pria Amnesia
91. Kepergok di Rumah Sakit


__ADS_3

Di suatu sudut yang penuh dengan lalu lalang pasien yang kian kemari untuk menjenguk keluarga masing-masing tanpa di sengaja seorang pria menabrak wanita karena berjalan tidak melihat arah, Hanya fokus di sebuah ponsel miliknya.


Brak!


"Sa- Savira " gugup Erlan


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Savira


"Lagi jenguk teman yang lagi kena musibah" kilah Erlan


"Teman apa pacar simpanan kamu"tuduh Savira


"Terserah, mau mikir apa?! kan sudah di bilang hanya teman" ucap Erlan


"kamu pikir aku itu anak kecil yang kamu bisa tipu begitu saja!"ucap Savira terkekeh mendengar jawaban yang di lontarkan oleh sang suami


"Sekali lagi aku bilang terserah mau percaya apa nggak! aku capek berdebat sama kamu" ucap Erlan


"Oke, Gw juga sudah nggak peduli dengan urusan Lu" geram savira meninggalkan sang suami begitu saja


"hmmmmm, kenapa harus bertemu dengan istri aku di sini! pasti dia marah banget! karena tidak memberi tahu" gumam erlan dalam hatinya


"Akh, sudahlah aku males mikirnya. lebih baik sekarang aku fokus untuk menjenguk sherly saja" ucap Erlan


********


"Sherly" panggil Erlan

__ADS_1


"kamu kok bisa di sini?" tanya Sherly


"Aku di hubungi pihak rumah sakit untuk datang ke sini, sebagai wali kamu karena Ayah kamu tidak bisa di hubungi" ucap Erlan


"Oh, mungkin papi memang lagi sibuk bekerja" ucap Sherly


"Kamu nggak apa- apa'kan?" tanya Erlan


"Aku baik-baik saja, Kamu tidak perlu mencemaskan aku" ucap Sherly


"Kenapa kamu nggak bilang mau ke Yogjakarta sama aku?"tanya Erlan


"Karena ini urusan kantor, jadi aku nggak bisa melibatkan kamu di sini" ucap Sherly


"memang kamu di tugaskan apa?" tanya Erlan


"Oh, lalu kenapa kamu bisa tertimpa musibah seperti ini? kamu cerita sama aku dong! aku ini calon suami kamu" ucap Erlan


"Yasudah aku cerita, tapi kamu jangan marah sama aku dulu. Janji?" tanya Sherly


"Ya, Janji aku nggak akan marah" ucap Erlan


"Saat aku sedang seminar aku bertemu dengan Juna juga yang ikut seminar setelah itu kami berdua ke pasar malam karena aku memaksa Juna untuk menemani aku di sana" ucap Sherly


"Apa?! kamu mengajak bekas supir kamu untuk menemani kamu bermain!" geram Erlan


"Kamu'kan sudah janji sama aku untuk nggak marah!" ucap Sherly

__ADS_1


"Aku cemburu kamu main sama pria lain meski itu hanya mantan supir kamu!" bentak Erlan


"Kamu dengerin dulu penjelasan aku" ucap Sherly


"Penjelasan apa?! aku nggak mau denger" ucap Erlan


"Aku terpaksa menyuruh dia menemani Karena supir aku berhalangan untuk mengantar aku" ucap Sherly


"memang supir baru kamu kenapa?" tanya Erlan


"Supir baru aku itu berhalangan karena dia lagi mengalami sakit perut" ucap Sherly


"Akh, itu mah hanya kebohongan yang kamu ciptakan saja agar aku nggak marah kamu main sama si supir itu dan terjadi musibah ini"ucap erlan


"Yasudah, kalau memang nggak percaya. Aku bicara apa adanya! lagian Juna juga yang menolong aku dari musibah itu sampai dia terluka parah karena aku" ucap Sherly


"Banggain ajah terus mantan supir kamu di banding calon suami kamu sendri" ucap Erlan


"Aku nggak banggain. Ini memang sebuah kenyataanya" ucap Sherly


Perdebatan pun terus terjadi di antara mereka, tanpa mereka sadari ada kedua pasang telinga serta mata yang mengendap-endap menyaksikan mereka


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...


...Terima Kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2