
Seusai sang asisten mengantarkan Tuan muda ke mansion, Zaky pun mulai pergi ke rumah sakit Cempaka Indah untuk menyelidiki kasus yang menimpa Tuan muda
"Permisi, Apa dokter Vika sedang praktek hari ini?" tanya Zaky
"Beliau masih dalam ruangannya" ucap suster Wati
Tok
Tok
Tok
"Permisi, dokter" sapa Zaky
"Ya, sihlahkan duduk. Ada keperluan apa bapak ke sini?" tanya dokter Vika
"Saya ingin dokter Vika membantu saya dalam visum korban dua tahun silam" ucap Zaky
"Siapa yang anda maksud dengan visum jenazah dua tahun lalu?" tanya dokter Vika
"Tuan muda Johan sebenarnya masih hidup, dok" ucap Zaky
"Saya tahu kok" ucap dokter Vika
"Bagaimana dokter bisa tahu mengenai hal ini?" tanya Zaky
"Juna pernah di rawat di sini dan dia menyuruh saya untuk merahasiakan semua ini" ucap dokter Vika
"Kalau begitu tolong percepat hasil visum yang menerangkan bahwa Tuan muda Johan masih hidup karena Tuan muda ingin berpisah dari Nona Sherly" ucap Zaky
"Baiklah, Saya akan buatkan suratnya" ucap dokter Vika
__ADS_1
"Terima Kasih, Dok" ucap Zaky
"Sama-sama" ucap dokter Vika
"Hmmm, Apa dokter tahu mengenai Jenazah siapa yang di kuburkan dua tahun silam itu? apa bisa di autopsi kembali untuk mengetahui identitas mayat tersebut?" tanya Zaky
"Saya kurang tahu indentitas mayat tersebut, namun Bapak tenang saja Saya akan lakukan visum sesuai prosedur rumah sakit ini" ucap dokter Vika
"Baiklah, Terima kasih sudah membantu saya" ucap Zaky
*
*
*
*
Menatap kegelisahan di pantulan cermin membuat Seorang Pria tampan mengingat masa silam ketika dia masih menyandang status buruk rupa
Pria itu mulai memalingkan mukanya karena tidak mau berlama-lama melihat dirinya dalam pantulan cermin, Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju walk in closet
(Hanya Ilustrasi)
"Hmmm, Foto pernikahan ini masih di pajang jelas di sini, Lebih baik saya buang saja" ucap juna
Juna pun mulai merobek bagian dari foto pernikahannya dari lipatan besar hingga terkecil dan sekilas menatap penuh rasa sakit yang teramat dalam lalu membuangnya ke tempat sampah dengan perasaan yang sangat kecewa pada dirinya karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya masih sangat mencintai wanita yang tidak perna mencintainya
"Johan! kamu harus sadar diri kalau Sherly itu nggak akan pernah mencintai kamu," ucap Juna yang sedang berdialog sendiri
__ADS_1
Tok....
Tok
Tok
"Tuan muda, Apa anda sedang berada di walk in closet?" tanya Zaky
"Iah, Saya di sini" ucap Juna
"Boleh saya masuk, Tuan muda?" tanya Zaky
"Masuk saja, Pintunya tidak si kunci" ucap Juna
"Terima Kasih" ucap Zaky
"Saya masih perlu waktu dua hari lagi untuk membereskan semua barang saya di sini" ucap Juna
"Biar saya bantu Tuan muda agar lebih cepat selesai, bagaimana?" tanya Zaky
"Tidak perlu. Saya bisa menyelesaikan'nya sendiri" ucap Juna
"hmmmmm, tapi Tuan muda ini akan memakan waktu yang cukup lama untuk kita berangkat" ucap Zaky
"kamu tidak dengar?! Apa yang saya baru katakan!! bahwa saya bisa sendiri! Tolong pergi dari sini jika tidak ada lagi yang perlu di bicarakan!" bentak Juna
"Sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan dengan, Tuan muda. Ini mengenai autopsi yang akan di lakukan pada jenazah dua tahun silam" ucap Zaky
"Katakan saja" ucap Juna
bersambung....
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...