Pria Amnesia

Pria Amnesia
118. Tidak mau di Ganggu


__ADS_3

Sebuah kata pilu tak bisa tergambar oleh kesedihan yang terasa semakin sesak. Dengan perlahan pintu kamar hotel itu terbuka setelah mengetahui keberadaan Sang suami melalui pelayan yang berada di acara pernikahan. Perlahan tiga sekawan itu tiba di ambang pintu sebuah kamar hotel berwarna kecokelatan


krek!


"Johan, sorry gw ganggu. Ada yang ingin bicara sama lu" ucap Reno


"Siapa?" tanya Johan dengan nada datar


"Aku yang ingin bicara sama kamu" ucap Sherly


"Sherly?! Kalian tahu dari mana saya berada di sini?" beralih tanya Johan kepada Reno


"Dari telepati hati" ucap Reno


"Dasar anak pecicilan, Gw serius tanya ngapain pada ke sini" ucap Johan


"Sherly kan masih istri lu, dia minta penjelasan kenapa Lo nikah lagi sebelum resmi kalian berpisah" ucap Reno


"Kakek Gilbert yang maksa gw nikah sama anak yang telah menyelamatkan nyawa Zaky" ucap Johan


"Kok lu mau?" tanya Reno


"Sherly kan sudah nikah sama adik tiri gw, jadi gw juga nggak apa-apa nikah sama pilihan Kakek gw. Udah ya kalian pada pergi saja. Gw lagi nggak mau di ganggu" ucap Johan menutup pintu begitu saja tanpa membalas perkataan Sherly


Ceklek

__ADS_1


"Woi, gw belum selesai bicara! ini istri pertama lu mau ngomong" ucap Reno sambil menggedor-gedor pintu


"Sudahlah, Reno. Kalau orangnya nggak mau ngomong jangan maksa!" ucap maya


"Gw kan tadi sudah bilang gw lagi nggak mau di ganggu" seru Johan


"Yasudah, nanti gw akan kembali lagi" ucap Reno


"Nggak perlu, Gw nggak mau ngomong apa pun lagi" ucap Johan


"Harus mau ini sangat penting, Sherly ingin bicara empat mata sama Lu" ucap Reno


"Lu nggak punya telinga! gw lagi nggak ingin di ganggu kalian semua tolong pergi" ucap Johan dengan nada tinggi


*****


Brak!


Pecahan gelas terdengar sampai di kamar Seorang wanita yang tengah membersihkan dirinya dari rasa lelah semalaman suntuk, Bukan karena gempuran yang di lakukan oleh suami melainkan rasa lelahnya untuk menghabiskan tangisan pada dirinya yang telah menikah dengan orang tidak sama sekali ia kenal dan cintai


"Ada apa lagi sih?! Dasar pria lumpuh menyebalkan! pagi hari begini malah bikin kegaduhan" gerutu Tereshia yang bergegas keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk


"Hei, ngapain sih pakai acara buang-buang gelas! itu kan gelas milik hotel! kamu harus menggantinya" ucap Tereshia


"Gw lagi kesel! tadi itu wanita yang gw cintai datang, Dia itu minta penjelasan kenapa kita nikah dadakan begini" ucap Johan

__ADS_1


"Terus kamu jelasin?!"tanya Tereshia


"Sudah tadi gw jelasin, tapi dia mau bicara empat mata lagi. Gw males ngomong sama mereka" ucap Johan


"kalau boleh tahu kenapa jadi kamu yang kesal?" tanya Tereshia


"Wanita yang aku cintai itu nggak pernah mencintai aku, dia menikah sama adik tiri aku pada saat aku menjadi pria amnesia padahal status saya dan dia masih menjadi suami dan istri" ucap Johan


"Ya ampun, percintaan kamu dan wanita itu sangat rumit sekali" ucap Tereshia


"Dan sekarang kamu menambah rumit"ucap Johan


"Aku nggak mau ikut campur, tapi karena kamu sekarang sudah jadi suami aku. Aku juga berhak ikut campur! akan lebih baik kamu bicara baik-baik dengan dia


"males, lagipula kami dalam proses perceraian" ucap Johan


"Dalam proses?! itu artinya kamu belum cerai? tapi malah nikah sama aku?" tanya Tereshia


"Apa boleh buat! ini desakan dari Kakek! aku pun nggak mau ini terjadi"ucap Johan


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2