Pria Amnesia

Pria Amnesia
52. Packing untuk perjalanan bisnis


__ADS_3

"kenapa kakek Gilbert berkata seperti itu. apa benar aku harus meninggalkan jabatan yang selama ini aku telah bersusah payah untuk mencapainya" gumam Sherly


"kita sudahi rapat direksi kali ini, Terima kasih" ucap Herlan


Semua orang yang ada di ruang rapat itu meninggalkan ruangan besar itu dengan hawa dingin membuat perasaan seorang wanita berparas cantik begitu kecewa terhadap diri sendiri yang tak bisa di gambarkan oleh semua yang hadir saat itu.


"Bu, saya ingin menginformasikan bahwa logam mulia yang ibu cari bisa di dapatkan melalui koneksi" ucap Riska


"maksud kamu apa?" tanya Sherly


"logam mulia yang langka itu sekarang ada di Bali, apa ibu bersedia untuk ke sana besok?" ucap Riska


"apa mungkin kita masih bisa mendapatkan logam mulia tersebut?" ucap Sherly


"pameran yang di selenggarakan di Bali itu pasti terdapat logam mulia tersebut karena teman saya baru saja menginformasikannya" ucap Rizka


"baiklah, besok kita langsung terbang ke Bali. kamu siapkan tiketnya dari sekarang" ucap Sherly


"baik, Bu!" ucap riska sang sekertaris


*******


mansion Sherly cornelius



(hanya ilustrasi)


"bi Ningsih!" seru Sherly


"Iah, non. Ada apa?" tanya bi Ningsih


"kamu tolong bantu saya untuk packing kebutuhan saya untuk pergi ke Bali selama sepekan ini" ucap Sherly

__ADS_1


"memang non sherly dalam rangka apa ke Bali?" tanya bi Ningsih


"saya ada perjalanan bisnis, kamu kepo banget sih!" ucap Sherly


"maaf, non!" ucap bi ningsih


kring!


"Bu, saya mau melaporkan bahwa non sherly akan berangkat ke Bali" ucap bi ningsih


"kamu lakukan tugas kamu untuk menaburi obat gatal itu di baju serta pastikan kali ini minuman itu di campur oleh obat pencuci perut, saya akan membuat Sherly menderita sebelum merasakan kematian" ucap filma


"baik, Bu" ucap bi Ningsih


*********


Taburan itu di sebar di semua area pakaian yang akan di bawa sang majikan hingga minuman pun sudah di campurkan dengan obat pencuci perut


"bi Ningsih!" seru Sherly


"sudah, non Sherly" ucap bi Ningsih


"kalau begitu kamu panggilkan Juna untuk membantu mengangkat koper ini ke begasi mobil" ucap Sherly


"oke" ucap bi Ningsih


setelah mencari keberadaan sang supir tak ada di paviliun sang asisten rumah tangga pun kembali melaporkan kepada majikannya untuk tetap merapihkan barang-barang yang akan di bawa


"non Sherly, saya sudah mencari Juna kemana-mana namun saya tidak menemukan di paviliun maupun di mansion ini" ucap bi Ningsih


"kemana dia! coba kamu telepon dia!" pinta Sherly


"oke, non" ucap Sherly

__ADS_1


******


cafe bucin


"akhirnya bisa juga gw bertemu dengan gubernur yang susah banget di ajak ketemuan" ledek Reno


"sorry, saya sibuk belakangan ini. to the point saja untuk apa anda selalu mengajak saya ketemu"ucap Juna


"sabar bro, kita pesan minuman dulu. Gw aus sudah kering tenggorokan gw menunggu lu datang" ucap reno


"yasudah, gimana anda saja" ucap Juna


"hmmm, lu mau minum apa?" tanya Reno


"apa aja boleh asal bukan air comberan" gurau Juna


"lawak lu dari dulu ternyata masih tetap sama" celetuk Reno


"memangnya kita seakrab itu?" tanya juna


"akrab lah kita ini seperti brother yang tak bisa di pisahkan oleh ruang dan waktu" ucap Reno


"idih, geli saya denger anda bicara seperti itu" ucap Juna


"ih, lu ngapain sih pakai bahasa formal segala pakai saya melulu!" ucap Reno


"sebenarnya apa sih tujuan anda mengajak saya ke sini?" tanya Juna


"sudah di bilang kita tunggu minumannya dulu" ucap Reno


bersambung ...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2