Pria Amnesia

Pria Amnesia
87. Ikhlas


__ADS_3

"Dia sudah bahagia, gw harus melepaskannya meski gw sudah mengingat masa lalu gw" gumam Juna


"Juna, kita main komedi putar, yuk!" ajak Sherly


"Hmmm, Saya males. Kita pulang saja" ucap Juna


"Ayolah, sekali ini saja" pinta Sherly


"Baiklah" ucap Juna


...******...


flashback on


Roh itu bersatu kembali dengan raga yang sudah lama terbaring lemah tak berdaya akibat hantaman keras di bagian kepala belakang, Pasien dengan riwayat mengidap Amnesia, kini mulai ada pergerakan dari mulai tangan yang bergerak perlahan lalu mata yang mulai membuka perlahan-lahan


"Saya di mana? kenapa kepala sakit sekali" ungkap Juna merintih kesakitan di bagian kepala


"Anda di rumah sakit, Tuan muda" ucap Zaky


"Rumah sakit? bukankah kita berada dalam jet pribadi yang hendak meledak?" tanya Juna


"Apa anda sudah mengingatnya?" tanya Zaky


"Iah, Saya ingat semua tentang dua tahun silam yang selama ini saya lupakan" ucap Juna


"Sepertinya karena benturan keras di kepala Tuan muda itu sehingga Tuan muda bisa mengingat semua ini"ucap Zaky


"Apa Sherly baik-baik saja?" tanya Juna

__ADS_1


"Nona Sherly baik-baik saja, Tuan muda tidak perlu khawatir" ucap Zaky


"Saya minta sama kamu untuk merahasiakan ini kepada siapa pun termasuk Kakek Gilbert" ucap Juna


"Kenapa saya harus merahasiakan ini semua dari Tuan besar, bukankah beliau akan senang jika cucu satu-satunya yang Tuan besar punya telah kembali mengingatnya?" tanya Zaky


"Kamu ikuti saja perintah saya! karena saya akan memberitahukan ke Kakek Gilbert dengan mulut saya sendiri"ucap Juna


"Baik, Tuan muda. Saya permisi dulu untuk memanggil dokter untuk memeriksa anda" ucap Zaky


"Terima kasih, Zaky" ungkap Juna


"Sama-sama, Tuan muda sudah seharusnya saya menjaga" ucap Zaky sambil melangkahkan kaki untuk memanggil sang dokter


*********


Flashback off


.


"Tangan itu memang nggak akan pernah aku bisa capai, dari dulu hingga sekarang saya tidak pernah mendapat ucapan sayang darinya. Saya hanya bisa melihatnya dalam sebuah mimpi belaka..." gumam Juna dalam hatinya


"Juna, kenapa dari tadi kamu melamun seperti itu? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Sherly


"Tidak ada, Nona! Saya hanya memikirkan pekerjaan saja" kilah Juna


"Apa kamu takut dengan permainan komedi putar yang seperti anak-anak ini?"tanya Sherly


"Tidak, Non" bantah Juna

__ADS_1


"Sudah berapa kali saya bilang untuk tidak memanggil saya dengan sebutan Non!" gerutu Sherly


"Eh, ya. Maafkan saya. Saya lupa karena sudah terbiasa" ucap Sherly


"Tolong biasakan ya! karena mulai sekarang kita berteman" ucap Sherly


"berteman?!" kaget Juna


"Iah, berteman! memangnya kamu nggak mau saya berteman dengan kamu" ucap Sherly


"Mau, Non" ucap Juna


"Tuh, kan selalu saja bilang itu lagi" ucap Sherly


"Maaf, Hmmmm...... Sher- Sherly " Gugup Juna


"Nah begitu baru benar, hayu kita ke permainan selanjutnya" ucap Sherly


"Ya, ampun kamu belum puas juga main komedi putar?" tanya Juna


"Belum, saya ingin main bianglala" ungkap sherly


"Hah?! Apa kamu nggak takut?" tanya Juna


"Nggak dong mqlab aku senang, hayu beli tiketnya" ucap Sherly menarik lengan Juna


"Ini baru pertama kali tangan saya di pegang! akh!! gw nggak boleh baper lagi! gw udah meyakinkan hati gw untuk move on dan ikhlas dia bersama adik tiri gw" gumam Juna dalam hatinya


bersambung ....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2