Pria Amnesia

Pria Amnesia
41. Rencana Reno


__ADS_3

"kenapa kamu meminta berhenti bekerja? apa karena gaji kamu kurang?" tanya Sherly


"nggak apa-apa, non. Saya tidak ingin buat non Sherly tidak nyaman dengan kehadiran saya di sini" ucap Juna


"jangan bilang seperti itu! membuat saya merasa bersalah! " ucap Sherly


"tidak, non Sherly. Non Sherly itu Tidak salah apa-apa" ucap Juna


"maafkan sikap saya yang tidak baik belakangan ini! ini semua karena mood swing saya yang melihat erlan bersama dengan wanita lain" ucap Sherly


"IAH, non. Saya sudah maafkan" ucap Juna


"kalau begitu kamu tidak ada alasan untuk berhenti dari pekerjaan ini karena saya sangat membutuhkan kamu di sini" ucap sherly


"apa non Sherly tidak merasa risih akan kehadiran saya di sini" ucap Juna


"nggak! pokoknya saya nggak mau kamu keluar dari pekerjaan ini. Saya sangat membutuhkan kamu dan satu lagi saya akan mencarikan kamu cornea mata"ucap sherly


"baiklah, non Sherly. Saya tidak jadi berhenti dari pekerjaan ini" ucap Juna


"makasih, Juna" ucap Sherly memberikan senyuman manisnya


"kenapa senyuman manis non Sherly membuat hati ini bergetar. Ada apa dengan hati saya! nggak mungkin aku cinta sama non Sherly!" gumam Juna dalam hatinya


******


Dentuman jarum jam menunjukan pukul 17.00 menandakan bahwa seluruh karyawan di izinkan untuk kembali pada habitatnya masing-masing di tambah lagi sore itu sangat mendung ada tersiar kabar jika akan ada sebuah prediksi mengenai sebuah ramalan cuaca akan ada turun hujan lebat di daerah kawasan depok


"bro! gw butuh bantuan"ucap Reno


"bantuan apa?" tanya benny

__ADS_1


"gw butuh lu buat cabut rambut orang" ucap Reno


"sudah gila lu! ngapain gw harus cabut rambut orang lain?!" ucap Benny


"denger dulu! ini penting! si Johan masih hidup tapi dia tidak mengaku kalau dia Johan melainkan Arjuna Kusuma!" ucap Reno


"lalu apa hubungannya dengan gw harus cabut rambut?" tanya benny


"makanya dengerin orang bicara dulu jangan di sela!" geram Reno


"IAH, maaf" ucap Benny


"dengan mencabut rambut Johan, gw akan mendapatkan simple tes DNA bersama Kakek Gilbert"ucap Reno


"oh, jadi lu ingin cari bukti bahwa itu adalah si Johan, i see bro!" ucap benny


"dasar lemot dari dulu! nggak di kampus nggak sekarang! sama ajah lu!" gerutu Reno


"kurang ajar lu! nanti gw nggak akan kasih tips buat kerjaan yang ini" ucap Reno


"jangan dong, bro! gw butuh banget uang buat pengobatan nyokap gw" ucap Benny


"memang nyokap lu sakit apa?" tanya Reno


"sakit jantung, bro!"ucap Benny


"yang sabar, bro! nanti gw akan bantu keuangan lu asal lu juga bantuin gw buat dapat rambut si Johan!" ucap Reno


"thank you, bro! gw pasti bantu! kan kita ini teman satu kampus dulu" ucap Benny


"You welcome, bro!" ucap reno

__ADS_1


******


masih di tempat yang sama, Seorang pria sedang duduk dengan melipatkan kedua tangan serta kaki yang di lipat, perlahan pria itu berbicara kepada kedua orang yang berbadan besar


"kalian berdua tau kan apa yang harus kalian lakukan pada orang ini" tunjuk benny pada sebuah foto wanita dan pria


"siap, bos" ucap kedua preman suruhan Benny


*


*


*


๐Ÿ“ฑkring!!!


๐Ÿ“ž"Bisma, lakukan plan B karena Ningsih selalu saja gagal" ucap filma


๐Ÿ“ž"siap, laksanakan. Nyonya besar!" ucap Bisma


*****


Percikan api kecemburuan kembali terlintas di benak sang supir!


"saya ini kenapa sih! mikirin non Sherly sedang berpelukan mesra dengan erlan! kenapa rasanya sesak sekali melihat mereka bersama!" gumam Juna


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2