Pria Amnesia

Pria Amnesia
58. Juna patah hati


__ADS_3

Ada istilah mengatakan gelas yang pecah tak mungkin kembali lagi, demikian juga tentang sebuah perasaan yang tak mungkin kembali lagi berdetak di hati seorang pria berparas buruk rupa yang sedang mengalami Amnesia


"hmmm, kenapa sih semua ini harus aku yang mengalah demi dia yang tak pernah mencari aku" gumam juna


*


*


*


"akhirnya, kita sampai juga di Bali! ternyata kalau menggunakan pesawat bisa sesingkat ini sampai di Bali. Sekarang kita kemana?" tanya bi Ningsih


"kita di suruh untuk pergi menyusul ke hotel yang non Sherly tunjukan melalui maps" ucap Juna


"wah, asyik! saya seumur-umur belum pernah menginap di sebuah hotel" ucap bi Ningsih


"udah deh, nggak usah kampungan" ucap Juna


"dih, biarin saja memang saya dari kampung kok" ucap bi Ningsih


"oh, ya! lupa" cengir Juna


"cepat, sekarang pesan taksi online"ucap bi Ningsih


"iya, sebentar" ucap Juna sambil mengusap tombol aplikasi yang tertera di ponsel untuk memanggil taksi online tersebut


******

__ADS_1



Setibanya di sana...


"wow?! keren banget hotel ini" takjub bi Ningsih melihat area sekitar hotel yang sangat mewah


"udah deh nggak usah kampungan amat! saya tahu kamu orang kampung tapi nggak usah sampai segitunya juga kita sampai di lihatin orang banyak" gerutu Juna


"yasudah, kita ke kamar nomer 157, non Sherly sudah memberitahukan kepada kita untuk menemui dia langsung di kamar itu" ucap Juna


"Baiklah, ayo" ucap bi Ningsih


****


Tok


Tok


Tok


ceklek


"eh, kalian sudah tiba. ini kunci kalian masing- masing, Juna kamu pegang kunci nomer 158, dan kamu bi Ningsih nomer 156" ucap Sherly


"baik, non" sentak keduanya bicara bersamaan


"Juna, saya mau bicara empat mata sama kamu, dan kamu bi Ningsih tolong bereskan kamar saya" titah sherly

__ADS_1


"siap, non" ucap bi Ningsih


*****


"kamu tahu kesalahan kamu apa?" tanya Sherly


"saya minta maaf, non. karena tidak meminta izin terlebih dahulu untuk berjumpa dengan keluarga saya" ucap juna


"baiklah, saya menerima permintaan maaf dari kamu asalkan kamu bantu saya untuk meyiapkan keperluan saya untuk acara tunangan saya dengan erlan setelah acara pameran yang di adakan besok" ucap Sherly


"baiklah, saya akan membantu non Sherly untuk menyiapkan pesta pertunangan" ucap Juna


"saya ingin pesta tunangan saya berbeda karena saya ingin pesta tersebut di hadiri semua tamu yang bertopeng" ucap Sherly


"maksud non Sherly itu pesta topeng di acara pertunangan?" tanya Juna


"betul, kamu tolong sebarkan undangan ke kerabat terdekat saya melalui sosial media serta kerabat terdekat erlan" ucap Sherly


"kenapa yang di undang hanya kerabat terdekat saja? Apa acaranya akan di rayakan sederhana?" tanya Juna


"kolega besar dan awak media sementara tidak di undang dulu! karena saya ingin acara pertunangan ini tertutup mengingat saya masih berstatus Janda" ucap Sherly


"kamu nggak Janda, saya selalu ada di sini. Apa kamu tidak merasakan bahwa hati saya benar-benar hancur harus menyiapkan pesta pertunangan istri saya sendiri meskipun saya mengalami amnesia, tapi hati mana sih yang nggak terluka melihat istrinya bersanding dengan adik tirinya" gumam Juna dalam hatinya


bersambung..


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2