Pria Amnesia

Pria Amnesia
72. Erlan menyiapkan kejutan untuk Sherly


__ADS_3

"sayang, kamu di mana?" tanya erlan


"aku sudah sampai di mansion" ucap Sherly


"hah?! kok kamu nggak bilang sama aku sih kalau kamu sudah pulang?" tanya erlan


"abisnya kamu menghilang selama dua hari sejak kita bertunangan" ucap Sherly


"maaf, sayang! mendadak ada klien penting" kilan erlan


"oh, sepenting itu klien kamu! sampai tunangannya terlupakan" geram. Sherly


"maaf, sayang! kamu jangan marah lagi. Aku akan jelaskan jika sudah di mansion kamu" ucap erlan


"jadi kamu akan pulang ke Jakarta hari ini?" tanya Sherly


"tentu, aku pulang demi mendapat maaf dari kamu" ucap erlan


"gombal"celetuk sherly


"beneran, aku nggak bohong! aku akan susul kamu ke mansion untuk menunjukan sesuatu untuk kamu"ucap erlan


"baiklah, terserah kamu"ucap sherly


*****


Setibanya Erlan di mansion sherly


Ting


Tong


"sayang, ini aku" ucap erlan


"ini bukan non Sherly, tapi bi Ningsih" ucap bi Ningsih


"oh, saya kira yang buka pintu Sherly! di mana dia?" tanya erlan

__ADS_1


"di dalam. den Erlan" ucap bi Ningsih


"boleh saya ke dalam ya, bi" ucap erlan


"sihlahkan, den Erlan masuk dan tunggu di ruan tamu, saya akan memanggil non Sherly dulu di kamarnya" ucap bi Ningsih


"terima kasih, bi" ucap erlan


*****


Ruang Tamu


"sayang"seru erlan


"untuk apa kamu ke sini?"ucap datar Sherly


"bertemu dengan kamu sekalian aku mau kasih ini" ucap erlan menunjukan sesuatu


"apa ini?!" kaget Sherly


"buka saja" ucap erlan



"kok kamu bilang begitu! apa kamu tidak mau menikah dengan aku?" tanya erlan


"tentu mau, hanya saja aku belum siap menghadapi para wartawan yang akan bergosip tentang pernikahan kita" ucap Sherly


"soal yang itu jangan kamu pikirkan karena kita yang menjalani pernikahan ini bukan para wartawan atau orang lain" gerutu erlan


"baiklah, aku ikut kamu saja, gimana baiknya" ucap sherly


"kamu kok nggak seneng sih?" tanya erlan


"papi aku harus tahu mengenai ini" ucap sherly


"kamu sebaiknya memberitahu secepatnya kepada papi kamu karena aku ingin pernikahan kita di lakukan secara cepat" ucap erlan

__ADS_1


"kamu temenin aku ke papi juga ya?" tanya Sherly


"oke, hayu aku antarkan" ucap erlan


*****


"papi" seru Sherly


"waduh, kemana ajah ini anak papi baru nampak sekarang" ucap Bayu Baskoro


"dari Bali, Pi" ucap Sherly


"kok papi nggak di ajakin sih?" tanya Bayu sampai memasang wajah masamnya


"aku ke sana untuk urusan kerja sekaligus urusan ini" tunjuk cincin pertunangan


"cincin apa itu yang melingkar di jari manismu?" tanya Bayu Baskoro


"ini cincin pertunangan aku dengan erlan, pi" ucap Sherly


"apa?! kamu bertunangan tanpa papi tahu!" geram Bayu


"maaf, Pi. ini dadakan ide konyol erlan, jadi Sherly merahasiakannya termasuk papi karena sherly tahu papi sedang sakit dan sibuk dengan perusahaan" ucap sherly


"makanya kamu bantu perusahaan papi bukan perusahaan orang lain" gerutu Bayu


"nanti deh, Sherly akan pikirkan kembali" ucap sherly


"jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Bayu


"apa papi merestui kami menikah?" tanya Sherly


"tentu saja papi akan merestui kebahagiaan anak papi" ucap Bayu


"makasih, Pi" ucap Sherly


bersambung.....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2