
Darah yang terus menetes deras di bagian kepala tidak sesakit yang ada dalam hati seorang pria yang tergeletak di jalan raya.
"gw ikut ya" pinta Sherly
"boleh, tapi kamu dan Tuan muda duduk di belakang saja" ucap Zaky
"Iah" ucap Sherly sambil meletakan kepala Juna dalam pangkuannya
"ini benar Juna? kenapa wajahnya sangat berbeda sekali bahkan dari dekat seperti ini kenapa dia terlihat sangat imut" batin sherly
"Nona Sherly, kita sudah tiba di rumah sakit cempaka indah" ucap Zaky
"Tolong kamu bawa brankar, Saya tunggu di sini" ucap sherly
"baiklah" ucap Zaky
...****...
Hentakan gilingan roda itu membuat kebisingan di area lobby rumah sakit. Dengan langkah panik seorang wanita menekuk raut wajahnya merasakan kepanikan yang tak bisa di katakan kepada orang sekitar
"Dokter, Tolong selamatkan Tuan muda " seru Zaky
"lagi dan lagi kamu mengatakan dia Tuan muda??" tanya Sherly
"hmm, maksud saya itu adalah bukan tuan muda"ucap Zaky
__ADS_1
"nggak nggak nggak nggak nggak saya nggak mungkin salah dengar kamu tadi mengatakan dia itu tuan muda bukan Juna"ucap Sherly
"Nana Sherly pasti salah dengar, Saya bilang itu Juna bukan tuan muda"bantah Zaky
"ah, sudahlah. Saya capek berdebat sama kamu! sekarang cepat urusi Juna atau tuan muda yang kamu maksud itu"bentak Sherly
"Perilaku anda tidak mencerminkan sebagai CEO, Nona Sherly. Anda tidak seharusnya berbicara membentak seperti tadi. Apa anda tahu kalau ini adalah rumah sakit bukan pasar" ucap Zaky
"Suka-suka Saya mau berbicara seperti apa itu bukan urusan kamu. Sekarang Kamu urus saja itu pasien yang ada di hadapan kamu bukan saya mengerti!" bentak Sherly
"Baiklah dengan senang hati Nona Sherly Saya permisi dahulu ya" ucap Zaky
*
*
*
"Irene, kamu sudah selesai mengerjakan laporan mengenai berita tentang keluarga Hutomo? tanya Christian Fernando sang peliput berita
"sudah dong! kamu lihat nih aku sudah beritakan mengenai kejadian pertunangan secara diam-diam antara Sherly dan Erlan" ucap Irene
"untung saja aku mengikuti Sherly sampai di bali tanpa sepengetahuan mereka semua" ucap christian
"kamu cocoknya jadi penguntit bukan jadi seorang wartawan" ledek Irene
__ADS_1
"ih, kenapa bilang seperti itu? Kamu tahu kan saya itu melakukan pengintaian ini demi dapat berita yang viral" ucap christian
"Maaf, aku hanya becanda" ucap Irene
"Sudah sana cepat selesaikan, Aku ingin semua dunia tahu bahwa Sherly itu sudah move on dari suaminya yang sudah meninggal" ucap christian
"Done! beritanya sudah di terbitkan. Aku yakin akan viral berita ini" ucap Irene
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" tanya Christian
"kamu kan tahu kan kalau Hutomo Group itu selalu jadi sorotan karena keluarga mereka adalah keluarga konglomerat dan terkenal dengan kedermawanannya" ucap Irene
"Siapa yang nggak mengenal keluarga Hutomo, mereka selalu menjadi incaran berita bagi teman-teman berita portal lainnya" ucap christian
"kali ini pasti akan sukses dengan berita yang akan jadi viral apa lagi ini masih menyangkut menantu keluarga Hutomo" ucap Irene
"Tentu, jika berita ini menguntungkan. Aku pasti akan traktir kamu" ucap christian
bersambung.......
Jangan lupa untuk memberikan like, Vote dan
tambahkan di favorite di rak buku kalian
Terima kasih sudah mampir di karya ini semoga bisa menghibur kalian semua
__ADS_1