
"Saya harus cepat memberitahukan ini semua pada non Sherly," ucap ningsih bergegas mencari kendaraan umum yang terlintas, namun sayangnya hanya ada kendaraan beroda tiga yaitu bajaj.
"Pak, tolong antarkan saya ke alamat ini" tunjuk Ningsih menggunakan ponsel pintarnya
"Baik, Bu" ucap pak supir
Dalam perjalanan Ningsih selalu berusaha menghubungi majikannya
^^^pesan teks^^^
^^^Non, Sherly. tolong angkat telepon dari saya. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan menyangkut masalah yang terjadi dengan non Sherly, tapi karena non Sherly tidak bisa juga di hubungin, jadi Saya minta maaf atas semua yang menimpa non Sherly, Saya melakukan semua ini karena anak saya sangat membutuhkan dana berobat dan saya mau non Sherly tahu bahwa pelakunya tersebut adalah......^^^
Secara ambigu pesan teks itu belum usai, namun tombol sebelah kanan pun sempat di tekan untuk mengirimkan suatu pesan sebelum melanjutkan pelaku yang sebenarnya serta tragedi pun terjadi begitu kilat antara kuda besi berwarna merah dengan melaju kencang melintasi bajaj yang oleng karena aksi liarnya untuk menganggu pengemudi sehingga bajaj tersebut memutar arah sebaliknya dari haluan dan terjadilah kecelakaan antara bajaj dengan truk yang melintas saat itu kedua korban meninggal di tempat
"Ya, Ampun" teriak seorang saksi mata membulat
"Kenapa, Bu" ucap warga lain
"Itu Pak, Saya melihat motor sport berwarna merah itu menggangu jalan bajaj, sehingga bajaj oleng dan memutar kemudinya berlawanan arah hingga ada truk di depannya" ucap saksi mata yang melihat kejadian tersebut tepat sebelum ia hendak menyebrang jalan.
"Kalau begitu saya akan laporkan ini kepada pihak berwajib" ucap warga lain yang mulai berdatangan untuk melihat korban
__ADS_1
*****
Rumah sakit Cempaka Indah
"Sherly, Kenapa nggak di angkat dulu sih. Berisik banget tahu" ucap Maya
"Nggak ah, ngapain gw angkat itu dari pembantu gw" ucap Sherly
"Siapa tahu ajah penting" ucap Maya
"Yasudah, gw angkat dulu" ucap Sherly
Ketika hendak di angkat, Ada sebuah pesan masuk dari Ningsih, Seketika itu juga wanita cantik ini berdiri mematung dengan mata membulat serta mulut yang menganga
"Ningsih itu siapa???" tanya Maya
"Pembantu gw di mansion" ucap Sherly
"Terus ngapain dia sampai minta maaf segala?! Coba sini gw liat lagi pesan teks yang dia kirim ke lu" ucap Maya sambil merebut ponsel pintar berlogo Apple itu
"Kan gw sudah bilang berapa kali! untuk angkat teleponnya! siapa tau penting, tapi lu ngeyel" ucap Maya
__ADS_1
"Ribet kan tadi di jalan! nanti kalau kita celaka gimana!" Cercah Sherly
"Galaknya kumat" cecar Maya
"Gw memang galak tapi hati gw lembut kayak sutra" ucap Sherly
"Pret!! Hati sama kelakuan sama galaknya! kalau gw jadi cowok, gw nggak mau sama lu yang suka bikin sakit hati anak orang" ucap Maya
"Kenapa atuh masih ajah betah temanan sama gw! kalau emang lu nggak betah juga temenan ma gw. Jangan deket-deket lagi" ucap Sherly
"Ish, malah ngambek segala sih?! Gw becanda kali" ucap Maya
"Abisnya lu nyebelin tau!" geram sherly
"Maaf, Gw kan memang begini ceplas ceplos orangnya" ucap Maya
"Yasudah, Sekarang kita ke ruang dokter Vika" ajak Sherly
"Hayu..."Ucap Maya
bersambung ...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga menghibur kalian semua...