
"Juna" panggil Sherly
"Iah, non Sherly. Ada apa?" tanya Juna
"Temenin saya ke pasar malam hari ini. Apa kamu bisa?" tanya Sherly
"Memang untuk apa Non Sherly ke sana?" tanya Juna
"Hmmmm, saya memang sangat suka pasar malam. Kebetulan di yogja ini saya belum pernah ke pasar malam yang di Sekaten baru" ucap Sherly
"Oh" ucap singkat Juna
"Jadi gimana mau temenin saya?" tanya Sherly
"Memangnya den Erlan kemana non?" tanya Juna
"Dia sibuk kerja" ucap Sherly
"Kalau tahu den Erlan pasti marah karena saya menemani non Sherly di sana" ucap Juna
"Kamu nggak usah pikirin hal itu. Kita kan tanpa sengaja bertemu di Yogjakarta ini,jadi sekalian saja saya ke pasar malam. Apa kamu tega membiarkan aku seorang diri ke sana" rujuk Sherly
"Bukankah non Sherly sudah punya supir baru, minta saja pada supir baru non untuk mengantarkan non Sherly sampai ke pasar malam" ucap Juna
"Dia baru saja meminta izin karena dia sedang sakit perut" ucap Sherly
"Yasudah, Ini terakhir kalinya saya jadi supir Non Sherly" ucap Juna
"kalau kamu nggak mau. Saya nggak akan maksa" ucap Sherly
"Saya nggak mungkin membiarkan mantan majikan saya seorang diri untuk pergi ke pasar malam" ucap Juna
*
*
*
__ADS_1
(Pasar malam Sekaten Baru- Yogjakarta)
"Duh, udaranya panas sekali" ucap Sherly
"Saya belikan minuman dulu, non Sherly tunggu di sini sebentar" ucap Juna
"Makasih Juna" ucap sherly
********
Tanpa sengaja saat membeli sebuah minuman segar dekat taman bermian, Juna melihat gulali berwarna merah muda di dekat komedi putar
"Gulali ini......" ucap Juna
"Hei, Juna. Mana minumannya" ucap Sherly
"Ini, non Sherly" ucap Juna
"Makasih, Jus jeruknya seger banget beli di mana?" tanya Sherly
"I-itu kan " tunjuk Sherly pada gulali yang menggantung dekat dengan tempat minuman jus jeruk yang di belikan Juna
"Kenapa, Non? mau gulali biar saya yang belikan. Tunggu di sini" ucap Juna
"Sudah saya bilang saya tidak mau kamu panggil Non! kamu kan bukan supir saya lagi!" ucap Sherly
"Maaf, Saya kebiasaan bilang itu"ucap Juna
"Yasudah, Sana belikan saya gulali" ucap Sherly
"kalau ingat gulali ini, Jadi teringat Johan yang memberi saya gulali berbentuk hati" Batin Sherly
"Non, Ini gulali pesanannya" ucap Juna
"kamu hanya beli satu?" tanya Sherly
"Iah, Saya nggak suka sama gulali" ucap Juna
__ADS_1
"Kenapa kamu membelikan saya gulali biasa bukan yang berbentuk hati itu" tunjuk Sherly
"Oh, nggak ah. Takutnya Non Sherly nggak suka saya kasih yang itu" ucap Juna
"Saya suka kok yang berbentuk hati" ucap Sherly
"Gw ini kenapa sih, jadi ganjen gini sama Juna" Batin Sherly
"Kenapa, Non Sherly menyukai gulali berbentuk hati?" tanya Juna
"Suami saya yang sudah pergi jauh di alam sana pernah memberi saya sebuah gulali berbentuk hati namun saya dengan bodohnya tidak mengambil pemberiannya" ucap Sherly
"Apa non Sherly masih mencintai Suami Non Sherly sampai masih mengingat pemberiannya?" tanya Juna
"Saya nggak pernah menyukainya, dia hanya tukang ganggu di kehidupan saya" ucap Sherly
Deg!
Hati mana yang tidak terluka, jika wanita yang di cintainya berkata menyakitkan seperti itu
"Kenapa bilang seperti itu?" tanya? Juna
"Alasan saya menikah dengannya hanya karena hutang hudi saja pada Kakek Gilbert" ungkap Sherly
"hmmmmmm, Apa sekarang Nona sherly bahagia akan menikah dengan Den Erlan?" tanya Juna
"Tentu, Saya sangat bahagia di cintai dan mencintai" ucap Sherly
"Baguslah" ucap Juna
"kamu tahu dari mana saya akan menikah dengan erlan? dan stop panggil saya nona! kamu panggil saja dengan nama" ucap Sherly
"Baiklah" ucap Juna
bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian semua sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1