Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
25


__ADS_3

Dimalam yang sama.


“Hmmm, sepertinya ada yang kurang. Lucy, kenapa ada tembaga disini?”


“Ahhh, karena aku tak menemukan logam dan alumunium, tapi sepertinya tembaga juga bisa kau gunakan. Selain itu dikerajaan ini stok logam dan alumunium sudah habis, jika memaksa dikerajaan tetangga mungkin ada tapi itu hanya akan memakan waktu. Oleh karena itu aku memilih tembaga, lagipula logam dan tembaga tidak beda jauh.”


“Tidak beda jauh bagaimana, sudah jelas itu 2 hal yang sangat berbeda. Tapi sudahlah, terimakasih.” Aku masih membutuhkan bahan lain, tapi jika yang dikatakan oleh Lucy benar maka itu tidak akan bisa didapatkan saat ini. “Sudahlah, sepertinya ini juga sudah cukup.” Yang aku butuhkan saat ini hanyalah pelapis luar dan juga bahan untuk pembungkusnya saja, dan logam ini sepertinya juga sudah cukup.


Rencanaku adalah membuat peluru yang dapat meledak, meskipun begitu aku sedikit bingung dengan mekanisme apa yang bisa aku gunakan pada benda sekecil ini. “Haaa, sepertinya untuk rencana itu ditunda saja sampai aku menemukan jalan keluarnya.” Aku tertahan di posisi ini, dan jika dipaksakan hanya akan menghabiskan banyak waktu.


“Anu, sebenarnya apa sih yang kalian berdua bicarakan?” (Iona)


“Hmmm, sesuatu yang rumit. Oh ya, Iona apa ada sesuatu yang terjadi diistana?”


“Tidak ada, semuanya masih sama seperti biasa.”


“Begitu, apa raja melakukan sesuatu?”


“Tidak, ayah tidak melakukan apapun.”


“Begitu, syukurlah. Tapi, sepertinya orang dikerajaan tidak ada yang tau mengenai hal ini, ya.”


“Iya, tapi kak Risa sudah tau, apa kau yang memberitahunya?”


“Ahhh, untuk dia. Aku juga terkejut karena dia mengetahuinya, tapi tenang saja. Saat ini dia berpihak pada kita.”


“Bukankah selama ini memang begitu.”


“Ya, pokoknya selama raja masih belum tau kita bisa bergerak dengan bebas.”


Pintu terbuka.


Dirk masuk ke dalam. “Lapor komandan, pasukan bantuan akan tiba besok pagi.” (Dirk)


“Hooo, tak kusangka akan secepat itu. Dari kerajaan mana dan berapa jumlah mereka?”


“Mereka bantuan dari kerajaan Fanat dan Otre, jumlah mereka sekitar 40 ribu pasukan.”


“40 ribu pasukan, ya. Itu sudah lebih dari cukup, benar’kan.” (Lucy)


“Iya, dan nama kerajaan mereka juga lumayan.”


“Itu yang kau pedulikan?”


“Ya, itu sudah lebih dari cukup untuk melindungi kerajaan ini. Lalu Dirk, suruh seluruh pasukan untuk bersiap besok dan tunggu perintah lebih lanjut.”


“Baik.” Dirk pergi.


“40 ribu pasukan, itu sangat banyak.” (Iona)


“Musuh kita saat ini berjumlah 100 ribu pasukan lebih, jika dibandingkan dengan pasukan musuh jumlah itu masih sedikit.”


“Kau membandingkan dengan musuh yang ingin menghancurkan kita.”


“Sudahlah, yang penting saat ini bantuan sudah datang dan kita bisa sedikit bernafas lega dengan adanya bantuan ini. Berarti untuk urusan pertahan sudah selesai, sisanya adalah penyerangan dan penyergapan serta serangan dadakan. Hmmm, aku akan membahasnya besok, untuk sekarang semuanya sudah selesai. Jika kalian ingin pergi silahkan.”


“Bagaimana denganmu?”


“Urusanku dengan si baja mematikan ini masih belum selesai, aku masih ingin melakukan beberapa penyesuaian lagi.”


“Begitu, kalau begitu aku akan pergi dulu.” (Lucy)


“Ya, hati-hati dijalan.” Lucy pergi.


“Iona, bagaimana denganmu?”


“Aku ingin menemanimu.”


“Ini akan memakan waktu lama, lo. Kau yakin?”


“Tidak masalah. Aku akan menemanimu.”


“Ya sudah. Lakukan sesukamu saja.”


“Terimakasih.”


Setelah memakan waktu cukup lama.


“Haaa, ternyata sulit juga memasang scope dan pengarah pelurunya. Pengisi peluru dan juga penyeimbangnya juga sudah terpasang dengan benar, penahan getaran juga sudah selesai aku pasang. Baiklah, bisa dibilang ini sudah selesai.” Meskipun memakan cukup banyak waktu, persiapan si perak besi ini sudah selesai dan sudah bisa digunakan kapanpun. “Iona, aku sudah selesai, kau bisa… Haaaa, dia tertidur, ya.” Iona tertidur di kursi, dan ia tertidur begitu pulas. “Kau akan sakit jika tidur seperti itu.”


Aku menggendong Iona ke kamarku, dan setelah itu aku kembali lalu mengambil senapan sihir untuk ditaruh dikamar.


Setelah itu.


“Akhinya selesai juga. Hoamm, aku juga sudah mengantuk.” Banyak sekali pekerjaan yang aku lakukan hari ini dan saat ini aku sedang sangat lelah.


Sebelum tidur aku menghampiri Iona. “Hari ini banyak yang sudah terjadi, aku yakin kau juga lelah. Meskipun begitu kau terlalu memaksakan diri, seharusnya kau tidak memaksakan diri agar tubuhmu itu baik-baik saja. Tubuhmu masih sangat lemah, jika sampai terjadi sesuatu padamu aku tak tau apa yang harus aku perbuat. Kau adalah satu-satunya orang yang paling berharga bagiku didunia ini, aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku akan melindungimu, dan juga rumahmu ini apapun caranya. Aku berjanji.” Aku menggengam tangan Iona. “Terimakasih atas semua yang sudah kau lakukan untukku, terimakasih banyak.” Aku mencium telapak tangganya. “Selamat malam, dan mimpi indah, Iona.” Setelah itu aku langsung tidur dikursi, meskipun cukup sulit tapi aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini. “Selamat tidur.”


Beberapa menit sebelumnya, pandangan Iona.


‘Eh, aku… Aku digendong oleh Ari!!’ Meskipun sedikit terkejut tapi entah kenapa aku merasa cukup senang.


Dia menidurkanku dikasurnya, dan setelah itu pergi. Malam ini entah kenapa aku merasa sangat senang, aku tak tau alasannya hanya saja yang pasti saat ini aku merasa sangat bahagia. ‘Apa dia akan melakukan itu lagi padaku? (mencium kening) Jika ia, mungkin aku bisa tidur nyenyak malam ini.’


Setelah beberapa saat Ari kembali sambil membawa senjata miliknya, dan setelah itu dia duduk dimeja kerjanya. ‘Dia menulis sesuatu?’ Aku terus menunggunya, meskipun begitu aku tetap berpura-pura tertidur.


“Akhinya selesai juga. Hoaaa, aku juga sudah mengantuk.”


Langkah kakinya mendekat kearahku. ‘I-ini dia, dia akan melakukannya? Apa yang harus aku lakukan, tenang aku sudah siap dengan hal ini.’


“Hari ini banyak yang sudah terjadi, aku yakin kau juga lelah. Meskipun begitu kau terlalu memaksakan diri, seharusnya kau tidak memaksakan diri agar tubuhmu itu baik-baik saja. Tubuhmu masih sangat lemah, jika sampai terjadi sesuatu padamu aku tak tau apa yang harus aku perbuat. Kau adalah satu-satunya orang yang paling berharga bagiku didunia ini, aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku akan melindungimu, dan juga rumahmu ini apapun caranya. Aku berjanji.”


Dia menggengan tanganku.

__ADS_1


‘Aku, sangat berharga baginya.’ Mendengar ia mengatakan hal seperti itu membuat jantungku berdetak sangat kencang sampai aku takut dia bisa mendengarnya. Aku sangat bahagia saat ini.


“Terimakasih atas semua yang sudah kau lakukan untukku, terimakasih banyak.”


‘Dia mencium telapak tanganku.’ Meskipun bukan dikening, tapi aku merasa sangat bahagia. Dia memperlakukanku sebagai seorang yang istimewa, aku sangat senang.


“Selamat malam, dan mimpi indah, Iona.”


Ari menjauh. ‘Sepertinya, aku tidak bisa tidur sekarang.’ Jantungku masih berdegub kencang, dan juga aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku. ‘Aku sangat senang.’ Aku tak pernah sesenang ini dalam hidupku.


Pagi hari.


Ruang rapat.


“Baik, berkenaan tentang rencana penyerangan yang aku jelaskan tadi, apa ada yang ingin ditanyakan?” Disini para komandan pasukan bantuan berkumpul dan aku juga sudah menjelaskan rencana yang akan digunakan dalam situasi ini.


“Permisi wakil komandan Ari, saya ingin menanyakan sesuatu.”


“Ya, umm…”


“Rein, dari kerajaan Otre.”


“Rein dari kerajaan Otre, ya. Apa yang ingin kau tanyakan?”


“Mengenai pertahanan kerajaan, apa memang butuh banyak sekali pasukan untuk menjaga kerajaan, dan kenapa yang menyerang hanya sedikit? Bukankah lebih baik 40 ribu pasukan ini dibagi dua, 1 untuk berjaga dan 1 lagi untuk menyerang.” (Rein)


“Saya rasa itu ide yang cukup bagus.” (???)


“Umm, anda…”


“Ahh, maaf, nama saya Lue pemimpin pasukan dari kerajaan Fanat.” (Lue)


Orang-orang ini luar biasa, mereka memiliki pangkat yang sangat hebat. “Hmmm, itu memang rencana yang bagus tapi tetap saja rencana ini akan dijalankan.”


“Tapi wakil komandan, bukankah itu sedikit beresiko jika menyerang sebuah pasukan besar dengan pasukan yang sedikit.” (Rein)


“Tenang saja, seluruh pasukanku ini bukan pasukan biasa. Mereka semua adalah pasukan khusus, mereka bisa menangani masalah apapun.”


“Pasukan khusus? Jadi, rumor itu memang benar, ya.” (Lue)


“Rumor itu, ya. Memang terlihat gila, tapi setelah melihat kepercayaan dirinya aku jadi mengerti.” (Rein)


“Rumor? Rumor apa yang kalian bahas?”


“Kau tidak tau?” (Lucy) Lucy tiba-tiba ikut dalam pembicaraan. “Pasukan Bagdist yang berjumlah 30ribu orang mundur saat ingin menyerang, rumornya ada pasukan khusus yang membuat mereka tak berdaya melawannya. Seperti itulah isi rumornya.”


“Rumor macam apa itu, dan kenapa kau tak memberitahuku?”


“Ya, karena aku pikir kau tak suka dengan hal seperti itu, lagipula itu kenyataan kau tak bisa menyangkalnya.”


“Aku sangat iri dengan para pasukanmu, mereka pasti merasa sangat bangga bisa bekerja untuk orang sepertimu.” (Rein)


“T-tidak, aku hanya melakukan apa yang aku bisa saja. Eh, bukan saatnya untuk ini. Pokoknya, aku ingin kalian menjaga kerajaan ini. Jika sampai pertahanan kerajaan ini sampai ditembus maka pasukan yang bertarung dibarisan depan tidak akan bisa tenang dan itu hanya akan menyebabkan kekalahan. Oleh karena itu, aku menyerahkan pertahanan kerajaan ini pada kalian berdua.”


“Usiamu masih muda, tapi kau bisa memikirkan hal sulit seperti itu. Sepertinya kekagumanku padamu bertambah.” (Lue)


“Tenang saja, serahkan urusan pertahanan kerajaan pada kami.”


“Terimakasih, dengan begini para pasukan bisa bertempur dengan sekuat tenaga.”


“Lalu, rencana penyerangan seperti apa yang akan kau lakukan?”


“Pertama, misi pembunuhan penyihir musuh.”


“Penyihir musuh? Tapi, kau pasti tau jika mereka akan dijaga dengan penjagaan yang sangat ketat, jadi hal itu sangat sulit untuk dilakukan.” (Rein)


“Ya, itu benar. Tapi aku punya pasukan khusus yang bisa aku andalkan dalam hal ini, mereka adalah pasukan assassin.”


“Pasukan assassin?” (Lue & Rein)


“Mereka adalah pasukan khusus yang berada langsung dibawah latihan para ketua regu, kemampuan mereka dalam membunuh tidak diragukan lagi. Meskipun begitu, karena latihan yang diberikan sangat keras jadi hanya ada sekitar 50 orang saja yang berhasil bertahan dan menjadi seorang assassin.” (Lucy)


“Hanya 50 orang saja, sebenarnya seberapa berat latihan yang mereka berikan. Dan yang lebih penting, seberapa hebat para ketua regu ini.” (Rein)


Mereka berdua terlihat terkejut setelah mendengar hal itu, tapi menurutku itu adalah hal yang wajar-wajar saja. “Jika kalian mau, kalian juga bisa latih tanding dengan para ketua regu. Inginnya sih seperti itu, tapi waktunya tidak tepat.”


“Komandan, lapor. Pasukan musuh sudah mulai bergerak, kemungkinan mereka akan tiba disini dalam 5 hari.” (Regu pengintai)


“Baik, terimakasih atas informasinya.” Setelah itu dia pergi. “5 hari, ya. Hmmm, sepertinya kita masih memiliki sedikit waktu.”


“Memiliki sedikit waktu?” (Lue)


“Malam ini kita adakan pesta!! Laren, Dirk, Famus, dan Dirk, siapkan semua keperluannya. Jika kalian kekurangan bahan datang saja ke serikat perdangan lalu minta barang kalian kau perlukan disana.”


“Baik.”


Mereka ber-4 pergi, dan disini hanya tersisa aku, Lucy, Iona, dan juga 2 komandan pasukan dari kerajaan Otre, dan juga Fanat.


“T-tunggu, disaat genting seperti ini kenapa mengadakan pesta?!” (Rein)


“Bukankah itu sudah jelas.”


“Sudah jelas?”


“Untuk menurunkan stress dari para pasukan, semua pemimpin yang hebat melakukannya. Jika para pasukan tertekan maka mereka akan kesulitan dalam berperang, tapi sebaliknya jika kita berhasil menghilangkan tekanan itu sebelum perang dimulai maka para prajurit bisa bertarung dengan kemampuan maksimal mereka.”


“Kau ingin menggunakan uang yang kau dapatkan dari hasil penjualan itu lagi.” (Lucy)


“Ya, jumlahnya cukup banyak selain itu aku sudah membeli puluhan tong anggur berkualitas dari kerajaan lain sebelumnya.”


“Eh? Kapan kau membelinya? Aku tak melihat kau membicarakan hal itu sebelumnya.”


“Ahhh, beberapa hari lalu. Karena bisnis anggur cukup menguntungkan aku ingin mencobanya lagi.”

__ADS_1


“Kau itu!!”


“Hahahaha, sudahlah. Semuanya juga akan digunakan hari ini, aku masih memiliki sisa uang yang aku dapatkan dari raja bodoh itu. Jadi tidak masalah, semuanya akan berjalan dengan lancar. Aku yakin.”


“Begitu, jika wakil komandan sudah seyakin itu. Kita hanya bisa menurutinya saja, kalau begitu wakil komandan, mulai saat ini mohon kerja samanya.”


“B-baik.”


Dimalam harinya, semua pasukan berpesta dengan cukup meriah.


“Ahhh, sepertinya anggur yang aku siapkan akan kurang jika jumlahnya sebanyak ini.”


“Ari, ini.” (Iona)


“Apa ini?”


“Anggur?”


“Aku tidak minum, lo.”


“Bukan, maksudku ini jus anggur.”


“Begitu, kalau begitu terimakasih. Aku akan meminumnya.”


“Bagaimana rasanya?”


“Agak aneh, tapi lumanyan.” Dan selang beberapa saat, kepalaku terasa berputar. “Ahh, k-kenapa ini?”


“A-Ari, apa kau tidak apa-apa?”


“I-ini jus anggur’kan?”


“Iya, para prajurit yang bilang seperti itu. Saat aku bilang ingin memberimu minuman, salah satu prajurit memberiku ini dia bilang kalau ini adalah jus anggur. Jadi aku menerimanya.”


“K-kau itu…” Kepalaku terasa berputar-putar. ‘Aku harus tetap sadar.’


“A-Ari!!”


“A-aku baik-baik saja. Aku akan kembali ke kamar.”


Setelah berjalan beberapa langkah.


“A-awww. S-sakit.” Kepalaku terbentur tembok, ini karena efek samping minuman itu aku jadi tidak bisa memperhatikan jalanku dengan benar.


“Ari, kau baik-baik saja?”


“A-aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir.”


“Tapi, barusan kepalamu terbentur. Kau masih mau bilang itubaik-baik saja?”


Kepalaku terasa semakin berat. “Haaaa, Iona, tolong bantu aku kembali kekamar.”


“B-baik.”


Beberapa menit setelah itu.


“Ari, aku akan mengambilkanmu air putih, tunggu sebentar, ya.”


“Terimakasih.” Tepat saat Iona pergi, terjadi sesuatu yang aneh pada tubuhku. “Kenapa bisa jadi seperti ini.” Tubuhku memanas. “S-sial, kenapa bisa jadi seperti ini?” Aku mencoba untuk mengingatnya.


“C-candaan kalian ini tidak lucu, tau.” Rasa aneh yang aku rasakan saat meminum anggur tadi, aku tak tau obat apa yang mereka berikan tapi aku tau efek samping apa yang akan didapatkan jika mengonsumsinya. ‘Aku, tak bisa berfikir jernih sekarang.’ Tubuhku semakin memanas dan aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. “I-ini menyebalkan.”


\=\=\=\=


“Aku harap Ari baik-baik saja.” Aku segera kembali kekamarnya setelah mengambil air putih untuknya.


Dikamar Ari.


“Ari, kau baik-baik saja?” Aku menaruh air di meja kerjanya, dan setelah itu menghampiri Ari yang dengan duduk di kasurnya. “Ari, apa kau sudah baikan?”


“I-Iona…”


“Ari, ap…” Ari memengang tanganku dan menjatuhkanku dikasurnya. “A-pa yang terjadi?! Ari, sadarlah!! Ari!!” Aku melihat wajahnya, wajahnya memerah dan tatapan matanya terlihat begitu kosong.


Perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku, dan setelah itu mencium leherku. “Ahh~…” Aku mengeluarkan suara yang aneh. “A-apa ini.” Aku tak tau apa yang sedang terjadi disini. “Ari, sadarlah.”


“Aku berikan setengah kehidupanku untukmu, karena kau adalah orang yang sangat berharga bagiku.”


“Setengah kehidupanmu?” Aku tak mengerti dengan apa yang dia ucapkan, tapi 1 hal yang pasti. “Ahhh~…” Aku kembali mengeluarkan suara aneh. “T-tidak, seharusnya kita tidak boleh melakuk… Ahhh~!!” Tangannya mengerayangi seluruh tubuhku. ‘Aku, tak ingin seperti ini. Bukan ini yang aku inginkan.’


“Ari…” Tanpa sadar air mataku keluar, dan tepat saat itu gerakan Ari terhenti.


Dia perlahan menjauh dariku.


Dak.


“A-apa yang kau lakukan!!” Dia menghantamkan kepalanya kedinding.


“M-maaf, sepertinya aku kehilangan kendali. Iona, kau bisa pergi.”


Wajahnya menunjukkan rasa penyesalan yang begitu dalam. Aku perlahan mendekat kearahnya dan memeluknya. “Tidak masalah, hanya saja hatiku belum siap untuk melakukan hal seperti itu.”


Ia membalas pelukanku. “Aku minta maaf, maafkan aku.”


“Aku bilang tidak masalah, kau tidak salah. Lagipula itu kesalahanku karena tidak mengetahuinya lebih awal, jika saja aku tau mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi. Tapi, terimakasih. Aku akan menjaganya.”


“Menjaganya?”


“Kalau begitu aku akan pergi, kau istirahat saja dulu. Oh ya, mengenai kejadian ini. Ini hanya akan jadi rahasia kita berdua, iya’kan.”


“Y-ya.” Setelah mengatakan itu aku pergi.


“Setengah kehidupan, ya.” Aku tak mengerti apa yang dia ucapkan, tapi aku merasa ciuman yang dia berikan tadi mengandung makna yang sangat dalam. Meskipun begitu, aku tak mengerti apa maknanya.

__ADS_1


\=\=\=


“Ahhh, apa yang sebenarnya sudah aku lakukan padanya!!” Aku tak bisa mengingatnya, saat aku sadar aku sudah berada diatas Iona dan ia menangis. Aku tak mengetahui apa yang terjadi sebelum itu. “Sialan, ini menyebalkan.” Tapi ada 1 hal yeng membuatku penasaran. “Apa yang dimaksud aku akan menjaganya?” Aku tak bisa mengingatnya, sekeras apapun mencoba. “Haaa, efek obat yang menakutkan.” Aku tak tau obat apa yang digunakan dalam minuman itu, tapi itu sangat menyeramkan. Jika saja aku terlambat, mungkin saja sesuatu yang buruk sudah terjadi. “Haaaa, sebaiknya aku istirahat saja.”


__ADS_2