
Pagi hari yang cerah.
-4 h sebelum perang.
“Aku ingin memeriksa Dravin, tolong urus sisanya. Aku mungkin akan kembali sedikit lebih lama dari biasanya, jadi aku serahkan tugas yang sulit untukmu.”
“Hey, jangan pilih kasih seperti itu. Tapi, sudahlah. Hati-hati dijalan.”
“Ya, aku berangkat.”
“Ya.”
\=\=\=
“Hoaamm.” Aku bangun dari tempat tidurku, dan entah kenapa aku mengingat kejadian kemarin malam. “I-itu memalukan!! Wajah seperti apa yang harus aku tunjukkan saat bertemu dengannya?!”
Aku mandi dan berdandan seperti biasa, tapi. “Huh? Tidak hilang.” Ciuman dileher yang diberikan oleh Ari tidak hilang. “Umm, mungkin cuma masalah waktu saja.” Ingin aku mengabaikannya, tapi jika sampai orang tuaku tau pasti ini akan sangat merepotkan.
Cukup lama setelah itu.
“Tuan putri, sarapannya sudah siap. Baginda raja dan baginda ratu sedang menunggu anda.” (pelayan)
“Baik, aku akan segera kesana.”
Di ruang makan.
“Iona, kenapa kau menggunakan Syal?” (Sylvia)
“Eh? H-hari ini sedikit dingin, jadi aku menggunakannya.”
“Begitu, jika diingat-ingat sebentar lagi musim dingin, ya. Sepertinya banyak hal yang harus dipersiapkan untuk hal itu. Benar juga, kemarin malam ibu dengar ada pesta di markasmu, ya.”
“Eh, i-iya.”
“Bagaimana? Apa pestanya menyenangkan?”
“Y-ya, seperti itulah. Pestanya cukup meriah.”
“Iona, setelah ini ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu.”
“Sayang, apa yang ingin kau bicarakan?!”
“T-tidak, bukan hal seperti itu. Tenang saja, aku’kan sudah berjanji padanya jadi jangan khawatir.”
“Begitu, ya sudah.”
Setelah selesai sarapan.
Ibu pergi karena ada urusan dan saat ini aku sedang bersama dengan ayah yang ingin membicarakan sesuatu padaku. “Jadi ayah, apa yang ingin ayah bicarakan?”
“40 ribu pasukan dari kerajaan Otre dan juga Fanat, apa itu ulahmu?”
“Eh?”
“Dan lagi, akan ada penyerangan besar-besaran ke kerajaan ini dari kerajaan Bagdist, Kobnus, dan juga Reawers. Apa itu benar.”
“B-bagaimana ayah mengetahuinya?”
“Haaaa, ternyata benar, ya. Kau pikir ayah tidak menyadarinya, ayah sudah menyadarinya dari awal, hanya saja ayah dimintai tolong untuk tidak mencampuri urusan ini karena bisa membuat kekacauan.”
“Kak Risa, ya.”
“Iya, Risa yang meminta ayah untuk berpura-pura tidak tau mengenai hal itu. Oleh karena itu, berjuanglah. Ayah sangat yakin dengan kemampuanmu itu, dan juga dengan kemampuang orang-orang yang membantumu.”
“Begitu, terimakasih ayah.”
“Ayah juga tau kalau ada salah satu dari mereka yang kau sukai.”
“A-ayah!!”
“Hahahaha, apa yang sudah terjadi semalam? Lalu apa alasanmu menggunakan syal itu, hmmm, apa mungkin ini hanya perkiraanku atau ada bekas ciuman di lehermu itu.”
“A-ayah!! Jangan dibahas, itu memalukan!!”
“Hahahaha, ternyata memang benar. Ya, selama kau menyukainya ayah tidak akan melarang. Tapi ingat, jangan sampai melakukan hal yang diluar batas. Ayah akan mendukungmu, kau layak untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.”
“Ayah, terimakasih. Aku menyayangimu, ayah.”
“Ahhh, sudah lama sekali kau tidak berkata seperti itu pada ayahmu ini. Ayah juga menyayangimu.”
Setelah cukup lama.
Di makas khusus, ruang komandan.
“Ahh, tuan putri kau sudah datang.” (Lucy)
“Dimana Ari?” Saat aku sampai disini, aku sama sekali tidak melihat Ari.
“Dia sedang mengunjungi Dravin, katanya dia akan pulang agak lama.”
“Begitu.”
__ADS_1
“Lalu, kenapa kau menggunakan syal didalam ruangan yang hangat ini?”
“Eh, i-itu.”
“Hmmm, ciuman, ya.”
“K-kenapa kau bisa asal menyimpulkan seperti itu.”
“Hooo, ternyata benar. Usahaku kemarin malam tidak sia-sia.”
“Jadi itu ulahmu.”
“Hahahaha, maaf. Hubungan kalian sama sekali tidak ada kemajuan, meskipun sedikit kejam tapi setidaknya. Ughh!!!”
“Jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi.” Aku memukul perutnya dengan sangat kuat, karena kesal.
“Haha, m-maaf. Tapi, dengan ini hubunganmu pasti akan menjadi lebih baik lagi. Aku menjaminnya, selain itu tidak ada orang didunia ini yang sangat dia cintai selain dirimu. Kau hanya perlu menunggu saat yang tepat, dan waktu itu pasti akan segera tiba.”
“Tapi kapan?”
“Bersabarlah, aku yakin dia juga saat ini sedang berusaha sebaik mungkin.”
“Berusaha sebaik mungkin.”
“Putri, selamat pagi.” (Lysia)
“Lysia, selamat pagi.”
“Ada putri, ya. Selamat pagi putri.” (Ria)
“Ria, selamat pagi juga. Rine dan Sofia dimana?”
“Ahh, mereka sedang memeriksa gudang. Karena banyak barang baru yang datang mereka berdua memeriksanya.”
“Begitu, sepertinya mereka sibuk.”
“Oh ya, putri. Kenapa kau menggunakan syal, bukankah didalam ruangan ini hangat?”
“Eh, i-ini hanya.”
“Apa jangan-jangan kabar itu benar?!” (Lysia)
“K-kabar?”
“Iya, kemarin saat pesta kau dan wakil komandan Ari melakukan sesuatu yang m-m-mesum.”
“K-k-k-kabar ma-macam apa itu?!”
“Moooo, kenapa kalian semua menanyakan hal seperti itu padaku?”
“Habisnya kami sangat penasaran, memang benar wakil komandan Ari itu sangat hebat jenius dan juga sedikit tampan. Dia juga pasti memiliki masa depan yang sangat cerah, selain itu dia juga bisa memimpin seluruh pasukan dan jika dihitung pencapaiannya sebelumnya begitu banyak dan bahkan bisa dibilang kalau dia adalah pahlawan bagi kerajaan ini. Kami harus menyeleksinya, dengan semua pencapaian yang pernah dia capai, apa dia bisa pantas menjadi pendamping dari putri.”
“Memangnya kalian orang tuanya.” (Lucy)
“Ini demi yang terbaik untuk putri. Seseorang yang sangat istimewa seperti putri juga butuh pasangan yang sama istimewanya juga.” (Lysia)
“Dia juga harus bergelar bangsawan, jika seperti itu wakil komandan Ari pasti akan mendapatkan kesempatan lebih besar untuk bisa mendapatkan putri Iona.” (Ria)
“Bangsawan, ya. Aku rasa Ari tidak alan suka dengan hal yang seperti itu.”
“Huh?”
“Dia memang serius, tapi dia tidak suka dengan hal yang merepotkan, apalagi jika hal itu membuatnya terkekang. Urusan militer bisa dia kerjakan kapanpun dia mau, tapi dibangsawan semua pekerjaan harus segera dilakukan. Selain itu, para bangsawan juga harus menghadiri pesta ataupun pertemuan lainnya, tapi jika itu Ari, dia pasti akan bilang seperti ini. Hal seperti itu merepotkan, lagipula aku tak mau orang lain tau tentangku. Seperti itu.”
“Putri, kau seakan tau semua hal tentang wakil komandan Ari. Jangan-jangan hubungan kalian sudah lebih jauh dari ini.”
“Mooo. Sudah aku bilang.”
Sore hari.
“Haaaa, aku kembali.”
“Ari, kau sudah kembali.”
“Iona, dimana yang lainnya?”
“Pekerjaan mereka sudah selesai semua, jadi mereka pulang duluan.”
“Begitu, kalau begitu aku akan membantumu.”
“Eh, t-terimakasih.”
Cukup lama setelah itu.
“Akhirnya selesai juga.”
“Terimakasih atas kerja kerasmu. Oh ya, bekas dilehermu itu...”
“I-ini.”
“Kejadian kemarin malam, ya. Maaf.”
__ADS_1
“Sudah aku bilang tidak masalah, aku sama sekali tidak terganggu. Tapi jika ada orang yang melihat itu, mereka pasti akan…”
“Tidak akan’kok, lagipula mereka juga menantikannya.”
“Menantikannya?”
“Kalau begitu, aku akan kembali. Ari, selamat malam.”
“Ya.”
Hari ini aku cukup bingung akan bersikap seperti apa saat bertemu dengannya, tapi ternyata hal seperti itu tidak perlu dibingungkan. Aku hanya perlu bersikap seperti biasa saja, ya seperti biasa.
\=\=\=\=
“Haaaa, hari ini melelahkan.”
Hari ini aku pergi menuju ke kerajaan lain yang ada di bagian timur, aku mendapatkan informasi dimana benda langkah itu berada. Tapi tak kusangka perjuangan untuk mendapatkannya sangat sulit.
Entah bagaimana setelah melewati banyak sekali rintangan, aku berhasil mendapatkannya. ‘Batu Kristal Emas.’ Dengan begini aku sudah mengumpulkan 2, dan hanya tersisa 4 lagi. “Haaa, aku harap bisa semudah yang pertama.” Hari ini hari yang sangat melelahkan. “Setelah mandi aku ingin beristirahat, besok adalah waktunya.” Waktu penyerangan, akan dilakukan di h-2 aku masih memiliki waktu besok malam untuk menyerang.
H-2 penyerangan.
“Baiklah, wakil komandan semua pasukan sudah siap.” (Dirk)
“Bagus, tetap siaga dan tunggu perintah lanjutan.”
“Baik.”
“Ari, kau akan pergi?” (Iona)
“Kau sudah melarangku, mana mungkin aku membantahmu.”
Iona perlahan mendekat ke arahku. “Aku mohon, aku merasa jika kau pergi akan ada sesuatu yang buruk menimpamu.”
“Haaa, baik-baik, aku mengerti.”
“Hmmmm, baiklah. Waktunya untuk makan cemilan terlebih dahulu.”
“Kau yakin?” (Lucy)
“Apanya?”
“2 komandan dari kerajaan Otre dan Fanat sedang siaga tapi kita malah bersantai disini. Tenang saja, serangan dadakan musuh paling tidak akan dimulai besok, sehari sebelum mereka sampai disini.”
“Kau bisa seyakin itu?”
“Karena aku juga sudah menyiapkan rencana yang sama, selain itu karena dimalam pertama kita sudah bersenang-senang maka stamina para pasukan sudah pulih seutuhnya. Dengan hal ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Hmmm, jus jeruk ini sangat enak.”
“Ya, itu jeruk yang aku dapatkan dari kerajaanku.”
“Hooo, rasanya sangat enak. Iona, cobalah.”
“B-baik.” Iona mulai meminumnya. “Hmmm, ini enak.”
“Benar’kan.”
“Iya.” Tanpa sadar dia menghabiskan semuanya.
“Bagaimana, apa kau mau tambah?”
“Ya.”
“Kalau begitu…” Tepat saat aku ingin menambah gelasnya, dia tertidur dan aku menangkapnya. “Obat yang aku beli ternyata bisa semanjur ini.”
“Kau yakin ingin pergi? Kau bilang jika apa yang dikatakan oleh putri bisa saja terjadi.”
“Ya, tapi aku tetap harus pergi karena Dravin tidak bisa berfikir sendiri dan tak ada yang bisa memberinya perintah, oleh karena itu aku harus pergi. Jadi Lucy, tolong jaga Iona untukku.”
“Baik, dan kau. Jangan sampai mati, jika kau mati… Aku, aku…”
Ucapannya terhenti. “Tenang saja, aku akan berusaha agar tidak mati.” Aku mencium kening Iona, aku tak tau akan bertahan atau tidak dalam perang kali ini. Tapi setidaknya aku harus berusaha dulu untuk mendapatkan hasilnya. “Lucy, sekali lagi. Tolong jaga Iona untukku.”
“Baik.”
“Jika seperti itu, aku bisa tenang. Aku siap.” Persiapanku sudah aku siapkan. “Baiklah rekan, waktunya untukmu menunjukkan kemampuanmu.” Aku membawa semua peluru yang dibuat untuk berjaga-jaga. “Aku berangkat.”
“Ya, hati-hati dan kembalilah dengan selamat.”
“Ya.” Mungkin ini akan menjadi perpisahan yang berat, tapi aku harap kita bisa bertemu lagi nanti. Aku mengharapkannya.
Beberapa hari setelah itu.
Di istana.
“Maaf, tapi kami sudah berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan wakil komandan, tapi…”
“Tidak, tidak mungkin. Ari, TIDAKK!!”
“Tak ada korban satupun dari pihak kita, itu semua berkat pengorbanan wakil komandan.”
“TIDAKK!!! ARIIII!!!!” Iona yang melihat Ari yang sudah terbujur kaku menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Pasukan dari 3 kerajaan berhasil dipukul mundur, tapi harga yang harus dibayar tidaklah murah.