
“Sihir yang hilang hanya untuk umat manusia.”
“Iya, semuanya ada tertulis rapi dalam buku itu.”
Aku membukanya. “Hey, ini tulisan kuno.”
“Ayolah, kau pasti bisa membacanya. Bukankah kau sudah mendalami bahasa kuno sebelumnya, hanya tulisan seperti itu bukan masalah untukmu’kan.”
“Haaaa, ya sudah.” Aku mulai membacanya.
***
Kejadian ini berawal sejak 500 tahun lalu, awal dari serangan besar raja iblis yang mengacaukan keseimbangan dunia. Seluruh ras mencoba untuk melawan balik tapi karena perbedaan kekuatan dan juga jumlah pasukan semuanya kalah. Tapi, ada seseorang yang melakukan sesuatu yang diluar akal. Dia menggunakan sihir terlarang dan memanggil pahlawan dari dunia lain.
Dengan adanya para pahlawan itu, keadaan dapat berbalik dan seluruh pasukan raja iblis dipukul mundur dan setelah itu… Kekacauan baru terjadi. Dulu seluruh manusia memiliki sihir, tapi karena kerakusan mereka membuat para manusia menjadi gelap mata. Mereka memanfaatkan bantuan para pahlawan untuk memperluas kekuasaan mereka, kerakusan, ketamakan, keegoisan, dan juga rasa ketiakpuasan akan apa yang sudah dimiliki. Dengan atas dasar kedamaian, para pahlawan dimanfaatkan oleh para manusia untuk kepentingan manusia.
Setelah bertahun-tahun lamanya, para pahlawan mulai menyadari dan mulai muak akan keegoisan para manusia yang serakah. Salah satu pahlawan mengeluarkan sebuah sihir kuno dan itu membuat ras manusia kehilangan sihir mereka, meskipun begitu sang pahlawan itu masih memberikan sihir pada orang-orang yang terpilih dan sihir itu dapat diwariskan. Itu hanya demi melindungi ras manusia saat berada dalam keadaan mendesak.
Setelah itu, para pahlawan memutuskan untuk tertidur dalam rune khusus. Tapi, ada 1 pahlawan yang tak melakukan itu. Pahlawan yang sudah menghapus sihir untuk ras manusia.
***
Itu adalah cerita singkatnya, dari cerita yang ditulis aku menjadi tau alasannya. Semua pertanyaan yang selama ini ingin aku ketahui, tujuan sebenarnya kenapa sihir ada, dan alasan kenapa sihir dilenyapkan. Aku sudah mendapatkan semua jawabannya. “Kakek itu benar-benar seorang pahlawan, ya.”
“Saat membacanya aku juga terkejut, tapi setelah melihatnya sendiri aku menyadarinya. Kakek itu memang benar adalah seorang pahlawan, jika kau masih tidak percaya kau bisa ikut dengaku.”
“Eh? Kemana?”
“Ini mungkin akan membuatmu menjadi yakin.”
Karena Lucy berkata seperti itu, aku mengikutinya.
Dia menyentuh salah-satu buku dan itu membuka sebuah pintu rahasia. “Kau tak terkejut?” (Lucy)
“Tempat sehebat ini sudah pasti ada hal yang seperti itu, untuk apa aku terkejut.”
“B-begitu. Kalau begitu, ayo cepat.”
Didalam ruangan rahasia.
Aku melihat semuanya disini, senjata yang terlihat sangat hebat dan juga sebuah buku yang sangat langkah lalu hal hebat lainnya.
“Senjata yang ada disini adalah milik para pahlawan sebelumnya. Pedang, tombak, panah, buku sihir, tongkat, semua itu milik para pahlawan yang pernah menyelamatkan dunia ini dari raja iblis.”
Aku melihat 2 pedang yang berbeda warna, tapi terlihat sangat indah pedang berwarna hitam dan juga biru, itu membuat pandanganku teralihkan sesaat. “Huh? Sabit?” Aku melihat sebuah sabit dipajang dan itu juga cukup besar.
“Ahhh, itu peninggalan seseorang. Kakek pahlawan bilang kalau itu adalah harta warisan yang ditinggalkan oleh ayahnya. Sesuatu yang berharga baginya.”
“Lucy, para pahlawan ini berasal dari dunia lain’kan.”
“Iya, memangnya apa ada yang salah dari hal itu?”
“Apa mereka tidak bisa kembali kedunia mereka sendiri? Kenapa memilih untuk tidur didalam rune?”
“Aku tak tau, aku sudah bertanya pada kakek pahlawan, tapi dia bilang kalau setiap pahlawan memiliki alasannya tersendiri.”
__ADS_1
“Begitu, tapi apa kau pernah berfikir kalau mereka sebenarnya tidak bisa kembali kedunia mereka lagi?”
“Apa yang kau katakan?”
“Kau tau, sebenarnya diduniaku sebelumnya aku sudah mati ditikam, jadi aku tidak masalah jika harus tinggal disini seumur hidupku karena kehidupanku didunia sebelumnya sudah berakhir. Tapi, karena para pahlawan dipanggil, itu berarti kehidupan mereka didunia mereka masih ada.”
“Mereka memiliki kehidupan sendiri didunianya dan itu belum selesai, itu masuk akal.”
“Hoho, aku tak menyangka ternyata kau juga dari dunia lain.” (Kakek) Tiba-tiba saja kakek pahlawan datang kemari.
“Aku cukup banyak membaca manga di duniaku sebelumnya, jadi aku juga tau hal itu. Seorang yang memanggil parapahlawan, tapi banyak juga yang tidak bisa kembali karena alasan yang tak masuk akal. Mereka hanya bisa memanggil tapi tidak bisa dikembalikan kedunia mereka semula, atau bahkan sebelum tugas mereka selesai para pahlawan tidak bisa dikembalikan, seperti itu. Tapi setelah tugas mereka selesai mereka tak kunjung dikembalikan kedunia asal mereka.”
“Hahaha, ternyata ada juga yang membaca buku seperti itu.”
“Ya, itu sudah sangat lama tapi aku masih mengingatnya. Kakek, mungkin ini hanya sebuah pendapat pribadiku saja, apa mungkin alasanmu tidak ikut tertidur dalam rune adalah demi menemukan cara untuk kembali kedunia asalmu?” Kakek pahlawan merespon dengan tersenyum.”Begitu, ya.”
“Sudah sangat lama aku melakukannya, saat ini aku sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melakukan hal melelahkan seperti itu. Sudah 500 tahun berlalu, tapi aku tak kunjung menemukan caranya. Mungkin karena umurku sudah terlalu tua, aku juga sudah lama sekali melupakan hal itu.”
“Ya, 500 tahun itu bukan waktu yang sebentar. Tapi, pasti kakek sudah melewati masa-masa yang sangat sulit.”
“Itu masa-masa yang sangat sulit, bahkan saat bersama dengan rekan sesama pahlawan. Mereka sering berbeda pendapat, tapi disaat yang sama itu yang membuat hubungan antar para pahlawan menjadi dekat. Menggingat hal itu membuatku rindu akan masa-masa itu.”
“Maaf.” Aku merasa bersalah karena sudah membuatnya ingat hal itu.
“Tidak masalah, selain itu aku juga tak yakin bisa mengwujudkan janjiku pada mereka atau tidak.”
“Janji?” (Lucy)
“Iya, janji untuk membawa mereka pulang kedunia mereka. Keadaanku saat ini sudah tua renta dan sudah rawan terkena penyakit, aku rasa aku tak bisa mengwujudkan janji itu. Haaaa, sepertinya aku akan malu jika harus bertemu dengan mereka sekarang dengan keadaanku yang seperti ini.”
“Begitu.”
“Iya, kakek hanya bilang kalau senjata ini adalah senjata milik parapahlawan.”
“Begitu. Hahahaha, aku sudah tua jadi wajar saja jika aku lupa. Baiklah, dimulai dari senjata tombak itu. Tombak itu diberi nama Homu oleh pemiliknya.”
“Pemiliknya? Pahlawan?”
“Iya. Pahlawan itu bernama Yuko Sumire, berasal dari keluarga yang memiliki keahlian dalam memakai tombak. Senjata ini adalah warisan yang dia bawa kedunia ini. Tombak ini memiliki kekuatan yang luar biasa kuat.”
“Jadi semua senjata ini bukan pemberian dari kerajaan.”
“Iya, semua senjata ini adalah milik para pahlawan. Senjata asli yang hanya bisa digunakan oleh 1 orang saja.”
“Begitu.”
“Lalu selanjutnya ada buku sihir, kalau tidak salah namanya, Cresent Soul.”
“Nama yang aneh.” (Lucy)
“Bahkan namanya tidak masuk akal.”
“Hahaha, aku pikir juga seperti itu. Buku ini berisi banyak sekali sihir, hanya dengan membukanya sihir yang ada didalam buku itu bisa digunakan dengan mudah.”
“H-hebat.” Sesuatu yang sangat hebat, sedari awal senjata para pahlawan saja sudah terdengar sangat hebat, jadi kekuatan senjatanyapun tidak dapat diragukan lagi.
__ADS_1
“Senjataitu dipegang oleh Nauta Jiho, seorang yang memiliki sihir tapi tidak dapat menggunakan sihirnya dengan baik, oleh karena itu buku sihir itu yang menjadi warisan turun temurun keluarganya digunakan. Tentu saja agar dia bisa menggunakan sihir dengan leluasa.”
“Lalu, senjata ini?” Lucy menunjuk kesebuah busur.
“Busur ini memiliki kekuatan untuk menghancurkan 10 ribu pasukan dengan mudah, nama busurnya Kurata. Dipegang oleh orang yang memang ahli dalam bidangnya, bernama Ryouma Ajiko.”
“Wanita?”
“Iya. Lalu tongkat ini, dipegang oleh seorang penyihir hebat tapi ceroboh.”
“Hebat tapi ceroboh?” (Lucy)
“Dia hampir saja menghancurkan seluruh pasukan karena salah mengarahkan sihir.”
“B-begitu, ceroboh sekali.”
“Nama senjatanya adalah Staff of Homa.”
“Mirip nama senjata disebuah game.”
“Ahhh, abaikan itu. Gadis itu memang menyukai hal seperti itu.”
“Gadis? Apa yang menggunakan tongkat ini adalah gadis?”
“Iya.”
“Namanya Renai Meiko, kekuatan senjatanya adalah melipat gandakan sihirnya.”
“Itu sudah terlampau curang.”
“Lalu selanjutnya, kedua pedang ini adalah milik 2 orang saudara kembar, sekaligus mereka adalah teman yang sudah aku anggap sebagai saudara.”
“Saudara kembar?”
“Iya, Akarui Arima dan juga Akarui Shiori. Masing-masing pedangnya itu adalah warisan dari ayahnya, pedang hitam itu Shirame dipegang oleh Arima dan juga pedang biru itu adalah Ryuga dipegang oleh Shiori. Kekuatan kedua pedang itu tidak dapat diragukan lagi, bisa aku katakan kalau itu kedua pedang ini adalah kunci kemenangan melawan raja iblis 500 tahun lalu. Mungkin jika tampa mereka, memengalahkan raja iblis akan memakan waktu yang lebih lama.”
“2 saudara kembar, ya.”
“Lalu ini yang terakhir adalah milikku, ini juga diwariskan dari ayahku. Seperti yang kalian lihat, ini hanyalah sebuah sabit biasa yang digunakan untuk menghabisi para musuh, kekuatan dari sabit ini juga tidak begitu besar. Selain itu, kekuatan sejati dari sabit ini juga sudah lama menghilang, sekarang sabit ini hanya menyisakan sedikit kekuatan saja.”
“Nama sabit ini?”
“Entahlah, ayahku dulu tidak pernah mengatakannya. Tapi 1 hal yang dia katakan, sabit ini adalah sabit dewa kematian Ryu. Sabit yang digunakan untuk membunuh jutaan jiwa manusia dan juga para monster.”
“Luar biasa.” Itu adalah sesuatu yang sangat hebat. “Kakek, aku belum tau namamu.” Sedari awal aku menyebutnya dengan sebutan kakek tanpa mengetahui namanya.
“Namaku, Koujo Akira.” Kakek sudah menjelaskan semuanya. “Sudah, aku sudah menceritakan semua tentang para pahlawan dan juga senjata yang mereka gunakan. Aku akan beritirahat dulu, jika kalian masih ingin berjalan-jalan silahkan saja. Lagipula kuncinya sudah bukan berada ditanganku lagi.” Kakek itu pergi.
“Eh? Kuncinya tidak berada padanya lagi, Ari kau mendapatkan kuncinya?!”
“Y-ya, seperti itulah.”
“Haaa, betapa beruntungnya dirimu. Tapi sudahlah, meskipun bukan aku tapi aku bisa datang kesini sesukaku sekarang.”
“Iya.” Itu adalah terakhir kalinya kami melihat sang kakek, karena dia sudah memberikan kunci ini padaku aku pikir dia sudah menyelesaikan tugas terakhirnya. Dan karena itu dia tiba-tiba menghilang seakan lenyap begitu saja.
__ADS_1