
Malam harinya.
Di pemandian awet muda.
“Haaaa, Iona bagaimana apa kau menyukainya?” Aku menyewa tempat ini untuk dinikmati oleh kami.
“Ya.” Dia masih terlihat begitu sedih.
“Iona, tempat ini sepi, lo. Meskipun kau berteriak tidak akan ada yang dengar.”
“Lalu, apa masalahnya?”
“Mau melakukannya? Disini?”
“A-apa yang kau katakan, i-itu memalukan.”
“Hahaha, akhirnya kau kembali seperti biasa.” Wajah murungnya menghilang.
“Kembali seperti biasa?”
“Mulai tadi kau murung, aku tak menemukan cara untuk membuatmu kembali seperti semula, jadi aku pikir cara ini cukup efektif dan ternyata berhasil.”
“Begitu… Ari, apa kau mau?”
“Huh?”
“Kau bilang tadi ingin melakukannya disini, apa itu hanya cara untuk menggodaku?”
“Eh, j-jika kau bilang seperti itu… Apa boleh?”
“Jika kau mau, aku tidak masalah.” Malam ini menjadi malam yang panjang, keringat bercampur dengan air panas dan juga suara mesum yang mulai terdengar tertutupi oleh aliran air panas yang mengalir deras. Aku dan Iona menghabiskan waktu semalaman disini.
Istana langit, sore hari.
“Haaa, sudah sore, ya. Itu sangat menguras banyak tenaga, aku tak menyangka Iona bisa menjadi sangat agresif seperti itu dan lagi, dia terlihat sangat menikmatinya kemarin.” Entah memakan waktu berapa lama, saat aku membawanya kemari kami masih saja melanjutkan hal itu sampai akhirnya kami tertidur karena kelelahan.
Cukup lama setelah itu.
Perpustakaan.
Aku meninggalkan Iona dan menuju ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku. “Ini dia, ras iblis.” Aku menemukannya, buku tentang ras iblis. “Tipis sekali, tapi sudahlah daripada tidak ada sama sekali.” Aku mulai membacanya.
Tak selang beberapa lama setelah itu.
“Ari.”
“Iona, kau sudah bangun? Apa kau sudah makan? Aku tadi sudah menyiapkan makanan untukmu di samping tempat tidur.”
“Iya, aku sudah memakannya. Terimakasih.”
“Begitu, oh ya. Kita akan pulang sebentar lagi, setelah aku selesai membaca ini.”
“Buku apa itu?”
“Buku tentang iblis.”
“Buku tentang iblis? Bisa bacakan untukku?”
“Baik.”
*****
Ras iblis, terdiri dari berbagai jenis monster yang menyeramkan sekaligus memiliki kekuatan yang besar. Diantara ras iblis, ada demon yang memiliki kekuatan penghancur yang kuat, orc dan juga ogre yang memiliki ketahanan fisik dan sihir yang tinggi, selain itu ada juga dark wizard yang bisa menggunakan sihir penghancur yang luar biasa, lalu yang paling ditakutkan adalah raja iblis itu sendiri.
Raja iblis memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu menghancurkan sebuah kerajaan dengan mudah, 1 kibasan senjatanya mampu menghabisi ribuan prajurit sekaligus dengan sangat mudah.
Dalam penyerangan, raja iblis akan membawa seluruh pasukannya untuk menaklukkan dunia dan yang bisa mengalahkannya hanyalah pahlawan yang terpilih.
******
“Kira kira seperti itu isinya.”
“Pahlawan yang terpilih, jika tanpa pahlawan itu bukankah itu sama saja dengan mustahil bisa mengalahkannya.”
“Iona, jangan pesimis seperti itu. Kita pasti bisa menemukan caranya, aku yakin dengan hal itu.”
“Tapi, raja iblis itu memiliki kekuatan yang sangat hebat. Bagaimana jika…”
“Sttttt, kita coba dulu. Jika gagal, maka gunakan cara lain, jika cara lain tidak berhasil gunakan cara yang lain. Sebelum mencobanya, jangan pernah putus asa. Jika kau putus asa sebelum mencobanya, maka kau tidak akan pernah tau hasil yang sebenarnya bisa kau dapatkan saat mencobanya. Oleh karena itu, setidaknya kita coba dulu. Bagaimana? Apa itu sudah mengembalikan semangatmu?”
“Iya, terimakasih.”
“Tidak masalah. Baiklah, sudah waktunya untuk kembali.”
“Iya.”
----
Dimarkas khusus.
“Ari, putri, kenapa kalian kembali. Bukankah kau bilang ingin berlibur selama seminggu, apa ada yang ketinggalan?” (Lucy)
“Lucy, segera kita mulai rencananya. Untuk sementara, Iona, kau bisa bicarakan rencanamu dengan teman-temanmu yang ada di Guil, aku akan mengantarmu.”
Beberapa menit kemudian.
Aku sudah mengantarkan Iona ke kerajaan Guil, dan aku akan menjemputnya bersama temannya nanti malam. Lalu saat ini aku sedang membahas tentang sesuatu yang penting bersama dengan Lucy.
“Ari, apa yang terjadi?”
“Kerajaan Seronia mendapatkan serangan peringatan awal, itu berarti kerajaan yang ada ditimur hampir sepenuhnya sudah hancur.”
“Begitu, jadi itu alasanmu kembali lebih cepat daripada apa yang kau jadwalkan.”
“Jika keadaannya tidak lebih buruk dari apa yang aku bayangkan, mungkin aku akan menetap selama 2 atau 3 hari lagi tapi nyatanya situasinya sudah semakin memburuk. Oleh karena itu secepat mungkin kita harus segera menyiapkan sesuatu yang diperlukan untuk pertempuran ini.”
“Kau bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mereka bisa sampai kesini?”
“3 bulan, ada kemungkinan juga bisa lebih cepat. Tapi dilihat dari situasinya, aku berlibur di kerajaan yang sangat jauh yang memakan waktu 2 bulan perjalanan menggunakan kereta kuda dan 2 minggu menaiki dravin. Aku pikir 3 bulan adalah waktu yang kita miliki.”
“Begitu, berarti kita hanya punya waktu 3 bulan saja, ya. Jika saja sedikit lebih lama, paling tidak 4-5 bulan, mungkin akan sempat.”
“Ya, jika bisa lebih lama lagi juga tidak apa-apa, tapi kenyataannya itu adalah waktu yang bisa aku perhitungkan. Sudah tidak ada waktu lagi, meyakinkan para raja untuk membuat aliansi tidak akan memakan waktu yang sebentar, setelah itu melakukan latihan untuk para pasukan, itu juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu, rencana penyerangan skala besar, hal itu juga tidak bia dilakukan dengan sembarangan. Musuh kita kali ini bukan manusia, tapi ras iblis yang memiliki kekuatan yang besar.”
“Ari, ini hanya saran dariku. Bukankah akan lebih baik jika kita bisa beraliansi dengan ras lain.”
“Aku juga pikir hal itu bisa dilakukan, tapi setelah mengingat kejadian yang pernah mereka alami dulu akibat kerakusan manusia. Aku jadi agak ragu mereka akan menyambut aliansi ini dengan tangan terbuka.”
“Begitu, ya. Jika saja dulu orang-orang itu tidak serakah, mungkin saja sekarang aliansi yang kuat dari berbagai ras bisa terbentuk dan kesempatan mengalahkan raja iblis menjadi semakin besar.”
“Ya, keserahakan memang akan selalu ada terutama bagi orang yang sudah pernah merasakan kenikmatan harta dunia. Sudahlah, masa lalu tidak bisa dirubah. Tapi setidaknya aku ingin mencobanya dulu.”
“Begitu, jika seperti itu semoga berhasil.”
“Iya.”
“Ahh, jika kau ingin pergi ke benua lain. Aku akan menyerahkan catatan yang aku buat ini untukmu.”
“Catatan apa ini?”
“Catatan mengenai jalur terbang istana langit, kalau tidak salah 2 hari lagi istana langit akan sampai di daerah kekuasaan para elf, kau bisa turun dari sana dan langsung menemui mereka untuk meminta bantuan.”
“Ini sangat bagus, aku tak menyangka kau akan membuat catatan berguna seperti ini.”
__ADS_1
“Ya, karena aku tak tau akan berguna atau tidak, jadi aku membuatnya sebagai untuk mengisi waktu luang saja.”
“Terimakasih, ini sangat membantu.”
Malam hari.
Di istana langit.
Aku, Iona, Naila, Ria, Lucy, Marie dan juga Paul berkumpul diruang santai untuk membahas rencana untuk kedepannya.
“Karena waktu kita menipis, jadi aku ingin kalian semua bekerja dengan sebaik mungkin.”
“Maaf, eehhh… Bagaimana dengan bulan madumu dengan putri?” (Naila)
“Haaaaa, lupakan itu. Sekarang tidak ada waktu untuk membahasnya.”
“Ehhhh…”
“Jika kau ingin menanyakan hal itu, tanyakan diluar rapat. Baik, kita mulai rapatnya.”
Cukup lama setelah itu, rapat dadakan selesai.
“Ehhh, aku harus memanggilmu apa? Kau’kan sudah menikah dengan putri, apa aku harus memanggilmu sebagai…” (Naila)
“Ari saja sudah cukup.”
“Jadi Ari, bagaimana dengan bulan madu kalian?”
“Semuanya hancur, rapat dadakan ini juga dilakukan karena masalah itu.”
“Begitu.”
“Seperti yang kita bahas dirapat ini, dari hasil yang bisa aku prediksi kemungkinan raja iblis itu akan sampai disini dalam waktu kurang dari 3 bulan. Aku ingin kalian semua bekerja semaksimal mungkin, itu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Aku juga akan melakukan sesuatu untuk mempermudah tugas kalian.”
“Ari, apa yang akan kau lakukan?” (Iona)
“Meminta bantuan dari ras lain.”
“Eh? Ras lain?” Mereka semua terkejut mendengar hal ini, entah karena pertama kali mendengar ada ras lain atau karena hal lainnya aku tak bisa menembaknya.
“Iya, yang penting aku ingin mencobanya terlebih dahulu selain itu semakin banyak bantuan maka kemungkinan menang akan jadi lebih besar, benar’kan.”
“Iya, itu memang ada benarnya. Tapi Ari, bukankah dulu…” (Iona) Aku memotong ucapannya.
“Jika belum dicoba, bagaimana bisa tau. Benar’kan.”
Ia tersenyum. “Iya, kalau begitu berjuanglah.”
“Ya, serahkan saja padaku. Lalu untuk kalian semua, lakukanlah tugas kalian masing-masing dengan baik, bisa dibilang kalau takdir dunia ini ada pada tangan kalian.”
“Takdir dunia ini, ada pada kami.”
“Aku sebenarnya tidak ingin kalian memikul beban yang berat ini, jika ada dari kalian yang ingin mundur kalian bisa lakukan sekarang.” Tak ada respon. “Aku anggap kalian semua sanggup melakukannya. Baiklah, aku berikan kalian waktu 1 hari lagi sebelum kalian melakukan tugas, anggap saja ini sebagai upacara sebelum rencana ini dimulai.”
Malam ini menjadi malam yang menyenangkan, semuanya tertawa dan bahagia, menceritakan kisah mereka, kisah cinta mereka dan itu membuat suasana disini semakin hangat. Meskipun begitu…
1 hari berlalu, dan ini adalah waktunya.
Istana langit sudah berada tepat di atas benua elf. “Iona, gunakan kunci itu untuk kembali ke istana, aku akan pergi sekarang.”
“Y-ya.”
“Kalian semua, tolong bantu Iona jika dia mengalami kesulitan.”
“Baik, serahkan saja semua pada kami.”
“Kalau begitu, aku berangkat.” Aku melompat turun dari istana langit dan langsung menuju tepat ke bawah, benua elf.
----
“Siapa itu?!!”
“Weeew, baru saja turun langsung disambut.” Beberapa elf muda mengerumuniku.
“Apa yang manusia sepertimu lakukan dihutan ini!!”
“Aku ingin bertemu dengan ketua kalian, bawa aku ke desamu.”
“Dia orang yang berbahaya, semuanya habisi dia!! Jangan sampai membiarkan monster ini datang kedesa!!”
“Hey hey, aku kesini dengan niat baik, lo.” Aku mencoba untuk menghindari setiap serangan mereka. Meskipun begitu…
Swuuttt.
“Wih, hampir saja.” Aku berhasil menghindarinya, serangan panah yang sangat akurat. “Kemampuan pedang kalian kurang, tapi seperti yang aku duga kemampuan memanah dari ras Elf memang yang terbaik.”
Cukup lama setelah itu.
“Hmmm, kalian sudah lelah?” Aku hanya menghindari serangan mereka dan tak melakukan perlawanan, karena jika aku melakukan itu aku bisa mendapatkan kesan buruk dan dianggap sebagai penjahat. Oleh karena itu aku menghindarinya.
“Bantuan datang!!”
“Wah, sepertinya ini menjadi sedikit merepotkan.” Bala bantuan datang.
“Cepat menyerah, kau tidak akan bisa lolos sekarang.”
“Ehhh, jika aku memang ingin kabur aku sudah kabur mulai tadi. Sudah aku bilang, kalau aku cuma ingin pergi menemui pemimpin desamu.”
“Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau ingin menemui kepala desa?”
“Hmmm, aku ingin membicarakan sesuatu dengannya.”
“Manusia sepertimu, apa kau lupa dengan apa yang rasmu lakukan 500 tahun lalu kepada kami!!”
“Aku datang kemari dengan damai, lagipula kalian menyerang duluan, dan lagi aku sudah tidak membalas serangan kalian, kurang baik apa lagi aku ini.”
“Kami tidak akan membiarkanmu mencapai desa, meskipun harus mati disini kami akan mencegah kau untuk datang kedesa.”
“Wah, semangat kalian boleh juga. Tapi, kalian tidak boleh berkata seperti itu dengan mudah. Mati bukan dijadikan sebuah alasan, ingat itu.”
“Jangan mengajari kami, monster sepertimu… Harus segera dilenyapkan.”
“Berhenti.”
Ada orang lain yang datang, dan dia terlihat berbeda dari yang lain.
“Kepala desa.”
“Wanita?” Kelapa desanya adalah seorang wanita dewasa.
“Manusia, apa yang kau inginkan?!” (Kepala desa)
“Aku ingin berbicara sesuatu, jika bisa pembicaraan ini aku ingin membicarakannya berdua saja.”
“K-kau, berani-beraninya…”
“Loud, biarkan dia, jika dia serius kau tidak akan bisa menang melawannya.”
“T-tapi…”
“Tidak masalah. Jika kau ingin berbicara, kau bisa ikut denganku.”
“Baik, terimakasih atas kemurahan hatimu.”
__ADS_1
“Ternyata kau lebih pandai bicara dari apa yang aku kira. Semuanya, tetap berjaga.”
“Baik.”
Di rumah kepala desa.
“Maaf, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya adalah Touji Ari, seperti yang anda tau saya berasal dari benua manusia.”
“Tidak perlu formal seperti itu, ini adalah pembicaraan pribadi. Namaku Ruie, seorang kepala desa. Lalu, apa tujuanmu datang kemari?”
“Menawarkan pembentukan aliansi.”
“Pembentukan aliansi? Kau tau apa yang sudah rasmu lakukan 500 tahun lalu pada kami para bangsa elf.”
“Keserahakan memang ada pada diri setiap orang, bahkan diras lainpun keserakahan tetap ada. Tapi, karena keserahakan manusia dan juga ***** manusia, pada 500 tahun lalu mereka melakukan hal yang bodoh. Aku tak meminta kau untuk memaafkan apa yang sudah ras manusia didunia ini lakukan pada bangsa elf pada zaman dulu, tapi yang aku inginkan saat ini adalah sebuah aliansi untuk membentuk sebuah perdamaian. Semua ini untuk melawan raja iblis. Aku yakin anda juga sudah mengetahuinya.”
“Ya, ada beberapa bangaku yang diserang oleh para iblis juga, tapi mereka berhasil melawan balik. Meskipun begitu, kami cukup kuat untuk menangani masalah ini sendirian.”
“Begitu, ya. Aku ingin anda mempertimbangkan hal ini lagi, aku mohon.” Aku menundukkan kepalaku.
“Apa yang sebenarnya ingin kau capai?”
“Sebuah kedamaian, dimana semuanya bisa hidup tenang tanpa adanya pertarungan ataupun peperangan. Tapi, jika dunia ini dikuasai oleh raja iblis, aku tak bisa mengwujudkannya.”
“Impian yang konyol.”
“Ya, itu memang terdengar konyol, tapi entah kenapa aku ingin mengwujudkannya. Oleh karena itu, aku tau bangsamu sangat membenci ras manusia, tapi demi kelangsungan bansamu juga, aku ingin kita membuat aliansi demi mengalahkan raja iblis.”
“Aku akan memikirkannya.”
“Begitu, jika seperti itu aku akan berkeliling dulu sembari menunggu jawabanmu.”
Cukup lama setelah itu.
Aku sampai disuatu tempat.
“Ini tempat pengobatan, ya.” Ada banyak elf muda yang terluka parah, kemungkinan mereka terluka akibat melawan pasukan raja iblis.
“Siapa kau!!” Seseroang mendatangiku.
“Tenang, aku bukan orang jahat. Selama kalian ramah padaku, maka aku akan bersikap demikian pada kalian.”
“Jangan berdiri saja, cepat berikan dia bantuan.”
“Baik.”
Keadaan disini begitu sibuk, pengobatan sihir yang digunakan meskipun efektif tapi jumlah orangnya diobati sangat banyak. “Mereka adalah orang yang berjuang dibarisan depan, ya.”
“Aku sangat menyayangkan keadaan para elf muda ini.”
“Huh? Anda?”
“Ahh, namaku Guo, pemimpin tim medis.”
“Begitu, namaku Ari. Manusia.”
“Jadi itu anda, ya. Orang yang melawan pasukan penjaga.”
“Tidak perlu formal seperti itu, lagipula umurku masih muda.”
“Baiklah, jika itu permintaanmu.”
“Apa keadaan di barisan depan sangat mengkhawatirkan?”
“Meskipun berhasil menahan serangan pasukan raja iblis, tapi tidak bisa dipungkiri kalau korban yang berjatuhan dipihak kita semakin banyak setiap harinya. Selain itu kami juga kekurangan tenaga medis, ada banyak pasien yang tidak terurus dengan baik. Sangat disayangkan, tapi jika boleh jujur saat ini kami para pasukan medis sudah tidak sanggup lagi.”
“Begitu, aku paham kondisi kalian. Sepertinya kalian semua memang sedang dalam masalah yang cukup serius. Tapi, jika mereka dibiarkan, pasti mereka juga akan mati.”
“Iya, luka yang parah tidak bisa disembuhkan dengan cepat. Sebelum sembuh, mana yang digunakan pasti akan sangat besar. Aku tak sanggup jika harus melihat penderitaan mereka seperti ini.”
“Haaaa, nyawa harus dijaga dengan baik, jika tidak bisa bertarung ya mundur.”
“Huh?”
“Itu adalah sesuatu yang sering aku ucapkan pada pasukanku, jika rencana yang dibuat gagal maka kalian boleh mundur, tidak kalian harus mundur apapun yang terjadi, jangan sampai ada yang mati, ingat ada orang yang kalian sanyangi menunggu kepulangan kalian, oleh karena itu jangan membuang nyawa kalian secara percuma. Seperti itulah yang selalu aku katakan pada para pasukanku sebelum berperang.”
“Sungguh perintah yang mengagumkan.”
“Ya, bisa dibilang itu hanyalah keegoisanku belaka. Tapi, mungkin itu juga bisa menjadi alasan untukku agar tidak membiarkan para pasukanku mati sia-sia, karena mereka semua adalah keluargaku.”
“Keluarga, ya. Aku sangat iri dengan para pasukan yang ada dibawah perintahmu, aku yakin mereka pasti sangat senang saat dipimpin oleh orang yang berwibawa sepertimu.”
“Entahlah, aku juga tak tau. Tapi sepertinya memang begitu.” Aku melihat sekitar, keadaannya semakin memburuk. “Jika tidak segera diobati mereka semua akan mati satu persatu.”
“Aku tau hal itu, tapi prioritas utama kami saat ini adalah mengobati para elf yang bisa diobati.”
“Begitu.” Melihatnya entah kenapa membuatku sedikit tergerak. “Anggap saja ini sebagai hadiah atas keberanian kalian semua, dan aku harap kalian tidak membuang-buang nyawa kalian kali ini. Apalagi membuangnya dengan percuma.” Aku menggunakan sihir penyembuh dengan skala besar untuk menyembuhkan mereka semua, perlahan luka yang dialami oleh semua elf yang ada disini mulai sembuh.
Beberapa saat kemudian.
Efek dari sihirnya berakhir dan semua elf yang terluka kembali sembuh seperti semula. “Kenapa kau melakukan hal seperti ini, tidak ada satupun dari mereka yang mengenalmu dan akan mengucapkan terimakasih padamu. Selain itu, kejadian yang terjadi dimasa lalu…”
“Itu adalah luka lama, jika diungkit lagi hanya akan membuka luka yang sudah lama tertutup. Aku tak membutuhkan terimakasih, aku hanya tidak bisa membiarkan orang yang berjuang demi melindungi sesuatu mati dengan keadaan seperti ini. Mereka masih harus menikmati hidup, masih banyak yang bisa mereka lakukan.”
“Ternyata ada juga manusia yang baik hati sepertimu.”
“Ini hanyalah keegoisanku belaka, aku ini bukan orang yang baik seperti yang kau pikirkan. Semua yang aku lakukan ini hanya demi kepuasan pribadiku saja.”
“Meskipun begitu, aku mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan mereka semua.”
“Tidak masalah. Ahhh, sepertinya sudah waktunya untukku mendengar jawabannya. Kalau begitu, aku akan pergi.”
Di rumah kepala desa.
“Jadi, bisa aku dengar jawabanmu?”
“Aku masih belum bisa memastikannya.”
“Begitu, ya. Aku mengerti, lagipula ini bukan tentang harga diri bangsamu, melainkan kelangsungan hidup bangsamu sendiri. Jika kau menerima permintaan ini, itu berarti kau sudah berkhianat pada bangsamu sendiri, tapi jika tidak menerimanya maka lambat laun bangsamu juga akan mati akibat serangan pasukan raja iblis yang tiada hentinya.”
“Kau sudah mengetahui sampai sejauh itu.”
“Pengamatanku cukup hebat, dan aku juga sudah sedikit belajar tentang ras elf sebelumnya.” Aku memberikan sesuatu padanya.
“Apa ini?”
“Jika kau butuh bantuan atau keadaan bangsamu dalam kesulitan, gunakan itu. Aku akan langsung datang dan membantumu.”
“Kau berniat untuk menggunakan ini untuk kepentingan agar aku masuk aliansi ini?”
“Tidak, tapi entah kenapa aku tak bisa membiarkan orang yang sedang dalam kesulitan memikul beban berat seperti ini sendirian. Jika jawabanmu masih saja, aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi aku akan sangat kecewa jika hanya demi harga diri bodoh yang dijunjung tinggi oleh bangsamu itu, membuat bangsamu dalam keadaan terburuknya.”
“Kau sangat perhatian, bagaimana kalau kau menikah saja denganku?”
“Hahahaha, lelucon yang lucu. Sayangnya aku sudah menikah beberapa hari yang lalu.”
“Begitu, sangat disayangkan.”
“Hahaha, tapi bulan maduku berantakan akibat raja iblis itu, dan sekarang mungkin aku akan semakin jarang bertemu dengannya.”
“Kenapa?”
“Karena dia memiliki tugas yang lain yang harus dia selesaikan. Maaf sudah membuatmu mendengarkan ocehan tidak jelasku, kalau begitu aku pergi.”
__ADS_1
“Manusia yang menarik.”