
Hari ke-5.
Di kereta kuda.
“Iona, ada apa? Kau terlihat gelisah? Apa ada sesuatu yang menggangumu?”
“T-tidak, maaf membuatmu khawatir kak Risa.”
“Pangeran Lucy, apa kau tau apa yang sudah terjadi pada Iona? (Bisik-bisik)”
“Eh? Jika harus menjawabnya, aku sendiri tidak tau.”
“Dia terlihat gelisah sejak kita meninggalkan kerajaan Almos, aku khawatir dia mengalami sesuatu yang buruk sebelum perjalanan ini dimulai.”
“Itu tidak mungkin, lagipula selama ini dia selalu dilindungi oleh para prajurit setianya. Tidak mungkin akan terjadi hal buruk padanya, aku dapat menjaminnya.”
“Begitu, ya… Meskipun begitu, aku tetap saja merasa cemas dengannya.”
“Putri Risa, tenanglah. Mungkin dia hanya gugup saja, pertemuan besar akan dilangsungkan 2 hari lagi, jadi mungkin itu wajar untuknya jika dia gugup ataupun gelisah.”
“Kau benar, mungkin saja itu alasannya.”
“Jadi, anda tidak perlu mencemaskannya lagi. Aku yakin nanti putri Iona bisa mengatasinya, lagipula dia bukanlah seorang putri yang lemah.”
Semetara itu.
“D-dimana aku?” Aku terbangun dari tidurku. ‘Ahh, benar juga. Aku disiksa hingga tak sadarkan diri.’ Aku terbangun di sebuah penjara. “Sepertinya mereka menyerah denganku, dan lagi ini dipenjara bawah tanah, ya.” Tempat yang begitu tertutup, dan bahkan tidak ada cahaya yang lain yang bisa aku lihat selain cahaya lampu.
“A-aww…” Seluruh tubuhku dipenuhi oleh luka akibat siksaan yang mereka lakukan padaku selama beberapa hari terakhir ini. “Haa, seharusnya aku memilih opsi yang lebih baik lagi agar situasi seperti ini tidak terjadi.” Karena keteledoranku, semuanya berubah menjadi seperti ini.
“Kau, apa kesalahanmu sampai dijebloskan kepenjara ini?” (???)
Tanpa aku sadari ada seseorang yang juga berada di satu sell bersamaku. “Aku hanyalah orang biasa yang tak tau apa-apa.” Aku tak bisa melihatnya karena dia berada dibagian yang gelap ditempat ini.
“Haha, itu sangat lucu. Mana ada orang biasa dijebloskan dipenjara ini, dan lagi sepertinya kau disiksa. Apa kau mata-mata kerajaan lain?”
“Mata-mata, ya. Aku kesini hanya untuk memeriksa sesuatu, tapi karena keteledoranku aku berada diposisi sekarang.”
“Kau sudah mengatakan hal itu sebelumnya.”
“Begitu, ya. Kau mendengarnya.”
“Kalau boleh tau, siapa namamu? Jika bisa, nama aslimu.”
“Ari.”
“Ari, ya.”
“Namaku Ritose.”
“Gadis?”
“Gadis, ya. Sudah lama sekali aku tak dipanggil seperti itu.”
“Lalu, apa kesalahanmu?”
“Mencoba untuk membunuh raja.”
“Membunuh raja? Kau sangat berani, biasanya siapapun yang melakukan hal itu akan dihukum mati. Dipenjara seperti ini saja sudah merupakan keajaiban.”
“Keajaiban, ya. Sepertinya kau memang ada benarnya, sungguh keajaiban aku bisa hidup sampai sekarang.”
“Setelah ini, apa yang akan kau lakukan?”
“Yang akan aku lakukan? Apa yang bisa aku lakukan dipenjara bawah tanah yang sempit ini?”
“Jika seandainya kau bisa keluar dari penjara ini, apa yang akan kau lakukan?”
“Keluar dari penjara ini? Hahaha, kau baru saja sampai dan sudah membuatku tertawa.”
“Apa ada yang salah?”
“Tempat ini adalah tempat yang tersembunyi, seperti yang kau ketahui. Tempat ini berada dibawah tanah dan juga tempat ini dijaga oleh banyak sekali penjaga, kesempatan untuk keluar dari tempat ini. Aku bisa dengan yakin mengatakan, tidak ada cara untuk keluar, 0% kesempatan untuk kabur dari penjara ini. Meskipun bisa, jika kau kembali tertangkap kau akan dimasukkan kedalam penjara lagi dan penjagaannya akan kembali diperketat lagi.”
“Begitu, ya. Jadi bisa disimpulkan, hanya ada 1 kali percobaan untuk keluar dari penjara ini. Jika gagal, maka kesempatan itu akan hangus.”
__ADS_1
“Hey, apa kau mengerti dengan apa yang aku katakan.”
“Iya, itu sudah cukup aku pahami.”
“Entah kau memang benar-benar paham atau tidak, tapi… Kau terluka cukup banyak, apa itu tidak sakit?”
“Tentu saja ini sakit, tapi ada hal lain yang lebih penting dibandingkan harus mempedulikan rasa sakit ini.”
“Kau kuat, ya.”
“Aku terima itu sebagai pujian. Haa, baiklah. Waktunya menyusun rencana.”
“Rencana? Kau serius ingin kabur dari tempat ini?”
“Ya, setidaknya sampai waktunya tiba. Sebelum waktunya, menyiapkan rencana yang baik adalah hal penting yang harus dilakukan.”
“Kau bukan orang biasa, melihat dari caramu menanggapi semua ini dengan tenang. Apa kau orang penting disuatu kerajaan?”
“Orang penting? Tidak ada yang pernah menilaiku seperti itu, jika boleh jujur aku hanyalah seorang anak biasa yang memiliki kelebihan, hanya itu.”
“Kau aneh, tapi jika ada yang bisa aku bantu katakan saja.”
“Terimakasih atas tawarannya.” Sampai saat ini aku harus terus menyembunyikan semuanya, termasuk darinya. Entah kenapa aku sangat khawatir jika dia adalah orang yang diutus oleh pangeran itu untuk menyamar dan menggali informasi dariku. Hanya itu yang bisa aku simpulkan kenapa aku ditaruh ditempat seperti ini bersama seseorang.
Malam hari, ditempat Iona.
Sebuah penginapan di desa kecil.
“Putri, apa kau baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja, dimana kak Risa?”
“Dia ada diluar mencari suasana yang bisa membuatnya tenang.”
“Begitu, ya. Oh ya, pangeran Lucy, apa ada masalah? Kenapa kau kemari?”
“Yang aku permasalahkan adalah dirimu sekarang, kau terlihat gelisah sejak kemarin. Aku pikir kau gugup karena sebentar lagi pertemuan itu akan dimulai, tapi setelah aku lihat sepertinya salah. Apa ada hal yang membuatmu seperti ini?”
“A-aku baik-baik saja, sungguh.”
“(tersenyum) Kata-katamu sama seperti yang sering Ari ucapkan.”
“Kau khawatir dengannya?”
“Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya.”
“Tenanglah, saat rapat itu dimulai dia pasti akan datang menyusul dan membantu rapat kita.”
“Tapi, bagaimana jika dia tidak datang?”
“Cobalah untuk berfikiran positif, mungkin saat ini dia sedang melakukan apa yang ingin dia lakukan di kerajaan Victoria. Sampai pekerjaannya selesai dia mungkin saat ini sedang bersenang-senang disana.”
“Bersenang-senang, ya. Tapi, bagaimana seandainya dia tidak datang?”
“Saat hal seperti itu terjadi, aku yang akan mengurusnya.”
Hari ke-6.
“AAAAGGGHHH!!!”
“Kau masih belum mau mengatakan apapun, ya.”
“Tuan muda, apa yang harus saya lakukan setelah ini?”
“Dia pasti akan membuka mulutnya, cepat atau lambat. Manusia memiliki batas rasa sakit yang bisa mereka rasakan, kita hanya perlu merusak batas itu dan dia pasti akan membuka mulutnya.”
“Ha, ha… Kau sangat yakin, hal seperti itu akan terjadi. Apapun yang terjadi, kau tidak akan bisa melakukannya.”
Sfx : cambukan.
“Aggghhh!!”
“Lanjut siksa dia.”
“Baik tuan muda.”
__ADS_1
Sfxx : cambukan.
“Agghhhh!!!” Kembali, hari ini aku mendapatkan siksaan yang sama seperti sebelumnya.
Sore hari.
“Hey, kau sudah bangun?”
Mendengar suara, aku perlahan mulai membuka mataku. “Ritose, ya. Berarti aku dikurung lagi.”
“Teriakanmu terdengar sampai kesini, lo. Kenapa kau tidak mengatakan saja apa yang kau ketahui agar kau tidak kesakitan seperti itu?”
“Haa, tidak ada hal yang aku ketahui.”
“Tapi, kenapa sampai pangeran itu mendatangimu kemari. Itu belum pernah terjadi sebelumnya, aku jadi ragu dengan identitasmu sebagai orang biasa.”
“Begitu, ya.” Aku perlahan mulai bangkit.
“Apa yang akan kau lakukan, tubuhmu sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi, kau tau.”
“Ya, tapi aku sudah mendapatkan rencananya.”
“Kau masih saja membual tentang hal itu.”
“Tenanglah, semua rencananya sudah ada dikepalaku. Aku sudah mengingat semua tempat dan dimana tempat ini berada.”
“Eh? Kau serius mengetahuinya?”
“Ya, tempat ini berada di dekat pantai. Aku tak tau dimana tempatnya, tapi yang bisa aku perkirakan sekarang, tempat ini berada cukup jauh dari area kerajaan.”
“B-bagaimana caramu mengetahuinya?”
“Aku sempat melihat apa saja yang bisa aku lihat sebelum dibawa keruang penyiksaan itu. Pasir yang masuk kedalam celah kecil di penjara, itu sangat tidak masuk akal. Tapi, jika berada di dekat pantai itu bukanlah hal yang tidak masuk akal.”
“Tapi, itu bisa saja hal lain.”
“Ya, tapi aku juga mendapatkan beberapa pentunjuk lain. Aroma lautan.”
“Aroma lautan?”
“Aku pernah tinggal didekat pantai, jadi aku tau baunya.”
“Begitu, lalu bagaimana rencanamu untuk bisa keluar dari sini?”
“Penjagaan ditempat ini cukup ketat, dengan rencana terbaik yang aku buat sekalipun akan sangat sulit untuk melakukannya.”
“Lalu, kenapa kau membuat rencana yang tidak ada jaminannya seperti itu?”
“Besok, penjagaan disini akan melemah.”
“Kau, bagaimana kau bisa seyakin itu?”
“Aku memiliki jaminan, sebuah jaminan yang sudah aku tulis disebuah kertas.”
Hari ke-7.
Sore hari.
Pertemuan sudah selesai.
“Lucy, aku sangat khawatir sampai sekarang dia masih juga belum datang.”
“Putri, persiapkan pasukan, kita akan menyerang kerajaan Victoria secepatnya.”
“Menyerang, jangan-jangan Ari…”
“Iona, pangeran Lucy, apa yang kalian bicarakan. Kita harus bersiap untuk pesta nanti malam.”
“Kak Risa, aku harus pergi.”
“T-tunggu, pergi? Kemana?”
Beberapa saat kemudian, para ketua regu muncul. “Semuanya, bersiap untuk menyerang.” (Iona)
“Eh, t-tunggu. Menyerang, apa yang sebenarnya terjadi disini?” (Risa)
__ADS_1
“Tujuannya, Victoria.”