Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
7


__ADS_3

Esoknya.


Dipagi hari yang cerah.


“Hoaamm.” Aku bangun dari tempat tidur dan langsung bersiap-siap. ‘Hari ini, ya.’ Aku, Iona, dan juga Lucy sudah mengirimkan surat izin ke akademi untuk melakukan sesuatu selama beberapa waktu. Dengan iming-iming urusan kerajaan, sepertinya izinnya bisa diterima. “Baiklah, waktunya beraksi.”


“Wakil Komandan, Komandan memanggil anda.” (Laren)


Laren tiba-tiba datang ke tempatku. “Huh? Ada apa?”


“Entahlah, sepertinya ada sesuatu yang penting ingin Komandan bicarakan dengan anda. Komandan menunggu anda diruangannya.”


“Baiklah, aku akan segera menemuinya.”


Beberapa lama setelah itu.


Di ruangan kerja Iona.


“Iona, ada apa?”


“Ari, bisa tidak kalau kau tidak pergi ke kerajaan Victoria.”


“Eh? Kenapa tiba-tiba, Iona apa ada masalah?”


“T-tidak, hanya saja…”


“Ada apa?”


“Kemarin, aku bermimpi buruk.”


“Mimpi buruk?”


“Ya, dan mulai tadi saat aku bangun firasatku sudah tidak enak.”


“Jadi itu alasanmu tidak mengizinkanku untuk pergi.”


“Aku hanya khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk padamu.”


“Begitu. Terkadang firasat orang wanita itu ada benarnya.”


“Kalau begitu…”


“Tapi, aku harus tetap pergi.”


“Kenapa…”


“Mementingkan ego pribadi itu bukan hal yang baik. Meskipun firasatmu itu benar, akan jauh lebih buruk jika sampai kerajaan ini dalam bahaya. Seseorang yang bisa mencegah terjadinya hal buruk pada kerajaan ini hanya diam dan tak melakukan apapun, itu merupakan hal yang sangat egois, dan kau tau. Aku membenci sifat itu.”


“M-maaf.”


“Tenanglah, aku pasti akan kembali. Oh ya, aku ingin kau memberikan surat ini pada Lucy nanti.” Aku memberikannya surat yang sudah aku tulis kemarin.


“Surat apa ini?”


“Tidak ada, itu hanya semacam petunjuk, mungkin bisa digunakan untuk kelancaran pertemuan kali ini. Aku akan segera berangkat.”


“Ari, jangan lupa bawa ini.” Iona memberiku sekantung koin.


“Ahhh, terimakasih. Kalau begitu, aku pergi.”


“Ya, hati-hati dijalan… (pergi) Lalu, kembalilah dengan selamat.”


Cukup lama setelah itu.


Aku dengan terbang menuju ke kerajaan Victoria yang ada di seberang lautan. “Cuaca hari ini sangat mendukung.” Awan mendung, membuat penglihatan sedikit terbatas, meskipun begitu awan ini bisa digunakan sebagai tempat untuk bersembunyi. “Untuk dugaan pertama, pembuatan racun itu dilakukan diruangan lab. Dan jika bukan disana, itu berarti diruangan bawah tanah. Jika masih tidak ada, ada kemungkinan pembuatannya berada diruangan khusus.” Untuk saat ini, aku hanya bisa menduga hal seperti itu.


Sementara itu.


Dalam perjalanan menuju ke kerajaan Tiure.


“Iona, kenapa kau terlihat murung seperti itu? Apa ada masalah?” (Risa)


“Kak Risa, aku baik-baik saja.”


“Jika kau berkata seperti itu dengan wajah itu, siapa yang akan percaya.”

__ADS_1


“M-maaf.”


“Putri, apa ada sesuatu yang mengganjal dihatimu?” (Lucy)


“Pangeran Lucy, apa benar firasat buruk seorang wanita itu benar adanya?”


“Firasat buruk, ya. Menurutku sendiri itu tidak benar, lagipula firasat buruk hanya tercipta karena kondisi tubuh dan pikiran yang sedang tertekan, dan itulah yang menyebabkan firasat buruk. Setidaknya itu menurutku.”


“B-begitu. Oh ya, ada surat untukmu.”


“Surat?”


“Dia bilang ini untuk kelancaran pertemuan kali ini.”


“Begitu. Aku akan membacanya nanti, sekarang cukup sulit untuk membacanya.”


“Dia, yang kalian bicarakan siapa?”


“Ahh, dia orang yang membantu…” (Iona)


“Seseorang yang menjadi dalam didalam semua rencana ini, setidaknya hanya itu yang bisa aku katakan.” (Lucy)


“Wah, sepertinya orang itu sangat hebat.”


“Dia memang hebat, sangat hebat.”


Disisi lain.


“Hmm, Dravin kau bisa pergi. Aku akan memanggilmu saat butuh bantuan atau tugasku sudah selesai.” Setelah mengatakan itu Dravin pergi.


“Kerajaan Victoria berada di bagian timur, ya.” Aku turun dihutan bagian barat dari kerajaan Victoria, ini aku lakukan untuk menghindari terlihatnya Dravin karena itu bisa mengacaukan segalanya. “Baiklah, waktunya berjalan.”


Sore hari.


“Uwaaahhh, akhirnya sampai juga. Sialan monster tadi, untung saja aku bisa lari.” Aku mendapatkan sedikit kendala sebelum sampai disini, tapi intinya aku sudah sampai setelah melalui perjuangan yang berat.


Setelah mengunpulkan nafas, aku berjalan menuju ke gerbang masuk. “Siapa kau, aku belum pernah melihatmu sebelumnya.” (Penjaga)


Seperti biasa, seorang yang asing pasti akan dicegat dan ditanyai, seperti yang aku alami sekarang. “Seorang pengembara dari antaberantah.”


“Mencari pengetahuan, sebuah pengetahuan sangat penting untuk pengembara sepertiku. Apa itu cukup?”


“Kau boleh masuk.”


“Terimakasih.” Aku masuk ke dalam. ‘Haa, untung saja aku sempat melatihnya sebelumnya.’ Aku putuskan untuk berkeliling sembari mencari informasi.


Cukup lama setelah itu, di sebuah bar.


Aku sedang duduk dan mengamati sekitar. “Pak tua, pesan anggur.” (Seseorang)


“Akan aku siapkan.” (Pemilik bar)


“Dengan tambahan buah merah.”


“Itu ada didalam, kau bisa mengambilnya sendiri.”


“Hahaha, baik-baik.”


‘Sebuah kode rahasia.’ Sesuatu yang biasa digunakan untuk membuka hal yang penting. ‘Jika seperti itu.’


“Pak tua, pesan air dingin 1.”


“Baik, akan segera siap.”


“Gunakan jamur Ektrosi sebagai tambahannya.” Sesaat setelah mengatakan hal itu, gerakannya terhenti. ‘Sepertinya apa yang aku duga memang benar.’


“Tuan, apa yang anda inginkan.”


“Sebuah pertukaran.” Aku mengeluarkan 2 koin emas dari kantung yang diberikan oleh Iona padaku. “Berikan semua informasi yang kau ketahui mengenai hal yang aku sebutkan itu.” Jamur Ektrosi, sebuah jamur langkah yang digunakan untuk meracik racun yang aku buat. Ini hanyalah spekulasiku belaka, tetapi aku tak menyangka semua orang yang ada disini tidak mengetahuinya. Kemungkinan hanya beberapa orang saja yang tau, dan jika memang benar seperti itu saat ini bisa saja aku dalam bahaya.


“Tunggulah sampai bar tutup.”


“Baik.”


Malam hari, bar sudah tutup.

__ADS_1


Di ruang khusus dibar.


“Anak muda, bagaimana kau mengetahuinya.”


“Jadi kabar yang aku dengar itu benar, ya. (pura-pura bodoh)”


“Kabar?”


“Aku sempat mendengar kalau pangeran Victoria akan memulai invasinya, atau munkin dia sudah memulai invasinya.”


“Sepertinya kau sudah tau banyak.”


“Tidak, ini hanyalah kelebihan seorang pengembara sepertiku. Mendengar banyak kabar, dan juga rahasia milik orang lain. Itulah seorang pengembara.”


“Jika memang seperti itu, kau pasti sudah mendengar kabar kalau tuan muda pernah gagal dalam menguasai sebuah kerajaan.”


“Kerajaan Thorwn, ya.”


“Kabar itu sudah menyebar keseluruh kerajaan dengan sangat cepat, akibat hal itu tuan muda diliputi oleh kemarahan akan kekalahannya. Karena hal itu juga dia menciptakan racun kuat yang ia dapat dari musuhnya.”


“Sebuah racun yang terbuat dari campuran bahan jamur Ektrosi.”


“Ya, aku dengar. Demi menciptakan racun yang sangat mematikan, entah sudah tak terhitung jumlahnya korban akibat pembuatan racun itu. Oleh karena itu, hal yang berhubungan dengan hal itu dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.”


“Begitu.”


“Sebelumnya, aku tak pernah melihat cara berpakaianmu dan juga cara bicaramu, dari kerajaan mana kau berasa?”


“Kerajaan mana? Sebagai seorang pengembara, sepertinya aku tak memiliki hal seperti itu.”


“Kau pasti memilikinya, suatu tempat yang bisa kau anggap sebagai kampong halamanmu.”


“Kampung halaman, ya. Entahlah, sudah sangat lama aku melupakannya. Banyak sekali tempat yang sudah aku kunjungi sampai-sampai aku melupakannya.”


“Hanya itu informasi yang bisa aku berikan padamu.”


“Terimakasih, itu sudah cukup membantu. Oh ya, apa anda tau dimana letak pembuangan limbah racun yang pangeran buat itu?”


“Itu ada dibelakang bukit yang ada dibelakang istana.”


“Belakang bukit?”


“Meskipun sudah menjadi limbah, racun tetaplah racun, jika sampai dibuang di dekat dengan pemukiman maka akan terjadi mala petaka.”


“Benar juga.”


“Apa kau ingin kesana?”


“Aku ingin memastikan sesuatu.”


“Jika seperti itu, bawalah ini.” Pemilik bar itu memberiku sesuatu. “Ini bisa berguna untukmu jika kau memang akan pergi kesana.”


“Begitu, terimakasih banyak.”


“Jika boleh tau, siapa namamu?”


“Aku? Nama seorang pengembara berubah setiap masuk ke kerajaan yang berbeda, aku tidak memiliki nama tetap.”


“Kalau begitu, namamu di kerajaan ini.”


“Louse.”


“Louse, ya. Akan aku ingat.”


“Kalau begitu, paman terimakasih atas informasinya.” Aku pergi.


Cukup lama setelah itu.


Di sebuah penginapan. “Haa, hari ini cukup melelahakan.” Meskipun begitu, hari ini aku mendapatkan cukup banyak informasi yang penting. “Bukit yang ada dibelakang istana, ya. Lalu, koin ini.” Penjaga bar itu memberiku sebuah koin, kemungkinan koin ini adalah koin khusus yang bisa digunakan untuk mendapatkan akses masuk ke area itu. “Hari pertama ini, tidak berjalan dengan baik.” Salah langkah sekali saja, aku akan ditangkap. Setidaknya aku sudah menyadari hal itu, alasan paman penjaga bar itu mengajakku ketempat khusus tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghindari orang menguping sekaligus melindungiku sementara waktu.


“Ternyata kerajaan ini lebih berbahaya dari apa yang aku bayangkan.” Kerajaan yang jika dilihat sama seperti biasa, tetapi jika sudah menyadari 1 hal maka pandangan terhadap kerajaan ini seketika akan segera berubah.


“Sepertinya besok aku harus lebih santai.” Besok tidak ada rencana, hanya menikmati hari seperti biasa dikerajaan ini sembari membuat rencana lain yang lebih bagus. “Baiklah, waktunya istirahat.”


Pengintaian dihari pertamaku, selesai.

__ADS_1


__ADS_2