
Malam hari.
“Haaaa, malam yang indah.” Aku menikmati malam hari diluar. “Bintangnya bersinar sangat terang.” Entah ada dimana istana ini berada tapi yang pasti pemandangan bintang dilangit malam ini sangat memukau. “Berbaring disini rumput dan menikmati malam yang tenang memang terbaik.”
“Ari.”
“Iona, kau sudah bangun.”
Dia mendekat dan duduk disampingku. “Ari, bagaimana keadaanmu? Apa ada yang sakit?”
“Aku baik-baik saja, terimakasih karena sudah merawatku.”
“Aku adalah istrimu, merawatmu sudah menjadi tugasku.”
“Benar juga. Haaaa…”
“Ari, ada apa?”
“Tidak ada apa-apa.”
“Kau bohong, kalau kau menghela nafas berarti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan.”
“Kau seperti orang yang bisa membaca pikiranku.”
“Aku sudah bersamamu sangat lama, aku mengetahui semua sifatmu dan perilakumu jauh lebih baik dari siapapun.”
“Iya iya, aku mengerti.”
“Lalu, ada masalah apa?”
“Rekan aliansi antar ras, sepertinya tidak berjalan sesuai dengan apa yang aku bayangkan.”
“Maksudmu tentang aliansi antar ras yang pernah kau singgung itu?”
“Iya, setelah mendengar betapa bencinya mereka terharap manusia, aku jadi sedikit berfikir kalau aliansi antar ras ini tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.”
“Ari…” Iona mendekat dan menidurkanku ke pahanya. “Kau pernah bilang, jangan menyerah sebelum melakukannya. Kau harus mencobanya dulu, bukankah itu yang pernah kau katakan padaku. Jika gagal, gunakan cara lain, jika cara lain gagal maka gunakan cara yang lain lagi. Jadi, jangan menyerah sampai titik darah penghabisan.”
“Benar juga, sepertinya aku terlalu cepat untuk menyerah.”
“Aku akan mendukungmu.”
“Terimakasih. Ngomong-ngomong, bagaimana denganmu? Apa semuanya berjalan dengan lancar?”
“Iya, meskipun ada sedikit kendala tapi kami berhasil mengatasinya.”
“Masalah?”
“Ada beberapa pihak yang menolak, dan ada juga beberapa pihak yang tak setuju karena tidak percaya, tapi setelah menyakinkan mereka bahwa semua ini nyata mereka menyetujuinya. Saat ini, selain 7 aliansi kerajaan yang pernah dibuat sebelumnya…”
“Iona, tujuan 7 kerajaan aliansi itu berbeda dengan aliansi yang kita bentuk sekarang.”
“Eh? Benarkah?”
“Iya, kalau tidak salah. Tujuan 7 aliansi kerajaan itu dibentuk untuk mengatasi serangan dari kerajaan Victoria yang memanas sebelumnya, dan juga sebagai aliansi bantuan jika ada salah satu kerajaan yang sedang dalam krisis malasah. Lalu, tujuan aliansi ini adalah untuk melawan raja iblis, bisa dibilang sebagai penyelamatan dunia dari kehancuran. Oleh karena itu, dalam aliansi ini kita membutuhkan banyak kerajaan yang bisa ikut dalam aliansi ini. Kau juga bisa mengajak 7 kerajaan dialiansi sebelumnya untuk ikut, tentu saja jika kau mau kau juga bisa mengajak aliansi ke kerajaan Victoria.”
“Tapi, kerajaan itu yang pernah membuatmu…”
“Saat ini masa depan dunia sedang dipertaruhkan, karena hanya masa lalu kau ingin membuat dunia hancur dan tak memiliki masa depan? Kau tak ingin hal itu terjadi, bukan. Jika sampai hal itu terjadi, maka anak-anak yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah akan mendapatkan akhir yang suram. Jika mereka masih hidup dimasa depan, aku yakin mereka akan mati-matian berjuang hanya untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, Iona. Kau boleh egois, tapi dalam hal ini keegoisanmu mungkin akan membunuh banyak orang, oleh karena itu untuk saat ini meskipun kau tidak menyukainya kau harus melakukannya.”
“Baik, aku mengerti.”
“Ari, ternyata kau ada disini.” (Lucy) Lucy datang kemari.
“Pangeran, ada apa?”
“Ada perubahan rencana.”
“Perubahan rencana? Lucy, apa yang sudah terjadi?”
“Hmmm, besok kita sudah sampai dikerajaan Drawf.”
“Eh? Besok.” Aku cukup terkejut mendengar hal itu. “Kenapa bisa secepat itu?” Tapi, setelah dipikir-pikir aku menyadari sesuatu. “Hujan kemarin, ya.”
“Iya, mau bagaimanapun istana langit ini melayang dan meskipun terlihat berat angit dapat membuatnya bergerak lebih cepat daripada yang seharusnya.”
“Haaaa, seharusnya aku masih punya waktu 1 hari lagi untuk bersantai. Tapi, karena besok istana ini sudah sampai diatas kerajaan Drawf, mau bagaimana lagi. Oh ya Iona, kapan kau akan berangkat menuju ke kerajaan selanjutnya?”
“Besok.”
“Kenapa?”
“Kau bilang kalau sudah tidak ada waktu lagi, waktu yang kita miliki kurang dari 3 bulan. Oleh karena itu aku ingin melakukannya dengan cepat.”
__ADS_1
“Benar juga. Oh ya, jika kerajaannya terlalu jauh kau bisa meminta bantuan Dravin, jika hanya ber-4 Dravin bisa membawa kalian, tapi kemungkinan kecepatannya tidak seperti membawa 1 atau 2 orang.”
“Baik, terimakasih sarannya.”
“Disini semakin dingin, sebaiknya kita masuk kedalam.” (Lucy)
“Ya.”
“Ahh, Iona kau bisa masuk duluan aku ingin membicarakan sesuatu dengan Lucy sebentar.”
“Baik, aku akan menunggumu di lantai 3.”
“Ya.” Iona pergi.
“Lalu, apa yang ingin kau bicarakan denganku?” (Lucy)
“Ini adalah sesuatu yang cukup penting yang harus aku sampaikan padamu.”
--------------
Esok harinya.
Pagi hari yang cerah, mungkin.
“Hmmm, sedikit mendung tapi tidak sepertinya tidak masalah.” Pagi ini, dari atas sini aku sudah bisa melihat sebuah kerajaan besar dan itu kemungkinan adalah kerajaan Drawf.
“Ari, kau sudah mau pergi?” (Iona)
“Ya, mau bagaimanapun istana ini terus bergerak jika berlama-lama kemungkinan aku akan semakin menjauh dari kerajaan Drawf.”
“Kalau begitu, semangat dan semoga berhasil.”
“Ya, kau juga.” Setelah mengambil nafas panjang sesaat, aku kemudian melompat turun dari istana langit langsung menuju tepat ke kerajaan Drwaf.
Beberapa menit setelah itu.
“Huft, pendaratan yang sedikit mulus.” Aku mendarat lebih baik dari sebelumnya, meskipun begitu aku ternyata melompat sedikit lebih jauh dari kerajaan Drawf. “Haaa, sepertinya aku harus sedikit berolahraga pagi ini.”
Cukup lama setelah itu.
Aku sudah sampai. “Woow, besar juga.” Tembok yang mengelilingi kerajaan ini besar, lebih besar daripada apa yang aku kira. “Aaah, aku tak punya waktu untuk kagum. Aku harus fokus.” Aku mulai berjalan menuju ke gerbang masuk kerajaan Drawf.
Seperti biasa. “Apa yang kau inginkan, apa tujuanmu datang kemari!!”
Para penjaga dari kerajaan ini mencegatku saat aku ingin masuk kedalam. “Aku ingin mencari tempat untuk menginap, aku adalah seorang pedagang.”
Ya, aku memang tak menyiapkan hal seperti itu, tapi. “Aku meninggalkan barang-barangku karena diserang oleh iblis, tapi untung saja aku masih membawa uang dan barang penting lainnya.” Aku menunjukkan kartu pedagang milikku. “Lihat ini, aku benar-benar seorang pedagang, kan.”
“Begitu, jika memang benar seperti itu mohon maaf atas kelancangannya. Sebelum itu, apa anda yakin yang menyerang anda adalah iblis?”
“Iya, aku sangat yakin. Aku terus berlalu lalu sampai ke kerajaan ini. Aku ingin berlindung untuk sementara waktu di kerajaan ini, meskipun sudah sering diserang monster tapi serangan para iblis itu membuatku cukup trauma.”
“Baik, anda boleh masuk. Kau, cepat beritahu pada pemimpin tentang hal ini.”
“Baik.”
Aku masuk dengan santai tanpa harus melewati pertarungan. ‘Begini lebih baik. Selain itu…’
Malam kemarin.
“Lucy, terlihat seperti apa aku?”
“Manusia biasa yang memiliki kesan misterius.”
“Kau bisa menggunakan sihir, kan. Bagaimana kalau kau memeriksanya menggunakan sihir untuk mengukur’ku.”
“Haaaa, baik. Meskipun begitu, aku tak begitu ahli dalam sihir. Jadi aku tak bisa memastikannya. Yang perlu aku lakukan hanya menggunakan sihir pengukur, kan.”
“Iya.”
“Kalau begitu…”
“Terlihat seperti apa aku?”
“Hmmm, monster dengan kekuatan yang sangat besar.”
“Begitu, ya.” Aku pikir elf itu mengatakan monster karena apa yang pernah manusia lakukan pada mereka dulu, tapi ternyata aku salah. “Lucy, apa kau memiliki sesuatu sihir yang bisa menahan kekuatan ini?”
“Menahan kekuatan besarmu tidak ada, tapi jika hanya menyembunyikan bisa. Aku membacanya, sebuah sihir yang bisa menyembunyikan kekuatan sihir seseorang, aku akan memberikan bukunya padamu nanti, kau bisa membacanya.”
“Terimakasih.”
“Ya, tidak masalah.”
__ADS_1
Hari ini.
“Haaaa, tak kusangka bisa berhasil.” Kekuatan sihirku disembunyikan, saat ini kemungkinan aku sudah terlihat seperti manusia biasa yang tak berdaya, selain itu. “Tempat ini benar-benar luar biasa.” Aku merasa seperti itu setelah melihat bangunan besar dan tinggi yang ada disini. Aku terlalu kagum sampai lupa dengan tujuanku datang kemari. “Baiklah, waktunya untuk fokus.” Tujuanku adalah untuk bertemu dengan raja dari kerajaan Drawf. Meskipun begitu, aku pikir ini sama seperti kerajaan Dwarf yang ada di manga-manga, ras yang menguasai pandai besi tapi tak kusangka ini sangat berbeda. “Sepertinya aku bisa belajar banyak hal dari mereka. Ahhh, fokus.”
Beberapa lama setelah itu.
“Hmmm, baiklah. Waktunya dimulai.” Karena dari sekian banyak ras, ras Drawf yang masih memiliki hubungan erat dengan para pahlawan.
Para pahlawan dulu menyamar sebagai pedagang untuk masuk ke kerajaan ini, tapi saat itu terjadi malah terjadi kekacauan dan mau tak mau mereka menyelamatkan kerajaan ini dari kekacauan itu. Tidak seperti ras manusia, ras Drawf menghormati para pahlawan yang membantu mereka, dan karena itu mereka juga menghormati para pedagang yang masuk kemari. Ya, setidaknya itulah yang pernah aku baca dari buku catatan para pahlawan.
Aku terus berjalan dan tanpa aku sadari aku sampai di alun-alun kerajaan ini.
“Patung para pahlawan.” Disini, tepat ditengah-tengah alun-alun ini ada 7 patung pahlawan lengkap dengan senjata yang mereka gunakan. “Jadi seperti itu wajah kakek waktu masih muda, ya.” Meskipun tidak yakin mirip atau tidak, tapi aku merasa kalau itulah wajah kakek pahlawan saat masih muda dulu. “Dia sangat keren.” Terlihat gagah dan juga keren, aku mengaguminya meskipun hanya dengan melihat patungnya saja. Dari patungnya saja terlihat bahwa dia memiliki sebuah wibawa untuk memimpin pahlawan yang lain. “Sepertinya akan sangat sulit untukku menjadi sepertinya.” Akhirnya, untuk pertama kali aku memiliki orang yang bisa aku kagumi.
“Ahh, nak. Apa yang kau lakukan disini?” (???)
Suara yang tak asing bagiku terdengar, aku berbalik dan melihatnya. “Kakek.” Yang memanggilku ternyata adalah kakek pahlawan. “Apa yang kakek lakukan disini? Aku pikir kakek menghilang atau lenyap.”
“Aah, maaf karena pergi tidak bilang-bilang. Aku hanya mengisi waktu luang, aku ingin melihat wajah yang lain saat masih muda. Ternyata aku dulu tanpan juga, ya.”
“Jadi wajah kakek dulu seperti itu?”
“Haaaa, bangsa ini memang sangat hebat dalam hal membuat sesuatu dengan sangat mirip. Aku pikir dulu bangsa ini adalah bangsa yang hanya bisa mengelolah pandai besi saja ternyata aku salah menduganya. Bangsa ini lebih hebat daripada apa yang bisa aku bayangkan.”
“Begitu, aku juga sempat berfikir seperti itu. Tapi setelah melihat semua ini, aku menyadarinya bahwa ras Drawf bukan ras Dwarf.”
“Hahahaha, ternyata kau juga berfikiran sama sepertiku. Dulu aku pikir itu hanyalah karena bahasa, atau kesalahan pengucapan saja. Ternyata mereka memang ras yang berbeda.”
“Ras yang berbeda?”
“Ahhh, ras Dwarf memiliki wilayah kekuasaan lebih kecil dan tempatnyapun terpencil, sedangkan Drawf, seperti yang kau lihat sekarang. Daerah kekuasaan mereka cukup luas, meskipun begitu ini mungkin 20% sebelum manusia menguasinya.”
“Kakek, adahal yang ingin aku tanyakan kepadamu mengenai sejarah sebenarnya.”
“Sejarah sebenarnya? Bukankah semuanya sudah ada dalam perpustakaan itu.
“Aku sudah membacanya, tapi aku pikir bukan karena itu. Saat aku pergi ke tempat dimana bangsa elf berada, meskipun aku menawarkan bantuan pada mereka mereka engan untuk menerima. Bahkan sepertinya mereka memiliki kebencian yang sangat dalam terhadap ras manusia itu sendiri. Itu, sama sekali tidak dijelaskan dibuku.”
“Jadi yang membuat penghalang di hutan para elf itu dirimu, ya. Jika seperti itu aku sudah tidak kaget lagi.”
“Kakek?”
“Mengenai hal itu, bagaimana kalau kita bicarakan hal itu ditempat yang sedikit tenang.”
“Baiklah.”
Beberapa lama setelah itu.
Kami sampai di sebuah tempat yang sepi dan tenang. Setelah itu, kami duduk di tempat duduk yang ada disini.
“Haaaa, aku sudah tidak punya tenaga untuk berjalan lagi. Tubuh tua renta ini membatasi semua aktifitas yang ingin aku lakukan, ini menyebalkan.”
“Lalu kakek, bisa ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi dulu, tepatnya 500 tahun yang lalu. Awal kenapa ras lain bisa membenci manusia sampai seperti itu.”
“Sebenarnya, awal kebencian para ras kepada manusia itu memiliki alasannya tersendiri.”
“Alasannya tersendiri? Itu berarti bukan hanya karena daerah kekuasaan mereka saja yang direbut, selain itu berarti masih ada alasan lain.”
“Ya, merebut daerah kekuasaan merupakan salah satu dari akar masalah ini. Jika saja kami menyadarinya dulu, mungkin semuanya tidak akan jadi seperti ini.”
“Menyadarinya?”
“Semua mahluk hidup memiliki ketamakan dan kerakusan, tapi manusia yang hanya memiliki umur pendek malah memiliki kerakusan yang luar biasa besar dan tak dapat terpendam. Kau tau apa yang terjadi saat perluasan kekuasaan untuk kerajaan manusia dulu?”
“Tidak, hal itu juga tidak dijelaskan dibuku. Yang ada hanyalah para manusia melakukan perluasan wilayah secara signifikan sampai merebut wilayah dari ras lain. Hanya seperti itu.”
“Manusia membunuh mereka, anak kecil dan wanita dari ras lain diperjual belikan lalu dijadikan sebagai budak. Bukankah hal itu sangat kejam.”
“Iya.” Mendengarnya saja sudah membuatku merinding, aku tak menyangka manusia didunia ini akan melakukan hal semacam itu.
“Semuanya dimulai dari bangsa elf, bangsa yang membantu para pahlawan seperti kami mengalahkan raja iblis.”
“Bangsa elf juga ikut berpartisipasi?”
“Ya, dahulu meskipun tidak dihargai oleh ras manusia tapi para elf sangat menghormati para pahlawan. Tapi, suatu kejadian terjadi.”
“Penyerangan terhadap bangsa elf, ya. Aku membacanya, cerita tentang para pahlawan yang menyerang bangsa elf karena perintah dari raja.”
“Sebenarnya bukan itu yang terjadi.”
“Bukan itu?”
“Itu hanyalah sejarah yang tidak diungkapkan karena kenyataanya sangat menyakitkan. Aku ingin melupakannya, tapi sudah 500 tahun berlalu sampai sekarang ingatan itu tetap melekat padaku. Dosa besar itu, menghantuiku.”
__ADS_1
“Maaf kakek, meskipun begitu aku ingin mengetahuinya. Kakek, bisa beritahu padaku?”
“Yang terjadi sebenarnya adalah, 500 tahun yang lalu.”