Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
62


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu.


Istana langit di pagi hari.


“Baiklah, aku aku mengumpulkan kalian semua disini untuk membahas rencana lanjutan.”


“Ari, meskipun kau bilang mengumpulkan semua, tapi disini hanya ada kita ber-4 saja, selain itu Ria sedang memasak didapur.”


“Haaaa, aku hanya mencoba untuk membiasakan diri saja, tidak perlu dipikirkan.”


“Begitu’kah?”


“Baihlah, Lucy rencana apa yang sudah buat.”


“Hmmm, aku sudah memikirkan beberapa scenario terburuk untuk saat ini. Seperti jika Leiava memiliki kekuatan lain, seperti bisa mengeluarkan sihir, ataupun berubah bentuk menjadi monster yang berbeda, lalu jika Leiava bisa berteleportasi. Aku sudah membuat scenario terburuk tentang beberapa hal itu, sedangkan karena kita hanya mengetahui 1 saja kemampuannya yaitu membelah diri, aku pikir kau bisa membuat scenario terbaik dalam hal itu.”


“Begitu, itu bagus.”


“Oh ya, aku sudah memberitahu aliansi kerajaan untuk bersiap di lembah kematian atau lebih tepatnya jaraknya 2 hari perjalanan sebelum menuju ke lembah kematian.”


“Hmm, itu cukup bagus. Lalu, berapa banyak pasukan yang mereka kirimkan?”


“Dari 70 kerajaan, aku mendapatkan jumlah kurang lebih sekitar 15 juta pasukan sudah siap tempur dan dalam perjalanan menju ke lokasi yang sudah ditentukan sebagai tempat pertemuan sebelum pertempuran dimulai.”


“Hmmm, kurang lebih sekitar 15 juta, ya.” Itu adalah jumlah yang sangat besar.


“Lalu, bagaimana dengan aliansi para ras?”


“Saat ini yang ikut hanya ada ras Elf, Drawf, HalfHuman dan juga Iblis.”


“Ari, kau melupakan ras naga.”


“Ah, iya dan ras naga. 5 ras itu sudah siap membantu, aku juga sudah memberitahu lokasi pertemuannya pada mereka, jadi hanya tinggal menunggu waktunya saja sampai ke-5 pimpinan ras itu bertemu satu sama lain.”


“Oh ya, Ari kalau diingat-ingat kita sama sekali belum pernah menemui penguasa dari ras HalfHuman’kan.”


“Hmmm, benar juga. Tapi nanti kita juga bertemu dengan mereka, setelah itu kita bahas rencananya lebih lanjut. Lucy, aku serahkan aliansi dipihak manusia padamu, aku yang akan mengurus aliansi antar ras.”


“Ya, serahkan saja padaku. Akan aku bungkam mereka semua, hehe, aku sudah tidak sabar menantikan hal itu.”


“Lucy, aku ingin menanyakan sesuatu sebelum itu. Kau sudah bilang pada mereka semua’kan kalau arah perang ini akan berubah?”


“Hmmm, iya. Jadi tenang saja, para pasukan dan juga aliansi ini sudah sepakat tentang pemusnahan Leiava. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”


“Itu bagus. Lalu, kau sudah bilang tentang aliansi antar ras pada mereka?”


“Eh, aku juga harus bilang itu?”


“Kau tidak mengatakannya.”


“Ahhhh, aku pikir itu tidak penting jadi aku melupakannya.”


“Haaaa, nanti saat sudah berkumpul semua aku harap kau menjelaskan semuanya. Aku tak mau ada kesalahpahaman antar ras karena kesalahan satu orang.”


“Iya, aku mengerti.”


“Baiklah, untuk persiapan ini bisa aku anggap selesai’kan.”


“Iya, sisanya hanyalah menunggu para pasukan sampai dilokasi yang sudah ditentukan. Oh ya Ari, apa lokasi aliansi para ras akan sama dengan aliansi kerajaan?”


“Jangan bicara hal konyol seperti itu, jika itu terjadi maka para aliansi kerajaan akan panik selain itu ada ras naga juga yang akan ikut serta.”


“Hmmm, benar juga.”


“Satu hal lagi.”

__ADS_1


“Apa?”


“Rapat akan dilangsungkan disini, aku memberimu izin untuk membawa pemimpin dari masing-masing kerajaan untuk membicarakan rapat di istana langit, tidak masalah’kan Iona.”


“Iya, jika hanya rapat tidak masalah.”


“Aku juga akan melakukan hal yang sama pada aliansi antar ras, mungkin disini para pemimpin aliansi antar ras dan juga aliansi kerajaan akan bertemu untuk pertama kalinya.”


“Itu mungkin bisa dicatat di dalam buku sejarah.”


“Itu merepotkan jika sampai terjadi. Haaaa, tapi untuk hari ini dan besok mungkin kita bisa bersantai sebentar sebelum menghadapi perang besar.”


“Bersantai, ya.”


“Ari, bagaimana kalau kita kesana.”


“Kesana? Kemana?”


“Pemandian.”


“Eh, bukannya ada pemandian air panas juga di bawah tanah.” (Lucy)


“K-kau mengetahuinya.”


“Ya, mau bagaimanapun rasa penasaranku ini tidak bisa dibendung. Mau tempat serahasia apapun selama itu bisa dibuka aku bisa mengetahuinya, tapi karena aku pikir kalian tidak pernah kesana jadi aku tak pernah menyentuhnya lagi setelah aku melihatnya.”


“B-begitu.”


“Pangeran Lucy, kau mesum.”


“Ehh, kenapa kau bilang seperti itu padaku putri.”


“Habisnya, bisa saja kau mengintip saat ada orang yang mandi disana. Itu adalah tempat rahasia, jadi tidak ada yang tau tapi jika ada orang yang tau dia pasti akan memanfaatkan hal itu.”


“Sial, sepertinya aku mengatakan hal yang salah. Tenang, aku sama sekali tidak melakukan hal seperti itu.”


“Kalian semua, sarapannya sudah siap.” (Ria)


“Asyik, sarapan buatan Ria sangat enak. Ari, ayo.”


“Iya iya.” Pembicaraan ini teralihkan. “Kau selamat kali ini.”


“Ya, kau benar.”


Beberapa hari berlalu, dan hari ini adalah waktunya.


“Lucy, kau sudah siap?”


“Tentu saja, Ria kau tunggu disini aku akan segera kembali setelah ini selesai.”


“Baik.”


“Iona, kau juga tunggu disini bersama dengan Ria.”


“Baik.”


“Kalau begitu, kami berangkat.” Aku menggunakan teleportasi untuk mengantarkan Lucy ketempat para aliansi kerajaan berkumpul.


Cukup jauh dari lembah kematian.


“Ini sangat banyak.” Aku melihat banyak sekali prajurit dan juga tenda yang didirikan disini.


“Sisanya aku yang akan urus, Ari kau bisa pergi sekarang.”


“Baik, aku serahkan bagian disini padamu.”

__ADS_1


“Ya.”


Aku pergi dan langsung berteleportasi ke tempat aliansi antar ras berada.


Hutan kematian.


“Jika dilihat-lihat lagi tempat ini menyeramkan.” Hutan kematian, aku pernah kesini sekali untuk mencari batu Kristal emas, tapi karena sebelumnya terburu-buru aku tak memperhatikan sekitar. Tempat ini berada sedikit lebih dekat dengan lembah kematian, dan juga cukup jauh dari aliansi kerajaan berada.


Setelah itu.


Di tenda para pemimpin.


“Ehhh, Reans adalah pemimpin HalfHuman?!” Aku melihat Reans yang berkumpul dengan para pemimpin ras, dan sudah pasti hal itu memang benar.


“Yo bocah, kau sudah datang. Kami sudah menunggumu mulai tadi. Tapi aku tak menyangka kalau kau juga mengenal Reans, padahal saat aku bertemu dengannya dulu dia masih bocah, tapi tak kusangka sekarang dia sudah menjadi pemimpin ras.” (Homura)


“B-begitu. Haaa, sudahlah, tak ada waktu untuk terkejut dengan hal itu. Baiklah, akan aku jelaskan untuk rencana awalannya.”


Cukup lama setelah itu.


“Menyerang bersama aliansi dari manusia, ya.” (Utarus)


“Utarus, apa ada masalah?” (Homura)


“Aku pikir, apa mereka bisa diajak bekerja sama, selain itu mereka pasti memiki dendam pada ras iblis. Aku ragu kalau mereka akan mau diajak bekerja sama.”


“Kalau untuk itu, tenang saja. Aku sudah menyiapkan beberapa rencana dan juga aku yakin dia disana sudah melakukannya dengan baik.”


“Jika kau bilang seperti itu, baiklah.”


“Raja naga, ada sesatu yang ingin aku tanyakan padamu.” (peguasa ras Drawf)


“Nou, sudah lama aku tak melihatmu, sepertinya kau baik-baik saja. Apa yang ingin kau ketahui?”


“Sejujurnya aku sudah cukup kaget melihat apa yang sudah dilakukan oleh anak muda ini, menyatakan ingin membuat aliansi dengan ras kami lalu mengubah arah peperangan dan mengumpulkan semua ras terkuat di satu tempat. Itu sudah membuatku sangat terkejut, terlebih lagi sampai membuat ras naga sepertimu ikut ambil bagian dalam hal ini.”


“Ya, itu memang mengejutkan.”


“Tapi, selain pahlawan pertama apa kita bisa mengalahkan Leiava? Meskipun mengerahkan pasukan sebanyak apapun apa kita punya kesempatan untuk mengalahkan mahluk yang diutus langsung oleh dewa itu?”


“Ada kesempatan, serangan pahlawan pertama memberikan luka yang cukup dalam, benarkan raja naga Homura.”


“Iya.”


“Jika kita menyerang daerah itu dengan sekuat tenaga, aku yakin kita bisa mengalahkannya. Bisa dibilang, luka yang dihasilkan dari pertempuran pahlawan pertama adalah kelemahan Leiava saat ini. Jika kita bisa menemukan dan menyerangnya tingkat kemenangkan kita pasti akan meningkat.”


“Jika kau berkata seperti itu dengan sangat yakin, aku akan mempercayainya.


“Terimakasih banyak.”


“Untuk rencananya seperti yang kau jelaskan tadi kan, bocah.” (Reans)


“Iya, kita akan mengirim beberapa pasukan saja untuk memeriksa dan menggali informasi lebih banyak lagi mengenai Leiava. Sejujurnya saat ini aku sedang kekurangan informasi tentang Leiava, jadi penyerangan yang terburu-buru hanya akan menyebabkan kekalahan yang konyol.”


“Aku suka dengan cara berfikirmu. Kalau begitu, aku akan menugaskan beberapa elf yang berbakat untuk melakukan tugas itu. Aku juga sudah meminta beberapa saran dari para petinggi desa, jadi aku rasa hal ini tidak masalah.” (Ruie)


“Apa yang kau katakan nenek tua, yang akan menjadi pengintai dan pencari informasi adalah ras HalfHuman.”


“Kalian berdua diamlah, kalian tidak cocok dengan hal seperti ini. Ini adalah waktunya sang ras naga untuk bersinar kembali.”


Mereka semua terlihat sangat bersemangat. “Kalian semua, terimakasih banyak.” Meskipun sempat ada pertikaian sebelumnya, tapi aku senang mereka terlihat akrab saat ini.


Beberapa saat kemudian.


“A-ada apa ini?!” Sebuah gempa besar terjadi dan yang paling penting, itu disusul oleh suara dentuman yang begitu keras. Karena hal itu kami semua keluar dari tenda dan melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


“Dia sudah muncul.” (Homura)


Leiava menunjukkan tanda-tandanya kalau dia sudah berhasil bebas dari segel pahlawan pertama. Lalu, saat gempa besar itu berhenti adalah awal dari perang besar ini. Seluruh ras yang memiliki kekuatan besar, melawan mahluk utusan dewi yang mengamuk, Leiava.


__ADS_2