Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
36


__ADS_3

Pagi hari, dan matahari belum terbit.


Aku bangun dari tidurku. “Sudah pagi, ya.” Iona masih tertidur pulas disampingku. Aku beranjak bangun dari kasur dan langsung ke kamar mandi.


“Haaaa, ada sesuatu yang aneh dikerajaan ini.” Kesan pertamaku pada kerajaan ini memang terlihat seperti kerajaan biasa, tapi ada sesuatu yang membuatku heran. “Apa tujuan mereka?” Para pembunuh itu, siapa yang menyuruh mereka, apa yang mereka inginkan, membunuh atau menangkap. Jika aku tak menemukan siapa pelaku dibalik kejadian ini aku tak bisa meninggalkan Iona disini dengan tenang.


“Ari, ya.”


“Iona, kau sudah bangun?”


“Iya, aku mau membasuh wajah, kalau kau?”


“Aku sudah selesai, kalau begitu aku keluar dulu.”


“A-Ari, nanti bisa temani aku membeli sesuatu?”


“Boleh, membeli apa?”


“I-itu, t-tunggu nanti saja.”


“Ya sudah.”


Masih dipagi hari, matahari sudah terbit sempurna.


“Toko pakaian?”


“K-kau tau, pakaianku ada dikereta kuda, jadi aku tak memiliki baju ganti selain ini.”


“Begitu, ya. Pasti seorang gadis kesulitan jika harus menggunakan pakaian yang sama, apalagi masalah pakaian dalam. Kau juga ingin membelinya?”


“Y-ya.”


“Hmmm, begitu. Kalau begitu pilihlah yang kau suka. Aku akan pergi sebentar, jika selesai tunggu saja aku akan segera kembali.”


“Kau mau kemana?”


“Ada sesuatu yang harus aku lakukan, tenang saja ini hanya sebentar akan aku selesaikan secepat mungkin.”


“Begitu, ya.”


“Kalau begitu, aku pergi.”


---


Aku berpindah ke tempat dimana kakek yang aku temui kemarin berada. “Woohooo, sihir teleportasi, sudah lama sekali aku tak melihatnya. Ahh, anak muda yang kemarin, dimana kekasihmu?”


“Dia sedang berbelanja saat ini, jadi aku meninggalkannya sebentar.”


“Haaaa, nikmatnya masa muda. Dulu aku sering sekali ditolak, mungkin karena aku sedikit aneh.”


“Sedikit aneh?”


“Aku menghabiskan banyak waktu hanya untuk berlatih dan mengembangkan banyak sihir, dan karena hal itu saat aku mencoba untuk mendekati seorang gadis hasilnya selalu saja gagal.”


“B-begitu.” Eh, kenapa aku malah mendengarkan ceritanya, aku kesini karena memiliki hal yang ingin aku tanyakan. “Kakek, aku kesini karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”


“Hoohoo, tanyakan saja. Selama aku bisa menjawab, akan aku jawab semua pertanyaanmu itu.” Aku menceritakan kejadian yang terjadi kemarin, tentang para pembunuh bayaran itu padanya. “Begitu, kemungkinan besar itu adalah pasukan khusus kerajaan.”


“Pasukan khusus kerajaan?”


“Iya, kadang yang mulia raja menyuruh untuk melenyapkan orang yang dapat menjadi masalah untuk kerajaan ini.”


“Masalah untuk kerajaan ini, ya. Kakek, kerajaan Thorwn dimata raja kira-kira seperti apa?”


“Kerajaan Thorwn, ya. Aku sudah dengar banyak kabar yang luar biasa dari kerajaan kecil itu, saat ini mungkin kerajaan itu sudah berkembang.”


“Kakek pernah kesana?”


“Haaa, itu mengingatkanku pada masa lalu. Aku pernah kesana beberapa kali, tempat yang damai dan tenang penduduknya juga sangat ramah.”


“Begitu.”


“Menurutku, saat ini yang mulia raja sedang mewaspadai apapun yang datang dari kerajaan Thorwn. Kerajaan itu berkembang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir, kabarnya beberapa bulan lalu 3 kerajaan menyerang kerajaan itu dan 3 kerajaan itu mundur. Pasukan yang mereka gunakan tidak banyak, tapi bisa mengalahkan banyak prajurit sudah jelas itu membuat kerajaan lain mewaspadainya. Kekuatan yang besar hanya akan membawa kehancuran, seharusnya kau sudah mengerti hal itu.”


“Ya, aku mengerti.”


“Tapi, ya. Jika digunakan dengan benar, kekuatan besar itu akan menjadi sebuah anugrah. Bisa dibilang, pedang yang tajam bermata 2. Jika kau salah memengangnya, maka tanganmu sendiri yang akan terluka, tapi jika kau memegangnya dengan benar kau bisa membunuh banyak musuh sekaligus. Untuk saat ini kau hanya perlu waspada saja, aku berfikir para pasukan raja juga tidak akan berani berbuat hal yang buruk pada kalian. Meskipun hal itu terjadi, kalian bisa melindungi diri dengan baik, benar’kan.”


“Iya, jika hanya melindungi diri itu mudah.”


“Kalau begitu bagus. Sebaiknya kau segera kembali, aku yakin gadismu saat ini sedang menunggumu.”


“Benar juga, kalau begitu aku akan pergi.”


“Ya, jika kau ada sesuatu yang ingin ditanyakan lagi. Datanglah ketempatku.”


“Terimakasih atas tawarannya, aku sangat menghargainya.”


“Dia sudah pergi, ya. Dia anak yang menarik, aku tak sabar ingin melihat apa yang bisa dia lakukan dimasa depan. Aku harap aku bisa melihatnya sebelum aku kembali ketanah.”


---


“Ari, kau sudah kembali. Apa urusanmu sudah selesai?”


“Iya.”


“Oh ya, bagaimana penampilanku? Apa ini cocok untukku?”


“Aku tak pintar dalam menilai seseorang, lagipula kau itu memang cantik, jadi pakaian apapun yang kau gunakan akan cocok untukmu.


“B-begitukah?”


“Iya, kalau begitu aku akan membayarnya dulu.”


“Cantik, ya. Terimakasih.”


Beberapa lama setelah itu.


“Hmmm, apa ada lain yang kau inginkan lagi?”


“Tidak ada. Aku juga sudah memiliki pakaian yang cukup dan beberapa hal lainnya.”


“Hmmm, begitukah?”


“Oh ya, aku ingin mengunjungi tempat yang akan aku tinggali.”


“Maksudmu akademi sihir?’


“Iya.”


“Kalau begitu, baiklah.” Kami kembali ke penginapan, setelah menaruh barang belanjaan kami segera menuju ke akademi sihir yang ada dikerajaan ini.


Cukup lama setelah itu.


“Wahh, jadi ini akademi sihir, ya. Terlihat sangat besar, tempat ini yang akan jadi tempat untuk aku belajar, ya. Ari, bagaimana menurutmu?”


Akademi sihir ini memang terlihat luar biasa, aku yakin pengamanan diakademi ini juga cukup ketat. “Selama kepala akademinya baik, aku tidak akan mempermasalahkannya.” Aku punya pengalaman buruk dengan kepala akademi itu.


“Begitu. Oh ya, bagaimana kalau kita masuk kedalam?”

__ADS_1


“Apa boleh?”


“Tenang saja, lagipula tempat ini akan menjadi tempat untukku belajar nantinya. Jadi, mau nanti atau sekarang tidak ada bedanya.”


“Kalau begitu, aku akan menemaimu.”


Cukup lama setelah itu.


Di dalam.


“Waaah, lihat mereka sedang berlatih sihir.”


“Iya.” Pelatihan sihir di akademi ini berbeda dari apa yang aku lakukan. “Hmm, sepertinya aku sudah melakukan kesalahan.”


“Ari ada apa?”


“Tidak ada apa-apa. Tapi untung saja penjaga tadi mengizinkan kita untuk masuk kesini.”


“Iya, aku kira tadi kita bakal dilarang, tapi setelah menjelaskan kalau aku akan mendaftar mereka mengizinkannya.”


“Aku penasaran, kira-kira pelatihan seperti apa yang akan aku dapatkan jika berlatih disini, ya?”


“Mungkin akan sama seperti mereka.”


“Bagaimana kalau kita berkeliling, mungkin saja kita bisa melihat sesuatu yang berbeda.”


“Baiklah.”


Beberapa menit kemudian.


Kami sampai disebuah tempat pelatihan.


“Wah, mereka latihan bertempur menggunakan sihir.”


“Sepertinya itu sihir untuk siswa tingkat lanjut.”


“Mereka terlihat sangat hebat.” Dia melihatnya dengan sangat senang. “Apa aku bisa menjadi seperti itu, ya?”


“Bisa, jika kau berlatih lebih keras.” (???) Seseorang perlahan mendekat.


“Siapa?”


“Ahh, maaf. Aku siswa menengah di akademi ini namaku Kuiji. Apa kalian berdua siswa baru yang akan mendaftar minggu depan?”


“Iya.” (Iona)


“Ahhh, maaf aku tidak. Pendidikanku di akademi masih belum selesai.”


“Begitu, sangat disayangkan. Meskipun begitu, kalian berdua memiliki potensi.”


“Ya, sudah banyak yang bilang hal seperti itu.”


“Apa kalian datang untuk melihat-lihat?”


“Iya.” (Iona)


“Kalau begitu, izinkan aku untuk menjadi pemandu kalian.”


“Eh? Boleh? Apa itu tidak merepotkanmu?”


“Tidak masalah, aku tidak memiliki kegiatan sekarang jadi aku sedang kosong.”


“Kalau begitu tolong bantuannya.”


Kami berkeliling dengan seorang pemandu yang baru pertama kali bertemu. “Kalian berdua dekat, ya. Apa kalian sepasang kekasih?”


“Eh?! I-itu…” Iona menatapku, tapi aku hanya diam. “Y-ya.”


“Thorwn.” Saat aku berkata seperti itu langkah kakinya terhenti.


“Kuiji, apaada yang aneh?”


“T-tidak ada, aku hanya sedikit terkejut mendengar kalian berasal dari kerajaan Thorwn.”


“Memangnya kenapa?”


“Ya, para pedagang menyebarkan beberapa rumor buruk tentang kerajaan Thorwn. Oleh karena itu aku sedikit terkejut.”


“Rumor buruk, rumor seperti apa?”


“Ya, seperti kerajaan Thorwn mempunyai naga yang ditugaskan untuk membasmi semua pasukan musuh yang mendekat, lalu tentang pasukan khusus dari kerajaan mereka yang sangat hebat. Mereka bahkan bisa mengalahkan pasukan yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah mereka. Seperti itulah rumor yang beredar.”


“Memangnya kenapa dengan hal itu?”


“Kau tau, jika sampai bisa mengendalikan ras naga itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa.”


“Bukankah ada sihir yang bisa mengendalikan naga?”


“Itu adalah sihir terlarang, jika orang yang menggunakannya tidak sanggup mereka akan mati karena kehabisan mana atau mati karena dimakan oleh naga yang mereka kendalikan sendiri. Tapi, selama ini aku tidak pernah mendengar kalau ada penyihir hebat yang tinggal dikerajaan Thorwn, oleh karena itu aku cukup terkejut mendengar rumor yang seperti itu.”


“Begitu.” Kabar itu ternyata sudah sampai ke kerajaan ini, ya meskipun itu adalah berita lama tapi kejadian itu bisa menjadi sesuatu yang berbeda bagi kerajaan lain.


“Oh ya, aku ingin bertanya tentang ujian masuknya. Apa saja yang harus aku persiapkan agar bisa masuk akademi sihir ini?”


“Hmmm, kalau tidak salah ada 3 tahap pengujian.”


“3 tahap pengujian?”


“Iya, pengetahuan umum. Kapasitas sihir, dan penggunaan sihir.”


“Begitu.”


“Lalu kalau tidak salah, setiap diakhir akan ada ujian latihan bertarung.”


“Latihan bertarung? Maksudmu bertarung seperti yang tadi itu?”


“Iya.”


“Tubuh Iona lemah, apa dia bisa tidak mengikuti ujian itu?”


“Jika memang seperti itu, sepertinya bisa. Nanti saat kau dipanggil untuk melakukan latihan bertarung, bilang saja tentang keadaan tubuhmu. Para petugas pasti akan mengerti kondisimu, dan kau bisa melewati ujian latihan itu.”


“Begitu, terimakasih atas sarannya.”


“Tidak masalah, lagipula jika memang keadaan tubuhmu seperti itu mau bagaimana lagi. Tapi, kau harus bisa lolos semua ujian awal dengan nilai yang bagus.”


“Begitu, aku akan berusaha.”


“Dengan begini, kau bisa tenang’kan.” Kuiji menatap kearahku.


“Iya.”


“Oh ya, aku belum tau nama kalian. Kalau boleh tau, nama kalian?”


“Ahh, benar juga maaf. Namaku Iona L. Thorwn, dan dia Ari.”


“Seorang putri?”


Dia mengatakannya lagi. ‘Sudahlah, aku tak peduli.’

__ADS_1


“Iya.”


“Aku tak menyangka bisa melihat putri dari kerajaan Thorwn secara langsung disini.”


“Ini hanya sebuah kebetulan saja.”


“Ahh, dan maaf atas kata-kata yang aku ucapkan tadi tentang kerajaan Thorwn.”


“Tidak masalah, lagipula itu hanya rumor kebenarannya belum terbukti.”


“Oh ya tuan putri.”


“Panggil Iona saja.”


“Ehh, aku merasa tidak nyaman. Bagaimana kalau putri Iona saja.”


“Aku rasa tidak masalah.”


“Kalau begitu, putri Iona. Kenapa anda ingin belajar ke akademi sihir yang ada dikerajaan ini?”


“Ari yang menyarankanku untuk kesini, dia bilang ini adalah tempat terbaik jika aku ingin mengembangkan kemampuan sihirku.”


“Ya, itu tidak salah sih. Tapi setahuku, informasi tentang adanya akademi sihir dikerajaan ini sangat terbatas. Aku jadi penasaran siapa yang memberitahu hal itu padamu?”


“Pangeran Lucy yang menyarankanku untuk membawa Iona kemari.”


“Pangeran Lucy? Pangeran Lucy dari kerajaan Groem?”


“Iya.”


“Begitu, jika seperti itu wajar saja. Aku sebelumnya juga pernah bertemu dengan dirinya disini.”


“Huh? Bertemu? Dia pernah kesini?”


“Dia ikut dalam ujian masuk, tapi entah kenapa saat sudah diterima dia berhenti saat itu juga. Aku pikir dia memiliki bakat yang hebat, tapi aku rasa dia tidak menyukai sihir. Oleh karena itu dia berhenti.”


“Begitu.” Ya, itu memang benar, dia sendiri yang mengatakan padaku kalau dia tidak tertarik dengan sihir. Tapi, dia pernah mendaftar kesini adalah sesuatu yang tidak aku ketahui.


“Jika ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan mengenai akademi ini silahkan tanyakan saja padaku, aku akan menjawab sebisa dan yang aku ketahui.”


“Baik.”


Hari ke 2 ini, kami berkeliling akademi sihir. Melihat hal yang asing selama ini, menjadi biasa saja disini.


Esok harinya.


Siang hari.


“Ari, ayo cepat!! Hari ini mereka seharusnya sudah sampai.”


“Haaaa, iya tunggu.” Kami sedang dalam perjalanan menuju ke gerbang utama, hari ini kereta kuda yang membawa semua keperluan Iona sudah datang.


Di gerbang utama.


“Ari, lihat mereka disana. Aku akan pergi kesana dulu.”


“Ya, aku juga akan pergi menemui mereka. Kau diam disana saja sampai aku kembali.”


“Baik.”


Di luar kerajaan.


Area hutan.


“Wakil komandan.” (Dirk)


Aku datang menemui para ketua regu.


“Dirk, Famus, Laren, dan Grild. Kalian baik-baik saja?”


“Kami semua baik-baik saja.” (Grild)


“Bagaimana? Saat perjalanan kemari apa ada yang menghadang perjalanan kalian?”


“Tida ada, semuanya baik-baik saja selama perjalanan ini berlangsung.”


“Begitu. Apa kalian bisa masuk kedalam kerajaan itu?”


“Penjagaannya sangat ketat, saya pikir masuk kedalam tanpa diketahui akan sangat sulit.”


“Begitu.” Jadi penjagaan didalam kerajaan ini hanya bisa dilakukan olehku. “Kalau begitu, kalian bisa mengawasi dari luar. Aku akan pulang setelah Iona selesai melakukan semua ujiannya, untuk sementara waktu kalian bisa melakukan apapun yang kalian inginkan. Tapi ingat, tetap waspada.”


“Baik.” Aku kembali ke dalam kerajaan.


“Ari, apa sudah selesai?”


“Iya, bagaimana dengan barang bawaanmu? Apa sudah semuanya kau periksa? Apa tidak ada yang tertinggal?”


“Iya, sudah semuanya dan tidak ada yang ketinggalan. Aku sudah menyuruh pengawal membawakannya barangnya ke penginapan.”


“Begitu.”


“Ari, kau kenapa? Kenapa kau terlihat cemas?”


“Aku hanya memikirkan sesuatu, kau tak perlu khawatir.”


“Melihatmu seperti itu mana mungkin aku bisa tidak khawatir, jika aku bisa membantu katakan saja.”


“Terimakasih, tapi aku benar-benar tidak apa-apa. Haaa, baiklah. Apa hari ini kau mau jalan-jalan?”


“Jalan-jalan? Kemana, semua tempat sudah kita kunjungi kemarin.”


“Hehe, aku punya tepat rahasia.”


“Tempat rahasia?”


“Ayo.” Aku memegang tangan Iona, dan menggunakan teleportasi.


---


“D-dimana ini?”


“Kita ada ditempat tertinggi di kerajaan ini. Menara pengaman, kalo tidak salah.”


“Menara pengaman?”


“Tempat ini adalah tempat yang jarang didatangi, jadi sangat jarang ada orang yang datang kemari. Lalu, bagaimana, apa kau menyukainya? Disini kita bisa hampir melihat keseluruhan kerajaan.”


“Aku menyukainya, pemandangannya sangat indah darisini.”


“Begitu, aku senang jika kau menyukainya.”


Suasananya begitu tenang disini dan angin yang berhenbus sangat menenangkan.


“Ari, terimakasih.”


“Untuk apa?”


“Tidak, aku hanya ingin berterimakasih saja. Kau selalu membuat hidupku menjadi lebih baik, terimakasih banyak.”

__ADS_1


“Jika hanya seperti itu, tidak perlu kau pikirkan.”


“Meskipun begitu, terimakasih.” Waktu yang tersisa, tinggal 4 hari lagi.


__ADS_2