
Sore hari, di markas khusus.
“Yo, selamat sore semua.” (Lucy)
“Pangeran Lucy, apa yang anda lakukan disini?” (Rine)
“Apa yang aku lakukan? Aku adalah wakil dari komandan, tidak masalah jika aku sekali-kali datang untuk melihat.”
“T-tapi, wakil komandan sekarang…” (Lysia)
“Begitu, ya. Sudahlah lupakan itu, lalu dimana putri Iona berada? Aku tidak melihatnya disini, dimana dia?”
“Putri sedang berada diruangannya dia sedang mengerjakan berkas, disana juga ada wakil komandan yang sedang membantunya.”
“Ahh, kalau begitu. Aku akan menghampirinya.”
Beberapa saat kemudian.
“Yo, apa yang…” (Lucy)
“Awww…” (Iona)
Aku memukul kepala Iona perlahan. “Haa, sudah aku bilang berulang kali jika ada hal yang tidak kau tau kau bisa bertanya padaku. Semuanya jadi kacau seperti ini sekarang.”
“M-maaf.”
“A-apa aku menggangu?”
“Lucy, kebetulan sekali kau datang.”
“Eh? Kebetulan?”
“Aku dengar akan ada pertemuan antar pemimpin kerajaan yang akan dilangsungkan beberapa hari kedepan.”
“Y-ya, kalau tidak salah itu ada dikerajaan Tiure, dibagian barat kerajaan Almos.”
“Kerajaan Tiure, ya. Akan lebih cepat sampai jika menumpang pada Dravin, tapi itu akan beresiko.”
“Dravin?”
“Naga yang pernah kau tumpangi.”
“Ahhh, jadi namanya Dravin. Memang benar, akan sangat beresiko jika menggunakan Dravin, meskipun menghemat banyak waktu tapi jika tidak ada yang mengawasi putri saat pertemuan itu, keamanannya akan sangat lemah.”
“Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu.”
“Ari, apa yang kau rencanakan?”
“Iona, datanglah kesana bersama dengan Lucy dan juga Risa-oneesama.”
“Risa-oneesama?” (Lucy)
“Ups, maaf kebiasaan. Sudahlah, yang penting pergilah kesana bersama dengan Lucy dan juga Risa. Bawa juga para ketua regu bersama denganmu dan juga 10 prajurit khusus itu.”
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan mengintai bersama dengan Dravin.”
“Mengintai?”
“Aku akan pergi kesuatu tempat, saat sudah selesai aku akan menyusul kalian.”
“Suatu tempat, dimana itu?”
“Iona, kau terlalu banyak bertanya.”
“Aku takut kalau kau pergi dan tidak pernah kembali lagi.”
“Haa, aku akan pergi ke kerajaan Victoria.”
“Victoria? Untuk apa?”
“Victoria, ya. Aku dengar baru-baru ini kerajaan itu memulai invasinya lagi. Setelah kalah melawan kerajaan ini, mereka kembali memulai dari bagian benua timur.” (Lucy)
“Tunggu, jadi tujuan pertemuan ini…” (Iona)
“Ya, setidaknya apa yang kau pikirkan itu benar. Untuk melawan balik kerajaan Victoria.”
“Tapi, kenapa sampai melibatkan banyak kerajaan?”
“Para pasukan dari kerajaan Victoria dipimpin oleh seorang pangeran yang sangat hebat, baik dalam strategi ataupun dalam hal lainnya. Dengan membawa 1000 pasukan saja, dia mampu menaklukan sebuah kerajaan dengan sangat mudah.” (Lucy)
__ADS_1
“I-itu mustahil.”
“Tidak, yang dikatakan Lucy itu tidaklah mustahil. Jika memiliki strategi yang matang dan juga rencana yang baik, hal seperti itu bisa saja terjadi.”
“Tapi, mereka berhasil dikalahkan saat melawan kerajaan ini. Kemungkinan mereka menginvasi kerajaan lain…”
“Untuk memperkuat pasukan, dan menyerang kerajaan ini untuk balas dendam atas kekalahan mereka. Seperti itu, benarkan, Lucy.”
“Haha, sudah kuduga kau mengetahuinya.”
“Bukankah itu sangat gawat!!”
“Ya, itu sangat gawat. Dengan strategi terbaikku sekalipun, jika sampai melebihi batas pasukan yang bisa dilawan, aku juga tidak bisa melakukan apapun.”
“Wah, seorang yang sangat jenius sepertimu sampai berkata seperti itu. Pasti keadaan yang sekarang memang benar-benar sangat gawat.”
“Ya, oleh karena itu. Lucy, bantulah Iona untuk mendapatkan bantuan dari pihak kerajaan yang lain, dengan begitu setidaknya akan sedikit menambah kekuatan pada pasukan kerajaan ini.”
“Maaf menggangu.” (Sofia)
“Ahh, Sofia, ada apa?” (Iona)
“Wakil komandan Ari menyuruhku untuk membawakan berkas tentang jumlah pasukan yang kita miliki sekarang, jadi aku membawakannya.”
“Ahh, kau bisa tarus dimeja disana.”
“Baik.” Setelah itu Sofia pergi.
“Ari, untuk apa kau mencari berkas itu?” (Iona)
“Melihat jumlah pasukan yang ada dibawah kepemimpinanmu sekarang.”
“Kau akan menyiapkan rencananya sekarang?” (Lucy)
“Bersiap dengan keadaan terburuk adalah pilihan terbaik dibandingkan menunggu keadaan terburuk itu datang.”
“Bahkan sebelum kau mengetahui apa yang belum terjadi?”
“Lucy, sepertinya kau harus belajar juga. Bersiap menghadapi semua kemungkinan yang ada, kalah, terdesak, mundur, lari atau bahkan tidak ada cara untuk memenangkan pertempuran. Semua itu adalah sebuah opsi dari sekian banyak kemungkinan terburuk, dengan memperkirakan hal seperti itu, kau bisa melihat hasil akhir yang sesuai dengan apa yang kau rencanakan.”
“Bagaimana caranya? Bahkan kau tidak tau seberapa banyak pasukan musuh dan seberapa besar kerusakan yang akan diakibatkan oleh perang yang akan datang itu.”
“Utara, ya.”
“Ya, sebelumnya kerajaan Victoria menggunakan kapal tempurnya untuk menyerang kerajaan ini. Tapi, mungkin setelah ini mereka masih akan menggunakan cara yang sama, tetapi dengan tingkat kewaspadaan yang berbeda.”
“Maksudmu mereka akan menjadi lebih waspada dari sebelumnya?”
“Ya. Kekalahan mereka akan membuat mereka menjadi lebih baik, terutama jika ada seorang yang jenius menjadi pemimpin mereka.”
“Kira Anash Victoria.” (Lucy)
“Kira Anash Victoria?”
“Itu nama pangeran dari kerajaan Victoria.” (Iona)
“Begitu, ya.”
“Kemungkinan dia adalah komandan untuk pasukan yang akan menyerang kerajaan ini. Aku juga dengar banyak kabar yang mengejutkan tentangnya, menguasai kerajaan lain dengan pasukan yang sedikit, membentuk kekuatan militer yang lebih kuat dibandingkan dengan kerajaan lain, dan bahkan menolak kerja sama dari kerajaan lain karena dianggap tidak menguntungkan.”
“Begitu, sepertinya persiapan lebih awal ini akan berdampak baik. Iona, apa kau ingat dengan penawar racun yang pernah kita gunakan untuk melawan kerajaan Victoria dulu?”
“Eh, y-ya aku ingat. Memangnya ada apa?” (Iona)
“Racun? Tunggu, jangan-jangan mereka…” (Lucy)
“Ya, hal seperti itu memang memungkinkan akan terjadi. Mereka akan menggunakan senjata yang digunakan oleh musuh sebagai senjata mereka.”
“Itu berarti , jika kita memiliki penawarnya kita pasti bisa…” (Iona)
“Tidak, sepertinya penawar yang harus kau buat kali berbeda.” (Lucy)
“Pangeran Lucy, apa maksudmu?”
“Mereka mungkin saja sudah memperkuat atau bahkan memperbaharui racun yang pernah kalian gunakan sebelumnya, jika memang seperti itu. Penawar racun yang kalian punya untuk menawarkan racun itu tidak akan berguna jika racun yang mereka miliki berbeda dari sebelumnya.”
“Tepat seperti yang dikatakan Lucy, jika aku berada di pihak yang mengalami kekalahan akibat sesuatu seperti itu, aku pasti juga akan melakukan hal yang sama. Membuat senjata yang lebih kuat dibandingkan dengan senjata yang dimiliki musuh, dengan menggunakan senjata yang juga dimiliki oleh musuh.”
“Lalu, bagaimana caramu mengatasinya?”
“Jika dia orang yang jenius, maka aku sudah menyiapkannya.”
__ADS_1
“Ari, kau sudah menyiapkannya?”
“Ya, ada 5 kombinasi yang bisa digunakan untuk memperkuat khasiat dari racun itu. Tidak ada yang ke-6 ataupun yang seterusnya.”
“Kenapa kau bisa seyakin itu?” (Lucy)
“Aku yang membuat racunnya. Lagipula didunia ini tidak ada benda ataupun barang yang bisa membuat kombinasi racun yang aku buat itu lebih dari apa yang aku sebutkan.”
“Ari, kau hebat.”
“Meskipun begitu, kau hanya memiliki 25% presentasi dari jumlah kombinasi racun itu. Jika membuat semua penawar dari semua jenis racunnya, aku ragu kalau sumber daya yang ada di kerajaan ini akan cukup untuk membuat semua itu.”
“Ya, kau memang benar. Presentase ketepatan hanya 25% tidak lebih dari itu.”
“Tunggu, bukannya biasanya 20%, kenapa bisa 25%?” (Iona)
“Karena kombinasi racun pertama tidak akan mereka gunakan, mereka pasti sudah memikirkannya. Tidak melakukan kombinasi apapun terhadap racun yang didapat, itu sama saja dengan memancing dengan kail tanpa umpan.”
“Kau menggunakan uangkapan yang tidak aku mengerti.”
“Intinya, mereka tidak mungkin menggunakan senjata yang sama seperti yang musuh mereka gunakan, itu akan percuma karena musuh pasti sudah tau kelemahan senjata mereka sendiri.” (Lucy)
“Ahh, begitu.”
“Lucy, terimakasih karena sudah menjelaskan.”
“Lalu, tentang 25% itu, apa yang akan kau lakukan… Tunggu, jangan bilang…”
“Kau menyadarinya, ya.”
“Eh? Ada apa? Apa yang sudah disadari oleh Lucy?”
“Kau berniat untuk menyusup dan melihat secara langsung racun apa yang mereka buat, itulah alasanmu ingin pergi ke kerajaan Victoria.”
“Kau benar, hanya itu satu-satunya cara untuk membuat kemungkinan 25% itu menjadi 100%. Jika seperti itu, ini akan menjadi sebuah kemenangan mutlak untuk kita.”
“Tapi, bagaimana dengan resikonya, bukankah pasti resikonya akan sangat besar.” (Iona)
“Hal itu memang benar, tapi setidaknya hal ini harus dilakukan.”
“Kenapa harus kau, bagaimana jika menyuruh orang lain saja.”
“Itu tidak mungkin. Selain diriku, tidak ada yang tau jenis penawar racun apa yang harus dibuat, oleh karena itu aku sendiri yang harus kesana untuk memastikannya.”
“Tapi…”
“Iona, tenanglah.”
“Tapi…”
“Tenanglah.”
“Baik…” Iona mulai tenang.
“Sesuai dengan instruksiku, Iona, Lucy, dan juga Risa akan pergi ke pertemuan itu. Lucy, berapa hari perjalanan yang akan ditempuh menggunakan kereta kuda?”
“Hmm, jika tidak salah, 6-7 hari perjalanan. Kemungkinan di hari ke-3 kita akan sampai dan berhenti di kerajaan Almos, lalu setelah itu kembali melanjutkan perjalanan dan di hari ke-3 atau 4 kita baru akan sampai ke kerajaan Tiure.”
“Begitu. Kalau begitu, jika aku tidak sampai saat rapat itu dimulai. Kau yang harus membantu Iona, seperti yang pernah kau lakukan sebelumnya.”
“Aku? Apa yang pernah aku lakukan sebelumnya?”
“Aku juga tidak ingat, tapi aku menyerahkan tugas itu padamu. Buat para perwakilan itu bersedia membantu kerajaan ini.”
“Bagaimana jika gagal?”
“Gunakan opsi ke-2.”
“Opsi ke-2?”
“Opsi ke-2? Apa itu?”
“Tenanglah, aku yang akan mengurusnya, kalian bisa lakukan sesuai dengan rencana.”
“Rencana, memangnya rencana apa yang sudah kita diskusikan disini?”
“Entahlah, tapi lakukan saja apa yang seharusnya dilakukan. Baiklah, semuanya tolong kerjasamanya. Demi keberhasilan dan kejayaan.”
“Y-ya.” Rapat singkat dan juga pembahasan rencana singkat sudah selesai, dan hari eksekusinya adalah…
“Eh? Besok!!” (Lucy & Iona)
__ADS_1