Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
66


__ADS_3

Sementara itu.


Siang hari di taman bunga yang ada ditengah hutan.


“Sialan!!! Kenapa?! Kenapa bisa seperti ini!!” Rasa sakit ini tak kunjung menghilang dan ini terasa begitu menyakitkan.


Ketika selama ini sisi kelam yang disembunyikan bangkit, apa yang akan terjadi? Kehancuran, kesedihan, kemarahan, kesengsaraan, kemusnahan, atau kegelapan abadi. Semua itu akan muncul pada waktunya, dan ini adalah…


“AHHGGG!!!! AAAHHHHHHH!!!!!” Seluruh bagian tubuhku terasa begitu sakit. Kegelapan, sifat yang selama ini tidak pernah aku tunjukkan muncul. “Aku, tidak akan kalah.” Aku mencba untuk menekan sifat itu sekuat tenaga dan berhasil. “Gwaaahhhh!!” Mulutku mengeluarkan darah.


Reaksi penolakan, kegelapan yang ada padaku menolak untuk dikembalikan dan ini menyebabkan diriku menjadi seperti ini. “K-kenapa harus disaat seperti ini.” Aku duduk dibawah pohon besar ini dan mencoba untuk menengkan diri.


“Ini menyebalkan.” Tubuhku terasa sangat lemah sekarang, menggunakan teleportasi saat aku belum pulih seutuhnya dan menahan rasa sakit ini sangat menguras banyak sekali tenaga. “Haaaa, merepotkan.” Kemungkinan saat ini Iona sudah menganggapku sebagai demon elf, pertanyaannya tadi tidak bisa aku jawab. Aku melupakannya, tujuanku membuat pasukan khusus dan kenapa aku membuatnya, dan kapan. Aku melupakannya.


“Setidaknya, ingatan tentang hal itu masih ada.” Pasukan khusus yang dipimpin oleh 4 ketua regu, hanya itu yang bisa aku ingat, nama dan juga hal lain tentang pasukan khusus yang lain sudah lenyap dari ingatanku. “Sial, aku tidak bisa mengingatnya.” Aku mencoba untuk mengingatnya kembali, tapi itu sia-sia aku tak bisa mengingat apapun.


Meskipun begitu, ada 1 hal yang terpikirkan olehku. “Jika aku mengatakan yang sebenarnya, apa dia akan mempercayaiku?”


Beberapa menit setelah itu.


“Haaa, aku harus menenangkan diri.” Meskipun tidak ingat tentang pasukan khusus, aku harus tetap tenang. Baik wajah, nama, dan jugasemua hal tentang pasukan khusus aku melupaknnya, tapi setidaknya aku mengetahui kalau ada 4 ketua regu yang memimpin mereka. “Itu sudah cukup, sisanya aku hanya perlu mencari informasi lagi tentang mereka. Dengan begitu, aku bisa…” Aku merasakan sesuatu yang mendekat.


“Naga…” Seekor naga mendekat. “T-tidak, itu… D-ravin.” Aku masih mengingatnya, naga yang aku selamatkan.


Ia mendarat disini dan seseorang turun dari atasnya. “Iona.” Dravin pergi meninggalkannya, dan tepat saat itu Iona langsung berlari kearahku.


“Ari!!”Ia melompat dan langsung memelukku, aku yang tak siap dengan hal itu terjatuh. “Ari, Ari, maafkan aku… Aku minta maaf, aku sungguh minta maaf.”


“Iona, ada apa? Kenapa kau meminta maaf?”


“Aku sudah mendengar semuanya dari pangeran Lucy, aku sungguh minta maaf, maafkan aku, maafkan aku. Maafkan aku karena sudah meragukanmu, aku sungguh minta maaf.”


“Tidak perlu meminta maaf, dalam hal ini aku yang salah. Seharusnya aku memberitahumu lebih awal, tapi karena aku tak ingin membuatmu khawatir aku menyembunyikannya dan malah jadi seperti ini.”


“Meskipun begitu, aku sungguh minta maaf. Aku sempat meragukanmu, dan aku… Aku… Maafkan aku.”


Aku mepelas pelukannya dan melihat wajahnya. Dia menangis, perlahan aku menghapus air matanya yang menetes. “Maaf sudah membuatmu menangis.”


“Jangan melihatku, aku akan terlihat sangat jelek jika sedang menangis.” Ia mengatakan hal itu sambil menghapus air matanya menggunakan tangannya.


Aku merepon ucapannya dengan senyuman.


Beberapa lama setelah itu.


Iona berhenti menangis. “Kau sudah tenang?”


“Iya.”


“Haaaa, tempat ini memang yang terbaik.”


“Kau benar.”


“Oh ya, ngomong-ngomong bagaimana kau tau kalau aku ada disini? Dan bagaimana caramu kemari?”


“Saat pangeran Lucy memberitahu tentang rahasia yang kau sembunyikan padaku, aku langsung kembali ke istana langit, tapi kau tidak ada disana. Aku sudah mencarimu ke seluruh tempat, tapi aku tak menemukanmu.”


“Kau mencariku keseluruh tempat?”


“Iya, setelah itu aku kembali ke markas dan mencarimu disana. Lalu, saat itu aku baru ingat kalau kau pasti akan ada ditempat ini. Oleh karena itu aku langsung pergi kemari.”

__ADS_1


“Bagaimana kau tau?”


“Aku adalah istrimu, jadi aku mengetahuinya… Tidak, sejujurnya, tempat ini adalah tempat yang paling aku sukai, aku pikir karena aku menyukai tempat ini kau pasti juga akan menyukainya, oleh karena itu aku kemari.”


“Begitu.”


“Tapi, jika saja kau tidak ada ditempat ini aku tak tau kemana lagi aku harus mencarimu. Jujur saja, jika aku tidak menemukanmu ditempat ini mungkin sekarang aku sudah merasa sangat bersalah karena sudah mengatakan hal seperti itu padamu.”


“Maaf sudah membuatmu cemas.” Aku mengatakan hal itu sembari mengelus kepalanya. “Aku kemari hanya untuk menenangkan diri, dan juga sedikit istirahat.”


“Ari, berapa banyak ingatanmu yang hilang?”


“Entahlah, aku tak bisa memastikannya. Aku juga tak tau ingatan apa saja yang hilang.”


“Begitu, ya. Apa ingatan tentangku juga menghilang?”


“Tidak, ingatan tentangmu masih ada.”


“Begitu, syukurlah. Aku pikir ingatan tentangku juga ikut menghilang.”


“Ingatanmu sudah aku simpan dengan rapat, jadi tidak akan terhapus.”


“Ari, kenapa ingatanmu terhapus. Aku tau, jika seseorang menggunakan sihir secara berlebihan maka sebagai gantinya energi kehidupannya akan dikuras, tapi kenapa dalam kasusmu harus ingatanmu?”


“Mungkin saja, karena untukku sesuatu yang paling berharga selain dirimu adalah ingatanku.”


“Sesuatu yang paling berharga selain diriku.”


“Untuk orang lain, nyawa mereka adalah yang paling berharga, tapi untukku dirimu lebih penting daripada hidupku sendiri. Dan begitupula dengan ingatanku, mungkin saja itu penyebabnya.”


“Itu sangat tidak masuk akal.”


“Ari, apa kau tidak masalah dengan hal ini?!”


“Ya, aku sedikit bermasalah, tapi selama tidak berlebihan dalam menggunakan sihir aku akan baik-baik saja. Ingatanku tidak akan hilang, mungkin aku hanya akan kehabisan tenaga saja dan dengan istirahat aku akan pulih dalam waktu beberapa jam saja.”


“Kau berbohong, kau sama sekali tidak baik-baik saja. Ingatan yang hilang, itu lebih menyeramkan dari kematian itu sendiri. Orang lain akan mengingatmu, tapi kau akan melupakan orang lain, baik keluarga, teman dan bahkan dirimu sendiri, kau akan melupakan semuanya. Bagaimana kau bisa baik-baik saja dengan semua itu.”


“Haha, aku memang tidak bisa membohongimu, ya. Ya, sejujurnya aku takut jika semua ingatanku ini lenyap, tapi aku akan lebih takut lagi jika sesuatu hal yang tak aku inginkan menimpamu. Oleh karena itu, meskipun tau dengan resikonya aku tetap menggunakannya.”


“Maaf.”


“Kenapa kau meminta maaf?”


“Aku tak tau, tapi aku merasa semua ini adalah salahku. Maafkan aku.”


“Haaaa, kau tidak ada hubungannya.”


“Kau melakukan itu hanya untukku, sudah jelas aku merasa sangat bersalah. Hanya demi diriku, kau sampai melakukan hal ini… Kenapa, apa ada yang aneh? Kenapa kau tersenyum?!”


Mendengarnya berkata seperti itu, aku tersenyum. “Ya kau tau, sedari awal alasanku tinggal didunia ini adalah karena untukmu. Jika saja aku tidak pernah bertemu ataupun menggantikan tempatmu, mungkin aku tak akan ada didunia ini.”


“Itu sudah jelas.”


“Jika seperti itu, saat alasanku untuk hidup didunia ini tidak ada apa yang akan terjadi padaku?”


“Aku… tidak tau.”


“Jika sampai terjadi sesuatu padamu maka aku akan menyesalinya seumur hidupku, dan meskipun aku tidak bisa menyelamatkan dunia ini kau adalah satu-satunya orang yang akan aku selamatkan apapun caranya. Itulah arti dirimu untukku, kau lebih penting daripada apapun. Oleh karena itu, jika aku harus mengorbankan sesuatu demi melindungimu maka akan aku lakukan, karena kau adalah alasanku untuk tetap bisa bertahan hidup. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kau mati.”

__ADS_1


“Begitu, aku sangat menghargainya. Terimakasih. Tapi, apa kau memikirkan hal yang sama ketika sesuatu terjadi padamu.”


“Huh?”


“Saat terjadi sesuatu padamu, apa kau memikirkan perasaanku?”


“Ya, selama ini aku selalu memikirkannya, apa yang sebenarnya kau rasakan tapi kau tau aku diam dan hanya melihatnya. Saat melihatku terluka, sakit, dan bahkan saat ada hal buruk yang menimpaku, aku selalu memikirkannya. Apa yang kau rasakan saat aku mengalami semua itu, aku memikirkannya.”


“Jika seperti itu…”


“Kau selalu egois, tapi maafkan aku.”


“Ari.”


“Maafkan aku karena selama ini sudah membuatmu sangat khawatir padaku.”


“Begitu, ya… Jika seperti itu, Ari aku memiliki 1 permintaan untukmu.”


“Huh? Apa?”


“Izinkan aku untuk ikut dalam… Awww… K-kenapa, bisanya kau hanya menjitak dahiku saja.”


Aku memuluk kepalanya. “Itu bukan hal yang bagus, membiarkanmu ikut kedalam situasi ini saja sudah membuatku was-was.”


“Ari, jangan-jangan alasanmu pulang dengan keadaan seperti itu…”


“Iya iya, apa kau mau protes?! Para pasukan kerajaan tidak akan bisa melawan banyak monster sekaligus, aku membasmi semuanya monster yang mengarah ke arah perkemahan yang kau tempati. Meskipun begitu, masih saja ada yang lewat.”


“Begitu, apa aku hanya menggangu pertempuran ini? Apa tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu, setidaknya membantu untuk meringankan bebanmu.”


Aku mengelus kepalanya. “Sudah aku bilang sebelumnya. Diam ditempat yang aman adalah caramu untuk meringankan bebanku.”


“Tapi, aku ingin membantumu, aku tak bisa jika hanya melihat saja. Oleh karena itu, aku… Aku…”


“Haaa, aku sudah menduganya. Tapi, kau itu sangat lemah, sangat sangat lemah. Jujur saja, kau tidak akan bisa membantu, jika kau bersamaku saat pertempuran kau hanya akan menjadi penghalang yang menghambatku.”


“Begitu, maaf. Maafk karena tidak bisa membantumu.”


Meskipun terdengar sangat kejam, tapi itu adalah kenyataannya. “Tidak masalah, lagipula aku bisa melakukannya sendiri.” Sebenarnya bukan itu, alasan terbesarku adalah untuk tidak membiarkan Iona merasakan pahitnya sebuah pertempuran, tangan ini sudah berlumuran darah dan aku tak ingin mengotori tangannya juga meskipun melawan monster sekalipun. Dia harus tetap jadi seperti itu, gadis yang polos dan egois.


“Baiklah, tapi aku tetap ingin membantu.”


Dia juga keras kepala. “Haaaa, ya sudah. Tapi bantu dibarisan belakang, sebagai tenaga medis.”


“Baik.”


Setelah itu, aku menjatuhkan kepalaku kepahanya. “Iona, bangunkan aku saat sudah sore nanti.”


“Ya.”


Aku senang ini berakhir, kesalahpahaman ini dan dengan ini mungkin aku harap aku bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, sebuah rencana besar.


Pagi hari, hutan kematian. Aliansi ras.


“Bocah, apa kau sudah baik-baik saja?” (Homura)


“Ya, aku sudah cukup istirahat. Informasi yang kalian kalian tulis untukku sudah aku baca.”


“Berarti sekarang kita sudah bisa mulai.”

__ADS_1


“Ya, informasinya juga sudah cukup dan sekarang waktunya. Serangan besar dimulai. Rencana pemusnahan Leiava, siap dilaksanakan.”


__ADS_2