Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
46


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, dan besok adalah waktunya.


Istana.


“Bukankah ini terlalu mewah.”


“Pernikahan seorang putri kerajaan memang akan menjadi sangat mewah seperti ini.” (Lucy)


“Hmmm, kapan kau akan menyusul?”


“Hah, candanmu sangat bagus. Masih ada bayak pekerjaan yang harus aku lakukan.”


“Jangan menggunakan kalimat yang sering aku gunakan, itu tidak cocok denganmu.”


“Hahahaha… Aku sudah merencanakannya, mungkin sampai keadaan ini sedikit mereda. Selain itu, sepertinya Ria masih belum siap.”


“Jika seperti itu, mau bagaimana lagi.”


Aku dan Lucy melanjutkan berkeliling sambil memeriksa keadaan, ini dilakukan agar tidak ada kejadian buruk yang terjadi bisa dibilang pencegahan.


“Ari.”


“Ada apa?”


“Dengan menikahi putri, kau pasti sudah tau resikonya.”


“Aku sudah tau.”


“Aku hanya ingin mengatakannya, saja. Mungkin ada orang yang akan menentang pernikahan ini, jika sampai hal itu terjadi apa yang akan kau lakukan? Selain itu, tidak ada keuntungan yang bisa didapat dari pernikahan ini. Aku yakin akan ada pihak yang sebenarnya menentang dan mencoba untuk membatalkan pernikahanmu.”


“Ya, aku mengakuinya memang akan ada sebagian pihak yang mungkin akan melakukan itu. Tapi, kau tau. Ini adalah sesuatu yang sebenarnya diinginkan oleh Iona, dan lagi setelah sekian lama akhirnya aku bisa mengucapkannya.”


“Tugasmu dari dewi sudah selesai?”


“Tidak, masih belum. Hanya saja.”


“Hanya saja?”


“Kotrak perjanjianku dengan dewi sudah berakhir, bisa dibilang kontrak itu berakhir tepat saat aku mati waktu itu.”


“Begitu. Pantas saja sikapmu berubah setelah kejadian itu, aku pikir kau mengabaikannya ternyata tidak seperti yang aku pikirkan. Jika seperti itu, aku Lucy dari kerajaan Groem, akan membantu untuk membuat acara ini berjalan dengan lancar.”


“Haha, aku tak pernah melihatmu berbicara dengan menggunakan kerajaanmu sebelumnya.”


“Ini adalah sebuah ikatan pertemanan, sejujurnya jika sampai gagal aku tak ingin melihat wajah komandan kita sedih. Bukankah hal itu juga yang kau inginkan.”


“Benar. Kalau begitu, saat kau memutuskan untuk menikah dimasa depan, aku juga akan melakukan hal yang sama.”


“Sepakat.”


“Ya.”


“Oh ya, ngomong-ngomong jika kau menikah dengan putri, yang akan menjadi raja selanjutnya itu berarti adalah kau.”


“Ahhh, aku sudah bilang kalau aku hanya akan bekerja dibalik layar saja.”


“Hmmm, jika seperti itu. Berarti yang akan menjadi raja selanjutnya, anakmu.”


“Hey, itu terlalu cepat. Selain itu aku tak yakin kalau Iona akan siap dengan hal seperti itu.”


“Aku hanya memberitahu, selain itu aku tak yakin kalau raja dan juga ratu akan menunggu. Yang ada dipikiran mereka mungkin, akhirnya aku akan segera memiliki cucu, seperti itu.”


“Pemikiranmu itu sangat liar.”


“Liar atau tidak, itulah yang orang tua inginkan saat melihat putra ataupun putri mereka menikah.”


“Ya, jika semuanya berjalan dengan lancar mungkin hal itu bisa terjadi.”


“Haaaa, aku tak sabar ingin menjadi seorang paman.”


“Sialan kau, ternyata seperti itu.”


“Hahahahaha… Kalau begitu, aku akan menunggu kabar baik darimu. Aku akan memeriksa tempat lain, sampai jumpa lagi nanti.” Kami berpisah.


Beberapa lama setelah itu.


Istana.


“Wakil komandan.” (Famus)


Famus tiba-tiba saja datang kemari. “Famus, apa apa?”


“Ada pergerakan yang mencurigakan dari beberapa petinggi kerajaan, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu yang buruk.”


“Begitu.” Mereka sudah memulainya. Tapi, aku tak ingin acara ini berantakan, jika sampai hal seperti itu terjadi ini pasti akan melukai hati Iona dan aku tak ingin melihatnya seperti itu. “Terus awasi mereka, jika ada kabar baru segera kabari aku dan jika mereka sudah berbuat yang diluar kendali, tangkap mereka dan bawa barang bukti mereka.”


“Baik, saya akan menyampaikannya pada yang lain.” Famus pergi.


“Hmmm, sepertinya mereka juga sudah mulai bergerak.” Para petinggi yang menentang pernikahan ini, karena sedari awal aku memang tidak menyukai para petinggi itu dan yang lebih penting, aku sudah menyuruh raja untuk mengganti mereka tapi perkataanku tidak didengar. “Haaaaa, sepertinya jabatanku harus tinggi dulu untuk bisa didengar.” Jabatan yang aku miliki sekarang, tidak ada. Sebutan wakil komandan itu hanyalah sebuah pengalihan saja agar aku bisa membantu Iona, sebenarnya aku tidak memiliki jabatan yang pasti diatas kertas. Itulah alasannya kenapa aku tidak mendapatkan gaji. Diatas kertas, yang ada hanyalah nama Iona sebagai seorang komandan, dan juga Lucy sebagai wakil komandan sedangkan aku tidak ada.


Cukup lama setelah itu.


“Ari, kau darimana saja? Aku mencarimu daritadi.”


Aku bertemu dengan Iona saat sedang berkeliling. “Aku hanya melihat-lihat keadaan saja.”


“Apa yang kau lakukan, ayo cepat ikut.”


“Ehhh, k-kenapa?”


“Kau harus mencoba baju yang akan kau gunakan besok. Kak Risa susah menunggu.”


“B-bukannya aku sudah mencobanya kemarin saat membelinya.”


“Sudah, ayo cepat.” Iona menarikku pergi.


Setelah itu.


Di kamar Iona.


“Wahhh, Ari kau sangat tampan.” (Iona)


“Hmm, itu benar. Kau terlihat sedikit dewasa. Bagaimana dengan ukurannya? Apa sudah pas denganmu?” (Risa)


“Iya, sebelumnya kan aku sudah mencobanya.” Saat ini aku tengah dipaksa untuk menggunakan baju yang akan aku gunakan besok.


“Begitu.”


“Jika tidak ada lagi, aku akan pergi.”


“Tunggu, apa kau tidak ingin melihat baju pengantin Iona?” (Risa)


“Aku mau.” Entah kenapa secara spontal aku mengatakan itu.


“K-kak Risa…” (Iona)


“Wah bersemangat sekali, tapi tunggu besok saja deh. Jika hari ini kejutannya tidak akan berasa.”


“Haaaa, ya sudah.”


Cukup lama setelah itu.


“Wakil komandan.” (Dirk)

__ADS_1


“Dirk, ada apa? Apa ada sesuatu?” Dirk datang kemari, itu berarti ada masalah.


“Petinggi kerajaan mulai melancarkan serangan mereka.”


“Hmmm, sudah dimulai, ya.”


“Serangan? Serangan apa?” (Risa)


“Begini Risa-oneesama. Ada beberapa pihak yang tak setuju dengan pernikahan ini karena tidak akan mendapatkan keuntungan apapun bagi kerajaan, karena itu para petinggi berencana untuk membatalkan pernikahan ini.”


“I-itu tidak mungkin. Aku tidak mau jika sampai ini dibatalkan, selama ini aku sudah memimpikan hal ini. Jika harus dibatalkan, aku…” (Iona)


“Tenang saja, serahkan semuanya padaku. Aku akan melakukan sesuatu agar semuanya berjalan dengan lancar. Kalau begitu,aku akan pergi. Dirk, segera panggil ketua regu yang lain ke ruang rapat.”


“Baik.”


Aku pergi.


Setelah cukup lama.


Markas khusus, ruang rapat.


“Hmmm, jadi begitu.” Aku baru saja mendengarkan penjelasan dari para ketua regu mengenai keadaan saat ini. “Jadi mereka meminta bantuan dari kerajaan lain untuk mengacaukan acara pernikahan ini, ya.”


“Iya, itu benar. Tapi kami sudah berhasil menangkaporang yang ingin mengantarkan surat itu pada kerajaan yang akan terkait dengan rencana ini.”


“Itu bagus, setidaknya kita sudah memiliki bukti. Dengan begini mereka tidak akan bisa mengelak lagi. Meskipun begitu, besok aku ingin kalian semua berjaga. Suruh pasukan assassin untuk mengintai, menyamar menjadi tamupun tidak masalah. Jika ada orang yang mencurigakan langsung sergap dan tangkap. Dan jika bisa, dapatkan sebanyak mungkin informasi darinya.”


“Baik.”


“Oh ya, mungkin sedikit terlambat. Tapi, aku mengundang kalian semua untuk datang ke pernikahanku dengan Iona besok.”


“B-benarkah itu wakil komandan?!” (Grild)


“Iya. Jika mau, kalian juga bisa mengajak keluarga kalian untuk ikut.”


“Tapi, bukankah ini pernikahan putri raja.” (Laren)


“Terus, kenapa?”


“Akan aneh jika ada rakyat biasa yang ikut acara ini, selain itu saya yakin pasti tamu undangan adalah para bangsawan dan juga raja dari kerajaan tetangga.”


“Aku sudah mengatakan ini berulang kali, ditempat ini, kita semua adalah keluarga. Sudah bertahun-tahun kalian semua bekerja disini, sudah jelas semua yang ada disini adalah keluarga. Aku yakin Iona juga akan sangat senang jika kalian bisa datang. Bukankah kalian juga ingin melihat komandan yang kalian hormati itu tersenyum bahagia dihari bahagianya. Jika kalian datang, aku yakin dia pasti akan tambah bahagia. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk kalian tidak datang.”


“Kalau begitu, baiklah. Seperti yang wakil komandan tau, kami tidak ingin membuat komandan kecewa.” (Famus)


“Bagus. Kalau begitu, aku akan menunggu kalian saat acaranya dimulai, jangan sampai ada yang tidak datang, ya.”


“Tenang saja wakil komandan, kami pasti akan datang.”


“Baiklah, akan aku tunggu. Haaaa, rapat kali ini berakhir. Kalian bisa bubar.”


“Baik.”


Beberapa menit setelah itu.


“Ahhh, kau ada disini ternyata. Aku mencarimu mulai tadi, lo.” (Lucy)


“Lucy, ya. Ada apa?”


“Aku barusan sebelum kemari berpapasan dengan putri, sepertinya dia mencarimu.”


“Begitu… Haaaaa, aku ingin istirahat sebentar.”


“Oh ya, apa kau sudah siap untuk pernikahanmu besok?”


“Jangan tanyakan hal itu, aku sedang sangat lelah hari ini.”


“Aku hanya sedang lelah saja, baik fisik dan juga mentalku. Untuk pertama kalinya aku akan tampil didepan umum sebagai orang penting, jika boleh jujur sebenarnya aku kurang siap dengan hal semacam ini.”


“Pernikahan?”


“Bukan, aku tak mempermasalahkan hal itu. Tapi identitasku, kau bisa anggap orang yang tak memiliki keluarga dan jugagelar sepertiku akan muncul sebagai suami seorang putri. Aku yakin tanggapan dan juga pandangan setiap orang akan berbeda saat melihatku.”


“Jadi itu yang kau permasalahkan?”


“Sebisa mungkin aku akan menghindari hal yang dapat membuatku mencolok, jika aku berkata seperti itu dikondisi seperti ini hal seperti itu tidak bisa aku lakukan.”


“Iya, kau memang benar. Karena bisa dibilang kau adalah bintang utamanya, kau memang akan menjadi pusat perhatian.”


“Haaaa, bagaimana jika aku mempermalukan diriku sendiri nanti.”


“Itu yang kau cemaskan ternyata. Apa kau gugup?”


“Aghhh, aku tak bisa menunjukkan sikapku ini pada orang lain. Iya, aku memang gugup. Kau pikir aku ini apa tidak gugup saat menjelang acara penikahanku sendiri.”


“Hahahaha, ternyata kau juga memiliki sifat seperti itu juga.”


“Aku ini juga manusia, tentu saja aku memilikinya. Haaaaa, kau tau sebenarnya aku sudah cukup lelah menjadi orang yang tak terduga. Tapi, saat berbincang bersamamu seperti ini aku merasa sedikit bebas dari hal itu, aku bisa membicarakan hal yang ingin aku bicarakan dengan bebas jika itu kau.”


“Begitu. Lalu, saat kau berbiacara dengan putri?”


“Saat aku berbicara dengannya, aku menjadi lebih tenang. Aku bisa membicarakan hal yang tidak bisa aku bicarakan dengan orang lain.”


“Seperti itu, ya.”


“Lucy, apa aku harus tetap berpura-pura dan bersikap seperti ini?”


“Itu terserah padamu, tapi aku cukup yakin kau tidakingin melakukannya. Meskipun begitu, aku merasa kau terlalu terikat erat dengan sikap itu sampai kau tidak sadar sudah menjadikan sifatmu itu sebagai ciri khasmu sendiri.”


“Jika bisa, aku ingin menjadi diriku sendiri. Setidaknya 1 hari, tidak 1 jam saja sudah cukup. Setelah itu mungkin aku bisa sedikit berubah.”


“Jika itu yang kau inginkan, kenapa tidak. Lagipula saat kau sudah menikah, aku sarankan kau untuk lebih terbuka lagi dengan putri, sejujurnya dimataku kau itu masih sangat misterius. Meskipun kau mengatakan hal seperti itu, aku tak yakin apa itu dirimu yang asli yang mengatakannya ataukah itu hanyalah sebuah sandiwara yang kau lakukan. Aku tak tau, pokoknya yang penting kau harus melakukan yang terbaik untuk besok, jangan sampai membuatnya sedih.”


“Begitu. Sepertinya kau ada benarnya. Aku harus menyiapkan diri untuk besok, aku yakin besok akan jadi hari yang sangat melelahkan untukku.”


“Kalau begitu, selamat berjuang untuk besok.”


Esoknya.


Kamar tamu.


“Tunggu, sepertinya masih ada yang kurang.” (Lucy)


“Hey hey, ayolah ini sudah lengkap apalagi yang kurang.” Aku bersiap-siap di ruang tamu dan saat ini yang membantuku adalah Lucy.


“Entahlah, tapi aku rasa masih ada yang kurang.”


“Kau tidak pandai dalam hal seperti ini. Haaaa, kenapa aku menyerahkan hal seperti ini pada orang sepertimu, seharunya aku menyerahkan pada orang yang ahli saja.” Lucy ingin membantuku bersiap-siap dan karena itu menjadi seperti sekarang, jika saja aku tau akan jadi seperti ini aku mungkin tadi akan menolaknya.


“Jangan seperti itu, aku ini termasuk orang yang paham dengan hal-hal semacam ini. Jangan meremehkanku.”


Beberapa menit setelah itu.


“Nah, sudah selesai. Bagaimana? Apa sudah bagus? Menurutku sih sudah, kau terlihat keren dan juga tampan, meskipun kalah tampan denganku.”


“Kenapa kau bertanya dan menjawab sendiri.” Aku melihat ke cermin. “Hmmm, lumayan untuk seorang pemula.”


“Aku bukan pemula, aku hanya sedang tidak kreatif saja.”


“Terserah. Kalau begitu, aku akan pergi.”


“Ya, semoga berhasil.”

__ADS_1


“Kau juga.”


“Iya.” Aku pergi menuju ke tempat acara.


\=\=\=


“Baiklah, sekarang waktuku untuk bekerja.” Tugasku adalah untuk mengawasi hal yang mencurigakan yang bisa mengacaukan pernikahan Ari dan juga putri, tapi tugasku menjadi sedikit ringan karena ada bantuan dari para assassin yang menyamar di kerumunan para tamu undangan. “Waktunya berangkat.”


Di acara pesta.


“Cukup ramai, ini sedikit menyulitkan.” Aku tak menyangka akan seramai ini, dan ini jelas akan membuatku sedikit kesulitan untuk mencari orang yang mencurigakan. ‘Sebaiknya aku mencari tempat yang lebih tinggi agar pandanganku lebih luas.’


Beberapa saat kemudian.


“Disini lebih baik.” Di lantai 2, aku bisa melihat semuanya lebih jelas dari sini, meskipun begitu kerumunan yang ada dilantai ini juga ramai meskipun tidak seramai di lantai 1. “Ternyata memang lebih banyak dari apa yang aku bayangkan.”


“Perhatian, tuan putri Iona akan segera memasuki ruangan.”


“Sepertinya untuk saat ini akan baik-baik saja.” Karena masih belum ada pergerakan yang mencurigakan, aku putuskan untuk sedikit fokus pada acaranya.


Putri Iona mulai memasuki ruangan. “Cantik sekali.” Itulah kata pertama yang aku ucapkan saat melihatnya. Seluruh mata tertuju padanya, termasuk diriku. “Ahhh, tidak tidak, aku sudah punya Ria. Aku harus fokus.” Melihat penampilan putri Iona hari ini memang sangat mengagumkan, cantik, anggun dan juga elegan. “Aku pikir Ria juga akan terlihat cantik jika menggunakan gaun indah dan perhiasan mewah seperti itu.” Entah kenapa aku malah membandingkan mereka berdua. “Haaa, fokus, aku harus tetap fokus pada tugasku.” Tugasku disini bukan sebagai penilai, tapi untuk mengamati keadaan sekitar.


Beberapa saat kemudian.


Saat Ari mulai mengucapkan janji suci pernikahan. “Itu dia.” Aku menemukan orang yang terlihat sangat mencurigakan, karena hal itu aku langsung memberi tanda pada para assassin yang ada disini untuk meringkusnya secara diam-diam.


Diluar ruangan.


“Wakil komandan, kami sudah menangkapnya. Saat ini orang itu ada diruang tahanan.”


“Korek sebanyak mungkin informasi darinya, dan ingat jangan sampai membunuhnya.”


“Baik. Kalau begitu, kami akan melanjutkan pengawasan.” Mereka pergi.


“Haaaa, sepertinya aku masih belum bisa menikmati pesta ini.” Aku kembali masuk dan saat aku masuk. “Aku terlambat, ya.” Upacaranya sudah selesai, dan aku melewatkan moment ciuman putri dan Ari. “Haaaa, sudahlah.” Tak ada lagi bahan yang bisa aku katakan untuk mengejeknya. Padahal aku ingin melakukannya setelah pesta ini selesai.


“Lucy, bagaimana?” (Ari) Ari dan juga putri datang menghampiriku.


“Ya, aku berhasil menangkap 1.”


“Terimakasih atas kerja kerasmu.”


“Menangkap? Pangeran, apa yang kau tangkap?” (Iona)


“Tidak ada, hanya serangga kecil yang menggangu. Aku sudah membuangnya agar tidak membuat para tamu undangan panik. Ngomong-ngomong, selamat atas pernikahan kalian. Meskipun aku melewatkan moment itu, tapi sudahlah.”


“Moment?”


“Tidak, lupakan saja. Ari, aku tunggu keputusan darimu. Kapan kau akan melakukannya.”


“Baik-baik, dihari yang sangat istimewa seperti ini tidak baik jika membahas hal yang berat. Sebaiknya kau segera nikmati pesta ini, oh ya aku juga melihat Ria tadi.”


“Bernarkah? Dimana?”


“Hmmm, kalau tidak salah dia ada didekat sana.”


“Wah, terimakasih banyak.”


\=\=\=


Lucy pergi.


“Dia terlihat senang.”


“Ini adalah waktu yang tepat untuknya.”


“Ari, yang dimaksud oleh pangeran Lucy tadi apa?”


“Haaaa, mungkin orang mencurigakan yang berniat untuk mengacaukan pernikahan ini.”


“Tapi tadi dia bilang hanya 1, berarti masih ada sisanya’kan.”


“Iya, itu memang benar. Tapi, karena salah satu dari mereka sudah ditangkap aku yakin yang lainnya akan menjadi lebih berhati-hati lagi.”


“Begitu, ya.”


“Sudahlah, jangan membahas hal seperti itu. Hari ini, kita nikmati pestanya.”


“Iya, itu benar.”


Malam hari.


“Haaaa, malam hari masih ada pesta, ya.” Aku pikir malam ini aku bisa istirahat dari hal yang melelahkan ini, tapi nyatanya tidak.


“Kalau tidak salah, pestanya akan digelar selama 2 hari, itu yang aku dengar dari ayah.” (Iona)


“2 hari, ya. Sepertinya aku harus bertahan lagi untuk besok.”


“Ari.” Lucy tiba-tiba saja menghampiri kami.


“Lucy, ada apa?”


“Aku berhasil menangkap 2 kecoa lagi.”


“Hmmm, lalu dimana mereka sekarang?”


“Sedang diurus. Jika aku mendapatkan sesuatu aku akan mengirimkan surat pemberitahuannya padamu nanti, tugasku untuk malam ini sudah selesai. Untuk sekarang aku ingin kencan dulu dengan Ria. Sampai jumpa.”


“Y-ya.”


“Dia bersemangat sekali.” (Iona)


“Keadaan disini tetap aman dan terkendali karena bagian dari bantuannya, jika hanya para assassin aku yakin mereka juga akan kesulitan untuk menemukannya dalam kerumunan seperti ini.”


“Begitu, sebaiknya jika acaranya sudah selesai kita harus berterimakasih padanya.”


“Iya.”


Sementara itu.


“Hahahahahaha, katakan siapa yang menyuruhmu untuk melakukan hal ini. KATAKAN!!!” (Grild)


“Wah, sifat barbarnya muncul.” (Famus)


“Aku tak yakin orang itu akan bertahan. Selain itu, sepertinya 1 orang lagi sudah pingsan akibat ulahnya.” (Dirk)


“Oh ya, apa kalian yakin tidak ikut dalam pesta malam ini?” (Laren)


“Wakil komandan Lucy memerintahkan kita untuk mengawasi mereka, itu berarti ada kemungkinan kalau akan ada orang yang menyusup dan membebaskan mereka.” (Dirk)


“Tapi tempat ini sudah dijaga oleh para assassin, tidak mungkin ada orang yang bisa masuk kesini sembarangan.” (Laren)


“Wakil komanan Ari pernah bilang, kalau setidaknya melakukan pencegahan sebelum terjadi sesuatu itu akan sangat baik. Aku pikir wakil komandan Lucy juga menerapkan hal itu, dia menyuruh kita untuk berjaga disini agar sesuatu yang tidak diharapkan tidak terjadi.” (Dirk)


“Benar juga.” (Laren)


“Jika kau ingin pergi kepesta tidak masalah, kami yang akan berjaga disini.” (Famus)


“Tidak, karena ini adalah perintah langsung dari wakil komandan Lucy, aku akan tetap melakukannya. Selain itu, lihat dia, sepertinya dia menikmatinya.”


“HAHAHAHAHAHAHA, CEPAT KATAKAN SIAPA YANG SUDAH MENYURUHMU UNTUK MELAKUKAN INI, jika tidak, kau mungkin akan bernasib sama seperti temanmu itu. HAHAHAHAHA.” (Grild)


“Y-ya, tapi sepertinya dia sedikit berlebihan.”

__ADS_1


__ADS_2