Princess In Another World : New Story

Princess In Another World : New Story
55


__ADS_3

Pagi hari.


“Hoaaam…” Aku perlahan membuka mataku dan melihat matahari sudah terbit.


“Ari, kau sudah bangun.”


“Iona, ya.”


“Ari, kau baik-baik saja?”


“Y-ya, hanya sedikit sakit kepala saja. Haaaa, baiklah. Aku akan bersiap-siap dulu setelah itu baru kita pergi keistana.”


Cukup lama setelah itu.


Kedai.


“Kalian sudah bangun?”


“Kedainya belum dibuka?”


“Kedai dibuka saat sore hingga malam hari, kau tau ini bukan kedai yang boleh dikunjungi oleh anak-anak terutama saat malam.”


“Begitu, aku mengerti.” Dari ucapannya aku sudah bisa mengerti apa maksudnya.


“Tidak boleh dikunjungi oleh anak-anak, memangnya kenapa?”


“Sepertinya istrimu ini sunggu polos sampai tidak mengetahui apapun, tapi lebih baik jika dia tidak mengetahuinya.”


“Ya, sepertinya itu lebih baik.”


“Eh, apa? Apa yang kalian bicarakan, kenapa merahasiakannya dariku?!”


“Jagalah sikap polosmu itu nona, karena itu bisa jadi daya tarik tersendiri untukmu.”


“Daya tarik?”


“Haaa, lupakan hal itu. Hari ini adalah waktunya.”


“Baiklah, aku akan bersiap-siap sebentar kalian berdua bisa tunggu diluar.”


“Baik.”


Hari ini kami akan dibantu oleh pemilik kedai Reans untuk bisa masuk kedalam istana dengan mudah dan juga membantu melancarkan negosiasi dengan para petinggi.


Setelah itu, diistana kerajaan HalfHuman.


Kami sudah sampai diistana HalfHuman dengan sangat mudah, tanpa ada hambatan sedikitpun.


“Kalian tunggu disini, aku akan membicarakan beberapa hal dengan petinggi kerajaan.”


“Baik.” Reans pergi.


“Dia orang yang hebat, ya.”


“Memiliki koneksi yang luas dengan para petinggi kerajaan, dan juga baik hati. Memanggilnya sebagai orang hebat mungkin tidak salah.”


“Kau juga mengakuinya, sangat jarang melihatmu mengakui seseorang selain pangeran Lucy.”


“Dia adalah sebuah pengecualian, potensi terhadap sesuatu yang ingin dia pahami begitu besar dan tingkat pemahamannya terhadap sesuatu juga begitu hebat, setidaknya jika dia ingin serius belajar dia bisa mengubah dunia jika dia mau. Tapi sayangnya dia tidak tertarik dengan hal yang seperti itu.”


“Ya, aku juga sudah menduganya.”


“Haaa, baiklah sayang. Mau jalan-jalan sebentar.”


“S-s-sayang, k-kenapa kau berkata hal memalukan seperti itu!!”


“Eh, kau mengatakannya kemarin.”


“T-tapi, yang kemarin aku mengatakannya secara tidak sadar.”


“Heee, begitu. Jika memang seperti itu, mau bagaimana lagi.”


“Kau cemberut.”


“Haaaa, sudahlah. Kita tunggu dia sebentar lagi saja.”


“Ya.”


Sore hari.


Di kedai.


“Kita berhasil?”


“Ya, aliansi dengan bangsa HalfHuman sudah terbentuk.”


“Aku masih tidak percaya bisa semudah itu.”


“Nona, kau terlalu terkejut. Jika kau menjelaskan semuanya dan tujuanmu sebenarnya mereka juga akan menerima, selain itu tujuan besar yang ingin digapai oleh suamimu ini sangat layak untuk ditunggu keberhasilannya. Oleh karena itu, pastikan untuk berhasil membuat dunia seperti yang kau harapkan.”


Aliansi dengan kerajaan HalfHuman berhasil tanpa ada sedikitpun hambatan yang berarti.


“Terimakasih.”

__ADS_1


“Bos, bagaimana? Apa berhasil?”


“Ya, berhasil.”


“Begitu, kalian berdua selamat, ya atas keberhasilan kalian. Oh ya, kalian akan menginap disini lagi?”


“Tidak, karena urusan kami sudah selesai kami akan segera kembali.”


“Kembali, tapi kerajaan manusia terdekat darisini jaraknya sangat jauh.”


“Kami punya rumah sendiri, diatas langit. Kalau begitu, kami pergi sampai jumpa lagi dilain kesempatan.”


“Meskipun hanya sebentar, aku akan merindukan kalian.”


“Kami juga akan merindukan kalian, datanglah lagi kapan-kapan kemari. Kalian akan disambut hangat disini.”


“Ya, terimakasih banyak. Sampai jumpa.”


“Mereka menghilang?”


“Sihir teleportasi, ya. Sudah lama sekali aku tak melihatnya.”


“Bos.”


“Kau sudah boleh berhenti berpura-pura, tidak ada orang lain disini.”


“Begitu, tapi yang mulia siapa sebenarnya mereka berdua?”


“Mungkin saja anak yang diramalkan akan membawa perubahan untuk dunia, aku menantikan pertemuan dengan mereka lagi. Suruh semua pasukan untuk bersiap, kita harus siap membantu disaat rekan kecil kita memerlukan bantuan nantinya.”


“Baik yang mulia, sesuai keinginanmu.”


----------


Istana langit.


Ruang istirahat.


“Yo, kalian berdua sudah kembali. Lebih cepat dari apa yang aku kira, aku pikir kalian akan kembali nanti malam atau besok.” (Lucy)


“Ya, karena ada yang membantu jadi semuanya bisa selesai lebih cepat. Ngomong-ngomong Lucy, apa bagianmu juga berjalan dengan lancar?”


“Kau meremehkanku, saat aku tiba disana aku langsung menyelesaikannya.”


“Itu benar, aku tak menyangka kalau pangeran Lucy orang yang hebat seperti ini.” (Marie)


“Dia membuat 5 kerajaan ikut dengan aliansi hanya dengan berbicara selama beberapa menit saja.” (Naila)


“Kalian datang ke 5 kerajaan sekaligus?!”


“Ya, sebenarnya aku masih bisa mendapatkan lebih banyak lagi, tapi karena mereka bilang tidak sanggup aku berhenti. Jika dilanjutkan, mungkin sekarang aku sudah mendapatkan tambahan 2 kerajaan lagi sebagai anggota aliansi kerajaan.”


“H-hebat.” Iona terlihat kagum dengan apa yang sudah dilakukan oleh Lucy.


“Ya, meskipun begitu aku tak sehebat Ari. Aku yakin dia bisa mendapatkan lebih banyak jika dia serius.”


“Hey, jangan memancingku itu tidak akan berguna.”


“Makanannya sudah siap!!” (Ria) Ria datang kemari. “Putri, wakil komandan, kalian sudah datang. Kebetulan sekali, makan malammnya sudah siap, ayo makan bersama.”


“Masakan Ria, sudah lama sekali aku tak memakannya. Pasti kau sudah banyak berkembang.” (Iona)


“Ahahaha, putri bisa saja. Itu tidak sebanding denganmu.”


“Baiklah, semuanya ayo.”


Malam hari, diperpustaaan.


“Haaaa, tempat yang nyaman.” Aku dan juga Lucy sedang membaca buku disini dan menikmati malam yang tenang.


“Ari, aku dengar goncangan besar terjadi lagi.”


“Haaaa, sepertinya keadaannya sudah semakin gawat saja. Waktu yang dimiliki sebelum mencapai benua iblis sekitar kurang dari 2 minggu lagi. Aku pikir sebaiknya mempercepat rencanya akan menjadi lebih baik, bisa dibilang untuk bersiaga.”


“Jika seperti itu, aku punya saran.”


“Saran? Apa itu?”


“Biarkan putri ikut denganmu ke kerajaan iblis.”


“Kau sudah gila!!”


“Aku tidak gila, aku serius. Jika terjadi sesuatu padamu, dia akan menahanmu. Selain itu, sifatmu itu tidak bisa ditebak, aku tak tau saat ini kau sedang bingung, marah, kesal, atau sedih. Sifatmu itu bisa muncul kapan saja, jika tidak ada yang menahannya aku khawatir itu hanya akan memperburuk keadaan saja. Oleh karena itu, satu-satunya orang yang bisa menahanmu adalah putri.”


“Aku tetap tidak bisa mengajaknya ketempat yang berbahaya.”


“Aku mengerti, tapi selama ini kau sudah menahan semua emosimu. Ada kalanya emosimu akan meledak dan kau akan melakukan sesuatu yang nekat, dan itu hanya akan merugikan dirimu sendiri. Aku memikirkan hal itu, untuk orang yang tak pernah menunjukkan ekspresi aslinya sepertimu, kau bisa menganggap dirimu tidak memiliki emosi tapi selama ini kau selalu menahannya, tanpa kau sadari jika saja emosimu itu sudah diambang batas kemungkinan terburuknya kau tidak akan mengingat siapapun lagi, termasuk putri.”


“Kenapa kau bisa seyakin itu?”


“Perasaan yang terlalu lama dipendam dapat merubah manusia menjadi hal yang berbeda.”


“Hah, itu hanyalah sebuah hipotesa yang tak terbukti.”

__ADS_1


“Aku mengambil contoh langsung dari kakak pertamaku. Karena terlalu lama menahan emosinya dan memendan dalam-dalam emosinya sampai diambang batas, dia berubah. Sikapnya berubah seketika, aku takut jika kau juga menjadi seperti itu.”


“Begitu, baiklah.” Tenyata hal itu sudah pernah terjadi, jika seperti itu kejadiannya aku tak bisa membantahnya. “Aku akan menuruti saranmu.”


“Terimakasih banyak, aku sangat menghargainya.”


Cukup lama setelah itu.


Suara petir menggelegar dan perlahan air mulai berjatuhan dari langit. “Hujan.”


“Sepertinyaakan ada hujan badai yang cukup besar.”


“Sepertinya juga begitu.” Itu berarti jarak waktu bisa disingkat. “Oh ya, dimana Iona dan yang lain?”


“Mereka sedang berbincang-bincang di lantai 3.”


“Hmmm, apa yang mereka bicarakan?”


“Ya, orang seperti kita sebaiknya tidak ikut campur dengan masalah mereka. Kita ini adalah orang yang sulit untuk bergaul dan mencari teman.”


“Haaa, kau benar. Ikut campur dalam pembicaraan mereka hanya akan membuat semuanya menjadi kacau.”


“Kau mengerti maksudku. Kita hanya akan menghancurkan suasana mereka jika sampai datang kesana, lebih baik kita baca buku saja disini.”


“Ya.”


Beberapa jam berlalu dan tak ada tanda-tanda badai ini akan mereda.


“Haaaa, sudah larut malam. Lucy, kau masih ingin terus membacanya?”


“Aku penasaran dengan kelanjutan kisah orang bodoh ini, jangan gannggu aku. Novel ini memang yang terbaik.”


Aku sedikit membaca judulnya. “Kisah cinta terlarang. Kau menemukan sesuatu yang menarik.”


“Ya, masih ada 2 buku lanjutannya lagi, lo. Kau ingin membacanya?”


“Tidak, aku sudah punya buku novel favoriteku sendiri.” Aku menunjukan sebuah buku padanya.


“Putri di dunia lain. Kisah tentang apa itu?”


“Ya, ini sedikit mirip dengan kisahku jadi aku menyukainya. Meskipun begitu, semuanya berhenti di pertengahan dan banyak misteri yang belum terungkap. Sayangnya buku ini tidak ada lanjutannya, jika ada pasti akan sangat bagus.”


“Kau juga memikirkannya?”


“Ya.”


“Ada orang lain yang sepertimu datang kemari dengan cara yang sama sepertimu sebelumnya, semua novel yang ada disini kebanyakan berisi tentang kisah nyata dari masalalu, jadi kejadian itu mungkin terjadi. Tapi…”


“Buku ini berhenti ditulis saat ditengah-tengah ceritanya mulai terasa sangat menarik, jika kau berfikiran sama denganku mungkin hanya ada 1 jawabannya.”


“Sebelum ceritanya selesai, tokoh utama yang ada didalam novel itu tewas. Oleh karena itu ceritanya berhenti.”


“Tapi, apa yang membuatnya tewas?”


“Apa tidak ada yang menjelaskannya dibuku itu?”


“Tidak ada, bahkan siapa yang dia lawan di akhir cerita tidak ada penjelasan tentang itu.”


“Hmmm, seperti sebuah kisah hidup saja. Ceritanya berhenti ditulis saat tokoh utamanya mati.”


“Itu masuk akal, sebuah kisah tidak akan berlanjut jika karakter utamanya mati. Meskipun berlanjut, kemungkinan akan mengambil latar yang berbeda atau orang yang berbeda.”


“Kau cukup paham dengan hal seperti ini.”


“Meskipun aku tidak begitu menyukai novel, tapi aku membaca beberapa novel yang aku suka. Tapi kebanyakan cerita memang seperti itu, ketika MC sudah mati atau sudah hidup bahagia kisahnya akan tamat. Padahal banyak orang yang menantikan kelanjutannya, paling tidak menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya.”


“Hmmm, begitu. Lalu, bagaimana dengan ceritamu?”


“Jika kau bilang seperti itu, aku sedikit bingung harus menjawab apa. Jika harus menulis sebuah novel yang menceritakan tentang diriku, aku sendiri tak tau hal apa yang harus aku ceritakan, selain itu menulis cerita tentang diri sendiri itu memalukan.”


“Ya, aku juga mengerti hal itu. Aku juga akan malu jika harus menulis cerita tentang diriku sendiri.”


“Selain itu, dibandingkan menulis sebuah novel lebih baik menulis buku yang lebih berguna.”


“Itu benar. Oh ya, jika ada hal yang berada diluar kendalimu bagaimana?”


“Huh? Diluar kendali?”


“Ya, kau tau. Kadang ada sebuah rencana yang tak akan sesuai dengan perkiraanmu, jika sampai itu terjadi apa yang akan kau lakukan?”


“Hmmm, jika memang akan ada kejadian seperti itu, aku ingin melihat kondisinya sebelum mengambil keputusan. Selain itu, ada kemungkinan perang ini bukan perang biasa.”


“Aku mengerti.”


“Haaaa, sudah malam. Aku ingin istirahat dulu, aku yakin Iona sudah tidur duluan.”


“Ya, aku akan disini lebih lama lagi.”


“Jangan terlalu malam, jaga kesehatanmu.”


“Tenang saja, aku ini bukan orang yang akan memaksakan diri.”


“Ya sudah, kalau begitu, selamat malam.”

__ADS_1


“Ya, selamat malam juga.”


__ADS_2