Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Elena Shinta?


__ADS_3

Dua laki-laki itu menoleh secara bersamaan, telah berdiri wanita cantik menggunakan Dress seksi bahkan menunjukkan dua paha mulusnya itu.


"Elena?" seru Axel dan Doni.


"Hallo Sayang, apa kabar?" tanya Elena tersenyum manis menyapa dua laki-laki itu. sedangkan Amira hanya bisa memandang tanpa berniat untuk menyela. Walaupun gadis itu rasa penasaran siapa pula wanita ini.


"Kalian ganti nomor nggak bilang-bilang ya? Aku dari kemarin udah coba telepon tapi nggak ada yang aktif!" sungut Elena kemayu mengibaskan rambutnya yang sebenarnya baik-baik saja.


Mata Axel terperangah melihat sosok Elena, gadis yang hampir membuatnya jatuh cinta namun malah pergi seenaknya sendiri tanpa mengucapkan kata pamit. Sekarang wanita itu malah berlagak marah seakan ini adalah salahnya atau salah Doni.


"Udah Don, gue mau masuk anterin Amira ... urusin aja dia!" ketus Axel langsung pergi tanpa berniat untuk mengobrol.


"Hei Aku baru balik dari LA lho? Kamu nggak mau nanya kabar sebatas say hai gitu?" sungut Elena melihat Axel malah pergi menghindarinya.


Melihat kepergian Axel bersama seorang wanita muda, Elena bisa tahu jika Amira adalah anak didiknya.


"Itu dia jadi baby sister anak didiknya? terus, tadi kalian habis berangkat bareng satu mobil?" tanya Elena membahas wanita yang sedang bersama Axel.


Tatapan mata kesal yang tersirat di wajah Doni sama seperti yang rasa Axel rasakan.


"Dia itu istrinya Axel, Elena!" jelas Doni, sebagai saksi atas tragedi cinta sebelah tangan yang pernah terjadi. Daripada Elena datang sebagai pengganggu, lebih baik mengatakan yang sebenarnya jika Amira adalah istri Axel.


"What? Lo bercanda kan Don?" balas Elena sekalipun tak percaya malah menganggap ini sebuah tipuan saja.


"Gak ada kerjaan banget Gue nipu Lo? awas Gue mau ke kelas mau ngajar dulu!" ketus Doni bergegas meninggalkan Elena.


"Hey, tunggu! Aku ikut!" seru Elena.


*


"Itu siapa Pak?" tanya Amira melihat Axel terlihat kesal, sedikit Amira menebak telah terjadi sesuatu diantara Mereka berdua.


"Cuma teman kok! Dia itu tadinya Dosen juga! tapi pilih jadi model diluar negeri!" jelas Axel dengan nada marah-marah.


Sepintas Amira melihat ada gejolak perasaan cemburu yang terlihat, Gadis itu mengulum senyuman mengetahui ternyata hati sang Dosen pernah goyah sebelumya.


"Bapak cinta yang sama Dia?" ucap Amira tiba-tiba, tentu saja membuat Axel menjadi salah tingkah karena sebenarnya terkaan itu hampir benar.


Tapi bukan cinta yang Axel rasakan, melainkan mengapa pula Elena harus kembali lagi.


Melihat kegugupan Axel semakin menambah perasaan sedih dihati Amira.


"Tuh, Dosen udah masuk ke kelas! masuk gih! nanti keburu telat!" tukas Axel mendorong lirih tubuh Amira.


Bibir Amira mengerucut layaknya anak itik yang sedang merajuk, sungguh pemandangan yang menggemaskan bagi Axel.

__ADS_1


"Nanti kita obrolin di rumah ... nggak usah marah cupit cinta!" bisik Axel mendekatkan wajahnya. Sepertinya sang Dosen tidak peduli dengan pandangan orang lain, bersikap seperti ini di khalayak umum.


Bibir manyun Amira menjadi senyuman manis, menatap bahu sang suami yang kian menjauh. Lambaian tangan Axel tanpa menoleh lebih membuat Amira terkekeh-kekeh.


"Apaan sih nggak jelas banget!" keluh Amira manja kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kelas.


Baru saja ingin bernafas lega tiba-tiba,


"Brakk!"


Angel sengaja menabrakkan bahunya dengan bahu Amira.


"Astaga!" seru Amira terkejut, mengusap bekas tubrukan yang meninggalkan rasa ngilu.


"Eh, ada Cinderella naik tahta! selamat deh! akhirnya gelar babu nya udah ganti!"


"Yah ... tapi sebenernya muka gembel itu gak cocok sih jadi orang kaya sih!" imbuh Angel membuka pagi ini dengan memberikan ejekan. Padahal jika saja dia mau membuka mata dan melakukan hal positif itu akan lebih bermanfaat.


"Terserah!" balas Amira berlalu.


"Hey! ngomong apa tadi barusan!" sentak Angel naik darah ketika Amira berani melakukan perlawanan.


Hingga matanya membelalakkan,


"Apa sih? Angel! ini masih pagi ya? gak usah bikin keributan yang gak penting deh!" seru Reyno terganggu, lebih dulu duduk dikursi dan menyaksikan kejadian awal adalah ulah Angel sendiri.


"Cih!" dengus Angel, merasa banyak yang memojokkan serta tidak ada pihak yang membela dirinya, akhirnya memilih mundur dan kembali duduk di tempatnya.


"Sialan! Gue bakalan kasih perhitungan sama itu anak!" dendam Angel melirik sinis ke arah Amira.


Tetapi Amira sama sekali tidak peduli sibuk menatap buku bersiap memulai mata kuliah dengan hati yang tenang tanpa peduli dengan tingkah saudara tiri.


Dosen telah tiba mereka melakukan kegiatan belajar selama 3 jam ke depan.


"Aduh! malah pengen pipis lagi!" batin Amira geli, kemudian mengangkat satu tangan.


"Bu, izin ke belakang?"


"Boleh!" jawab sang Dosen.


Segeralah Amira pergi untuk menuntaskan hajat. Dan ternyata Angel menemukan rencana baru.


"Ah, kesempatan yang bagus! Aku bakalan bikin itu anak gak bisa keluar dari kamar mandi!" seringai Angel meminta izin dan menyusul Amira.


Angel berjalan mengendap-endap melihat kondisi, kebetulan keadaan sepi hanya ada satu orang yang masih sibuk mencuci tangan di wastafel.

__ADS_1


"Ah, kayaknya Amira masih di dalam deh! hahah ... bagus! Gue bakalan kunciin!" seringai Angel setelah menunggu orang terakhir pergi. Langsung mengunci pintu dengan sebuah tali earphone miliknya.


"Bodo amat! gak papa rusak! nanti tinggal beli lagi!" ketus Angel melilitkan tali berkali-kali.


"Brakk, brak, brakk!"


"Hallo, kok gak bisa dibuka?" seru Amira mencoba untuk menarik gagang pintu. Tetapi karena memang tertahan tali pengikat, mustahil pintu itu bisa terbuka.


"Hahah, bye Amira nikmatin itu bau kencing!" teriak Angel,


"Angel! buka gak? apa-apaan sih! gak lucu tahu gak!" balas Amira berteriak, namun Angel telah pergi.


"Haha, mampus! kalo kayak gini kan gak ada orang yang tahu! biar Amira tahu rasa!" ketus Angel membuat tulisan Wc rusak untuk menghindari bantuan yang datang.


Angel tertawa puas setelah melakukan misi, jalan kemayu kembali ke kelas dengan mengibaskan rambutnya.


*


Dari arah berlawanan Elena ingin membersihkan Dressnya yang terkena tumpahan kopi. Menuju kamar kecil tetapi menemukan pengumuman kerusakan yang tertempel di depan pintu.


"Yah, malah rusak lagi!" keluhnya.


"Brakk,brakk!"


"Tolong!"


Sayup-sayup Elena mendengar suara gaduh di dalam kamar mandi,


"Kupingku gak salah denger kan?" seru Elena.


"Tapi, kok kayak nyata banget? apa jangan-jangan hantu?" imbuhnya lagi.


Elena mengibaskan tangannya di depan wajahnya menggeleng lirih untuk membuyarkan praduganya.


"Mana ada hantu siang-siang? ah, Aku lihat aja deh!"


"Loh, bener kan? ada orang!" seru Elena,


Amira mendengar suara orang lain datang, semula duduk meringkuk dengan raut wajah putus asa.


"Tolong! iya disini ada orang!"


"Astaga! oke-oke ... Saya bantu!" foto Elena panik melepaskan pengikat tali.


Dan terbukalah pintu kamar mandi,

__ADS_1


"Ah, Kamu istrinya Axel kan?" seru Elena mengenali wajah Amira.


__ADS_2