
Setelahnya mendapat perintah dari Elena. Segeralah Amira menuju ketempat yang dimaksud. Bahkan sekarang sudah terbang bersama kendaraan helikopter atas kiriman Elena.
Amira tampak gugup, duduk dan hanya menggoyangkan kakinya.
Hingga tak kurang dari dua puluh menit. Dia tiba ditempat.
Terlihat Elena juga menunggu didepan halaman. Dia melambaikan tangannya. Helikopter turun perlahan. Dibantu pilot Amira turun dari kendaraan itu.
"Nih, kartu buat masuk ke hotel!" kata Elena menyerahkan kartu untuk masuk kedalam hotel.
"Kakak, mau kemana?" tanya Amira ketika melihat Elena memasuki helikopter.
"Mau pulang lah! ternyata gue nggak bisa geser posisi lo di hati Axel! semoga kalian bahagia!" ucap memutar setengah kepalanya saja.
Kemudian memberikan perintah kepada pilot untuk segera berangkat.
Amira melambaikan tangannya. Kemudian setelah melihat Elena kian menjauh, langsung memasuki hotel yang dimaksud.
Axel sedang beristirahat di kamar, menikmati waktu tanpa adanya gangguan. Hingga terdengar suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Itu cewek kok ngeyel banget sih dikasih tahu!" katanya. Karena tidak tega Axel beranjak untuk melihat.
Namun matanya lebih terkejut ketika melihat kamera mempertunjukkan wajah Amira. Bagai mimpi di siang bolong Axel menepuk kedua pipinya.
"Ini gue halu apa gimana sih?" katanya beberapa detik dia menunggu tetapi sosok Amira yang dikira sebagai bayangan terlihat masih berdiri.
"Astaga beneran Amira!" akhirnya Axel membuka pintu dan benar saja. Cantik Amira menatap wajahnya dengan senyuman manis.
"Kamu kok bisa ada di sini?" tanyanya.
"Ini aku nggak disuruh masuk dulu apa?" sindir Amira saat Axel justru tekun tanpa mengajaknya masuk.
Mereka akhirnya memiliki kesempatan untuk melakukan bulan madu.
*
Meninggalkan keromantisan Axel dan Amira. Dirumah megah Eva sedang diserbu oleh Mila. Dengan berkas berupa sertifikat yang telah berhasil Ia dapatkan dari pemimpin preman. Mila akhirnya bergerak untuk memberikan pelajaran bagi Eva.
"HEY, GAK SOPAN YA MASUK KE RUMAH ORANG SEMBARANGAN KAYAK GINI!" teriak Eva merasa rumah ini adalah miliknya.
__ADS_1
Dengan santainya Mila mengeluarkan beberapa berkas dari dalam tas mahalnya itu. mempertunjukkan kepemilikan rumah Demian yang sudah diubah menjadi miliknya.
Betapa terkejutnya Eva dengan kenyataan ini. Dari mana bisa Mila mendapatkan berkas rumah miliknya bahkan sampai menggantinya pula.
"Sekarang mendingan kamu keluar!" hardik Mila kepada Eva.
"Oh ya jangan lupa di luar juga udah ada kejutan lho yang udah nungguin Kamu." kata Mila penuh dengan teka-teki.
Suara deru mobil polisi yang datang menyerbu. Memenuhi halaman rumah Eva. lebih dulu menangkap dargo di tempat perjudian. Kemudian berniat untuk membawa Eva pula atas kasus tindakan penganiayaan. Membawa bukti CCTV yang Mila dapatkan ketika menyelinap memasuki rumah Eva saat Mereka pergi.
"Hey, tolong Bu Mila saya bisa jelasin semuanya! Jangan asal tangkap kayak gini dong!" keluh Eva mencoba untuk memberontak.
Tetapi kekuatan para penegak hukum lebih kuat. Dia dipaksa dan dibawa kedalam mobil.
Puas sudah Mila bisa membalas semua kejahatan itu dengan hasil yang diinginkan.
"Rani, aku nggak akan rela kalau rumah yang udah kamu susah payah beli direbut sama itu nenek sihir!" katanya.
Akhirnya kebahagiaan tiba di waktu yang tepat. Amira sedang menghabiskan waktu bersama Axel. Dan rumah yang menjadi kenangan bersama almarhum sang Ibu berhasil diselamatkan oleh ibu mertuanya.
__ADS_1
Sesuatu yang baik maka akan berakhir kebaikan pula. Begitulah kisah cinta Amira bersama Axel hingga Mereka hidup bersama selamanya.