Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Naas


__ADS_3

"Astaga! Lo ngomong apa sih Rey." batin Reyno dalam hati memaki dirinya sendiri. Sebab kabar pernikahan Amira sangat membuat dirinya terkejut.


"Ah, maaf! gak kok! maksudnya gimana sama Aku? ngrasa gak guna banget sebagai sahabat gak bisa bantuin Kamu." elak Reyno mencari alasan lain untuk mengalihkan isi perasaannya kecewanya itu.


"Oh, gitu!"


"Ah, Aku udah tahu sih pasti jawaban Kamu kayak gini! he maaf yah ... sebenarnya Aku juga gak cinta sama Pak Axel ...." jelas Amira membuat mata Reyno kembali cerah.


"Tapi, itu dulu kalo sekarang Kita udah sama-sama cinta." imbuh Amira lagi dengan senyuman kebahagiaan dan Reyno pun kembali tertunduk.


"Rey, Aku kan udah jujur jadi jangan ngambek lagi ya?" pinta Amira memohon. Berbeda dengan amarah Reyno bukan karena merasa dibohongi tetapi karena telah kalah meminangnya.


Meksipun hatinya sedang terluka Reyno tetap berusaha untuk tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Perihnya hati tak terlihat siapapun hanya dirasakan olehnya sendiri.


Tiba-tiba


"Byuurr."


Suara air yang mengenai tubuh Amira hingga bau tak sedap kemungkinan air bekas cucian piring. Telah membasahi seluruh tubuhnya.


"Mampus! emangnya enak!" seru Ani puas menyiram tubuh Amira dengan seember air. Kemudian melemparkan ember kosong kesegala arah.


Amira sampai berdiri dan wajahnya terlihat gelagapan. Matanya yang pedih sebab air kotor mengenai indera penglihatannya itu.


"Eh, Ani Lo udah gila!" ketus Reyno memaki, sedikit percikan air kotor mengenai bajunya.


"Rey, Lo kenapa harus belain dia sih!" sentak Ani malah melarang Reyno yang membela Amira.


"Wkwkwk mampus! emangnya enak? ini sih bakalan jadi tontonan yang sangat menyenangkan buat Mama." tukas Angel merekam kejadian itu agar Eva juga bisa melihatnya dan kemudian berniat untuk mengirimkannya.


Air mata Amira seketika jatuh tak terkira, apakah dirinya tak mengetahui apa kesalahan yang telah Ia perbuat.


"Salah Aku apa Ani?" tanyanya dengan berderai air mata.


Seharusnya Ani meminta maaf atas tindakannya ini, tetapi karena merasa benar justru tersenyum mengejek.


"Heleh, masih berlagak polos kamu! emangnya Reyno gak ngomong?" sentaknya.


Amira hanya memutar wajahnya, kemudian dia pun tahu alasan Ani melakukan hal ini padanya.


Dan,


"Amira!" sentak Reyno saat Amira pergi berlari dengan keadaan tubuh yang basah.


"Gila, Lo An ... kenapa ko tega banget sama Amira?"

__ADS_1


"Iya, gak ada otak Lo!"


"He.em malah kayak Angel aja kelakuan Lo."


Suara riuh dari mahasiswa lain menyoraki tindakan kejam Ani terhadap Amira. Sehingga menimbulkan perasaan kesal bagi Ani.


"Eh, Gue kayak gini karena ada alasannya tahu!" bela Ani untuk dirinya sendiri.


Akhirnya Ani menceritakan kejadian yang telah dirinya lihat. Dan munculah gosip baru tentang Amira adalah seorang ayam kampus.


Berita itu akan menjadi topik terhangat, apalagi dengan alat komunikasi yang canggih seperti sekarang ini.


"Beres! ini sih enak banget Gue jadi bisa pakai nama Ani kan." seringai Angel menemukan cara untuk mengkambinghitamkan Ani sebagai tersangka.


"Berita heboh! Sebuah video terduga ayam kampus menjadi topik terbaru pagi ini!"


Sebuah video yang sudah Angel sebar dengan atas nama Ani sebagai nama pengunggah akhirnya memenuhi grub seluruh fakultas.


Bisik serta desas-desus menyebar luas dalam waktu yang singkat. Semua orang melihat kearah Amira dengan tatapan mata jijik untuk sang gadis.


"Gak nyangka ya ternyata cantik-cantik jadi ayam kampus!"


"Iya sayang banget padahal dia itu anak orang kaya loh."


Amira hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil berlari, kampus yang selalu menjadi tempat ternyaman kini telah berubah.


Tujuannya adalah pergi meninggalkan tempat ini untuk menghindari hinaan dari teman-temannya.


*


Dirumah, tawa kencang Eva sampai terbahak-bahak melihat Amira disiram bahkan dipermalukan oleh banyak orang.


"Huahaha, Rasain! emangnya enak? dasar Cinderella kampungan!" hina Eva puas akhirnya ada cara untuk memberikan hukuman bagi Amira.


"Yah, walaupun gak bisa pakai tangan sendiri paling gak Dia udah menderita kan!" imbuh Eva lagi menyeringai meletakkan ponselnya kembali.


Dari ruangan dapur Mbok Darmi terus menggelengkan kepalanya saja. Suara tawa Eva yang nyaring terdengar sampai kemari.


"Dasar Nenek lampir! jadi orang kok jahat banget sih!" serunya.


"Ya Tuhan lindungilah Non Amira tolong Ya Tuhan." harap Mbok Darmi berdoa secara tulus. Semoga kebaikan selalu berpihak pada Amira.


*


Axel sedang mengajar disebuah kelas dan awalnya suasana kelas semula tenang.


Namun beberapa menit kemudian, mulai terdengar riuh dan ramai.

__ADS_1


Semua anak sibuk mengoperasikan ponsel karena mendapatkan notifikasi pengiriman video.


"Gila sih! ini beneran Amira?" seru salah satu mahasiswa kurang pandai menjaga intonasi bicaranya. Padahal Axel sedang mengajar di depan kelas.


"Ada apa sih? kenapa nama Amira disebut?" batin Axel memasang telinganya untuk mendengar secara jelas apa yang terjadi. Seperti agen mendengar para wanita sedang bergibah.


"Hahah iya gokil sih ini!" imbuh yang lain.


Karena didorong rasa penasaran Axel mendekati Mereka, secara spontan Axel merebut ponsel itu untuk mencari tahu video apa yang sedang Mereka lihat.


Betapa terkejutnya Axel saat mengetahui Amira mendapatkan perlakuan memalukan seperti ini.


Hingga tak perlu menunggu lama dia pun berlari untuk mencari Amira.


"Kurang ajar! siapa yang udah tega bikin Amira kayak gitu!" kecam Axel tak terima.


Seperti hilang kendali Dirinya pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai pengajar.


Di lain kelas Doni juga sama kesalnya.


"Ini anak ternyata bandel banget!" ketusnya. Ternyata peringatan yang diberikan tidak membuat Ani berhenti.


"Kayaknya Gue harus kasih peringatan tegas buat tu anak!" imbuh Doni. Tetapi dirinya tetap profesional menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu.


Setengah jam kemudian, Doni bergegas keluar kelas untuk mencari Ani dikelasnya.


Tetapi matanya tertuju melihat Axel lagi-lagi menunjukkan ekspresi putus asa untuk kesekian kalinya.


"Gak ketemu?" tanya Doni menerka langsung pasti Axel sedang mencari Amira.


"Gak ada Don, gimana ini? udah Gue cari kemana-mana." kata tak perduli dengan nafas tersengal-sengal.


"Makanya kalo ciuman jangan dikampus Bego! tadi ada mahasiswi yang udah foto kalian! fotonya sih udah gue hapus tapi kok itu bocah malah bikin ulah." kecam Doni memijat pelipis dahinya yang berdenyut.


Seketika Axel mendelik mendengar pernyataan Doni kali ini.


"Jadi gara-gara itu?"


"Ya Tuhan! Axel makanya gak usah nafsu!" ketus Axel menjambak kasar rambutnya tak terarah.


"Kayaknya Amira pergi dari sini ... mendingan Lo cari keluar kampus deh!" kata Doni mengira kemungkinan yang akan terjadi.


"Oke! tolong urusin kelas Gue dulu ya?" pinta Axel berlari untuk mencari.


*


Diluar gerbang Kampus Amira berlari tanpa melihat kesekeliling.

__ADS_1


"BRAKKK."


Tanpa disadari ada mobil yang sedang melaju dan menabrak tubuh mungil Amira.


__ADS_2