
"Amira, tolong!" harapan Axel dengan berlari. Tangannya terlihat bergoyang karena bergetar. Perasaan takut bercampur harapan tentang keinginannya. Semoga Amira ada dirumah.
Suara pintu terbuka melihat Amira telah berdiri didepan pintu. Daripada terkejut dengan kejutan atau kue yang sedang dibawa gadis itu. Kalah dengan perasaan senang sekaligus lega yang sedang bergejolak dihati Axel. Ia segera melangkahkan kakinya, menarik tubuh langsing Amira secara spontan.
Dan,
Sebuah kecupan manis yang amat romantis. Ketika Axel saat ini tanpa ragu mengecup bibir Amira. Walaupun mendapatkan serangan secara mendadak, serta tanda tanya dihati Amira. Namun, tidak ada penolakan yang darinya. Amira seakan menikmati dengan memejamkan kedua matanya. Memberikan izin indera perasa Axel mengoyak lembut bagian dalam bibirnya.
Jantung Mereka bahkan berdegup kencang, sampai terdengar sebab syahdunya malam serta heningnya suasana menjadi alasan utama. Rasa cinta yang semakin tumbuh mekar dihati keduanya kini akhirnya dapat tercurahkan.
Hampir lima menit Axel masih sibuk melakukan adegan mesra hingga membantu Amira mengambil alih memegangi kue tart yang telah disodorkan ketika dirinya datang.
Sadar bentuk Kue yang lumayan besar itu cukup berat apalagi jika Amira terus membawanya.
Hingga akhirnya Axel terpaksa menyudahi ciuman itu, memundurkan tubuhnya sejauh setengah meter saja.
"Amira terimakasih udah mau pulang." ucapnya langsung tak mau menyesal atau melupakannya nanti. Tidak ada kebahagiaan ketika melihat Amira masih bersedia pulang kemari.
Wajah Amira terlihat tersipu, selepas mendapatkan ciuman pertama tampak membuat sock sekaligus bahagia. Hari ini akan menjadi momentum penting karena telah dianggap sebagai seorang istri.
__ADS_1
"Lah, emangnya Saya mau pergi Pak? kan enggak." tukas Amira justru kebingungan.
Segera kelopak mata Axel terlihat berkerut,
"Emangnya Kamu gak marah sama Saya? gara-gara Elena tadi loh?" jelas Axel mengungkit kejadian tadi siang.
Memang pemandangan siang tadi yang sempat membuat Amira marah, seharusnya Axel melupakan saja kejadian itu. Sebab Amira telah melupakan, akhirnya kembali teringat ingat.
Dan melepaskan pelukan Axel, menjauhkan diri.
"Iya, ya! Pak Axel kan udah cinta sama cewek lain!" ketus Amira kesal merajuk namun tidak meninggalkan citra polosnya.
"Ah, maaf-maaf! Aku tadi ngomongin masalah masa lalu kok! bukan sekarang!" jelasnya tak ingin kesalahanpaham berlanjut.
"Apa sekarang cinta itu masih?" tanya Amira lagi.
Jelas saja Axel menggeleng cepat,
"Enggaklah! Aku udah gak ada perasaan apapun sama Dia!" jelasnya lantang.
__ADS_1
"Eh, ini Kamu kok bawa kue? siapa yang yang ulang tahun?" tanya Axel belum sadar esok adalah tanggal lahirnya.
Seperti yang sudah Doni katakan, ternyata memang demikian terjadi.
Amira merebut lembut kue itu dari tangan sang suami. Kemudian mengeluarkan korek untuk menghidupkan lilin.
"Jangan sibuk-sibuk dong! masak sama ulang tahun sendiri sampai gak tahu!"
"Selamat ulang tahun Bapak! Saya harap doa yang terbaik buat kehidupan Bapak." ucap Amira tersenyum dan tiba-tiba.
Gadis itu dengan berani mengecup pipi Axel.
Kejutan yang manis dari sosok yang manis pula, Axel memeluknya lagi.
"Terimakasih Amira! Aku gak biasa inget hari ulang tahun! tapi ternyata rasanya sebahagia ini." ungkap Axel, dan dibalas Amira mengusap lembut bahu kekar itu.
"Ayo dong tiup lilin dulu." pinta Amira hingga akhirnya Axel meniup lilin itu.
"Eh, bentar Pak!" sentak Amira ketika Axel sedang bersiap untuk meniup.
__ADS_1