Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Kamu sudah menikah?


__ADS_3

"Maaf Pak, selama ini Saya belum sempat jujur ... sebenarnya Saya sudah menikah dan maaf jika beberapa minggu ini Saya kurang bertanggung jawab karena jujur sedang mengalami banyak masalah ... lalu kebetulan juga istri saya adalah salah satu dari mahasiswa yang belajar di kampus ini ... berita tentang Saya mencium seorang mahasiswi itu memang benar ... Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya." kata Axel panjang lebar.


Tentu saja kenyataan ini membuat Roby sangat terkejut, matanya melirik kearah Elena.


Kemudian memusatkan perhatian kembali melihat wajah Axel. Roby juga ingat waktu lalu perihal Axel meminta cuti untuk beberapa hari. Namun Dia tidak membaca alasannya dan hanya mengisi tanda tangannya saja.


"Ah, iya apa ini alasan Bapak Axel mengajukan cuti?" tanyanya untuk memastikan.


"Benar Pak!" jawab Axel yakin.


Roby tampak manggut-manggut mengerti.


"Yasudah Pak Axel untuk kali ini Saya maafkan ... tapi Saya tetap memohon agar Bapak tidak mengulangi mengumbar kemesraan didepan umum ... apa anak-anak sudah tahu tentang pernikahan Bapak?" kata Roby diakhiri dengan pertanyaan.


"Gak Pa! kan Axel sengaja dia gak mau anak-anak tahu!" sela Elena.


"Kenapa begitu Pak?" tanya Roby penasaran dengan keputusan Axel itu.


"Saya ...."


"Ya karena Axel gak mau privasinya terganggu lah Pa ... ya kan Xel?" potong Elena langsung. Dirinya tidak sadar bertingkah tidak sopan. Hingga memaksa Roby harus melemparkan tatapan mata mendelik agar putrinya berhenti melakukan hal itu.


Mendapatkan serangan dari sang Papa, langsung membuang wajahnya kearah lain.

__ADS_1


"Yang dikatakan Elena itu benar Pak, Saya gak mau privasi terganggu." tukas Axel.


"Jadi Kamu akan tetap merahasiakan pernikahan ini?" tanya Roby dengan tatapan penuh perhatian.


*


Didalam transportasi umum, setelah berkunjung ke makam Rani.


Amira dan Demien duduk berdekatan didalam bus. Mereka menikmati kedekatan ini dengan terus berbincang ringan.


"Papa kayaknya gak mau beli mobil dulu deh ... ternyata naik bus enak ya? terus Papa bisa mengenang kenangan sama Mama Rani juga." ucap Demien, dibalas Amira dengan anggukan kecil dan senyuman tipisnya.


"Iya Pa, Mama kan emang paling seneng naik angkutan umum daripada mobil." sahut Amira.


"Amira berangkat dulu ya Pa ... Papa hati-hati di jalan." pamit Amira mengecup punggung tangan Demien dan melambaikan tangannya.


Bus berhenti tepat ditempat khusus pemberhentian. Walaupun sudah melakukan simbol perpisahan. Dari luar Amira masih menggerakkan tangannya.


Dari dalam bus Demien juga membalas lambaian tangan itu.


"Baaa." Baru hendak membalikkan badannya Amira dikejutkan suara Ani yang datang dari belakang.


"Kamu mah An, bikin kaget aja." keluh Amira.

__ADS_1


"Hehehe masih pagi woi santai kali." balas Ani bergelayut di pundak Amira. Meskipun berat Amira malah menikmati tanpa merasa terganggu.


"Ani, Aku mau belajar bela diri sama Kamu boleh ya?" ucap Amira tiba-tiba.


"Boleh nanti pulang kampus langsung aja kita latihan." jawab Ani langsung.


"Seriusan? Kamu nggak pengen nawar harga atau minta bayaran gitu?" tanya Amira heran segampang itukah Ani menyetujui permintaannya.


"Lah Gue emang miskin Amira tapi Gue nggak matre! Lo nggak akan bisa beli jasa Gue tapi Gue bakalan ngasih buat Lo secara sukarela dan percuma!" jawab Ani yakin namun terdengar sangat tulus tanpa mengenal pamrih. Mampu membuat Amira merasa amat kagum.


"Ih Ani kamu tuh hebat banget ya, coba aja dari dulu kita udah kenal hidupku pasti akan lebih berwarna." ucap Amira mengaitkan tangannya saling berpelukan.


Tidak sengaja mereka berjalan berpapasan dengan Para Dosen juga Para anggota penting selesai melakukan rapat.


Tetapi ada yang membuat mata Amira sampai berkerut ketika melihat Elena berjalan beriringan dengan suaminya.


Dengan tatapan mata tajam, Amira membenarkan posisi tasnya dan hendak melangkah kesana.


"Bagus Amira jangan diem aja!" ucap Ani memberikan dukungan.


Betapa geramnya Amira melihat Elena memegang pergelangan tangan Axel.


"Jadi Kamu bakal ceraikan istri kamu itu kan?"

__ADS_1


tanya Elena, didengar secara jelas oleh Amira yang baru saja tiba.


__ADS_2