
Mendapatkan permintaan kado perihal tidur bersama sama sekali tidak terlintas dalam fikiran Amira.
Apalagi wajah Axel terlihat penuh harap dan sangat menginginkannya.
"Mau ya?" pinta laki-laki ini lagi bahkan sampai menelangkupkan kedua telapak tangannya.
"He." Akhirnya Amira bersedia walaupun hanya menganggukkan kepalanya saja. Mendapatkan permintaan biasa bagi pasangan suami istri. Hanya saja bagi ini terlalu tiba-tiba bagi Amira.
"Asik! makasih ya? soalnya kemarin waktu Kita tidur bareng nyenyak banget rasanya." celetuk Axel menceritakan tentang kejadian pertama kali Mereka tidur bersama.
"He, jadi itu alasannya Bapak agresif?" goda Amira dengan kelopak mata naik turun.
"Sekarang aja yuk?" ajak Axel.
Lihat betapa semangatnya dia, bergegas memasukkan sisa potongan kue tart kedalam kulkas. Kemudian menarik bahu Amira untuk diajak ke kamar.
"Maaf ya, Saya gak sanggup kalo disuruh gendong Kamu naik tangga macem film di TV." seru Axel sukses membuat Amira tertawa lebar.
"Astaga Bapak! Saya baru tahu ternyata Bapak suka nonton sinetron." ucap Amira masih terkekeh.
"Bukan Saya yang lihat! eh, tapi terpaksa ding"
"Habisnya waktu sebelum nikah Doni kan sering main ke kost terus lihat film korea gitu, jadi suka ikutan deh, hehehe." jelas Axel mengakui meskipun sedikit malu, namun tak melepaskan tangannya dari bahu Amira.
"Yah, padahal Saya berharap banget loh Pak." celetuk Amira berpura-pura kecewa.Tapi sayangnya Axel menganggapnya serius.
__ADS_1
Dan ketika Mereka tiba di atas lantai atas.
"Ya ampun!" Amira terkejut ketika Axel mengangkat tubuhnya.
"Nah, kan kalo udah sampai disini udah enak! terus juga gak bahaya, bisa repot kalo sampai oleng jatuh ditangga." ucapnya dengan posisi tangan membawa tubuh mungil Amira.
Ada perasaan malu bercampur kebahagiaan, tetapi lebih banyak rasa cinta dihati si gadis muda.
Wajahnya terlihat salah tingkah namun tak mengurangi kecantikan Amira yang natural. Dengan mudahnya Axel membawa tubuh mungil bagaikan kapas kedalam kamar.
"Makasih ya Pak." ucap Amira karena berkat Axel dirinya tak perlu berjalan lagi. Sekarang saja busa kasur empuk sudah menopang seluruh tubuhnya itu.
Raut wajah Axel tiba-tiba berubah, memandangi Amira yang sudah berbaring diatas tempat tidurnya itu.
"Ada apa Pak?" tanya Amira melihat perubahan wajah sang suami.
Sikap yang sedang ditunjukkan dengan bibir sebal, serta melipat kedua tangannya. Sedang ditunjukkan Axel.
Pemandangan langka yang baru Amira melihat selama hidup bersama Axel. Seperti sedang melihat sosok yang berbeda.
Hingga Amira memutuskan untuk duduk ditepi ranjang, bibirnya masih tersenyum karena tak kuat melihat ekspresi diwajah suaminya itu.
"Iya, iyadeh ... maaf ya Mas Axel Sayang." kata Amira mengubah panggilan secepatnya.
"Nah, gitu kan enak dengerin nya." jawab Axel senang. Hubungan mesra ini menjadi penutup penghantar tidur Mereka. Hingga akhirnya Axel harus sadar akan satu hal.
__ADS_1
"Aduh, Aku ganti baju dulu ya ... lengket banget rasanya ... dari pagi gak ganti baju." tukas Axel mengerakkan bagian ketiak terasa kurang nyaman sebab basah terkena air keringat.
"Tapi, gantinya dikamar mandi aja ya Pak? jangan disini!" pinta Amira malu-malu.
Justru Axel malah berniat untuk menggoda Amira. Mulai bersiap melepaskan baju dengan membuka kancing bagian atas.
"Mas, ih gak lucu tahu!" keluh Amira reflek menutup matanya menggunakan bantal.
"Hahah ... iya-iya dikasih surga kok malah gak mau sih!" goda Axel akhirnya berlalu. Sebenarnya masih betah menggoda namun tubuhnya benar-benar harus dibersihkan.
Sebelumnya mengambil pakaian lebih dulu dari dalam lemari.
Seperti kelinci yang hendak dimangsa serigala. Amira mengintip, menggeser bantal sedikit menunjukkan matanya.
"Ah, akhirnya ...." katanya lega.
"Eh, jangan-jangan Mas Axel mau ajak Aku malam pertama lagi? duh, gimana ini? Aku pura-pura tidur aja deh." seru Amira menata bantal dan bergegas memejamkan matanya.
Sedangkan diruang kecil kamar mandi,
"Ah, kalo sekarang terlalu buru-buru gak ya? Aku dosa gak? nanti bisa dilaporin tingkah pelecehan gak ya?" guman Axel.
"Eh, tapi kan Kita udah nikah kan? terus Amira juga udah punya KTP kan?"
Di pantulan cermin yang ada di dinding kamar mandi, Axel seperti mengajak bicara dirinya sendiri.
__ADS_1
"Udahlah gas aja!" ucap Axel telah memutuskan.