Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Cerai


__ADS_3

Demien datang dan langsung memeluk Amira. Biarlah kejadian masa lalu menjadi penyesalan dan tak ingin mengulanginya lagi. Siapa sangka meskipun hubungan mereka sempat merenggang, buktinya Demien tanpa ragu untuk melakukan tindakan kasih sayang antara seorang Papa dan putrinya itu sekarang.


"Papa tahu dari siapa?" tanya Amira ketika tubuhnya telah didekap oleh Demien.


"Apa sekarang itu penting? Papa sampai gak bisa nafas lihat video kamu, ditambah Mama Mila bilang Kamu sampai malu dan masuk ke rumah Sakit." jelas Demien.


Lagi-lagi jatuh air mata Amira, kali ini karena bahagia mendapatkan perhatian dari sang Papa.


"Maafin Papa Sayang," imbuh Demien lagi mengutarakan penyesalan sebagai Ayah tak bisa melindunginya.


Dalam pelukan Amira menganggukkan kepalanya, membalas dekapan dengan menekan erat sekali.


Tangisannya semakin kencang, memang benar hanya keluarga kandung yang bisa membuat hati menjadi tenang, bahkan tak perlu berpura-pura kuat. Keluarga adalah tempat terbaik untuk mengadu.


Perasaan lega Mila akhirnya melihat kebahagiaan diwajah Amira. Walaupun keberadaannya ternyata belum cukup untuk menghibur kesedihan Amira ini.


Tetapi apa yang lebih penting sekarang. Saat Amira mendapatkan kasih sayang yang sejak lama telah hilang dan tiba-tiba datang kembali.


"Papa, lihat video Kamu ... karena Angel sengaja kirim video itu ke Papa." ucap Demien lagi.


"Papa gak marah sama Amira?" tanya Amira, padahal sempat terfikirkan akan mendapatkan masalah baru karena kasus ini.


"Enggaklah! kenapa Papa harus marah sama Kamu? yang harusnya Papa marahin itu cewek yang udah kurang ajar sama anak Papa!" tegas Demien.


"Papa bakalan tuntut dia!" imbuh Demien berapi-api.


"Tapi, sebenarnya ...." sela Amira ingin menceritakan penyebab dirinya terkena kasus seperti itu sebab karena kesalahan sang Suami. Tetapi tak berani, matanya hanya melirik Axel saja.


"Ini semua karena salahnya Axel Pa." tukas Axel memutuskan untuk berbicara.


"Maksud Kamu apa?" tanya Demien langsung.


"Karena waktu dimobil Saya sama Amira ketahuan lagi ciuman." jawab Axel.

__ADS_1


Seketika mata Demien nyaris keluar, menyelidik dengan cerita yang telah terjadi. Memang agak terdengar membingungkan saat Dirinya mendapatkan laporan dari Angel, bahwa Amira adalah seorang ayam kampus. Tentu saja Demien tidak memercayai, dan akhirnya mengetahui ada sebab dan alasan yang terjadi.


"Ah, jadi ternyata Kamu biang keroknya?" sungut Demien, wajah tegasnya menjadikan Axel sebagai target kemarahannya.


"Pa ...." seru Amira mengusap lembut dada bidang itu mencoba untuk menenangkan.


"Udah Sayang, biar Papa kasih pelajaran Suami Kamu ini!" ketus Demien melepaskan pelukannya. Menyincingkan lengan kemeja sebagai persiapan untuk memberikan hukuman bagi Axel.


Seharusnya Axel bisa saja berlari atau bersembunyi di balik tubuh Mila maupun Anggoro. Tetapi sebagai lelaki jantan dan bertanggung jawab, sebagai suami dia menerima segala hukuman yang akan diberikan untuknya.


"Pa, bantuin Axel dong!" pinta Mila mengoyak lembut tubuh Anggoro untuk menyelamatkan Axel.


"Pak Demien tolong sabar dulu." pinta Anggoro mencoba menahan.


"Sabar sabar! gara-gara dia nggak bisa jaga nafsu lihat tuh anak Saya jadi dipermalukan didepan umum!" balas Demien meneruskan langkahnya.


"Tapi bukannya seharusnya Pak Demien itu seneng ya?" ucap Mila tiba-tiba.


"Kenapa emangnya? Anak saya dibuat menderita kok Saya harus senang?" protes Demien sama sekali tidak bisa memahami arti ucapan Mila barusan.


Dan seperti niat Mila akhirnya Demien tersadar, dirinya pun sempat khawatir dengan status pernikahan Amira yang sama sekali tidak pernah melakukan sesi perkenalan lebih dulu.


"Omongan Saya bener kan Pak?" cerca Mila lagi, ketika Demien menghentikan langkahnya.


"Tapi kenapa kok anak kamu bikin surat perjanjian suruh rahasiakan pernikahannya dia?" balas Demien diam-diam mencari tahu tentang kenyataan bahwa Axel membuat surat perjanjian.


"Kalau kayak gitu mendingan Amira cerai aja sama anak Kamu! buat apa diteruskan!" pinta Demien untuk apa bersama jika akhirnya Axel tetap ingin merahasiakan berstatus pernikahannya ini.


"Deg."


Baru saja Axel ingin menjawab tapi, justru Mila memberikan kode agar dia tetap menutup mulutnya. Melihat sang Mama sedang bersiap untuk menjawab segala pertanyaan dari Papa mertuanya itu. Axel berusaha tetap diam walaupun rasanya mustahil. Mendapatkan peringatan secara tepat di depan mata untuk mengakhiri pernikahannya bersama Amira.


"Ah rupanya Bapak Demien tahu juga ya? tapi kenapa kok kemarin bapak nggak nolak atau protes? seandainya Bapak protes pasti Axel juga nggak bakal bikin surat perjanjian kayak gitu Pak?" balas telak Mila, seakan menyadarkan Demien kemana saja dirinya, dan sekarang malah baru sadar akan hal ini.

__ADS_1


Pertanyaan yang mampu membungkam mulut Demien, malu rasanya mendapatkan serangan balik dari besannya ini.


"Jadi Pak Saya rasa kita nggak perlu cari masalah di luar topik permasalahan itu sendiri! karena sekarang yang perlu Kita usut itu penyebar juga pelaku penyiraman Amira bukan yang lain!" tegas Mila.


"Ya udahlah terserah kalian aja!" jawab Demien secara tidak langsung merasa kalah dan setuju. Ia pun sadar atas kebaikan Mila serta sayangnya dia kepada Amira putrinya. Apalagi kemarin sempat mengirim bodyguard untuk mengawasi pergerakan Amira dari perlakuan jahat Eva istrinya.


Kini waktunya bagi Axel menunjukkan gigi sebagai lelaki yang bertanggung jawab.


Dengan tegas berjalan menghampiri Demien.


"Pa, Axel minta maaf ... karena udah gagal jaga Amira, niat Axel merahasiakan pernikahan ini sebenarnya demi kebaikan Amira juga."


"Kebetulan reputasi Axel di kampus itu lumayan buruk, apa jadinya kalau Amira si anak cantik dari orang kaya raya punya suami dosen killer macam Saya?" kata Axel merendah namun memang itu salah satu dari banyaknya list kenyataan.


Kemudian membungkukkan badannya untuk permintaan maafnya secara sungguh-sungguh.


Demien yang bisa merasakan kesungguhan Axel dalam meminta maaf.


"Oke, Saya kasih kamu kesempatan satu kali lagi ... Tapi kalau Saya dengar Amira sampai kenapa-napa lagi, Saya nggak bakalan terima dan langsung bawa Amira pulang!" tegasnya.


Axel yang paham dan mengerti menganggukkan kepalanya. Akhirnya suasana panas yang sempat membara diruang inap dimana Amira dirawat akhirnya mencair.


"Oh ya tadi Papa bawa buah apel kesukaan Kamu loh, bentar ya Papa ambil dulu." tukas Demien. Karena panitia langsung berlari untuk melihat kondisi Amira tanpa membawa buah tangan yang sudah dia beli sebelumnya.


Axel, Mila, dan Anggoro hanya diam menyaksikan kebahagiaan Amira ketika mendapatkan perhatian dari Demien.


"Syukur deh ternyata Pak Demien mau datang kesini buat jenguk Amira." tukas Mila lega.


Sejak tadi Axel belum melihat ponselnya, sekarang karena Amira sudah sadar. Axel menyempatkan diri untuk melihat alat komunikasi modern itu sesaat.


"Breaking News!"


Sebuah siaran video yang dibagikan secara langsung sedang berlangsung.

__ADS_1


Amira yang bisa mendengar suara keras dari ponsel Axel, seketika menoleh.


"Halo, Saya Ani ...."


__ADS_2