Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Awas


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar tentang sendirinya Amira. Eva langsung memberikan kabar ini kepada Dargo.


"Mas, ada kabar bagus! Axel ternyata lagi gak ada dirumah!"


"Iya! Kita culik aja anak itu langsung dari kampus!"


"Oke! sebentar lagi Aku berangkat jemput Kamu ya!"


"Bye!"


Eva segera mengakhiri panggilan telepon, dan beranjak dari meja makan untuk lekas bersiap.


*


Suasana kampus terlihat berbeda Tetapi entah mengapa Amira terlihat santai. Semua mata dan bisik-bisik masih terdengar juga Amira rasakan. Tetapi Dia memilih berlagak tidak tahu saja.


Mungkin ini karena efek dari Ani yang terus menemani dan mengaitkan tangannya disana.


"Eh, Ani dibayar berapa Lo mau-maunya bikin klarifikasi." celetuk salah satu mahasiswa wanita yang memiliki watak julid.


"Bayar pakai cinta dan perasaan! puasss!" balas Ani sewot.


Dan Mereka hanya melirik sinis tanpa melakukan apapun lagi.


"Jangan di dengerin Amira!" titah Ani menutup kedua telinganya.


Amira hanya tertawa saja. Kemudian menurut dan meneruskan langkah Mereka menunju kelas.


Didalam kelas Mereka duduk bersama. Hari ini Amira tidak lagi duduk bersama Reyno. Karena posisi laki-laki itu telah tergantikan.


Reyno hanya bisa memperhatikan wajah Amira. Kecantikan Amira memang tiada tandingannya dimatanya.


"Tenang aja Amira, Aku pasti cari cara biar Kami bisa pisah sama Pak Axel." guman Reyno lagi. Dia sudah dibutakan dengan pernyataan palsu yang telah dikatakan oleh Angel.


Di dalam kelas cukup ramai. Sebelum Dosen datang untuk mengajar. Amira lebih bertukar pesan bersama Axel. Mereka saling beradu kirim simbol hati sebanyak mungkin.


"Pokoknya Aku yang menang ... gambar lope-lope ku aja lebih banyak." isi pesan Axel tidak mau mengalah mengunggulkan perasaan cintanya lebih besar.


"Padahal cintaku juga banyak loh!" balas Amira ditambah dengan emoticon sedih.


Belum sempat membalas lagi, datanglah Dosen mulai memasuki kelas.


Amira terpaksa menghentikan aktivitas jemari tangan dan lekas fokus mengajar. Walaupun nada pesan masuk berbunyi tanda Axel telah membalas pesan darinya.


"Maaf ya Mas, Aku mau belajar dulu." batin Amira membuka buku dan bergegas untuk fokus belajar.


Jarum jam berjalan sesuai arah. Tak terasa waktu sudah berlalu. Dosen mengucapkan kata penutup dan pergi meninggalkan kelas.

__ADS_1


"Ani, Kamu beneran gak papa? apa gak ngrepotin?" tanya Amira tentang keputusan Ani yang ingin menemani Dirinya.


"Iyalah yakin ... tapi Aku ngomong dulu ya sama orangtuaku! terus Kamu pulang aja nanti Aku susulin" jawab Ani.


"Oke deh! boleh!" sahut Amira tersenyum manis, memasukkan buku kembali ke dalam tasnya.


Di kursi belakang, Angel berancang-ancang untuk mengirimkan informasi terbaru.


"****Ma, gawat! Amira mau ditemenin Ani. Jadi Ani itu cewek yang jago beladiri. Saran Angel mendingan kalo Mama mau culik Amira mendingan sekarang aja! Jangan pas ada dirumah****!"


Tangan Angel bergerak cepat dan menekan ikon pengirim pesan. Bibirnya sedikit mengerucut karena takut rencana sang Mama menjadi gagal.


*


Eva dan Dargo rupanya lebih dulu tiba di depan jalan yang berdekatan dengan area kampus. Membaca isi pesan dengan mencebik bibirnya.


"Kenapa? ada masalah?" tanya Dargo saat menyadari Eva bertingkah seperti itu.


"Hampir aja rencana Kita gagal Mas, ini Angel kirim kabar kalo Amira bakalan ditemenin sama temannya yang jago beladiri." jelas Eva.


"Mendingan Kita langsung culik Amira sekarang aja! gimana?" imbuh Eva lagi.


"Boleh, tapi Kamu pakai kacamata sama masker dulu ... soalnya Kita mau turun ... Aku mau bawa itu anak ke markas temenku yang pas banget deket sama tempat ini!" titah Dargo juga mengenakan topi hitamnya.


"Oke!" Eva mulai sibuk menutup wajahnya.


*


Sepertinya sebelumnya Amira berjalan menyusuri bahu jalan. Menikmati tempat yang biasanya dilewati olehnya.


Sebenarnya Amira tidak ingin melewati sebuah gang. Karena jalur transportasi umum memang tidak melewati jalur itu.


Tetapi Eva menarik kasar tangannya, mengajak Amira pergi dari kerumunan.


"Nggak usah banyak protes! mendingan sekarang Kamu ikut Mama !" hardik Eva meremas kuat pergelangan tangan Amira.


"Tapi Kita mau ke mana Ma?" tanya Amira lugu mengikuti kemana Eva membawanya pergi.


Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir Eva dia tetap berjalan tanpa menghentikan langkahnya sama sekali.


Cukup jauh mereka berjalan, hingga tiba di sebuah gang sempit. Di sana sudah ada dargo dan juga teman-temannya.


"Widih cantik juga anaknya, bolehlah kita icip!" seringai mereka diiringi dengan tawa jelek tergambar jelas diwajah.


"brakkk!"


Eva melempar keras tubuh Amira hingga tersungkur di atas tanah. Karena di gang itu tidak dilapisi dengan apapun.

__ADS_1


Siapa yang tidak takut dikepung banyak orang jahat. Jelas aja mengundang air mata Amira untuk keluar.


"Mama tolong Ma ... lepasin Amira." rintih Amira berusaha untuk memohon.


"Enak aja kalo ngomong! nggak! gak bisa dan gak mau!" tolak Eva mentah-mentah.


Eva justru menghampiri Amira, menjambak keras rambut halusnya.


"Ah," Amira merintih kesakitan berusaha untuk menahan dengan menekan kulit kepalanya.


"Asal Kamu tahu ya! Saya akan buat Kamu sangat dan amat menderita Amira! hari ini Saya bakal kasih kenangan yang nggak bakal Kamu lupain seumur hidup Kamu!" kecam Eva berapi-api.


Dalam diam dan tangisnya, Amira tahu. mengajak Eva berbicara secara lembut itu adalah sebuah kesalahan yang besar. Gadis itu bertekad akan melakukan sesuatu.


Melihat ada banyak pasir dan tanah yang dirasakan oleh tangannya. Disanalah Amira menemukan cara untuk melawan.


Dalam hitungan 1, 2


"Srakkk!"


"Ahhh." Tanah itu berhasil mengenai mata Eva. Wanita jahat itu melepaskan tangannya dari rambut Amira.


Secepat mungkin Amira beranjak dan berniat untuk melarikan diri.


Tetapi sayangnya Dargo telah bersiap untuk menahan tubuhnya.


"Enak aja Kamu mau lari ke mana!"


"Tolonglah Pak lepasin Saya!" minta Amira menggoyangkan tubuhnya. tetapi kekuatannya tidak sebanding dengan cengkraman tangan Dargo yang kekar.


"Sayang gimana mata Kamu?" Dargo bertanya untuk Eva.


"Aku nggak papa Mas ... tapi dasar itu anak kurang ajar banget! pokoknya Aku mau Kamu kasih hukuman berat buat Dia!" pinta Eva yang sedang naik pitam.


Dargo paham dan menyeringai.


"Tenang aja Sayang ... Kamu nggak perlu khawatir lagi kalau masalah itu."


"Karena teman-temanku bakalan bikin Dia menderita tapi nikmat ... ya kan bro?" imbuh Dargo lari kali ini melirik kearah teman-temannya.


"Siap Bro tenang aja Kita bakalan kasih kepuasan yang nikmat kok." terang Mereka.


Segera saja Dargo melemparkan tubuh Amira kesana. Dan mereka meraih tubuh Amira secara senang hati.


"Rasain kamu Amira! pokoknya Saya mau Kamu menderita!" kecam Eva sekali lagi.


Mereka langsung menyeret tubuh Amira masuk ke dalam gudang untuk melakukan eksekusi.

__ADS_1


"Ya Tuhan tolong bantu Amira!" pinta Amira dalam doa.


__ADS_2