Rahasia Amira bersama Dosen Killer

Rahasia Amira bersama Dosen Killer
Jangan


__ADS_3

Amira segera berlari untuk menyelamatkan sang Papa. Karena Eva hanya memberikan waktu 30 menit untuk mencabut laporan dari Kepolisian.


"Amira tunggu!" panggil Mila hendak mengatakan sesuatu tapi Amira lebih dulu menghilang.


Amira dan Axel berlari sambil bergandengan tangan, tetapi mata mereka terlihat lesu saat melihat jalanan padat karena macet.


"Gimana ini Mas mana macet banget lagi!" keluh Amira sedih. Semangatnya langsung menurun.


"Hei Kalian ini! mau ke mana Sayangku? tenang aja nggak usah ke kantor Mama bisa cabut dari sini kok." terang Mila menyusul.


"Nih udah beres Pak Jaka! bahkan bukti laporan yang udah berhasil kita cabut udah dikirim juga." imbuhnya lagi.


Betapa leganya hati Amira, terlihat ketika Gadis itu mengusap dadanya. Nafas yang sesak karena otot yang terlalu tegang Akhirnya bisa melonggar kembali.


"Makasih banyak ya Ma," tukas Amira, lagi-lagi diselamatkan oleh Mila.


"Iya Sayang ... ya udah nih Mama kirim ya bukti laporannya kan HP Kamu, terus langsung Kamu kirim ke nenek sihir." terang Mila segera mengirim bukti itu kepada Amira.


Saat notifikasi pesan berbunyi Amira langsung mengirim bukti laporan itu kepada Eva.


Eva menyeringai puas, ketika melihat bukti laporan dari ponselnya.


"Kerja bagus!" kata Eva melirik wajah Demien.

__ADS_1


Segeralah Eva menekan kontak Amira untuk memanggil gadis itu.


"Oke saya nggak akan apa-apain Papa Kamu!" terangnya. Seketika mata Amira menjadi cerah.


"Tapi, Saya gak akan lepasin Papa Kamu sebelum Dia serahin semua asetnya buat Saya! ingat jangan sampai Kamu lapor polisi lagi atau akan terjadi sesuatu sama Papa Kamu!" kata Eva mematikan ikon penutup panggilan.


"APA? Ma ? tapi kan perjanjiannya nggak kayak gitu ... hallo Ma?" Amira sampai berteriak memanggil Eva karena tersentak dengan pernyataannya. Gadis itu tertunduk lemas di atas lantai, dengan suara tangis dan air mata yang kembali keluar melalui retinanya.


"Bener-bener ya itu Eva jadi orang jahat banget! padahal Kita udah cabut laporannya tetapi kenapa Dia masih aja berbuat jahat sama Kamu!" kecam Mila menghampiri Amira.


"Aku harus gimana sekarang Ma?" rintih Amira kebingungan.


*


"Srakkk." Eva melepaskan penutup mulut yang melekat agar lelaki itu bisa berbicara.


"Kenapa dilepas Saya lebih suka kok ditutup mulutnya!" ujar Demien sinis.


"Nggak usah banyak ngomong deh Mas! cepat sekarang serahin semua aset itu buat Aku!" pinta Eva mendesak Demien.


"Nggak mau! Perusahaan itu Aku dan Rani yang berjuang sampai sukses dan sebesar sekarang, terus Kamu mau rebut seenaknya gitu?" tolak Demien mentah-mentah.


"Cih! Rani lagi Rani lagi ... kuping Aku muak banget bener nama itu disebut-sebut." seru Eva kesal.

__ADS_1


"Sayang surat kuasanya Kamu bawa kesini ya!"


Eva memerintahkan Dargo untuk mengambil surat kuasa yang masih berada di dalam mobil. Menyebut selingkuhan dengan mesra untuk membuat Demien cemburu.


"Kenapa ngeliatin terus cemburu ya?" ujar Eva kepada Demien.


Demien tersenyum masam mengangkat bibir bagian atasnya itu dengan tatapan remeh.


"Buat apa Aku cemburu? apalagi sainganku cuma cowok miskin kayak dia! buang-buang waktuku aja!" acuh Demien sama sekali tidak menggubris tingkah Eva itu.


Jelas saja hal ini memancing amarah Eva, dia mencengkram kuat kepalan tangannya dengan mata menyalak bagaikan serigala.


Ketika Dargo kembali membawa secarik kertas. Dengan kondisi Eva yang sudah terpancing amarahnya melakukan hal di luar batas.


Wanita itu bertindak di luar perkiraan, saat bergoyang dan meliukkan tubuhnya untuk menggoda Dargo.


"Sekarang Kamu tinggal lihat aja Mas! Aku bakalan bikin Kamu cemburu!" batin Eva melakukan adegan mesra didepan mata Demien.


Angel yang bosan karena tidak bisa berbelanja akhirnya memutuskan untuk pulang. Gadis itu sudah memasuki halaman rumah. Dia juga tidak tahu rumah megah Demien sedang dijadikan tempat penyekapan oleh sang Mama.


"Udahlah mendingan di rumah nonton drakor sambil makan camilan ... nanti tinggal tanya sama Papa kenapa kartu kredit Aku di nonaktiin?" guman Angel bersiap untuk membuka pintu utama.


"BRAKKK!"

__ADS_1


__ADS_2