Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
pertemuan pertama


__ADS_3

langit yang biru cerah, menambahkan keindahan kediaman Aldiansyah, di pagi hari ini, Alia, ialah anak kedua, dari tiga orang bersaudara, dia memiliki kakak perempuan bernama Kesya, mahasiswa semester akhir, yang kini sebentar lagi lulus sebagai sarjana, dan kakak laki laki sulungnya, bernama Adhil, yang sudah menempuh hidup barunya di Yogyakarta,,,


hari ini adalah hari, dimana ia, akan menimba ilmu, di sekolah barunya, setelah lia selesai bersiap siap, untuk pergi ke sekolah baru nya itu, ia akan turun untuk sarapan terlebih dahulu dengan Ayah dan Mama nya serta kakak yang selalu usik ketenangan nya, di meja makan, karna adil, sedang di yogyakarta,,,


lia keluar, dari kamarnya, dan kembali menutup pintu kamar, menuju lantai bawah, ruang makan


setelah sampai


tiba tiba


kesya "selamat pagi Mama , selamat pagi lia, adek ku yang jelek" sapa kesya, sambil memeluk Mama , dan duduk, di kursi makan


lia "Mama , liat tuh, kak kesya, selalu bilang 'lia jelek', padahal, ini kan hari pertama lia masuk sekolah, harusnya, kak key kasih semangat dong, buat lia, bukannya pojok kin lia terus?" jelas lia, mengadu apa yang telah kakak nya itu lakukan, dengan manja,


Mama pun mengulum senyum sambil berkata "sudahlah key, dukung adikmu ini sedikit saja, biar semangat di hari pertamanya sekolah" tutur Mama nya dengan lembut


kesya "ya udah deh, semangat ya, adek kakak yang kurang sedikit cantik nya" jawab kesya dan menoleh, pada adiknya itu


Ayah "sudah sudah, duh, kalian tuh yah, kalau ketemu, selalu saja buat onar, tidak bisakah kalian akrab seperti saudara biasanya?" tanya Ayah , pada kedua anak kesayangannya itu


Mama "key, antar adek kamu ke sekolah yah, kan searah, sama sekolahmu juga, sepeda adek kamu ban nya bocor, baru bisa di ambil, nanti siang?" pinta sang Mama , dengan suara lembut nya,


kesya "ya allah, anterin adek yang jelek ini, kesya malu akh ma," tuturnya, sambil menuangkan air putih,


lia "nggak diantar juga nggak papa kok ma, lia bisa berangkat bareng, sama salsa, lagian, lia juga nggak mau di antar, kalau kak key, nggak ikhlas anterin lia, lia juga udah dewasa, nggak perlu di anterin lagi kayak anak SD" jelas lia, meyakinkan Mama nya


Ayah hanya bisa tersenyum, sambil menggelengkan kepala, melihat kedua anaknya itu, selalu bertengkar setiap hari, namun tidak benar benar bertengkar,,,


"lihat keakraban mereka begini, aku jadi ingat sama Adhil yah, udah lama juga nggak kesini?" batin nya


dan lia pun, langsung fokus, pada nasi goreng kesukaan nya,


Ayah "lia, kamu kalau keluar rumah, pakai Niqab yah, terutama sekolah, kan, di sana, kamu akan bertemu dengan banyak orang baru?"


lia "baik yah" jawabnya, dan langsung memakai niqab, yang sudah ia siapkan, di dalam tas nya


Ayah "kamu juga jan lupa, pakai sarung tangan, atau manset, buat lindungi tangan kamu, dari pandangan orang!" pintanya


lia "iya yah" jawabnya


dan, lagi lagi, lia sudah menyiapkan nya tadi malam, dan tinggal mengambil, dan memakai nya saja


"ya udah kalau gitu, lia, tapi kamu juga harus jaga diri baik baik yah sayang, Mama nggak mau kamu kenapa kenapa, dan key, kamu bisa kan sepulang lia sekolah, kamu jemput lia di sekolah, siang nanti, Mama mau ajak kalian ke butik, buat pilih baju couple?" seru Mama nya


"baiklah ma, key akan jemput lia di sekolah nanti siang, tapi maaf, key benar benar nggak bisa anterin lia sekolah, hari ini, key ada kelas pagi?" jelasnya


"iya nggak papa sayang, kalian hati hati yah di jalan?" sahut sang ibu


kesya dan lia pun berangkat masing masing, dan Ayah juga berangkat ke perusahaan, hingga tinggal Mama yang berada di rumah,,,


di perjalanan menuju sekolah, lia bertemu dengan salsa, yang kini sedang menunggunya, di sebuah halte bis


salsa "liaaa..." teriaknya, sambil melambaikan tangan, pertanda, bahwa dirinya sedang menunggu kedatangan lia, dan menunjukkan, bahwa dia, ada di tempat tersebut


lia "hai saa" menghampiri salsa


salsa "tumben, kamu mau bareng aku naik bis, biasanya naik sepeda li?" tanya salsa heran, karna sejak sarapan tadi, lia sudah memberi kabar, bahwa dia, akan berangkat ke sekolah bareng salsa


lia "iya sa, sepeda aku, ban nya bocor, baru bisa di ambil siang ini, tadi Mama juga udah minta tolong sama kak key, tapi kak key nya nggak mau anterin aku" sahutnya dengan nada ketus


salsa "kenapa gitu?" tanyanya penasaran


lia "kamu tau sendiri kan, kakak ku itu gimana, dia selalu suka usilin aku, aku sebenarnya jengkel sa, sama kakak aku itu" berkata dengan penuh emosi


salsa "kamu yang sabar yah li, aku tau, baik buruk nya kakak kamu, itu tetap kakak kamu, dan pasti sangat menyayangi kamu li" tuturnya, menyemangati


lia "makasih yah sa, kamu selalu menjadi sahabat baik ku, lagi pula, aku juga lagi nggak mau naik sepeda, kan ini hari pertama kita masuk sekolah?"


salsa "iya li, yuk berangkat, takut nya, nanti telat?" ajak nya


lia "yuk" jawabnya


dan mereka pun pergi, dan berhenti di sebuah sekolah, yang sangat besar, dan cukup elit, nama "sekolah tsanawiah negeri tangerang" sudah nampak terlihat jelas, di hadapan kedua sahabat ini, mereka pun mulai memasuki halaman sekolah, melihat lapangan yang cukup lebar dan luas, namun saat sampai di koridor, tiba tiba,,,


salsa "lia, aku ke toilet dulu yah, kamu duluan aja ke kelas, aku kebelet?"


lia "baiklah, hati hati sa" ucap nya


salsa "iya, nanti ketemu di kelas saja yah, daah" melambaikan tangan


lia "daah" hanya mengangguk, dan tak melihat jalan


tiba tiba,,,


"bruk bruk" buku yang lia pegang pun, kini terjatuh ke lantai, karna dia tertabrak oleh seseorang


seseorang "maaf, saya tidak sengaja, saya sedang buru buru, apa kamu tidak apa apa?" tanya nya, sambil membantu lia, memunguti bukunya


lia "akh, tidak masalah, saya tidak papa kok," jawabnya


seseorang pun langsung berdiri, dan menatap lia, dengan tatapan yang sedikit berbeda, dengan di sertai senyuman,


seseorang "siapa dia, apa dia juga siswi baru di sekolah ini,?" batinnya


tanpa sadar, lia telah melihat senyuman nya, yang agak lama itu menyunggingkan senyum nya, sedari tadi,


seseorang itupun mengulurkan tangan kanan nya, dan memperkenalkan dirinya, di hadapan lia, dan berhasil membuat lia tersadar, dari lamunan nya


seseorang "akh ya, kenalin, saya radit, siswa kelas 7e?" tanyanya, sambil mengulurkan tangan nya


lia "maaf, saya alia" tutur lia menolak bersalaman bersama radit dengan lembut sambil menunduk, dan menyatukan kedua tangan nya di dadanya


radit "akh ya, maaf, jika kamu merasa terganggu?" tuturnya


lia "tidak masalah, kalau begitu, saya permisi dulu?" sambil bergegas pergi meninggalkan radit, di tempat kejadian tadi


radit pun tidak berhenti menatap punggung lia "cantik sekali wanita itu, dia berbeda dari yang lain, aku harus mengenal nya!" batin nya


tanpa di sangka, radit dan lia pun satu angkatan, dan mereka juga satu kelas, hingga begitu mudah bagi radit, untuk mengenal lia


bu indri masuk ke dalam kelas 7e, kelas lia dan salsa


bu indri "selamat pagi anak anak?" sapa bu indri


semuanya "pagi buk," mereka pun menjawab sapaan bu indri dengan semangat dan bersamaan


bu indri "baiklah, selamat datang untuk kalian semua, yang memulai pelajaran di sekolah ini, ibu harap, kalian bisa nyaman sekolah di sini, dan, langsung saja, perkenalkan, nama ibu, indri maharani, di sini, ibu akan menjadi wali kelas kalian, dan ibu harap, kalian bisa nyaman belajar bersama ibu!" tuturnya


bu indri "baiklah, langsung saja, karna ibu belum mengenal kalian, alangkah baiknya jika kalian memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran hari ini, yang ibu sebut namanya, maju ke depan ya?" tutur nya lagi


semuanya "baik bu" jawab nya


bu indri pun mulai memanggil nama siswa dan siswi nya itu satu persatu, hingga giliran salsa pun tiba


bu indri "salsa, ayo maju ke depan?" tanya nya dengan lembut


salsa pun maju ke depan kelas


salsa "assalamualaikum semua, perkenalkan nama saya salsa aulia az zahra, asal sekolah saya dari SD Negri panca negara, tempat tinggal saya di tangerang jawa barat, saya mempunyai hobi melukis, dan mempunyai cita cita, ingin menjadi guru, terima kasih, assalamualaikum" ucapnya dengan perlahan


bu indri "baiklah, apa ada pertanyaan semua?"


semuanya "tidak bu" jawabnya serempak


bu indri "baiklah, alia, silahkan perkenalkan diri kamu?" sambil mencari kehadiran alia


dengan perlahan, alia pun maju dan melangkah ke depan kelas, membuat semua teman nya tampak penasaran, dengan sosok alia itu,


radit pun tampak memperhatikannya, dan tak sedikitpun, mengalihkan pandangan nya, dari menatap lia, tatapan nya itu sangat dalam, dan mungkin bisa di katakan sangat berarti, karna matanya seolah mengatakan, bahwa dia, sangat mengagumi teman barunya itu,,,


bu indri "baiklah alia, silahkan perkenalkan diri kamu nak?" tanya bu indri


alia "baik bu" menunduk


alia "assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh?" sapa lia


semuanya "waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh" jawab serempak


alia "perkenalkan, nama saya ditta alia aldiansyah, asal sekolah saya dari SD negri panca negara" tuturnya


bu indri "rupanya kamu satu sekolah dengan salsa ya li?" tanya nya


lia "iya bu" jawabnya


seseorang "maaf bu, apa saya boleh bertanya sesuatu dengan nya?"


bu indri "tentu ken?" jawab bu indri, pada muridnya itu yang bernama ken


ken "apa nama panggilan kamu?" tanya nya dengan mata berbinar


mendengar pertanyaan itu, radit merasa kesal dengan ken, dan tatapan nya pun beralih menatap ken, yang sedang menunggu jawaban dari lia,,,


lia "nama panggilan saya lia" jawabnya


ken "kamu asal mana lia?"


lia "tangerang, jawa barat" semakin menunduk


bu indri "apa kamu punya hobi lia?" tanya nya


lia "selama ini, saya mempunyai hobi menulis bu," masih tertunduk


bu indri "cita cita?"


lia "dari hobi yang saya sukai, saya sangat suka menulis, oleh karna itu, cita cita saya, saya ingin menjadi seorang penulis novel" masih menundukkan pandangan nya


bu indri "waah, cita cita yang bagus lia, semoga kamu bisa meraih cita cita mu yah nak?"


lia "amin, makasih bu?"


bu indri "kamu boleh duduk"


lia pun bergegas duduk kembali ke bangku nya


bu indri "selanjutnya radit?"


radit pun maju ke depan kelas dengan penampilan cool nya itu, namun berbeda dengan kepalanya, yang ia tundukkan dari tadi


radit "assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, perkenalkan, nama saya zdafa raditya al hasbiy, asal sekolah saya SD negri tanjung priuk, saya tinggal di bandung, dan di sini, saya mondok, hobi saya menulis, dan cita cita saya ingin menjadi dokter, sekian dari saya, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh"


semuanya "waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh"


radit pun kembali duduk di kursi nya, yang bersebelahan bersama lia,


radit benar benar tidak pernah ada niatan sedikitpun, untuk berhenti menatap lia, bahkan saat jam pelajaran berlangsung, dia hanya fokus menatap lia,,,


lia yang menyadari tatapan dari radit pun, menoleh melirik radit sekilas, dan menganggukkan kepalanya, seolah memberi tahu, bahwa dia menyadari apa yang sedang radit lakukan sekarang,


lia "kenapa dia menatapku seperti itu, apa yang membuatnya bisa menatapku sampai seperti itu, kenapa dari tatapan nya itu, seolah mengartikan, bahwa dia ingin mengenalku lebih dekat?" batin lia,


radit yang menyadari hal itupun langsung terkejut, dan membenarkan posisi duduk nya, serta mengalihkan pandangan nya


salsa yang menyadari itu juga segera berbisik di telinga lia


salsa "apa yang dia lakukan?"


lia "aku nggak tau" sambil tetap fokus, pada pelajaran yang di terangkan


 


pelajaran pertama pun sudah selesai

__ADS_1


bi indri "baiklah anak anak, nanti siang, kita akan bertemu kembali, sekarang, karna bel istirahat sudah berbunyi, maka kalian bisa beristirahat, atau melakukan kegiatan lainnya, ibu tinggal dulu" tuturnya sambil meninggalkan kelas


salsa "menurutmu, bu indri itu gimana sich?" bertanya kepada lia


lia "menurutku beliau baik, juga cantik dan ramah"


salsa "kalau aku cantik nggak ?"


lia "cantik lah, masa tampan, emangnya kamu mau, aku bilang tampan?" menggoda nya


salsa "ih lia, apaan sich, jan bercanda deh!" kesal


lia "kamu cantik kok, sahabat aku ini cantik, bahkan juga mempunyai sifat yang baik hati" serius


salsa "makasih yah li, kamu emang sahabat terbaik ku?" sambil memeluk lia


lia "iya sa" membalas pelukan salsa


tiba tiba 2 orang perempuan datang menghampiri mereka


seseorang "assalamualaikum?" tanya salah satu perempuan tersebut


lia dan salsa "waalaikum salam" sambil menoleh


seseorang "hai, kenalin, namaku sintya al khoiri?" tutur perempuan yang lain nya, sambil mengulurkan tangan kanan nya


lia "saya alia" tersenyum menerima uluran tangan dari sintya


sintya "nama panggilan saya tya, dan kamu?" menoleh melihat salsa, sambil mengulurkan tangan kanan nya


salsa "saya salsa, saya biasa di panggil salsa aja" membalas uluran tangan tya


sintya "aku bolehkan, berteman dengan kalian, aku biasa di panggil tya" tersenyum


salsa "boleh kok" tersenyum


tya "makasih?"


salsa "iya"


seseorang "dan kenalin, saya rani, biasa di panggil rani?" mengulurkan tangan kanan nya


lia "lia" sambil tersenyum


salsa "salsa" sambil tersenyum


rani "apa saya juga boleh, berteman baik dengan kalian?"


lia dan salsa "tentu" jawabnya sambil tersenyum juga


rani "makasih"


lia dan salsa "sama sama"


rani "baiklah, kita ke kantin yuk, aku sedikit tau sekolah ini?"


"baiklah" bersamaan


sesampainya mereka di kantin


salsa "ayo duduk di sini guys" tanya nya


tya "let's go" serunya


rani "baiklah" jawabnya


lia "baiklah, kalian mau pesan apa, biar aku aja yang pergi memesan nya?" tanya nya


tya "kamu serius li, itu kan ramai banget, antriannya juga panjang hlo?"


rani "iya li, itu antrian nya panjang banget, kamu yakin, mau antri, mana semuanya lagi kumpul lagi?" tanya nya kurang yakin dengan apa yang lia katakan


salsa "apa kamu yakin li, bener kata tya sama rani hlo, antriannya panjang banget gitu, apa kamu nggak takut terbawa arus siswa siswi yang lain?"


lia "udah lah, nggak papa kali, aku juga bisa jaga diri kok, kalian mau pesan apa?" tanya nya lagi


rani "nggak papa nich, kita ngerepotin kamu?"


lia "ya allah ran, nggak papa kali, aku juga nggak ngerasa kalian repotin kok, udah, kalian bilang aja, mau pesan apa, nanti aku pesan kan!" tutur nya dengan lembut


salsa "ya udah deh, aku mau pesan mie ayam, sama minum nya es teh manis aja"


tya "kita samain aja yah, biar keliatan best friend nya?" ujar nya


lia "baiklah, ada pesanan yang lain?" tanya nya


ketiga nya "nggak "


lia "aku jalan dulu yah?" sambil berjalan


lia pun ikut mengantri bersama anak yang lain, untuk memesan 4 porsi mie ayam dan es teh manis untuk nya, dan untuk teman teman barunya itu


tanpa lia sadari, dari ia baru datang ke kantin, ada sepasang mata yang menatapnya, dan seolah memperhatikan gerak gerik nya


"assalamualaikum ditta" sapa seseorang, yang ternyata itu adalah radit


lia yang menyadari radit yang menyapanya, segera celingak celinguk, mencari orang, yang bernama ditta, tapi seolah dia tau, bahwa radit, kini sedang menyapanya,


namun terlintas di pikiran lia, dan menyadari, tatapan yang radit berikan untuknya, dia pun merasa heran, dengan tatapan terhadapnya, namun memanggil nama ditta


"aku menyapa mu ditta" tutur radit, seolah tau, apa yang ada di pikiran lia


sontak lia terkejut, dengan sapaan radit, dan menjawab salam radit, dengan sedikit gugup "wa-waalaikum salam" jawabnya sambil menundukkan pandangan nya


"apa kamu sedang memesan mie ayam juga?" tanya nya, yang melihat lia antri, di tempat antri yang menjual mie ayam


"ya" jawabnya, yang masih menundukkan pandangan nya,,,


***


"lia, kamu merasa tanggung nggak sich, makan dengan cadar dan kerudung syar'i kek gitu?" tanya rani, yang kini melihat lia, memakan makanan nya yang merasa sedikit aneh


"alhamdulillah ran, aku nggak tanggung" jawab lia


"rani, lia itu dari kecil emang udah biasa, pakai niqab, jadi, nggak mungkinlah, dia merasa tanggung, orang dia berbeda dari kita, kalau kita yang memakai hijab pendek bisa PD, kalau dia nggak akan bisa se PD kita" jelas salsa


"oyah, atau nggak , kamu buka aja niqab nya lia?" usul rani


"hus, kamu itu kenapa sich, teman sendiri mau istiqomah, malah kamu menghalanginya, nggak baik tau" timpal tya


"nggak papa tya, tapi maaf ran, aku nggak bisa, ini amanat dari Ayah aku, aku harus jaga dan menjalankan amanat ini dengan ikhlas" tutur lia


"masya allah, aku benar benar menemukan orang yang tepat, buat menjadi sahabat aku, kek nya, kamu orang nya penurut ya li?" tanya rani, sambil memuji ucapannya lia


"rani, dia itu dari kecil, udah penurut, apalagi sama keluarganya, terutama sama orang tua nya" jawab salsa


"akh, kamu bisa aja sa, jan suka lebih lebih kan omongan deh" tutur lia menahan malu


"emang kek gitu kan kenyataan nya, kan aku sahabat SD kamu li, aku pasti tau banyak lah tentang kamu" jawab salsa


tiba tiba, radit datang menghampiri mereka di sebuah meja di kantin, dan menyapa mereka


"assalamualaikum semua?" sapa radit, sambil menyunggingkan senyuman manisnya


"waalaikum salam" jawab semuanya


namun, alangkah terkejutnya lia, saat menyadari radit yang datang menghampiri nya


"hai ditta?" sapa radit


"siapa ditta?" tanya rani, yang kini telah mengenal radit sejak kecil


"ini ditta ran?" tutur radit, menoleh menatap lia, dan segera duduk di kursi samping lia duduk


"ya tapikan namanya alia dit, bukan ditta, iya kan li?" tanya nya dan menoleh menatap lia dengan tatapan kebenaran


"ditta alia aldiansyah kan ra?" tuturnya kembali, membuat dirinya dan lia menjadi pusat perhatian banyak orang


"iya dit, tapi nama panggilannya lia, bukan ditta?" sahut rani yang kini menahan setengah amarah nya


"terserah aku lah, lagian kenapa kamu yang repot sich, ditta nya juga kan yang aku panggil nggak mempermasalahkan?" dingin


"ya udah terserah kamu aja" lanjut nya


dan kini, radit pun pergi meninggalkan mereka di kantin


tiba tiba


"kamu kenal dia ran?" tanya salsa


"iya, dulu aku satu sekolah sama dia waktu di sekolah dasar!" tuturnya


"siapa dia?" tanya salsa kemudian


"dia radit, anaknya sebenarnya baik, pinter lagi, tapi sifat dinginnya nggak ilang dari kecil!" jelas rani


"tapi dia cool juga hlo, dan, kenapa tiba tiba dia menyapa lia, ada apa nich li?" ujar salsa, sambil tersenyum menggoda lia


lia yang se dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka pun menjadi terkejut, setelah dia merasakan salsa telah menggodanya


"apaan sich sa, aku nggak ada apa apa kok, sama dia, aku juga nggak kenal sama dia" jawab lia serius


"tapi kan dia udah kenal sama kamu li, kita udah kenalan di delapan kelas tadi, dan bukan berarti dia nggak boleh kenal kamu dong?" masih menggoda lia


"udah akh sa, kamu ini kenapa sich, jan berpikir aneh aneh deh!" pintanya dengan lembut


"guys, dia itu emang tipe cowok yang cool, saking dingin nya dia, tapi sikap dingin nya itulah yang orang orang suka terhadapnya" tutur rani


"oyah, dia cuek nggak sama orang sekitarnya ran?" tanya salsa


"setau aku dia itu orang nya cuek banget, apalagi sama cewek, tapi aku juga ngerasa aneh, waktu dia tiba tiba menyapa lia, karna nggak biasanya dia nyapa cewek kek tadi, padahal, hampir semua cewek dia cuekin hlo guys?" jelas rani kembali


"udah lah, kenapa sekarang jadi bahas dia si, emang nya nggak ada topik pembicaraan lain apa?" tanya lia antusias


"iya, kalian ini kenapa sich, suka ghibah in orang, nggak baik tau, lebih baik ke kelas yuk, bentar lagi pelajaran akan di mulai" tanya tya, yang baru mengeluarkan suara nya


setelah menyelesaikan makannya pun, mereka berempat langsung bergegas ke kelas, dan mengikuti pelajaran selanjutnya


 


siang hari, setelah sepulang sekolah, lia dan ketiga sahabatnya itu keluar dari dalam kelas


"kalian duluan aja yah, kakak aku mau jemput, aku bisa sendiri kok?" tutur lia dengan lembut


"kamu yakin li, nggak mau bareng kita, aku takut, nanti kamu nggak jadi di jemput lagi sama kak key?" sahut salsa


"nggak kok sa, Mama udah ingetin kak key buat jemput aku, insya allah, aku bisa jaga diri kok, palingan, kak key jemput aku agak telat" jawabnya


"baiklah, kita duluan yah li, kamu jaga diri di sini!" pinta nya


"insya allah, aku bisa jaga diri aku sa, kalian juga hati hati yah?" sambung nya


"iya li, daah" tuturnya sambil melambaikan tangan


lia pun berjalan kaki menuju halte bis depan sekolahnya, kemudian ia segera duduk, di kursi tunggu, sambil memegangi ponselnya


tiba tiba, ponselnya bergetar, tanda ada panggilan masuk, dan lia pun segera mengangkat, dan melihat ponselnya yang ternyata yang menelponnya adalah kakak nya


"assalamualaikum?" ucap lia


"waalaikum salam lia, kamu udah pulang belum, kakak sedang bersiap siap jemput kamu ke sana?" tanya kakak nya

__ADS_1


"nggak kak, aku udah pulang kok, aku juga lagi tungguin kakak di halte bis depan sekolah" tutur lia, sambil beranjak dari duduk nya, dan maju melihat arah jalan


"baiklah li, tunggu kakak yah, kakak segera datang dan jemput kamu, jan kemana mana!" pinta nya


"iya kak, kakak hati hati yah di jalan, lia tutup dulu, assalamualaikum?" tuturnya


"waalaikum salam" jawabnya


lia pun hendak akan duduk kembali, dan... alangkah terkejutnya ia, saat melihat radit duduk di kursi tunggu itu, namun lia terlihat tenang, dan duduk dengan jarak yang cukup jauh dengan radit,,,


dan lia pun terkejut, saat ia merasa, radit berjalan ke arah nya, sambil bertanya


"kenapa belum pulang?" tanya nya


"kakak saya akan menjemput saya!" ucapnya dengan tertunduk


"oh, kirain emang belum pulang, kalau belum pulangkan, kita bisa bareng?" tuturnya


lia hanya diam saja, mendengar perkataan radit


"ditta, apa aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya nya dengan lembut


"silahkan!" ucapnya tak kalah lembut, sambil menundukkan pandangan nya


"kamu umur berapa ta?" tanya nya penasaran


"kemarin 13 tahun" ucapnya


"kemarin, mksd nya kemarin kamu ulang tahun?" tanya nya penasaran


"ya" ucapnya


"kalau gitu selamat yah ta, semoga apa yang kamu inginkan, bisa kamu dapatkan?" do'a nya


"amin, makasih?" ucapnya


"ya, kalau aku 15 tahun ta" ucapnya memberi tahu


"ya" jawabnya singkat


"tadi kamu telponan sama siapa ta?" tanya nya mencoba lebih akrab dengan lia


"kakak" jawabnya singkat


"oh, kakak kamu yang mau jemput kamu di sini yah?" tanya nya penasaran


"kenapa dia mau tau urusan aku sich, kenapa lagi dia juga kek nya mau tau kepribadian aku?" batinnya


"ya" jawabnya lia mulai cuek


beberapa menit kemudian, suara klakson mobil kesya pun terdengar, dan mobil pun berhenti tepat di depan lia, kesya pun menurunkan kaca pintu mobilnya sambil berkata


"ayo masuk!" dengan wajah dingin nya,


namun alangkah terkejut ia, saat melihat adiknya itu berada di depan seorang pria tampan, tanpa ia kenal sebelum nya


"siapa dia?" tanya nya penasaran dengan laki laki yang ada di belakang adiknya itu


lia pun menoleh ke belakang, dan mendapati radit yang masih berdiri di sana, sambil menyunggingkan senyum nya, dan menganggukkan kepalanya, seolah menyapa kakak nya itu, yang membuat key tersenyum, dengan hati yang penasaran


"atasan lia kak" ucapnya tak kalah dingin, dari sebelumnya


"saya duluan" ucap lia, dengan wajah dingin nya, sambil menganggukkan kepalanya


"ya, baiklah, sampai ketemu besok ta?" tanya nya dengan kegirangan


lia pun bergegas masuk ke dalam mobil sebelah kemudi, dan segera memasang sabuk pengaman, dan kesya pun langsung menjalankan mobilnya,,,


setelah mobil kakak nya lia tidak terlihat lagi di pandangan radit, dan memastikan bahwa lia pulang dengan aman, kini radit pun kembali duduk dan menunggu seseorang di halte itu, sambil berpikir


"dia berbeda dari yang lain, aku harus bisa mendekati dirinya, di antara orang yang kejar aku, dialah satu satunya orang yang berhasil membuat jantungku berdetak kencang, aku harus bisa mendapatkan nya" pikirnya


setelah lama menunggu, kini seseorang pun datang menghampiri dirinya,


"hai dit, maaf, udah bikin kamu lama menunggu?" ucap seseorang itu, yang tak lain adalah sahabat radit,


"nggak papa ri, aku ngerti kok, kan hari ini, kamu ada jadwal ekstrakulikuler?" jawabnya


"iya, makasih yah dit, ayok jalan?" ajak nya


"bentar deh ri, aku mau cerita bentar ama kamu, boleh yah?" tanya nya serius


"boleh, mau cerita apa, aku siap mendengarkan!" tuturnya


"ri, tadi pagi, aku ketemu sama seorang wanita bercadar, aku rasa, aku jatuh cinta terhadapnya, dan siang hari, waktu masuk kelas, ternyata kita satu kelas ri, tapi kelihatannya, dia begitu cuek terhadapku, aku ingin sekali bisa dekat dengan dirinya, tapi, jika seandainya aku mendekatkan diriku kepadanya, aku takut dia menghindar ri?" jelasnya sedih


"oh, wanita bercadar itu, tapi kenapa kamu bisa suka sama dia dit, sedangkan dia, tidak memperlihatkan wajah nya? apa kamu yakin, dengan keinginan mu?" tanya nya ragu ragu


"eh bentar, kenapa kamu juga tau dia ri?" tanya nya penasaran


"bagaimana aku bisa nggak tau dia, sedangkan yang bercadar di sekolah atau di kelas kita hanya dia, jadi kenapa kamu bisa suka sama dia dit?" tanya nya kembali


"entahlah ri, rasanya, aku sangat menyukai dirinya sekalipun dia memakai cadar, aku juga merasa sejuk saat memandang dirinya, tapi, dia terlihat begitu cuek dengan diriku ri, mungkin kah aku bisa mendekatinya?" tanya nya antusias


"mending kamu pikirkan dulu tentang hal itu dit, jika kamu sudah menemukan keputusan, aku siap bantu kamu!" ucapnya memberi semangat, sambil menepuk pundak radit


"makasih yah ri, kamu selalu menjadi teman baikku?" tuturnya


"iya dit, sama sama, kalau gitu, ayok kita pulang?" ajaknya lagi


"ayo" jawabnya sambil bergegas menuju motornya


sedangkan berlawanan dengan situasi di mobil kesya, kesya yang selalu saja ingin tau tentang kehidupan adik nya itu, sampai ia menanyakan kejadian tadi di halte bis, saat lia sedang bersama radit


"dek, kamu belum jawab pertanyaan kakak?" ucapnya


"pertanyaan yang mana kak?" tanya nya


"yang itu hlo, yang tadi cowok di belakang kamu itu siapa sich, kek nya deket banget!" ucapnya


"kenapa kakak bisa bilang aku deket banget sama dia? mksd dari ucapan kakak itu apa?" tanya nya setelah mendengar ucapan sang kakak


"bukan apa apa, tapi kakak rasa, dia deket aja sama kamu dek?" ucapnya lagi


"oh, bukan siapa siapa!" dingin


"hmm, jujur aja kali dek, sama kakak?" tanya nya, sambil melirik lia sekilas, karna sedang fokus menyetir


"sudah ku bilang dia bukan siapa siapa kak, hanya atasan ku saja!" ujarnya


"atasan? mksd nya atasan apa, emang di sekolah ada yang namanya atasan yah?" ucapnya sambil tersenyum sinis


"mksd aku, dia emang temen aku, tapi usianya jauh 2 tahun di atas usiaku" jelas nya


"kok kamu bisa tau, usianya 2 taun di atas usiamu?, kamu kepo in dia yah?" ucapnya


"ih, siapa juga yang kepo in dia, orang dia yang bilang sendiri sama aku kok" jawabnya dengan bergidik ngeri


"mksd kamu?" tanya nya lagi, makin penasaran


"iya, awalnya dia tanya aku umur berapa, ya aku jawab waktu kemaren, aku umur 13, trus dia bilang, dia umur 15 sama aku, tanpa aku bertanya sama dia" jelasnya


"dia pacar kamu?" tebaknya


"sssttt kak, sudah ku bilang, dia temen aku, hanya sebatas temen, nggak lebih" ujarnya mulai menahan amarah nya


"lebih dari teman juga nggak papa kali dek?" ujarnya dengan nada menggoda


"tau akh, serah kakak aja!" ucapnya dengan memasang wajah dingin


"eh, tapi beneran hlo, dia itu kek nya mau ada sesuatu sama kamu?" ucapnya mulai serius


"mksd kakak, mau ada sesuatu gimana?" tanya nya sambil melirik kakak nya itu


"ya, kakak rasa, dia suka sama kamu, dan dia, mau mengenal kamu lebih deket lagi!" ujarnya


"kenapa kakak bisa bicara seperti itu?" semakin penasaran dengan apa yang sang kakak katakan


"ya tadi kan kamu bilang, dia tanya tentang usia kamu, apa itu tidak cukup bukti, kalau dia benar benar menyukaimu?" bertanya balik


"tau akh, kakak berbelit belit!" ucapnya


setelah beberapa menit di perjalanan pulang, kini, lia dan kesya pun akhirnya sampai di rumah


"assalamualaikum?" tanya nya, sambil memasuki rumah tersebut "waalaikum salam, kalian udah pulang?" tanya sang ibu "iya ma, lia ke kamar dulu yah ma, mau bersih bersih?" ucapnya setelah mencium punggung tangan sang ibu, dan segera bergegas menaiki tangga, menuju kamar nya "eh, lia tunggu" tutur sang ibu dengan lembut "iya ma, ada apa?" tanya nya "kamu cepat cepat siap siap yah, kan siang ini kita mau fighting gaun couple ke butik?" tuturnya lagi "baik ma" jawabnya dan segera memasuki kamarnya yang ada di lantai atas


****************


setelah lia dan kesya selesai bersiap, kini mereka pun pergi untuk mem fighting gaun di butik, sesuai janji yang pernah mereka bicarakan sebelum nya


tiba tiba, ponsel lia pun berdering, saat di tengah perjalanan menuju ke butik, dan tak perlu waktu lama, lia pun segera mengangkatnya


"assalamualaikum?" ucapnya setelah menjawab telpon nya


"waalaikum salam k*a***k lia, kak lia lagi sibuk nggak ?" tanya seseorang, yang tak lain adalah aryani, saudara sepupu, sekaligus sahabat lia


"sibuk dikit sich yan, kenapa?" tanya nya, "aku mau minta tolong sama kak lia, kak lia bisa nggak , anter aku ke toko buku, nanti sore pukul 3, sama sefti juga?" tanya nya


"em, baiklah, tapi sekarang, aku sedang di luar yan, mungkin pukul 1 nanti aku baru sampai rumah, nggak papa kan?" ujarnya


"iya kak, nggak papa, maaf yah kak lia, aku udah buat kamu repot?" tanya nya merasa bersalah


"iya yan, nggak papa kali, ya udah , aku tutup dulu yah, telpon nya, assalamualaikum?" tanya nya


"iya kak, sampai jumpa nanti sore, waalaikum salam" jawabnya


"siapa li?" tanya sang ibu, yang kini berada di sampingnya, "yani ma, dia minta tolong sama lia, buat temenin lia ke toko buku, padahal, ada sefti juga, tapi Mama tau sendiri kan, dia selalu mau sama lia, karna sefti sedikit dingin?"tuturnya


"iya li, kira kira, nanti kita sampai rumah agak sore, paling antara pukul 3 atau 4, tapi kamu fighting gaun nya duluan, setelah itu, kamu bisa antar yani sama sefti ke toko buku, biar Mama sama kak kesya aja" ujarnya


"ya udah ma, nanti lia kabarin yani lagi sama sefti, tapi Mama nggak papa kan, aku tinggal?" ucapnya sedih, "nggak papa sayang, Mama nggak masalah kok" tuturnya meyakinkan


dan setelah beberapa menit, mobil key pun sampai di butik, setelah key memarkirkan mobilnya di parkiran, mereka pun langsung turun, dan memasuki pintu utama butik tersebut


saat lia hendak akan keluar dari dalam mobil, tiba tiba saja, ponsel nya berdering kembali, "ma, Mama sama kak key duluan aja yah, lia mau angkat telpon dulu bentar?" tanya nya sambil mengambil ponselnya di dalam tas nya


"baiklah sayang, kamu jan lama lama yah, Mama duluan, nanti kamu nyusul aja ke dalam!" pinta Mama nya


"baik ma?" tuturnya, sambil menjawab sambungan telpon itu


"assalamualaikum?" ucapnya


"waalaikum salam kak lia, kak lia jadi kan, mau antar kita ke toko buku nanti sore?" tanya seseorang di sebrang telpon sana, yang tak lain adalah yani


"iya yan, aku bisa, kamu jemput aku pukul 02:30 ya yan, di butik blue rose?, kamu tau kan?" tanya nya


"iya kak, aku tau, ya udah , aku tutup dulu yah telpon nya, assalamualaikum kak lia?" ucapnya


"waalaikum salam" jawab nya,


📩 pesan TIME 📩


pesan buat lia


pesan buat radit


pesan buat diri sendiri


pesan buat lia dan radit


tulis di kolom komentar yah all?

__ADS_1


TBC...


hai semua, selamat datang di novel saya, ini saya rangkai kan kisah lia dan radit versi novelnya, ada kisah cintanya lia dan rangga juga dari awal, semoga kalian suka, dan jan lupa, like, vote, poin koin novel ini yah all, boleh juga tambahkan ke daftar favorit nya jika mau, karna itu semua berarti bagi saya, dan itu, adalah salah satu cara agar saya lebih semangat lagi up nya, makasih all, sampai jumpa di part selanjutnya👇🏻👇🏻


__ADS_2