Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
kenapa jadi seperti ini?


__ADS_3

kelas sudah usai, kini hanya menyisakan siswa siswi yang sedang piket di kelas 7e itu, lia yang sedang menyapu teras kelas nya sedikit terkejut, mendapatkan mitha menyapanya


"hai lia, kamu lia kan?" tanya nya dengan senyum manis nya dengan tangan kanan ia lambaikan tanda nya menyapa lia di hadapan nya


"oh, hai, iya, kamu mitha kan?" tanya nya kembali


"iya, senang satu kelas sama kamu, apa aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya nya to the point


"boleh tha, mau tanya apa?" tanya nya


"ini soal radit, aku denger, dia sahabatan sama kamu yach di kelas ini, apa dia sedang dekat dengan perempuan?" tanya nya tanpa basa basi terhadap teman baru nya itu


lia yang memang sedikit terkejut dengan mendengar penuturan mitha, teman barunya itu sedikit bertanya lagi


"maaf tha, mksd kamu apa yach?" tanya nya lembut


"mksd aku, radit itu, lagi pacaran nggk sich, sama cewek?" tanya nya


"ooh, kalo soal itu, aku kurang tau yach tha, aku memang sahabatan sama kha radit, tapi aku tidak tau hal yang berbau pribadi seperti itu, maaf" ucap nya


"ooh, iya nggk ppa li, tapi, kamu lihat dia deket aja nggk akhir akhir ini sama siapaa gitu?" tanya nya masih memaksa


"emmm, menurut ku, enggak sich, kha radit nggk deket sama siapa siapa, emang nya kenapa?" sekarang, giliran lia yang bertanya


"jujur li, aku suka sama dia, kamu bisa nggk, bantu aku buat bisa deket sama dia?" tanya nya


mendengar itu, lia kembali merasa terkejut dengan penuturan mitha, bukan nya apa, ia rasa, itu adalah hal yang asing, apalagi radit terlihat biasa saja dengan sikap nya pada mitha, dan itu, tidak menunjukkan, bahwa radit mencintai sosok mitha


"emmm gimana yach tha, bukan nya aku nggk mau, tapi, aku nggk punya pengalaman dalam menjodohkan seseorang, aku nggk bisa, maaf" tutur nya


mendengar hal itu, mitha pun merasa jengkel, ia tidak bisa menerima nya, dan berkata


"kamu gimana sich li, kan kamu sahabat nya radit, kenapa cuma buat aku sama radit aja nggk bisa sich?" tanya nya ketus


"maaf tha, aku benar benar nggk bisa, aku permisi" tutur nya seraya melangkah ke dalam kelas, dan mendapati radit sedang menyapu lantai kelas


"ditta, kamu sudah selesai?" tanya nya menghampiri lia


"iya kha, aku sudah selesai" jawab nya menunduk


melihat raut wajah gadis di hadapan nya sedikit murung, ia pun mulai bertanya


"kamu kenapa ta, apa ada masalah?" tanya nya


lia yang mendengar itu, batin nya seakan tergerak, dan mulai berbicara di dalam hati nya


'ada kha, ritha cinta sama kha radit, tapi kenapa aku menjadi seperti ini?' batin nya


radit yang mendapatkan lamunan lia, kini mulai sadar, dan mulai panik sendiri, dia merangkul kedua pundak lia di hadapan nya


"katakan, ada masalah apa, aku tau kok, kamu pasti punya masalah, kamu nggk boleh simpan masalah kamu sendiri, kamu harus cerita" ucap nya dengan kedua tangan masih di atas kedua bahi lia

__ADS_1


mendapatkan perlakuan seperti itu, kini tangan lia pun sontak menepis pelan kedua tangan radit di bahu nya


"maaf kha, aku nggk ppa kok, alhamdulillah, nggk ada masalah juga, aku,,," ucap nya terpotong, kala mendengar dering ponsel nya


"ditta, kamu mau kemana?" tanya nya yang melihat lia hendak keluar, dengan ponsel yang masih ia genggam


"maaf kha radit, aku harus mengangkat ponsel, permisi" ucap nya tanpa melihat radit di hadapan nya


"assalamualaikum ngga, kamu di mana?" tanya nya


"..."


"aku di ruang kelas, kamu ke sini yach, ada yang mau aku kenalkan sama kamu" ucap nya


"..."


"baiklah, assalamualaikum?" ucap nya


"..."


panggilan pun berakhir, lia kembali masuk ke ruang kelas nya, hendak mengambil tas di meja nya


"ta, siapa yang telpon?" tanya radit yang mungkin memang mendengar penuturan lia


"rangga" jawab nya singkat


"dia mau ke sini?" tanya nya lagi


"yach" jawab lia singkat, dengan menggantung penuturan nya "kha radit bisa nggk sich, nggk halangi jalan lia, lia mau,,," ucap nya terpotong


"kha radit, sini, kembalikan tas lia" ucap nya mulai berjinjit, hendak mengambil tas nya di tangan radit


radit kini memilih mengerjai lia, dia semakin meninggikan tangan kanan nya dari lia, hingga lia tidak bisa meraih tas nya


"kamu mau ini, ambil lah" ujar nya menggoda


"kha radit, itu nggk lucu yach, balikin, rangga akan segera ke sini, aku mohon khaa" ujar nya


"ambil dulu, coba, kalo nggk bisa, baru aku balikin" jawab nya dengan nada sedikit mengejek


"kha radit, itu nggk lucu yach" lia pun kini mulai berusaha untuk meraih tas nya di tangan radit, wajah nya terlihat mendongak, dan ia tidak sadar, jika langkah kaki nya mendekati kaki meja guru, hingga kini,,,


duuk


radit yang tidak siap dengan situasi pun, sontak terjatuh juga, kini,,, dia berada di samping tubuh lia dengan posisi, tangan nya merangkul pinggang lia karna sontak


sadar dengan kejadian tersebut, lia pun segera menyingkir kan tangan radit dari pinggang nya, namun dia terlihat,,,


"auh" lia meringis, dengan duduk di depan papan tulis dan kedua tangan nya terulur, untuk menyentuh kaki kanan nya yang terkilir, dia merasa kesakitan


radit yang mendapati lia merasa kesakitan pun, kini langsung menghampirinya dan bertanya

__ADS_1


"ditta, kamu,,, kamu kenapa, apa yang terjadi pada kaki mu?" tanya nya


"sudah lah kha, aku bilang ini nggk lucu, tapi kenapa kha radit sulit sekali mengerti?" ucap nya masih menahan rasa sakit dan ngilu pada kaki kanan nya


mendengar hal itu, kini radit pun mulai merasa bersalah, di tambah dengan lia yang mulai menjatuhkan air matanya kalan menahan sakit


"ma-maaf kan aku ditta, aku tidak bermaksud untuk melukai mu, aku-aku hanya ingin bermain dengan mu" tutur nya


tidak menunggu lama, kini rangga pun datang dan berdiri di pintu kelas, dengan pandangan yang terkejut, dia segera berlari kecil menuju lia


"kamu kenapa li, apa yang terjadi dengan kaki mu?" tanya nya sedikit panik


"kaki aku terkilir ngga, bisa kamu tolong bawakan tas aku di tangan kha radit, aku akan segera ke mushala?" ucap nya lembut dengan air mata yang mulai reda


"tapi,,, apa kamu masih bisa jalan, apa perlu aku yang menggendongmu?" tanya nya


"nggk perlu, aku,,," ucap nya terpotong, kala mendengar salsa datang ke kelas


"hai sa, ngga, aku udah bilangkan sama kamu, aku mau kenalin kamu sama seseorang, kenalin, ini salsa, sahabat aku, sa, kenalin, ini rangga, yang pernah aku ceritain sama kamu" ucap nya


"akh ya, hai rangga, aku salsa, sahabat nya lia, lia udah cerita sama aku kok" ucap nya mengulurkan tangan kanan


"hai sa, aku rangga, teman nya lia, senang bisa kenalan sama kamu" jawab nya menerima uluran tangan dari salsa


"li, aku benar benar khawatir sama kamu, kamu aku gendong aja yach, buat ke mushala?" tanya rangga dengan raut wajah memang terlihat khawatir


"nggk ppa ngga, aku bisa kok" jawab nya menenang kan


"emang nya lia kenapa ngga?" tanya salsa


salsa memang bertanya pada rangga, namun bukan rangga yang menjawab, melain kan radit yang angkat bicara


"kaki nya terkilir sa" jawab radit singkat, namun sangat jelas, dia merasa bersalah


"apa?" tanya nya dan rangga kaget bersama


"kamu apain lia dit, sampe bisa terkilir kaki nya gitu?" tanya nya


"tadi nya aku mau main sama dia, tapi malah buat kakinya terkilir" ucap nya singkat


"sudah ku bilang kha radit, ini bukan hal untuk main main, sudah lah, rangga, aku sama salsa aja, salsa pasti bisa bantu aku berdiri dan berjalan kok, kamu tolong bawain tas aku aja, nggk ppa kan?" tanya nya lagi


"baiklah li, aku bisa kok, bawa tas kamu, mana dit?" tanya nya


radit pun dengan terpaksa harus memberikan tas lia kepada rangga, tapi dia terlihat berat hati hanya untuk memberikan tas lia saja


**bersambung...


alhamdulillah, bisa SU lagi semuanya, author kembali lagi di chap ini, author bersyukur sekali bisa menyapa kalian pengagum novel nya author, makasih buat yang setia menunggu cerita nya author, mungkin ada saat nya author sakit atau sibuk hingga nggk sempet buat SU, tapi author usahakan, ini juga saat author agak senggang, jadi author bisa crazi SU ya semua


jangan lupa selalu komen, vote nya juga yach, author memang nggk mudah juga author rangkai kata demi kata ini hhe, koin sama poin nya jan lupa, hadiah juga, maaf, author emang nggk paksa kalian buat ini, tapi author berharap lebih untuk ini, jadi, author juga berharap dapat penghargaan dari kalian dengan cara di atas yach

__ADS_1


sampai jumpa di chap selanjut nya, salam hangat dari author nya nich, semoga kita semua selalu berbahagia


ahad, 17 oktober 2021**,,,


__ADS_2