Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
boleh kah aku mengenalmu


__ADS_3

masih dalam waktu, tempat, dan keadaan yang sama


kini lia pun mulai membersihkan tempat yang sudah ia dan kkk nya pakai untuk membuat kue, hingga akhir nya, ucapan seseorang pun mengagetkan nya dari aktivitas nya itu


"permisi" sapa nya yang sudah hadir berdiri tegap, tepat, di belakang lia


lia yang saat itu sedang merapikan kembali kitchen set di dapur pun menjadi terkejut seketika, dan tanpa sengaja memecahkan sebuah gelas yang sudah ia cuci


prang


"astaghfirullah" ucap nya latah


"eh, maaf, jika kehadiranku membuat mu terkejut" ucap pemuda yang kini sudah hadir di hadapan nya itu, karna lia pun sudah membalik badan nya hendak mengumpulkan serpihan gelas, namun,,,


"maaf, emm,,, kamar kecil di mana yach?" tanya pemuda itu


"emm di sana" jawab lia menunjukkan jari nya pada pintu kamar kecil di pojok, dekat meja makan sambil menunduk, mendapati seorang laki laki di hadapan nya


"baiklah, terima kasih" ucap nya dan segera ke kamar kecil di dapur itu


ruang keluarga aldiansyah,,,


"maaf pak aldi, tadi yang mengantarkan minuman dan makanan ke sini kalo boleh tau siapa yach, kok saya merasa itu ada hubungan dekat dengan keluarga ini?" tanya pak syarief menoleh ayah


"akh iya pak syarief, itu anak ketiga saya, ditta alia aldiansyah, baru mau duduk di kelas delapan, iya, dia deket sama saya" jawab ayah memperkenalkan lia pada calon besan nya


"akh begitu yach, maaf nich pak aldi, kok saya liat liat semua wanita di keluarga ini mengenakan niqab semua yach?" tanya pak syarief lagi


"akh, tidak juga pak, ini hanya ada acara, jadi mereka mengenakan niqab di wajah mereka, kecuali anak ketiga saya itu, waktu dulu, mma nya pernah buat dia cobain niqab di wajah nya, sampai sekarang pun dia masih betah pakai niqab pak" jawab ayah dengan sedikit menjelaskan


"ooh, dari umur berapa anak ketiga pak aldi ini menggunakan niqab pak?" tanya pak syarief lagi


"emm kurang lebih waktu dia umur 3-4 tahunan lah pak" jawab ayah berusaha mengingat masa kecil lia


"akh begitu yach, kalo gitu masih terlalu dini dong pak, seperti nya anak pak aldi ini penurut semua yach?" tutur pak syarief


"hmm ya begitu lah anak anak saya pak" jawab ayah singkat

__ADS_1


entah lah, author juga tidak tau pasti kenapa pak syarief ini menanyakan lebih dalam mengenai anak ketiga nya ini, seolah olah merasa kagum pada lia, kagum nya kagum bangga gitu yach guys, jan salah faham wkwkwkw


di dapur


kini rendra pun telah selesai dengan aktivitas nya di kamar kecil keluarga aldiansyah itu, namun saat hendak keluar dari kamar kecil itu, tiba tiba ia mendengar sesuatu seperti ringisan seseorang


aauuhh,,,


mendengar suara merasa dekat dengan tempat nya berdiri saat ini, ia pun sontak langsung memutar knop pintu kamar kecil itu dan tampak lah seorang wanita yang sedang memegangi tangan nya yang tidak henti henti nya mengeluarkan darah, dari kulit nya


ia pun sontak berlari ke arah wanita yang sedang duduk dengan menahan rasa sakit nya sambil terus meringis


"kamu kenapa, ada apa dengan tangan mu?" tanya nya pada wanita tersebut


"kena serpihan kaca" jawab wanita itu singkat padat dan jelas, membuat rendra semakin penasaran


ia pun beralih melihat banyak serpihan keramik di lantai, mungkin barang yang jatuh, pikir nya


"di mana letak kotak obat p3k di sini?" tanya nya lagi dengan rasa khawatir nya


"di laci kitchen set" jawab wanita itu sambil tertunduk


setelah ia mendapatkan apa yang ia perlukan saat ini, ia pun segera menghampiri gadis yang tengah duduk di meja makan, ia pun mulai mendudukkan dirinya di sebrang gadis itu sambil berkata


"sini, aku akan mengobati tangan mu yang terluka" ucap nya pada gadis di sebrang nya yang hanya memang tertunduk


"makasih, tapi saya bisa mengobatinya sendiri" ucap gadis itu yang perlahan mulai mengambil kotak p3k di hadapan nya


dengan telaten, gadis itu mulai mengobati tangan nya yang terluka, sambil sesekali meringis menahan rasa sakit, beda hal nya dengan rendra, diam diam ia tersenyum ke arah gadis itu


'sungguh gadis yang mandiri' puji nya diam diam di dalam hati nya


sementara lia yang merasa di pandangi hanya merasa risih dengan perlakuan laki laki di depan nya ini


"makasih" ucap nya saat setelah membereskan semua obat dari mulai obat merah hingga perban ke dalam kotak kembali


"hmm, apa, maaf, aku tidak mendengar nya?" jawab sang laki laki itu dengan nada menggoda lia

__ADS_1


"makasih" ucap nya mengulangi nya lagi sambil terus menundukkan pandangan nya


"hmm makasih untuk apa?" tanya laki laki itu lagi


"untuk kotak p3k nya" jawab nya jujur, dan singkat padat dan jelas


"aakh itu, iya sama sama, tapi, apakah aku boleh mengenalmu, aku rendra" ucap laki laki tersebut sambil mengulurkan tangan kanan nya hendak bersalaman


lia yang masih tertunduk pun menjadi lebih tertunduk lagi kala melihat lawan jenis di hadapan nya itu dengan beraninya memperkenalkan diri nya, suasana pun hening seketika, mungkin bagi lia pribadi, hingga seseorang pun tengah mengagetkan keduanya


"dicariin ternyata di sini, ayo keluar, semuanya akan segera pamit, kamu tau, ayah nungguin kamu hlo, dari tadi, tapi kamu malah duduk manis di sini, berduaan sama calon adik ipar kkk lagi" ujar laki laki itu yang tak lain adalah verry, calon kkk ipar lia


"yach kkk apaan sich, ganggu orang mau kenalan aja, bentar yach, aku cuman mau tau namanya aja, aku lagi nungguin jawaban nya kha, dari tadi dia nunduk terus tau" jawab sang adik


"siapa nama kamu?" tanya rendra kembali, teguh dalam pendirian nya, sambil menoleh menatap lia


namun lia hanya menunduk, mungkin ia malu, karna memang pada dasar nya ia memiliki sifat pemalu dalam dirinya yang tumbuh saat ia masih kecil


"udah lah ren, jan paksakan dia, kenapa kamu masih ngeyel banget sich, pen kenalan sama calon adik ipar kkk ini, udah jelas dia itu pemalu tau, malah kamu deketin" ujar sang kkk namun dengan nada bicara menggoda


lia yang mendapati sosok calon kkk ipar nya tengah tersenyum dengan godaan nya itu pun kini menjadi sedikit jengkel dengan calon kkk ipar nya itu, namun pada akhirnya ia tahan juga


setelah nya ia hanya memasang wajah dingin nya di hadapan calon sang kkk ipar dan hendak pergi


"maaf, saya permisi" ucap nya yang langsung melangkahkan kaki nya untuk kembali ke ruang keluarga


namun semua itu tak luput dari tangan kekar yang tengah menahan tangan kanan nya untuk pergi dari dapur itu


"mau kemana calon adik ipar nya kkk, bukan nya adik kkk belum tau nama kamu yach, kok main pergi aja sich, jawab dulu dong" ujar sang calon kkk ipar masih menggoda nya, namun itu tak mempan dengan lia


"maaf saya harus pergi dari sini, saya tidak ada waktu untuk ini" icap nya singkat padat dan jelas, seraya menepis kasar tangan sang calon kkk ipar


'huuh, untung calon kkk ipar, kalo orang asing udah aku jewer juga tu kuping, biar lebar, belum tau apa sedang berhadapan sama siapa, astaghfirulah sabar lia sabar, orang sabar di sayang allah' batin nya seraya melangkah menuju luar, ikut mengantar kepamitan kekuarga al ghifary


**bersambung,,,


alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, jan lupa tinggalkan jejak nya yach semua, komen, like juga yach, karna author juga nggk mudah membuat karangan seperti ini, ok, selalu jaga kesehatan semua

__ADS_1


salam hangat dari author


kamis, 30 desember 2021**


__ADS_2