
pagi yang cerah ini, lia tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah nya, seperti biasa, ia akan keluar dengan pakaian seragam rapi dan kembali menutup pintu kamar nya, saat beralih menuju ke ruang makan, ia mendapati semuanya yang tengah tersenyum hangat menyapa dan menyambut nya pagi hari ini
"pagi sayang?" sapa mma yang sedang mengoleskan selai kacang di permukaan roti tawar sambil tersenyum
"pagi juga ma" jawab nya tersenyum hangat seraya berjalan menuju kitchen set
beberapa menit kemudian
"nich kha, diminum yach, susu nya?" tutur nya sambil meletakkan segelas susu bervarian coklat di samping zahra yang sedang asyik memulai sarapan nya
"hlo li, kamu buatin kkk susu pagi ini, kkk kira kamu lupa sama niat kamu waktu itu?" tanya zahra sambil menoleh ke arah lia
"hmmm, ya nggk lah khaa, mana mungkin aku lupa sama niat aku, kkk udah minum susu, ywdh, simpen aja di lemari es, biar nanti siang pulang sekolah lia angetin lagi" tutur nya sambil menarik kursi yang biasa ia duduki sambil sarapan
"hmm nggk kok li, kkk belum minum susu pagi ini, jadi bisa kkk minum, makasih yach sayang?" ucap zahra sambil tersenyum
mendengar jawaban zahra kini berhasil membuat nya menarik bibir nya untuk tersenyum dan mata nya sedikit menyipit "iya kha, semoga kha rara suka" jawab nya
"dari awal, kkk udah suka kok sama susu buatan kamu, selalu manis" jawab sang kkk
tak menunggu lebih lama lagi, kini semuanya pun mulai memakan sarapan mereka masing masing dengan hidmat, hingga
"li, semalam kamu bilang, kedua guru kamu ajukan kamu untuk ikut olimpiade sastra Indonesia, apa kamu sanggup, atau, sudah memberikan jawaban apa pada kedua nya?" tanya sang ayah yang tengah menyelesaikan sarapan pagi nya
"emm belum yah, lia hanya bilang, lia akan berikan jawaban saat lia sudah berbicara dan meminta ijin pada keluarga lia" jawab nya menunduk
mendengar hal itu, kini membuat ayah tersenyum dan benar benar bangga mempunyai anak yang sangat berbakti
__ADS_1
"tapi,,, apa akhir akhir ini jadwal kamu padat hingga membuat mu merasa lelah?" tanya ayah menguji keputusan sang anak
"nggk yah, lia nggk merasa lelah sedikit pun, dari dulu kan ayah udah tau, hobi lia belajar dan belajar, lia nggk merasa lelah jika terus belajar" jawab nya melirik ayah sekilas
"jika demikian, ayah tidak akan paksa kamu ikut atau tidak, jika kamu ikut, ayah ijin kan, dan jika kamu tidak ikut, ayah juga nggk akan marah, karna akhir akhir ini ayah lebih sering melihat kamu belajar, ayah akan mendukung apa yang menjadi keputusan mu" tutur sang ayah mengelus lembut kepala lia
"ji-jika ayah memang ijinkan, maka lia akan ikut yah, lia minta ijin dari mma dan ayah untuk ikut serta dalam olimpiade ini" tutur nya mulai mengeluarkan isi hati nya
"hmmm, iya sayang, ayah dan mma ijin kan, ayah do'a kan yang terbaik untuk kamu, semoga kamu selalu mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan semuanya" tutur sang ayah sambil tersenyum bangga
"iya sayang, mma juga ijin kan, semoga apa yang akan kamu perjuangkan, bisa kamu dapat kan" kali ini, mma yang angkat bicara
"ma-mma sama ayah yakin, jika lia ikut, tapi, jika lia gagal?" ucapan nya terjeda
"nggk akan sayang, ayah yakin kok, kamu nggk akan gagal, bukti nya kamu udah bisa jadi juara dua di tahun ini, yang pasti kamu harus tetap semangat yach, jalanin nya, nanti tiap pagi ayah buat kan sandwich dech buat kamu, biar kamu makin semangat lagi belajar nya" ujar ayah sambil tersenyum
"hmm, iya sayang, eh iya, undangan yang semalam, sudah ayah kasih nama, buat teman teman kamu, biar kamu bisa memberikan nya hari ini pada mereka, nich?" tutur ayah sambil menyerahkan lima undangan pada lia
"akh, baiklah ayah, aku akan memberikan nya pada mereka hari ini, makasih yach ayah?" tutur nya lembut menerima uluran lima lembar surat undangan pernikahan kkk nya dengan tersenyum
"iya sayang, tapi itu salah nggk penulisan nama atau gelas nya li, siapa tau ada yang salah mungkin, coba kamu periksa lagi" usul ayah sambil tersenyum tipis
"emm, kha radit, namanya udah, Raditya, rani salsa dan tya juga udah, ini juga genta udah, kalo gitu, tinggal aku kasih aja yah, insya Allah udah benar semua nya" jawab nya melihat lihat lembaran undangan pernikahan di tangan nya itu
"sayang, udah hampir siang nich, kamu udah kan, sarapan nya, kita berangkat sekarang, ayah sama kha adil yang anterin kamu hari ini yah?" ucap sang ayah sambil melirik arloji di pergelangan tangan kiri nya
"akh, baiklah ayah, mma, kha kesya, kha rara, aku pamit sekolah dulu yach, hari ini mungkin aku akan pulang telat, soal nya ada pelatihan tambahan lagi?" pamit nya sambil menyalami dan mencium tangan mma serta kkk kkk nya yang masih di ruang makan
__ADS_1
"iya sayang, kamu kabari saja ayah jika nanti kamu sudah keluar kelas, biar ayah kembali jemput kamu lagi yach, mma nggk mau kamu pulang sendiri?" jawab mma menerima ciuman tangan dari lia
"hmmm, iya ma, insya Allah lia kabari ayah, kalo gitu, lia pamit, assalamualaikum?" ucap nya sesaat setelah mendengar jawaban salam dari ketiga nya
skip, lia, ayah dan kha adil pun sudah di dalam mobil
"yah, hari ini ada jadwal meeting sama perusahaan xxxxxxx, seperti nya proyek baru lagi" ujar adil sambil menoleh pada ayah sekilas karna sedang fokus menyetir
"akh, baiklah, kita antar dulu lia ke sekolah, habis itu kita berangkat ke kantor" putus ayah dengan penuh wibawa
"li, sebelum kkk ke sini, kamu sering nggk, kunjungin kantor ayah?" tanya kha adil kini beralih menatap lia lewat spion depan
"akh lia, mana mungkin dia mau kunjungin kantor ayah, dia kan belum tau kantor ayah yang sekarang dil, dia selalu sibuk, andai kata dia mau kunjungin kantor ayah yang sekarang, selaluu aja ada hal yang buat dia urung kunjungin kantor ayah" ujar sang ayah
"hmm, bukan gitu ayah, bukan nya lia nggk mau ke kantor lihat pekerjaan ayah, tapi memang kenyataan nya lia mungkin kebetulan aja ada halangan, sebenar nya takut juga ganggu ayah kerja, nggk enak" jelas nya dengan lembut
"heem, iya, ayah ngerti, kamu itu orang nya nggk enakan, takut ganggu aja, walau pun sebenar nya enggak, iya kan?" ujar ayah kembali
"ish, ayah, lia anak ayah kalo ayah lupa, sifat dia warisan dari ayah semua, ayah juga nggk enakan kaan, orang nya, gitu lia juga" ucap sang kkk melerai kedua nya
"iya juga sich" jawab ayah sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
_**Ketika Gus Jatuh Cinta_
Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, terus nantikan kelanjutan ceritanya yach semua, salam hangat dari author
jangan lupa untuk tetap selalu tinggalkan jejak semua,,,
__ADS_1
selasa, 22 Maret 2022