Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
kamu beruntung


__ADS_3

tanpa semuanya sadari, kini seorang perempuan di luar kelas 7e itu tengah memperhatikan gerak gerik mereka, ia tengah sampai di sana


'lihat lah li, semuanya terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan kamu, bahkan orang yang aku cintai pun kini terlihat sangat khawatir dengan keadaan mu, kamu beruntung li, bisa dapat perhatian yang begitu tulus dari mereka, kamu baik li, tapi entah kenapa rasanya aku nggk bisa lihat kamu behagia sama mereka, apalagi sama radit, orang yang selama ini aku inginkan, aku tau ini salah, tapi entah lah, sepertinya kamu sudah membuatku iri terhadap mu' batin nya dengan senyum smirk nya


ya, dia mitha, sosok yang baru saja memperhatikan kejadian di dalam kelas, dia baru kembali dari perpustakaan, mungkin itu artinya dia tidak melihat kejadian lia saat terjatuh dengan jarak yang cukup dekat dengan radit,,,


berlainan dengan situasi di dalam kelas, kini lia pun mulai berjalan melalui radit, dengan bantuan salsa di samping nya, salsa terlihat menyampaikan tangan kanan lia di pundak nya, agar lia tetap bisa berjalan, meski kini, lia tengah merasakan sakit, yang begitu besar, pada kaki kanan nya, dan dengan di ikuti rangga yang ikut serta membawakan tas ransel milik lia, mereka bertujuan tetap pada mushala di sekolah itu


radit yang memang menyadari sikap lia terhadap nya kini hanya bisa memperhatikan kepergian sang adik kelas nya itu dengan tatapan nanar nya, dia terlihat sangat merasa terpuruk sekali, bahkan rasa bersalah pun semakin menyertainya saat ini, karna memang ia yang sudah membuat lia menjadi sakit


'harus nya aku tidak melakukan hal itu, tidak seharus nya aku mengajak nya bercanda berlebihan seperti tadi, tidak seharus nya aku membuatnya kesakitan, meski aku sangat ingin melihat nya tertawa lepas, membuatnya merasa bahagia saat dia hadir di sisi ku, salahkan jika aku ingin melihatnya bahagia bersamaku, namun tidak bisa di pungkiri, aku melihat jelas pada raut wajah nya, dia seperti sedang menghadapi masalah, tapi apa?' batin nya dan masih saja melihat kepergian lia yang semakin menjauh dari pandangan nya


radit pun kini terlihat melamun beberapa saat, hingga akhir nya,,,


"kamu kenapa dit?" tanya mitha yang kini sudah di samping nya


"akh enggk kok tha, aku nggk ppa, kamu selesai ke perpus nya?" tanya nya


"iya nih, aku udah selesai, tapi aku masih bingung cari buku nya, aku mau minta bantuan kamu, aku nggk tau buku yang bu febri mksd buku yang mana, kamu mau kan, bantuin aku cari buku nya?" tanya nya panjang lebar


"iya insya allah nanti aku bantuin, tapi sekarang, aku mau menyelesaikan piket ku dulu" jawab nya


"itu lia kenapa, kan harus nya dia piket bareng kamu hari ini, kenapa dia ninggalin kamu di sini?" tanya nya yang menyadari radit memandangi kepergian lia sedari tadi


"kaki dia terkilir, sudah lah, biar aku saja yang membereskan semuanya, kamu tunggu di teras kelas aja atau duduk di koridor aja, nanti aku susul" ujar nya


"oh, baiklah, aku ke sana dulu yach, kalo mau minta bantuan, panggil aja, aku di depan kok dit" ucap nya seraya melangkah keluar kelas


namun lain hal nya dengan radit, bukan nya menjawab, dia malah termenung, dia terlihat duduk di meja pojok tempat lia saat ini belajar di kelas, dia melipat kedua tangan di meja nya dan membatin


'kenapa harus kamu ta kenapa, kenapa harus kamu yang pindah dan duduk di sini, kenapa kamu yang harus mengalah demi ritha, padahal kamu orang pertama yang duduk di samping ku' batin nya menenggelamkan wajah nya di antara kedua tangan nya di atas meja


mushala sekolah tsanawiah negeri tangerang


di sini, lia terduduk, dengan menengadahkan kedua tangan nya, mencurahkan segala keluh kesah nya, kepada yang maha kuasa, air matanya pun mengalir seketika


'ya allah ya tuhan ku, ampunilah segala dosa ku, dosa kedua orang tua ku, dosa kedua kkk ku, dosa kedua nenek ku, dosa kedua kakek ku, dosa bibi dan paman ku, serta dosa orang orang yang aku sayangi'


'ya allah, setelah sekian lama, aku kembali berserah diri kelada-MU ya allah, tolong lindungilah ayah dan kkk sulung ku yang sedang melakukan perjalanan menuju luar kota ya allah, mudah kanlah urusan keduanya di sana ya allah, selalu lindungilah mereka untuk ku ya allah, aku sangat menyayangi mereka, aku sangat bersyukur, terlahir di keluarga ini ya allah, selalu hadirkan lah kami semua, di dalam perlindingan-MU ya allah'


'hanya kepada-MU aku meminta pertolongan, hanya kepada-MU aku memohon, dan hanya kelada-MU aku bersujut, tiada tuhan yang hamba sembah, melainkan engkau ya allah, kabulkan lah doa hamba-MU ini ya allah'


'aamin,, amin, ya allah yarabbal alamin'


setelah berdo'a demikian, kini lia pun mengusapkan kedua telapak tangan nya pada wajah nya, ia memang selalu menangis di dalam setiap do'a do'a nya, apalagi jika do'a itu tertuju untuk orang yang sangat ia sayangi, ia akan selalu menangis, di setiap do'a yang ia panjat kan,,,


setelah selesai, kini lia pun mulai merapikan alat shalat nya, dan meletakkan nya kembali di dalam lemari yang sudah tersedia, ia pun mulai melangkah keluar dari mushala dengan hati hati bertumpuan pada kedua tangan nya, dengan ringisan kecil tentunya, namun saat ia sampai di teras mushala,,,


"li, kamu udah bisa jalan, apa kaki kamu udah nggk sakit?" tanya salsa terkejut


"aauu, sebenarnya belum sich sa, aku hanya berusaha saja, ma'lum, namanya juga terkilir, pasti sakit sekali" ucap nya "kamu udah shalat nya, kok aku nggk liat kamu di dalem?" lanjut nya


"belum, aku baru selesai ambil air wudhu li, ini aku baru mau shalat, aku emang nggk barengan sama kamu, soal nya tadi ada insiden sedikit hhe, ywdh, aku masuk dulu yach, kamu tunggu di sini" ucap nya seraya melangkah berjinjit


"baiklah" jawab nya


beberapa menit lia menunggu salsa di teras mushala hingga akhirnya,,,

__ADS_1


"kamu masih di sini li, biar aku temenin yach?" tanya rangga seraya duduk di samping lia


"hmmmm iya ngga, kamu udah selesai shalat nya?" tanya nya menoleh ke samping dengan pandangan di tundukkan


"hmmmm iya" jawab nya dengan senyum manis nya "eh iya li, salsa kemana, kok dari tadi nggk keliatan?" lanjut nya


"dia baru shalat ngga, katanya sich, ada sedikit insiden tadi, jadi agak lambat waktu shalat nya, kita tunggu di sini nggk ppa kan?" tanya nya


"iya li, nggk masalah, kita tunggu dia di sini" jawab nya


"hai li, kamu lagi ngapain?" tanya mitha yang kini melihat lia masih di teras mushala, dengan radit di samping nya


"akh, ini tha, aku lagi tungguin salsa, dia sedang shalat di dalam" jawab nya


"ini,,,?" tanya mitha menunjuk rangga dengan tatapan bertanya pada lia


"akh, iya tha, kenalin, ini rangga, temen aku di luar sekolah, ngga, kenalin, ini mitha, temen baru aku di kelas" ucap nya memperkenalkan keduanya


"hai, aku mitha, teman baru nya lia" ucap mitha mengulurkan tangan kanan nya hendak bersalaman


"maaf mitha, saya rangga, saya teman nya lia di luar sekolah" tutur nya lembut menolak halus salaman


"sial" batin mitha


"akh ya, eh, bentar yach dit, aku mau ambil ponsel dulu, barangkali ketinggalan di perpus, kamu tunggu di sini" ucap nya seraya berlari ke dalam kelas kembali


bukan nya menjawab, radit malah memandangi lia yang sudah menundukkan pandangan nya dari tadi sampai saat nya


"dit, kamu duduk napa, berdiri terus dari tadi, nggk pegel apa tu kaki?" ujar rangga


"akh, iya, aku duduk" ucap nya seraya duduk di sebelah kanan lia, hingga kini, lia pun berada di tengah tengah, antara radit dan rangga, dengan posisi radit di sebelah kanan lia, dan rangga di sebelah kiri lia, mereka terlihat duduk santai hingga akhir nya


"enggak tuh, emang nya, tadi kamu simpen di mana ngga, kok bisa nggk ada gitu?" tanya nya


"astaghfirullah, mungkin masih di dalam, bentar yach, aku ambil dulu kamu tunggu di sini" ucap nya


"tapi ngga,,," ucap nya terpotong


"bentar aja li, nanti aku bakalan ke sini lagi kok, sambil liat salsa udah belum shalat nya yach" ucap nya lagi seraya berlari kecil ke dalam mushala


kini dengan kepergian kedua teman nya itu, di teras mushala menyisakan lia dan radit berdua, hanya ke heningan dan alunan detak jantung yang melanda keduanya, hingga akhirnya,,,


"di-ditta, bagaimana dengan kaki mu?" tanya radit sedikit gugup dengan di sertai rasa bersalah nya yang teramat sangat besar


"kaki aku baik baik saja" jawab nya dingin, tanpa menoleh kepada radit yang bertanya kepada nya


"syukurlah, maaf untuk kejadian tadi di kelas?" tanya nya lagi berniat ingin mencairkan suasana


"nggk perlu di bahas" jawab nya singkat


"ta, aku serius, ak-aku benar benar minta maaf, atas kejadian tadi, bukan mksd aku buat usilin kamu atau bahkan buat kamu menanggung kesakitan seperti ini, aku hanya ingin tau masalah mu saja, nggk lebih" tutur radit panjang lebar


"sudah lah kha, aku bilang nggk perlu bahas masalah ini ya nggk perlu, lagian aku juga nggk punya masalah apapun" ucap nya sontak berdiri namun dia jatuh kembali di dekat radit


"auh" ringisan itu terdengar jelas di telinga radit, sontak radit ingin membantu lia berdiri


"kamu nggk ppa kan ditta, mana yang sakit?" tanya nya khawatir

__ADS_1


"sudah lah kha, jangan sentuh aku, aku bilang nggk usah lagi bahas masalah ini" ujar nya kembali duduk


kini dering ponsel li pun berhasil mencair kan suasana yang melanda di antara kedua nya, lia pun mulai melihat dan mulai tersenyum, kala melihat nama sang ayah tertera di layar ponsel nya dengan jelas dia pun mulai mengangkat nya


"assalamualaikum ayah?" ucap nya pada sang ayah, saat panggilan telah tersambung


^^^"waalaikum salam naak, kamu di mana, apa kamu sedang bersama radit?" jawab sang ayah yang di akhiri dengan pertanyaan di seberang panggilan^^^


"assalamualaikum om, om apa kabar?" tanya radit bergabung di panggilan kali ini


^^^"waalaikum salam dit, alhamdulillah, om baik dit, kamu juga apa kabar, udah lama hlo, nggk main ke rumah?" tanya ayah^^^


"syukur lah om, jika om baik baik saja, hhe, iya om, lain waktu adit main main lagi ke rumah om yach, jika waktu nya tepat" ucap radit


^^^"hha iya dit, kapan sich, waktu yang tepat itu, om nggk sabar nunggu nya hhe, oh iya dit, sekarang, om sama adil di luar kota, om minta tolong jagain lia yach, temenin dia, dia kesepian tanpa om, sama adil, mungkin dia tidak akan kesepian lagi jika kamu menghibur nya" tutur ayah di sebrang panggilan dengan serius^^^


"iya om, insya allah, kalo ditta nya mau yach om, adit bakalan coba hibur ditta?" tanya radit


^^^"kenapa, dia nggk mau kamu hibur?" tanya sang ayah^^^


"iya om, dari tadi adit di diemin mulu sama anak nya om, adit nggk tau salah apa om, dia jauhin adit kek nya om" jawab nya sedikit bergurau


^^^"huuh, dia memang anak nya keras kepala dit, susah di kasih tau nya juga, untung dia anak nya om, kalo bukan,,," ucap ayah terpotong kala mendengar sang anak merasa tersindir dan berkata^^^


"kenapa, kalo lia bukan anak ayah, ayah mau apa, ayah juga mau usilin lia gitu?" tanya nya merasa tersindir


^^^"bukan gitu juga sayang, kamu kenapa, kok kek nya lemes banget hari ini, ada apa hmm?" tanya ayah^^^


"nggk ppa, lia cuma kecapean aja" jawab nya


^^^"ooh baiklah li" ucap nya pada akhir nya^^^


"gimana kabar kha adil yah, apa semuanya baik baik saja?" tanya nya yang langsung mendapatkan senyuman manis dari sang ayah


^^^"hmmm baru setengah hari berpisah udah tanyain kabar aja, dil, nich, adik kesayangan kamu tanyain kamu, katanya gimana kabar kamu" ucap ayah memanggil kha adil^^^


^^^"hai sayang, kabar kkk baik kok, kamu gimana di sana, sehat sehat yach, kamu lagi di mana sich?" tanya sang kkk^^^


^^^"oh iya li, ayah hubungin kamu mau kabarin, kalo ayah sama kkk kamu udah sampai di luar kota tempat tujuan kita dengan selamat naak" tutur sang ayah^^^


"syukur lah yah, lia lega denger nya, dari tadi pikiran lia terus tertuju sama ayah dan kha adil, takut nya ada masalah di jalan" jawab nya


^^^"iya alhamdulillah, kami sampai dengan selamat li, kamu di mana, itu bukan pekarangan rumah kita?" tanya sang kkk^^^


"lia masih di sekolah kha, yah, hari ini, lia ada piket kebersihan kelas, jadi pulang nya abis zdhuhuran, paling bentar lagi juga pulang, rangga yang jemput" jawab nya


^^^"oh gitu, kalo pulang nanti, kasih kha zahra buah yach li, sampaikan sama ddek utun nya, ayah nya kangen sama dia gitu hhe, nggk sabar mau cepet cepet ketemu lagi" ujar sang kkk di akhiri dengan kekehan^^^


"iya insya allah, nanti lia kasihin sampe in juga sama ddek utun nya, ayah sama kha adil juga baik baik di sana yach?" tanya nya


^^^"siap kapten, ywdh, kkk tutup dulu panggilan nya yach, bentar lagi mau meeting soal nya, assalamualaikum adik kesayangan kkk?" ucap nya^^^


"iya, waalaikum salam kha adil, kkk kesayangan nya lia" jawab nya


**bersambung


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, oh ya, menurut kalian, sampai di sini, gimana cerita nya, mau lanjut atau udah aja, soal nya, author nggk benar benar yakin, kalian suka sama cerita yang author rangkai, sampai kan di komentar yach semua, barangkali ada pertanyaan silahkan ajukan saja di komentar

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak nya semua, salam hangat dari author,,,


jum'at, 22 oktober 2021**


__ADS_2