Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
perang dingin


__ADS_3

skip, dengan waktu, tempat dan keadaan yang berbeda


saat di perjalanan tadi lia sempat kan untuk menjemput genta di kelas nya, ketika kedua nya sampai di kantin, lia mendapati radit yang tengah duduk sendiri di kursi kantin dengan pandangan terus tersenyum ke arah nya, namun memandang tak suka pada genta di samping nya


"assalamualaikum kha, maaf, pasti lama nunggu yach?" ucap nya menunduk


"waalaikum salam warahmatullah, akh, nggk kok ta, aku juga baru datang, ayo duduk?" jawab radit mempersilahkan lia untuk duduk


"akh, iya kha, makasih" ucap nya sambil duduk di kursi yang berbeda dengan kursi yang radit duduki


"ayo kamu juga duduk ta?" tutur nya menoleh ke arah genta yang masih berdiri di tempat nya


"akh, iya kha lili, makasih" jawab genta yang juga ikut duduk di sebelah kiri namun berseberangan dengan radit dengan senyuman merekah nya, membuat radit semakin risih tentu nya


'kenapa harus selalu sama dia sich, mana kek nya lengket banget lagi, cari perhatian banget adik kelas baru ini' batin radit karna saking risih nya memandang tak suka genta di hadapan nya


sebenar nya bukan type radit jika harus membatin seperti itu, tapi mungkin karna ia merasa benar benar nggk suka jadi seperti itu


"kha radit udah pesan makanan atau, sesuatu di sini?" tanya nya sambil tertunduk tentu nya


"akh, belum ta, aku belum lama di sini kok, makanya aku belum sempat memesan makanan, kita pesan dulu yach, kamu mau pesan apa?" tanya radit sambil menoleh pada lia


"emm, boleh dech, aku aja yang pesan makanan, kha radit sama genta mau pesan apa, biar aku pesankan?" tutur nya


"tapi, kok jadi kamu yang pesan sich, kan awal nya aku yang sampai duluan di sini?" ujar radit


"nggk ppa kha, aku aja yang pesan, kha radit mau pesan apa?" ucap nya


"emm, baiklah, aku mau nasi goreng aja" jawab radit terlihat tidak enak hati


"sama minum nya apa kha?" tanya nya lagi


"emm, teh manis aja" jawab radit sambil tersenyum

__ADS_1


"akh, baiklah kha, di tunggu yach, kalo kamu ta, kamu mau apa?" tanya nya, dan menoleh ke arah genta


"emm, samain aja dech kha, takut nya kalo beda, nanti kha lili semakin repot, jadi biar nggk repot aja, aku samain" jawab genta sambil tersenyum ke arah lia


"tapi kamu kan,,," ucap nya terpotong


"udah khaa, maaf aku potong, udah, aku juga suka kok, nasi goreng, kkk tenang aja yach, nggk usah khawatirin aku?" ujar genta yang memang sudah mengenal lia


"akh, ywdh, kita samain aja dech, pesanan nya, di tunggu yach kha radit, genta, aku akan segera kembali, assalamualaikum warahmatullah?" ucap nya seraya berjalan menjauhi meja nya


"waalaikum salam warahmatullah" jawab kedua nya kompak


setelah kepergian lia dari meja nya, kini hanya menyisakan radit yang tengah memandang tidak suka wajah genta itu, dan genta yang memang terlihat santai, karna belum cukup tau bagaimana hubungan sang kkk kelas dengan sosok yang tengah duduk di hadapan nya itu


"kenapa kamu harus selalu bareng sama dia sich, apa hubungan kamu dengan nya?" ketus radit memandangi wajah genta yang masih terlihat santai


"emm, maaf yach kha, tapi, mksd dari ucapan kha radit ini apa yach?" jawab genta balik bertanya, namun dengan kepala dingin


mendengar jawaban dari orang di hadapan nya ini, kini membut radit semakin di sulut emosi


"ywdh iya, aku jelaskan yach kha, padahal, kha lili tadi udah bicara sama kha radit sendiri, kalo kha lili hanya antar aku untuk kenalin aku sama sekolah di sini" jawab genta


"dan kenapa harus dia, kenapa harus selalu dia yang kamu inginkan?" ucap radit dengan tatapan tajam nya, membuat siapa pun yang melihat nya takut, namun tidak berpengaruh pada sosok genta di hadapan nya


"khaa, seperti nya, kha radit ini salah faham, aku nggk ada hubungan apa apa sama kha lili, oke oke, aku jujur, aku memang kagum sama kha lili sebagai sosok kkk perempuan bagi ku, jadi itu lah alasan ku telah meminta persahabatan, akh, lebih tepat nya, mungkin adik kkk online, hanya untuk sekedar bercerita dan curhat, nggk lebih, dan maaf, jika kehadiran ku di antara kalian mempersulit kalian" ucap genta menjelaskan


penjelasan panjang itu seketika terpotong, kala lia sudah hadir di tempat semula dengan membawa manpan yang sudah tersedia tiga piring nasi goreng dan juga tiga gelas tinggi teh hangat


"akh, maaf yach kha, ta, pasti kalian nunggu lama, tadi dikit antri juga, nggk ppa kan?" ucap nya membuyarkan lamunan di antara kedua nya


"akh, iya ta, nggk ppa kok, makasih udah repot repot pesenin nasi goreng nya?" jawab radit tersenyum simpul


"iya kha, makasih hlo yach, ini udah di pesenin, bikin kkk repot aja" ucap genta kemudian

__ADS_1


"iya nggk ppa kok" jawab nya


"akh iya, lansung aja yach, aku minta kha radit sama genta ke sini, mau kasih undangan ini buat kalian, di tunggu yach kedatangan nya, semoga waktu nya luang?" ucap nya sambil menyerahkan dua buah undanga di hadapan radit dan genta


"ahapa ini kha, siapa yang nikah, kha lili mau nikah muda, kok nggk cerita?" ujar genta membolak balikkan undangan pemberian lia


"xxi, bukan, ya kali aku nikah muda, itu kkk aku yang nikah, kamu datang yach, gimana kha, kha radit bisa kan, harus bisa dong, kan katanya mau tau" ujar nya sambil menoleh sekilas


"ehm, iya insya Allah aku datang ta, tapi, aku bingung, datang nya sendiri atau sama,,," ucapan radit terpotong


"xxi, sama calon nya kha radit juga nggk ppa kali" jawab nya berniat bercanda, namun di tanggapi serius oleh radit nya sendiri


"kamu apaan sich ta, aku belum ada calon yach, aku masih sendiri, belum mau juga, belum tamat pendidikan" ujar radit


"iya iya baiklah, aku hanya bercanda kha, maaf" ucap nya


"heem, iya, jangan di ulangi lagi, kamu kebiasaan dech, kalo ketemu sama aku suka nyebelin gitu" ujar radit


"kha, kkk undang aku di acara pernikahan kkk nya kha lili, aku bahkan belum mengenal jauh kha lili hlo, tapi kenapa,,, aku ngerasa nggk enak kha" tutur genta sambil menunduk


"kenapa taa, kamu nggk mau datang yach, padahal, itu ayah aku yang suruh hlo" ujar nya


"bukan nya aku nggk mau kha lili, tapi, kha lili udah banyak berbuat baik sama aku, seperti nya, aku nggk pantas hadir di acara resmi kek gini" ucap genta


"kamu nggk boleh gitu genta, ini ayah aku sendiri yang mau kamu datang di acara ini kok, masa kamu mau nolak keinginan ayah kkk sich?" ujar nya


"kenapa ayah kkk bisa tau aku?" tanya genta sedikit heran


"iya, karna kkk semalam ijin buat isi olimpiade sastra Indonesia itu, kata nya sama siapa aja, ya kkk jawab sama kamu sama kha radit juga" jawab nya


_**Ketika Gus Jatuh Cinta_


jangan lupa tinggalkan jejak semua

__ADS_1


menjelang bulan suci Ramadhan, author nya minta maaf yach semua, barangkali ada kesalahan yang di sengaja atau tidak**


__ADS_2