
tidak berapa lama, ayah pun turun, hendak mengambil termo meter, di kotak p3k nya di dapur, ayah telah bertekad, untuk merawat lia, sampai lia sembuh total, dari migrain berat nya, namun saat ayah melewati pintu utama,,,
tok tok tok, "assalamualaikum?" ucap seseorang, dari luar, yang mengetuk pintu utama rumah nya
bukan nya hari ini aku nggk ada janji dengan siapa pun yach, tapi siapa yang datang di siang bolong begini? batin nya
ayah pun segera bergegas menghamipi pintu utama untuk membuka pintu dan melihat, siapa yang datang
saat pintu utama terbuka lebar, nampak lah dua orang pemuda yang sepertinya belum ia kenali
"siang om?" ucap seorang pemuda yang lebih tinggi dari pemuda yang satu nya
"siang, maaf, cari siapa yach?" tanya sang ayah, kepada kedua pemuda tersebut "oh, mari masuk dulu, kita bicara di dalam" ucap nya yang tak sadar ia sedang berbicara dengan siapa
"baik om, terima kasih" ucap salah satu pemuda,
mereka pun duduk di sofa ruang tamu di rumah itu, sedangkan ayah aldi tengah ke dapur, untuk membuatkan minuman untuk kedua nya
"ooh, ada tamu ternyata, permisi mas" ucap adil, yang melalui ruang tamu, hendak ke dapur, untuk menyusul ayah
"iya kk, silahkan" ucap pemuda itu tertunduk
di dapur
"yah, ayah ada janji dengan klient ayah di rumah, tumben, nggk di kantor, ayah ke kantor aja, kalo banyak kerjaan, biar lia, adil dan mma saja yang jaga, ada kesya dan zahra juga kok di sini?" ucap nya panjang lebar
"nggk dil, ayah nggk ada janji hari ini, ayah juga nggk tau, siapa di luar, ayah buatkan minuman sama makanan ringan saja dulu, abis itu, ayah tanya mereka, kamu temenin ayah di ruang tamu yach?" tuturnya
"baik yah" ucap nya, "ywdh, biar ini adil yamg bawa, ayah ke ruang tamu duluan saja" ucap nya
"ywdh ayah duluan, tapi kamu juga harus nyusul yach?" ucap nya
"iya yah" jawab nya sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman itu
***
di ruang tamu
"silahkan di cicipi kk, dik, minuman nya" ujar adil kepada kkk beradik itu
"iya mas, makasih, nggk usah repot repot" ucap sang kkk dari kedua persaudara itu dengan sopan
__ADS_1
"maaf, kalo boleh tau, adik adik ini siapa yach, dan, ada perlu apa datang ke sini?" tanya sang ayah to the point
"oh, saya aldiansyah, biasa di panggil adi" ucap nya mengerti, dan memperkenalkan diri terlebih dahulu
"maaf om, sebelumnya, perkenalkan, nama saya rangga gemilank" ucap nya
ayah yang mendengar penuturan nya pun terkejut, karna ayah pernah memarahinya lewat telpon
"ooh, jadi kamu yang namanya rangga itu, mau apa kamu ke sini, kamu belum puas, saya marahi iya, kamu masih mau berusaha untuk dekati anak saya, iya" tanya nya, langsung berganti ekspresi menjadi dingin
"maaf om, mungkin, om salah faham, saya ke sini, akan menjelaskan semuanya om" tutur nya
"kamu mau jelasin apalagi sich, sudah cukup kamu mendekati anak kesayangan saya, dan membuat saya kecewa terhadap nya, kamu nggk perlu jelasin apa apa lagi, semua sudah jelas" ucap nya tersenyum sinis dan berdiri hendak pergi
"tunggu om, ijin kan saya menjelaskan semuanya, beri saya waktu, saya akan menjelaskan semuanya" ucap nya
"baiklah, saya berikan kamu waktu, kamu harus menjelaskan apa yang harus kamu jelas kan secara rinci pada saya, dan kkk nya lia ini" ucap nya
"baik om, jadi begini, tempo hari, saya memang berpapasan dengan anak kedua om aldi di toko buku, saya memang mengajak nya berkenalan waktu itu, tapi, lia menolak bersalaman dengan saya dengan cara yang halus, saya memang meminta nomor nya pada lia sendiri om, tapi lia tidak mengijinkan saya untuk menyimpan nomor ponsel nya" jelas nya
"lalu dari mana kamu dapat nomor ponsel anak saya, jika kamu tidak mendapatkan nya langsung dari anak saya?" tanya nya menahan setengah emosi nya
"om, ini kesalahan murni dari saya, sebelum nya, saya meminta maaf om, tapi percayalah, semua ini tidak ada hubungan nya dengan lia, anak om, saat itu, saya memang tidak mendapatkan ijin dari anak om, untuk menyimpan nomor ponsel anak om, tapi, dengan ke keras kepalaan saya, saya bersikeras, untuk mencari tau nya, dan bertanya, pada jihan alviani, tapi di sini, jihan juga nggk salah, karna ini, adalah ke keras kepalaan saya, saya bersikeras memaksa jihan, untuk memberikan nomor ponsel anak om pada saya om" jelas nya sedikit gugup
"lalu apa kamu menyukai anak saya, kenapa waktu di telpon kamu bilang, kamu sangat menyukai anak saya?" ucap geram
"ya, jujur, saya sangat menyukai anak om ini" jawab nya "om, waktu di telpon, itu yang berbicara dengan om, bukan saya, tapi adik saya, ini, namanya rizi gemilank, waktu itu, saya memang telah menyimpan nomor ponsel anak om, tapi, saya tidak pernah berniat sedikit pun, untuk menghubungi nya" ucap nya
"jadi, selama ini yang selalu menelpon anak saya itu adik kamu sendiri, begitu, bukan kamu rangga?" ucap ayah
"ya om, saya hanya menyimpan nya saja, karna bagi saya, bisa menyimpan nomor ponsel nya saja, sudah hal yang istimewa, sampai ketika, adik saya yang sedang memainkan ponsel saya tidak sengaja, melihat nama lia yang terpampang jelas di ponsel saya, langsung saja menghubungi nya, tanpa mengetahui, siapa yang mengangkat panggilan nya, itu memang ke biasaan adik saya om, saya minta maaf yang sebesar besar nya" ucap nya tertunduk
"lalu dari mana, dan, bagaimana kamu bisa mencintai anak saya, sedamgkan kamu, belum mengenalnya lebih dekat, apakah anak saya mengumbar auratnya di depan mu?" tanya nya dengan berusaha setenang mungkin, tapi dengan keadaan hati yang telah panas
sedangkan adil, dia mendengar pintu di ketuk dari luar, oleh seseorang, yang tak lain adalah radit, ya, radit lah yang datang, sesuai janji nya tadi siang, dia akan datang kembali ke rumah itu di sore hari, adil pun mengajaknya untuk ikut bergabung bersama ayah, rangga, dan rizi di ruang tamu, namun dia hanya duduk menunduk, tak berani membuka suara, dan mendengar,,,
"om, saya dan lia anak om, memang belum saling mengenal lama, tidak om, lia tidak melakukan itu, jangan kan untuk mengumbar aurat nya, menatap saya pun, dia nggk pernah, saya mencintai anak om aldi ini, dari pertemuan pertama saya di toko buku, karna memang, saya bertemu dengan nya di toko buku, bukan di tempat lain, saya melihat, lia mengenakan niqab nya, dan menutupi seluruh tubuhnya secara sempurna, dari situ saya yakin, bahwa lia adalah anak yang baik, om" tuturnya
apa dia juga mencintai ditta, kenapa hati aku sakit banget, dengar dia cinta sama ditta, karna aku memang sudah mencintai ditta, dari awal, aku dan ditta bertemu batin radit sambil tertunduk
"rangga, sebenarnya, apa hubungan kamu dengan adik saya alia?" tanya adil, dengan lembut, agar tidak menimbulkan keributan di rumah itu
__ADS_1
"percayalah kk, saya tidak ada hubungan apa apa dengan lia, jangan kan untuk ungkap kan perasaan saya pada lia kk, untuk menghubungi nya saja, saya masih ragu" ucap nya tertunduk
"yah, apa adil boleh berbicara sebentar sama ayah berdua?" tanya adil pada ayah nya
ayah pun menyetujui nya, dan mengajak adil untuk berbicara di ruang santai
di ruang santai
"yah, jujur saja, adil rasa, nggk ada salah nya, jika lia dekat dulu dengan rangga itu, adil juga bisa liat, rangga itu adalah anak baik baik, tidak ada salahnya, jika lia memang dekat dulu dengan rangga, gimana menurut ayah?" tanya nya to the point
"ya dil, kamu benar, apa mungkin, ayah harus lakuin ini, untuk mendapatkan maaf dari lia?" ucap nya
"iya, ayah benar, dengan begitu, lia akan merasa senang yah" tutur nya
"baiklah, ayah sudah putuskan ini, masalah lia dan rangga, ayah nggk akan ikut campur, tapi setidak nya, ayah memberikan kesempatan untuk rangga dan adik nya itu untuk memperbaiki semuanya" ucap nya
di ruang tamu
"maaf, jika saya boleh tau, mas ini siapa nya lia yach?" tanya rangga pada radit
"maaf mas, saya sahabt nya ditta di sekolah" jawab nya
"ditta?, ditta aiapa?" tanya nya
"namanya ditta alia aldiansyah, saya biasa memanggilnya dengan sebutan ditta" ucap nya
"ooh, begitu, maf, jika saya telah membuat kesalah fahaman ini, saya rangga gemilank, dan ini adik saya, rizi gemilank, saya teman nya lia" ucap nya memperkenalkan diri
"ya, saya zdafa raditya al hasby, biasa di panggil radit, saya sahabat dekatnya ditta di sekolah, senang berkenalan dengan kamu, dan adik kamu rangga" ucap nya
"ya dit, aku juga senang" jawab nya
kini, adil dan ayah pun sudah duduk kembali di tempat nya masing masing di ruang keluarga, dan ayah pun angkat bicara, memecah keheningan
"rangga, apa kamu benar benar mencintai anak om?" tanya nya sambil memandang pemuda yang ada di sebrang nya itu
"ya om, saya benar benar jatuh hati terhadap anak om ini, entah kenapa, bagi saya, dia berbeda, dari yang lain om, jujur, saya,,, saya ingin mengenalnya lebih dekat" ucap nya gugup
bersambung,,,
maaf yach readhers, jika saya telat star up nya, jangan lupa tinggalkan jejak, sampai jumpa di chapter selanjut nya readhers
__ADS_1