
di parkiran
"assalamualaikum lia?" tanya rangga seraya berbalik badan menghadap lia
"wa-waalaikum salam warahmatullah" jawab nya menunduk
"kamu udah selesai, tadi aku tungguin, om aldi suruh aku untuk kembali menjemputmu di sini, katanya kamu ada ujian susulan yach, kata bapak tadi?" tanya nya panjang
"ya" jawab nya singkat
tiba tiba,,,
brush brush,,, "astaghfirullah, kok nggk bisa nyala juga sih" ujar radit yang kini hendak mengendarai motor nya
rangga yang melihat kejadian itu di depan mereka, kini mulai menghampiri radit yang tengah sibuk memeriksa motor kesayangan nya
"dit, motor kamu kenapa?" tanya rangga yang juga melihat radit di hadapan nya
"aku juga nggk tau nich ngga, kek nya, ada yang rusak, padahal, bahan bakar nya masih ada, penuh lagi, kenapa yach?" dirinya bertanya tanya
"sepertinya ada yang nggk beres dech, coba aku lihat sebentar" ujarnya, sambil melihat dan memeriksa kan motor kesayangan nya radit
"ya, kamu boleh melihat nya" ucap nya sambil memandangi sosok wanita yang tengah memegang ponsel di tangan kanan nya dan menempel di telinga nya
'apa ditta sedang berbicara di telpon, tapi dengan siapa, siapa yang dia hubungi?' batinnya yang melihat lia tengah menelepon di parkiran
"eh ngga, bentar yach, aku mau cari signal, di sini nggk ada, mungkin kita butuh montir?" ucap nya
"yach, carilah, sepertinya, ban motor kamu bocor, jadi aku rasa, harus di gantikan" tuturnya "tapi mungkin ada masalah selebih nya, mungkin mesin nya ada yang bermasalah, aku cek lagi" jawab nya
"yach, silahkan"jawab nya
kini, radit pun diam diam mengikuti dan mendengarkan pembicaraan lia yang sedang menelpon dengan seseorang di balik pohon rindang
"yah, ke apa sich, lia harus bareng dia terus, lia harus pergi ke toko buku, lia juga harus belajar lebih, masa iya, dia harus bareng lia terus?" tanya nya
"..."
"ya tapi kan yah, bukan berarti dia juga harus ikuti lia kemana pun lia pergi dong, kalo buat keselamatan lia, insya allah, lia juga bisa jaga diri" jawab nya
"..."
"ayah, lia tau, ayah sangat mengkhawatirkan keadaan lia pasca kejadian kemarin, tapi selebihnya, lia juga bisa jaga diri lia sendiri, apalagi lia malu sama teman teman lia, lia harus bilang apa sama mereka tentang dia" tutur nya
"..."
"kemapa ayah juga telpon dia dengan ponsel pribadi lia tadi pagi, lia tau, ayah namain kontak dia di ponsel lia dengan nama Dia kan" tanya nya
"..."
"huuh, ywdh iya, lia bakalan bareng dia terus, lia mau turutin apa kata ayah karna lia nggk mau di bilang anak durhaka, ywdh, lia tutup dulu telpon nya, assalamualaikum?" ucap nya
radit yang mendengar penuturan lia dari balik pohon rindang pun kini mengatakan sesuatu di dalam hatinya
'apa ditta benar benar tidak ingin berhubungan dengan rangga, maafkan aku ditta, tapi aku juga takut, om aldi semakin marah sama kamu, karna kamu tidak menuruti apa yang om aldi ingin kan'
kini, raditpun mulai menghampiri lia yang sedang duduk di sebuah kursi taman
"kamu kenapa ditta?" tanya nya yang melihat lia termenung, terkesan memikirkan sesuatu
"tidak kk, aku tidak kenapa kenapa" jawab nya tenang
"ditta, apa kamu baik baik saja?" tanya nya merasa khawatir, pada sosok wanita di samping nya
"yach, aku baik baik saja" jawab nya singkat
__ADS_1
"ditta, percayalah, dia orang nya baik, aku yakin, dia tidak akan mengecewakan mu" ucapnya merasa tau, apa yang ada di pikiran sosok wanita tersebut
"kenapa kk radit bisa berbicara seperti itu, seyakin itukah kk radit pada nya" tutur nya
tiba tiba,,,
"dit, kamu di mana, aku sudah selesai melihat nya" ujar rangga sedikit berteriak, dan melihat radit dan lia yang kini duduk berdua dengan damai
'lia, radit, kenapa mereka kelihatan nya sangat akrab, apa mereka ada hubungan yang tidak ku ketahui' batin nya
"kalian di sini ternyata, aku kira ke mana, ayo kita pulang?" ajak rangga yang melihat lia di samping radit
"ngga, gimana motorku?" tanya radit
"sepertinya ada yang salah dengan mesin nya, ban dalam nya juga kek nya harus di tambal lagi, kamu bareng aku sama lia aja yach, kebetulan, aku bawa mobil, yuk, mobil aku di sana?" jelas nya
"tapi aku takut merepotkan mu, aku nggk mau itu terjadi" jawabnya merasa tak enak hati
"udah, kamu bareng kita aja, aku sama sekali nggk merasa kamu repotkan kok, yuk, udah, kamu jangan nolak, kan, kamu juga udah jagain lia buat aku, nggk ada salahnya kan, kalo aku mau balas budi?" tanya nya
"emm, ywdh dech, aku bareng kalian aja, makasih yach sebelum nya?" ucap nya
skip, kini, mereka pun sudah memasuki mobil ayla milik rangga, dengan posisi lia di samping rangga yang tengah menyetir, dan radit di kursi tengah sendiri
dalam perjalanan
"lia, hari ini kamu ada acara nggk?" tanya rangga yang tengah menyetir mobil
"nggk ada" ucap nya singkat
"kalo gitu, boleh dong, aku ajak kamu makan di luar malam ini?" tanya nya sambil sesekali menolehkan pandangan nya terhadap lia
"hari ini, aku memang nggk ada acara ngga, tapi selain itu, aku juga harus belajar buat ujian besok" ucap nya tanpa mengalihkan perhatian nya dari ponsel nya
"ooh, gitu yach, baiklah, kamu nggk bisa nggk ppa juga li, tapi, kapan kapan boleh dong?" tanya nya
tiba tiba
ddrrrttt,,, ddrrrttt,,, ddrrrttt,,,
ponsel lia berbunyi, tanda ada panggilan masuk, lia pun mengangkat nya
"assalamualaikum sa, kenapa?" tanya lia saat tahu, penelpon itu adalah salsa
"lia, kamu dimana sekarang?" tanya nya lewat sambungan telpon
"aku masih di jalan pulang nich, kenapa?" tanya nya
"yaelah, sewot amat li, biasa aja kali" ujar nya
"iya, kenapa sa, ada yang bisa aku bantu?" tanya nya dengan ramah paksa
"kamu kebiasaan dech, jawab gitu, pasti kamu lagi bad mood yach, makan nya aku nggk punya salah apa apa tapi kamu sewotin?" tanya nya
"tuh, tau sendiri, cepetan bilang, ada apa sich, atau nggk, aku matiin sambungan telpon nya" ujar nya
"ya ya, li, gimana kalo hari ini, kita belajar bareng, di rumah kamu, biar besok, kita bisa lebih semangat lagi ujian nya?" tanya nya panjang
"gimana yach sa, aku sich boleh boleh aja, kamu berangkat sama siapa?" tanya nya kembali
"kamu bisa jemput aku nggk li, aku di rumah, eh, atau nggk, aku telpon rani dan tya dulu yach, kan bisa telpon ber 4 tuh?" ujar nya sambil mengutak atik ponsel nya di sebrang telpon
"ywdh, gimana kamu aja" jawab nya
telpon pun tersambung, telpon mereka ber 4 tersambung secara bersama'an
__ADS_1
"assalamualaikum?" ucap tya di sebrang sana
"halo, dengan siapa ini?" balas rani
"alah, halo halo, salam dulu, baru tanya, ini siapa?" salsa angkat bicara
"waalaikum salam warahmatullah, gimana kabar kalian?" tanya lia sedikit good mood
"kalian tuh yach, liat nich, lia, jawab dulu salam ku napa, emang di antara kalian hanya lia aja yach, yang ngerti perasaan aku?" ucap tya lagi
"eh, iya iya, waalaikum salam warahmatullah, kita bukan lia, maaf dech" jawab salsa
"nah, gitu dong, jawab, ran, jawab dong, salam kuh, astaghfirullah, kamu dosa hlo ran" cibir tya
"ya ya, waalaikum salam warahmatullah wabarakatu, puas kalian, bully aku terus" jawab nya ketus
"puas dong, kamu ikhlas nggk, jawab nya, mending nggk di jawab lah, dari pada jawab nya nggk ikhlas" ujar salsa
"bener tuh sa" timpal tya
"kalian emang bener bener temen terbobrok yach, di jawab salah, nggk di jawab apalagi" katanya sinis
"iya kamu juga, ikhlas nggk jawab nya?" tanya salasa
"ikhlas lah, kalo aku nggk ikhlas, nggk bakalan aku jawab, apalagi kalian dari tadi bully aku mulu nich" jawab nya panjang
"udah ih, kalian itu, nggk usah di perpanjang lagi yach, langsung aja tujuan kita apa, aku lagi di jalan pulang" ucap alia panjang lebar
"eh iya, kalian setuju nggk, kalo misalkan kita belajar bareng di rumah lia, aku bad mood nich, di rumah terus, sendirian lagi, takut tau" ujar salsa panjang
"emmm gitu yach, kalo aku sich, ayok ayok aja, kamu gimana ran?" tanya tya
"ehm, gue juga oke tuh, ywdh, gue jemput lo sama salsa yach, gue on the way sekarang, tapi awas aja kalo gue jemput kalian nggk ada di rumah" ujar rani
"iya, kita stand by di rumah kok, kita tungguin lo datang yach, jan lama lama, gue takut di rumah sendirian soal nya" jawab salsa
"hehem, ywdh, aku tunggu kedatangan kalian di rumah yach, aku juga lagi di jalan kok, kalian santai aja" jawab lia
"eh lia, kita boleh kan, kenal dekat sama keluarga kamu, aku penasaran banget soal nya?" tanya tya
"ihiya, boleh kok, tapi kenapa kalian penasaran banget, sama keluarga aku, keluarga aku nggk ada hal istimewa hlo, kkk aku usil" ujar nya bercanda
"biarin, kalo kkk kamu usil, kita usilin lagi xixixi" jawab rani
"walaupun usil, tapi kamu tetep saayang kaan?" tanya salsa
"hmm, iya sa, aku tetep sayang kok, sama dia, yaa walaupun dia usil, tapi sebenar nya, dia baik, aku yakin itu, ywdh, aku tutup dulu telpon nya yach sa, tya, ran, aku tunggu kalian di rumah, assalamualaikum?" ucap nya di akhir kalimat
"waalaikum salam" ucap ke tiga nya bersama'an
telpon pun berakhir bagi lia
"siapa li?" tanya rangga
"temen" jawab nya
"ternyata, kamu bisa banyak bicara juga yach, sama temen kamu, kenapa sama aku singkat banget?" tanya nya
"nggk ppa" jawab nya
**bersambung...
alhamdulillah, bisa star up lagi,,,
jumpa lagi sama author guys, jangan lupa tinggalkan jejak yach, salam hangat dari author, author juga minta maaf, akhir akhir ini, jarang star up banget, tapi tenang aja yach guys, author nggk bakalan kecewain kalian kok
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya guys**,,,