Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
pulang bareng


__ADS_3

"lia, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya rangga untuk memecah keheningan sejenak, terkesan mendekati lia


"ya" jawab nya tanpa mengalihkan perhatian nya pada ponsel di tangan nya


menyadari hal itu, kini rangga pun merasa terganggu dengan pertanyaan nya, seolah lia tidak menghargai nya


"lagi ngapain sich, fokus nya sama ponsel mulu?" tanya nya tanpa rasa bersalah


"jawab pesan ayah" jawab nya singkat


"apa katanya?" tanya nya, tanpa memerdulikan radit yang kini telah merasa tidak nyaman sedari tadi


"nggk ppa" jawab nya jutek


lia memang selalu bersikap jutek terhadap rangga, bukan membuat rangga risih, namun hal itu, malah membuat rangga makin tertantang, untuk mendekati lia


"lia, aku boleh tanya sesuatu sama kamu nggk?" tanya nya ragu ragu


"kamu udah tanya itu dari tadi kan, terus kenapa sekarang tanya lagi, kamu juga udah nanya sama aku" jawab nya menahan emosi yang mulai memenuhi dirinya


"tapi bukan itu yang ingin ku tanya kan sama kamu, aku ingin bertanya hal yang lain" tutur nya mencoba hati hati


"apa?" jawaban nya membuat rangga semangat kembali


"apa,,, apa kamu punya pacar?" tanya nya yang membuat radit di belakang nya terkejut


"nggk" jawab nya nggk kalah jutek dari sebelum nya


"ooh, bagus lah, setidak nya, itu tidak akan membuatku cemburu terhadap mu" ujar nya tanpa merasa bersalah, bahkan merasa bangga


"gr" singkat nya


"mksd kamu?" tanya nya lagi


"aku emang nggk punya pacar, tapi bukan berarti aku tidak mengagumi seseorang" jawab nya cukup singkat, namun bermakna


mendengar penuturan lia, radit yang tadinya duduk tenang di belakang, kini menjadi berpikir dan mengingat percakapan nya di halaman belakang sekolah dengan lia 'sebenarnya, siapa orang beruntung yang dapat meluluhkan hati mu ditta, jujur, aku saja merasa gagal untuk mendekatimu' batin nya


"kamu sedang mengagumi seseorang? siapa? apa dia tau kamu kagum padanya?" tanya nya yang membuat lia semakin pusing itu


"aduh, udah lah rangga, kamu nggk perlu tau orang itu siapa, lagi pula, sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah mengenalnya, atau bahkan mengetahui nya" ujar nya


"baiklah li, mungkin, kamu memang mengagumi nya, tapi aku juga tidak akan berhenti, untuk mendekati dirimu, aku mohon li, beri aku kesempatan, agar aku bisa mengenalmu lebih dekat, aku tidak akan berhenti untuk berusaha, kamu ingat itu" jelas nya


"kenapa sich, kamu selalu bersikeras ingin aku dekat dengan kamu ngga, aku muak, dengan apa yang telah kamu lakukan, karna mu, aku kehilangan kepercayaan dari ayah ku rangga?" tanya nya heran


"karna aku begitu mencintai dirimu lia, aku ingin selalu ada di samping mu" ujar nya


"yach, aku tau kamu mencintai ku, allah memang tidak melarang hamba nya untuk jatuh cinta, tapi cara mu salah rangga, kamu sudah membohongi semua keluarga ku, dengan bersembunyi di balik bertemu di toko buku" jawab nya


"apa mksd mu lia, kita memang bertemu di toko buku waktu itu, apa kamu lupa, kita memang berpapasan waktu itu, dengan berawal dari sapaan ku terhadap mu" jawab nya masih tenang dan sabar menghadapi lia


"yach, aku memang bertemu dan berpapasan secara langsung dengan mu rangga, yach, kamu boleh mencintai aku, kamu boleh, ingin selalu ada di samping ku, tapi bukan berarti aku juga harus memiliki perasaan yang sama rangga, aku,, aku masih terlalu muda untuk memikirkan hal ini" jawab nya mulai merasa sedih


"lia,, tenang lah, yach, aku mencintai dirimu, tapi, jika caraku salah, maka aku mohon, beri tahu aku, bagaimana cara mencintai dirimu dengan benar, sesuai dengan keinginan mu" ujar nya


mendengar hal itu, kini lia pun menjadi diam seribu bahasa, seketika, dirinya menjadi gugup, dan berpikir 'apa yang di katakan rangga itu benar' batin nya


kini, lia terdiam cukup lama, hingga akhirnya


"lia, kamu kenapa?" tanya rangga


"nggk" jawab nya merasa bersalah dan "baiklah ngga, jika itu mau kamu, aku akan menerimanya, aku akan mencoba dekat dengan mu, tapi kamu juga harus mengingat nya, belum sepantas nya aku untuk memikirkan kata cinta, jadi aku mohon, aku harap, kamu mengerti" ujar nya panjang lebar


mendengar lia berkata seperti itu, kini wajah rangga menjadi lebih segar dan mata berbinar seraya bertanya "apa kamu serius li?" tanya nya


"yach, aku serius, jika kamu memang menginginkan nya" jawab nya simpul


"makasih lia, aku ngerti, bagi aku, bisa dekat dengan mu saja sudah lebih dari cukup, aku juga ngerti kok, aku nggk akan paksa kamu untuk bisa mengenal kata cinta, semoga aku bisa membuatmu selalu bahagia yach li?" tanya nya penuh haru


lain hal nya dengan radit yang mendengar itu, kini dia pun membatin 'apa?, apa lia serius dengan pembicaraan nya?' batin nya

__ADS_1


"selamat yach, buat kalian berdua?" ujar nya dengan tersenyum getir


tanpa di rasa, kini mobil pun sudah terparkir di halaman rumah lia, tepatnya di kediaman aldiansyah


"tunggu bentar yach li?" ucap rangga seraya membuka sabuk pengaman


setelah berkata demikian, tanpa menunggu jawaban dari lia, kini rangga pun keluar dari mobil, mulai mengitari mobil, dan grap, rangga tengah membuka kan pintu mobil di samping kiri lia, agar lia bisa keluar dengan bantuan nya


"makasih?" ucap lia seraya tersenyum ramah di balik niqab nya


melihat kejadian di depan matanya, radit yang kini sahabat lia pun mulai membatin kembali 'ditta, apa kamu serihs dengan ucapan kamu, kamu akan mencoba lebih dekat dengan nya' batin nya dengan raut wajah yang terkesan kurang suka dengan pemandangan di hadapan nya


kini, lia pun mulai bergegas lagi untuk masuk ke dalam rumah nya, hingga akhir nya,,,


"assalamualaikum..." sontak lia terkejut, melihat pemandangan di depan mata nya, terlihat sesosok pria dewasa yang sedang duduk bersama ayah dan mma nya


ya, dia melihat adil di depan matanya, dia melihat, adil sedang berbicara serius dengan ayah dan mma nya


lia pun mulai mencium tangan satu persatu di antara keluarga nya yang sedang berkumpul itu, hingga dirinya menyadari sesuatu


"kha kesya di mana ma, yah?" tanya nya seraya duduk di sofa samping sang kkk sulung nya


"kkk kedua kamu belum pulang li, gimana ujian kamu hari ini, lancar?" tutur sang ayah yang di akhiri pertanyaan


"alhamdulillah lancar yah, oh, baiklah, kalo gitu, lia ganti baju sama bersih bersih dulu ke kamar yach ma, yah, kha?" pamit nya undur diri


namun ketika dia hendak melangkah


"lia, kamu pulang sama siapa sayang?" tanya sang ayah


"aku di antar pulang sama rangga yah, mungkin dia masih ada di luar, ywdh, aku ke kamar ya yah?" tutur nya menenteng sepasang sepatu nya


"iya sayang, biar rangga ayah yang samperin" jawab sang ayah


setelah melihat kepergian sang anak, hingga pintu kamar nya tertutup sempurna, kini ayah pun mulai menghampiri rangga di depan, namun juga bersama radit di sana


"assalamualaikum om?" ucap rangga yang di balas dengan jawaban salam dari ayah, mereka berdua pun mencium tangan aldi


"waalaikum salam, hlo, ada radit juga ternyata, tapi kok, kalian duduk di sini sich, mending kita ke dalem yuk, yang lain lagi pada ngumpul di dalem?" ajak ayah


"ihiya om, om kalo mau kumpul, kumpul aja, nggk ppa kok om" tutur rangga


"udah, kalian ikut kumpul aja yach, udah kenal ini?" ujar nya


kini, mereka pun berkumpul bagai kelompok keluarga, di lapisi dengan suasana yang hangat, dan tentram, hingga matahari pun kini sudah mulai berubah menjadi cahaya bulan


radit, rangga, dan ketiga sahabat lia yang telah menyelesaikan belajarnya pun kini telah berpamitan, 5 menit yang lalu, kini, hanya ada lia dan keluarga serta anak mengaji lah yang ada di kediaman aldiansyah


namun beberapa saat sebelumnya, lia tengah undur diri dari ruang keluarga dan berjalan menuju teras rumah dengan di temani secangkir coklat panas yang menemani nya, sambil menatap bintang di langit


"ehm, bintang nya indah yach?" tutur seseorang mengagetkan lia


"astaghfirullah, eh, ilham, ada apa?" tanya nya kaget


"maaf telah mengagetkan mu lia" tanya nya


"yach, tidak masalah" jawab nya


"lia, apa aku boleh ikut duduk?" tanya nya


"eh, emm, boleh ham, duduk aja" jawab nya


ilham pun duduk bersebrangan dengan lia, sambil memandangi bintang di langit


"kamu belum jawab pertanyaan ku li" ujar nya tiba tiba


"emang nya kamu tanya apa ham?" tanya nya bingung


"kamu sedang ada pikiran yach, sampai aku tanya aja, kamu nggk jawab, bahkan malah termenung?" tanya nya


"enggak juga tuh, emang kamu tanya apa?" tanya nya masih bingung

__ADS_1


"ehm, bintang nya indah yach?" tanya nya mengulangi


"hmm iya" jawab nya singkat


"kenapa kamu suka banget tatap langit berbintang seperti ini li?" tanya nya


"karna aku ingin seperti bintang di langit, yang menerangi, meski dalam kegelapan, bintang itu seperti inspirasi bagi aku ham, dari bintang juga lah aku belajar, dan mulai tahu arti dari pantang menyerah, karna dia selalu menerangi, meski kenyataan nya, dia hidup di kegelapan" tutur nya


"yach, aku mengerti mksd kamu, apa kamu menyukai nya?" tanya nya


"yach, aku sangat menyukai nya" jawab nya


"apa kamu mau memilikinya?" tanya nya lagi


"tidak" jawab nya


"kenapa?" tanya nya


"aku memang sangat menyukai nya, tapi aku tidak ingin memilikinya, karna aku tau dia harus bersama keluarga nya aku tidak ingin merusak kebahagiaan nya" tutur nya


"aku salut sama kamu li, oh iya, apa ujian pertama mu lancar?" tanya nya


"alhamdulillah ham, hari ini, lancar" jawab nya


"syukur lah, aku yakin kok, kamu bisa mengerjakan nya dengan baik dan teliti" ucap nya


"iya, maaf ilham, aku tinggal duluan, ada yang harus ku selesaikan" pamit nya lembut


"yach, nggk ppa li, kamu masuk aja, di luar dingin, nggk baik buat kamu" jawab nya


setelah lia masuk, kini rangga sendiri di teras tersebut, dia terlihat merenung, dan bergumam


'itulah yang aku sukai dari kamu li, kamu pantang menyerah, kamu sangat apa adanya, kamu memiliki keistimewaan di dalam dirimu, itupun membuatku tidak bisa berhenti untuk memikirkan mu' gumam nya


'namun kenapa sepertinya sangat sulit bagiku untuk menggapaimu, kamu bagaikan bintang yang sulit ku gapai li' lanjut nya


"kk ilham" ujar seseorang


"astaghfirullah, ah ternyata kamu seft, kamu ngagetin aja" jawab nya seraya memegangi bagian dadanya


"hhe, maaf kk, aku kagetin kk ilham yach, aku nggk sengaja liat kk ilham, aku kira, kk ilham udah pulang dari tadi" ujar nya


"iya nggk ppa seft, aku belum pulang dari tadi, saat aku keluar, aku melihat lia di sini sendiri, jadi aku temani sebentar" jawab nya


"kk ilham suka yach, sama kk lia?" tanya sefti menatap ilham dengan tatapan tidak percaya dan terkesan tengah menggoda ilham


"kamu apaan sich, enggak enggak, aku nggk suka" jawab nya mulai gugup


"udah, ngaku aja, mulut kk ilham bisa aja bohong, tapi mata kk ilham nggk bisa" jawa nya masih setia menggoda


"huuh, ywdh iya, aku emang suka sama lia dari sejak lama, puas, kamu jangan bilangin sama siapa siapa yach seft?" tanya nya


"iya, aku yang mendengar rahasia kk ilham, rahasia kk ilham aman di tangan ku" ujar nya


"kalian lagi ngomongin apa sich, suka, siapa suka siapa?" tanya aryani tiba tiba dari belakang seftiani


"hhe, ini, aku abis nonton film, jadi ceritanya, cowok nya itu namanya devan, dia cowok dingin, suka sama amira, si gadis lugu dan sopan" jawab sefti tanpa rasa gugup setelah tertangkap basah


"ooh, gitu, trus gimana ceritanya?" tanya nya


"ya gitu dech, dari sikap nya yang dingin, dia nggk pernah terlihat tersenyum di mata orang, tapi setelah mengenal amira, dia jadi selalu tersenyum, pokok nya, kamu nggk bakalan tau dech cerita nya" ujar nya


"kamu emang suka gitu yach sama aku, ywdh lah, yuk, kita pulang, yang lain juga udah pada pulang tuh, tinggal kita doang?" ajak nya


"yok" jawab sefti


"ayuk dech, aku juga pulang sekarang" jawab ilham menambah kan


mereka pun pulang bersama, karna arah yang sama, hingga memudahkan mereka untuk bisa pulang bersama sama


****bersambung,,,

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak semua, sampai jumpa di chapter selanjut nya, salam hangat dari author


^^^senin, 13 september 2021**^^^


__ADS_2