
masih dalam waktu, tempat dan keadaan yang sama
di kantin sekolah
"hlo, li, ini kamu sama siapa?" tanya salsa sedikit kebingungan dengan laki laki yang sedari tadi mengikuti arah langkah kaki sahabat nya itu
"akh, iya, kenalin, ini genta, adik kelas kita, genta, kenalin, ini ketiga sahabat saya, ini salsa" jawab nya dan beralih mengenal kan semuanya
"halo kha salsa, aku genta, genta den alfian, kkk boleh panggil aku genta?" sapa laki laki tersebut yang memang di ketahui nama nya adalah genta dan mengulurkan tangan kanan nya hendak bersalaman
degg, ada sebuah hati yang sedikit terkejut, kala mendengar laki laki ini menyebutkan nama panjang nya, namun hati nya kini menepis rasa itu
salsa yang memang mendapatkan sapaan dari sang adik kelas pun juga mengetahui peristiwa yang menimpa sahabat nya itu seolah tau suasana hati dari sahabat nya itu, dia beralih menoleh pada lia sekilas, dan dapat anggukan kepala dari sang sahabat
"akh, iya, halo genta, aku salsa, salsa aulia az zahra, kamu bisa panggil aku salsa" jawab salsa menerima salaman dari genta
"emm, kalo yang ini sahabat saya rani" lanjut nya masih memperkenal kan adik kelas baru nya
"halo kha rani, saya genta, senang bertemu dengan kha rani?" sapa genta ramah dengan senyum hangat nya
"akh, halo genta, aku rani, rani agustien, kamu bisa panggil aku rani, iya, aku juga senang bertemu sama kamu ta" jawab rani juga sambil tersenyum ramah dan hangat
"dan ini sahabat saya, sintya" ucap nya menunjuk pada sintya penuh sopan dengan tangan kanan nya
"halo khaa tya, aku genta, siswa baru di sekolah ini, senang bisa bertemu dan berkenalan dengan kkk semua, aku siswa di kelas 7e kha?" sapa genta pada tya
"hai juga genta, aku tya, sintya al khoiri, kamu bisa panggil aku tya, aku juga senang bisa berkenalan dengan kamu" jawab tya sambil tersenyum
"kalo gitu, ayo duduk ta, li, kebetulan, makanan pesanan kita baru saja datang?" ucap salsa ramah
"maaf sa, kek nya aku nggk bisa ikut makan siang sama kalian, aku harus temenin genta mengenal lebih dalam sekolah kita" jawab nya tersenyum hangat
__ADS_1
"hlo, kenapa li,,," ucapan rani terpotong, kala semuanya mendengar salam dari seseorang
"assalamualaikum?" ucap radit yang tiba tiba datang dengan nampan yang berisi nasi goreng
"waalaikum salam warahmatullah" jawab semuanya yang ada di meja tempat lia dan para sahabat nya serempak
"emmm, maaf, apa masih ada kursi yang tersisa, aku boleh gabung nggk, semuanya penuh?" tanya radit sambil menoleh meminta persetujuan dari semuanya
"iya duduk aja dit, nggk ppa kok, lagian, lia juga nggk makan bareng kita hari ini" ucap tya lembut
"maaf tya, aku nggk sengaja, aku nggk bakalan ulangin lagi kok, cuman hari ini aja" tutur nya merasa bersalah
"hmmm, nggk ppa lia, tapi kamu beneran nggk ppa, nggk makan siang bareng kita, atau, mau aku beliin roti selai strawberry aja di mpok yuli, biar kamu bisa makan siang, setidak nya, kamu makan?" tanya tya sangat perhatian
"memang nya, kamu mau kemana ta, kok nggk makan siang bareng kita?" tanya radit sedikit terkejut, karna sosok yang mulai ia hampiri kini tidak ikut makan siang hari ini
"nggk ppa kha, aku ada urusan sebentar, kalian makan saja" tutur nya menjeda ucapan nya "nggk tya, kamu tenang aja, ayah aku udah bawain aku bekal makan siang kok, nanti aku makan, makasih tawaran nya" lanjut nya lembut
"hmm, iya insya Allah tya, ywdh, kalo gitu, aku pamit dulu semuanya, assalamualaikum?" pamit nya pada semua orang
dia memang pamit, namun ada hati yang merasa sedikit sakit kala melihat kepergian nya di kantin sekolah ini
mendengar penuturan lia, seperti nya, sangat membuat radit sangat terkejut bukan main, terlihat dari raut wajah nya yang menjadi datar mematung seketika
"adit, woy, kenapa nggk bareng sama mitha, biasa nya, di mana ada radit, di situ ada mitha?" ujar rani mulai heboh
"eh iya, bukan gitu juga kali ran, dia sama temen nya lah, ya kali dia harus barengan terus sama aku, orang bukan siapa siapa juga" jawab radit
"ooh, kirain" jawab rani singkat seraya memakan mie ayam di hadapan nya
"dia siapa sich, kok bisa barengan gitu sama ditta?" tanya radit terlihat wajah yang tidak suka, kala melihat sahabat nya barengan dengan orang lain
__ADS_1
"dia adik kelas baru kita, siswa angkatan baru di kelas 7e, kenapa, kalo dia barengan sama lia, nggk suka, skip aja" jawab salsa dengan wajah jutek nya
"kok bisa barengan sama ditta gitu sa, memang nya, ada hubungan apa di antara mereka?" tanya radit semakin penasaran
"emmm, biasa lah dit, adik sama kkk kelas kan mang gitu, katanya dia di suruh Bu indri buat temenin dia, kenalin dia kasih tau dia vasilitas di sekolah ini" jawab salsa
"tapi kenapa harus ditta, kenapa nggk harus yang lain juga kan banyak, OSIS juga ada?" entah lah, kalo menyangkut masalah ditta, seperti nya radit selalu ada paling depan
"ya mana aku tau dit, tanya aja sama Bu indri nya sendiri" jawaban salsa kali ini mampu membuat radit terdiam hanya ber oh ria
"tapi tadi aku denger sich katanya mau ikut olimpiade gitu, kalo nggk salah" tutur tya
"oh, gitu, ywdh, makasih yach semuanya, aku duluan, assalamualaikum?" ucap radit berpamitan
"hlo dit, makanan kamu kan belum abis, kok nggk kamu abisin, mubazir hlo makanan nya?" ujar rani yang melihat radit berdiri dari duduk nya
"iya, nanti aja ran, hari ini, aku nggk nafsu makan, aku duluan yach semua, assalamualaikum?" ucap radit mengulangi dan berlalu dari kantin, setelah mendengar jawaban salam dari teman teman nya itu
sementara dengan keadaan lia dan genta
"hari ini, kita ke mana dulu kha?" tanya genta berusaha mengusir suasana keheningan di antara kedua nya
"emm, kita ke lab kimia terlebih dahulu, ini ruang lab kimia, kamu bisa lihat, terdapat beberapa meja penelitian di dalam, juga satu meja besar untuk penelitian berkelompok?" tutur nya lembut seraya berjalan memasuki ruangan lab tersebut
"ah, iya kha, aku mengerti" jawab genta dengan anggukan kepala nya tanda mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh lia
_***Ketika Gus Jatuh Cinta_
jangan lupa untuk tetap selalu tinggalkan jejak semua
salam hangat dari author
__ADS_1
Sabtu, 19 Maret 2022***