
dengan waktu dan keadaan yang berbeda, kini lia, sefti dan jihan pun sudah sampai di pesantren, tepat nya di gazebo tempat ia akan memulai kembali mengaji nya
"ustadz Mukhlis datang, ustadz Mukhlis datang!" seru seseorang yang memang melihat kedatangan ustadz yang akan mengajar mereka sore ini
ustadz Mukhlis pun sampai di tempat duduk nya paling depan, di antara semua murid nya, ia terlihat mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru gazebo, hingga kini, pandangan nya berhenti di satu titik tempat lia dan kedua sahabat nya itu duduk, siap untuk memahami dan mendengarkan penjelasan materi nya hari ini
"lia, bisa saya bicara sebentar dengan mu, temui saya di taman setelah mengaji nanti?" ucap ustadz Mukhlis saat melihat lia
"i-insya allah bisa ustadz, tapi maaf, saya, harus buru buru pulang ke rumah setelah nya," jawab nya merasa sedikit gugup dengan tundukan kepala nya
"iya, saya hanya akan berbicara tidak lama dengan mu, kamu tenang saja" ucap ustadz Mukhlis
"iya ustadz" jawab nya yang semakin menundukkan kepala nya malu
"baiklah, kita lanjutkan materi yang kemarin mengenai mad badhal, secara bahasa, mad berarti panjang, sedangkan badhal adalah perubahan, berdasarkan hal itu, pengertian mad badhal secara istilah adalah bacaan panjang yang di ubah karna ada hamzah, seperti waw berhamzah, ya' berhamzah, dan hamzah tersendiri, bertemu dengan mad, ada pun cara membaca mad badhal seperti layaknya mad thabi'i" ustadz Mukhlis yang mulai menjelaskan materi sore ini
"contoh nya أيمان" ini contoh bacaan mad badhal berharakat kasrah" ucap ustadz Mukhlis
"suatu bacaan di sebut mad badhal, apabila terdapat hamzah bertemu dengan mad, bacaan mad itu berasal dari hamzah, sukun atau mati, kemudian huruf hamzah itu di ubah dan di ganti dengan huruf alif, waw, atau huruf iya', dan panjang bacaan dari mad badhal yakni 2 harkat, atau dua ketukan, sampai sini ada yang belum faham, atau, ada yang ingin ditanyakan serta belum faham?" tanya ustadz Mukhlis lembut pada semua murid nya, kembali mengedarkan pandangan nya pada murid nya,mencari seseorang yang mungkin belum mengetahui atau mengerti penjelasan nya
"baiklah, jika tidak ada jawaban, saya anggap semuanya faham, dengan apa, yang semua saya jelaskan barusan, jika demikian, carilah contoh kalimat yang tepat di dalam Al Qur'an, 5 kalimat, berharakat kasrah, fathah, dan dhamah, juga tuliskan beserta surah dan ayat yang telah kalian temui jika menurut kalian itu adalah hukum mad badhal, saya tinggal dulu, saya kembali, harus sudah siap semuanya" ucap ustadz Mukhlis
"baik ustadz" jawab semuanya serempak
sedetik setelah itu, kini ustadz Mukhlis pun pergi meninggalkan murid nya yach akan mengerjakan soal dari nya, menyadari hal itu, kini sefti pun bergeser duduk untuk lebih mendekati lia, dan berbisik tepat, di samping telinga lia
"lihatlah kha lili, ustadz Mukhlis begitu saja pergi meninggalkan soal latihan untuk kita, padahal, kita masih belum tau pasti, itu yang membuat kita menjadi gugup di hadapan nya, kita takut untuk menjawab pertanyaan nya" bisik sefti di telinga lia
"akh, gitu yach, aku nggk pernah ikut mengaji bersama ustadz Mukhlis sich sebelum nya, hanya hari ini saja, itupun aku nggk tau kedepan nya" jawab lia membalas bisikan dari sefti sambil mengerjakan tugas nya
__ADS_1
"kha lili, tapi tadi ustadz Mukhlis ajak kha lili ketemu, ada apa nich, nggk biasanya?" sekarang jihan yang berbisik
"entah lah han, aku juga nggk tau pasti, mungkin perihal mma yang ikut mengaji bersama Bu haji ningsih" jawab nya apa ada nya
"akh gitu, baiklah" jawab jihan
sementara dengan radit yang memang mendengar awal topik pembicaraan lia dengan ustadz Mukhlis, kini dia pun penasaran, dengan apa yang akan ustadz nya bicarakan dengan lia
'ustadz Mukhlis akan bicarakan apa yach sama ditta, seperti nya serius, bahkan aku pun tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran ku terhadap hal ini, akh, kenapa kamu yang harus ustadz Mukhlis panggil sich ta?' batin nya dalam hati
***
skip, waktu telah menunjukkan pukul 16:30, lia dan kedua sahabat nya pun telah selesai mengerjakan tugas yang sempat ustadz Mukhlis kasih terhadap nya dan kedua sahabat nya itu, ia pun beralih memakai sepatu pentople warna abu abu, kado ulang tahun dari sang ayah, ia terus menunduk, hingga akhir nya
ustadz Mukhlis datang menghampiri nya dan segera menyapa nya, dan juga mengingatkan nya
"assalamualaikum lia, kamu nggk lupa dengan tawaran awal saya untuk sekedar mengobrol sebentar kan?" tanya ustadz langsung pada inti nya
"waalaikum salam warahmatullah ustadz, iya, saya tidak lupa" jawab nya dengan penuh kelembutan
"Alhamdulillah kalo gitu, mari, kita bicara di sebelah sana" ucap sang ustadz menunjukkan dan mempersilahkan lia untuk melangkah terlebih dahulu
"iya ustadz" jawab nya yang masih menunduk
"dan, kalian, kalian boleh pulang duluan, lia akan pulang bersama mma nya, palingan bentar lagi juga sampai" ucap sang ustadz kala melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya, berkata pada sefti dan jihan
kedua sahabat nya pun mengangguk dan mulai melangkahkan kaki nya masing masing untuk pulang
skip, lia dan ustadz Mukhlis pun sudah duduk di sebuah kursi yang memanjang, dengan jarak yang tidak pernah lia lupakan ketika duduk bersama laki laki yang bukan mahram nya
__ADS_1
"lia, kamu udah bisa mulai masuk ngaji?" tanya ustadz Mukhlis memulai pembicaraan nya dengan lia, juga mengusir keheningan yang melanda di antara kedua nya
"iya ustadz, Alhamdulillah, hari ini saya bisa mulai masuk mengaji kembali" jawab nya menundukkan kepala nya
"akh iya li, waktu itu jihan bilang, kaki kanan kamu terkilir yach, sekarang gimana, sampai udah bisa mulai masuk mengaji kembali, apa sekarang rasanya masih terasa sakit?" tanya sang ustadz melihat lia di samping kanan nya
"Alhamdulillah ustadz, Allah masih memberikan kenikmatan berupa kesembuhan bagi kaki kanan saya, sehingga saya bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa" jawab nya dengan kepala yang semakin menunduk
"Alhamdulillah, jika demikian kaki kanan mu sudah sembuh, saya ikut lega mendengar nya" ujar ustadz Mukhlis tersenyum simpul, namun tidak di perhatikan lia di samping nya
"lia, saya mengajak dan menawarkan untuk bisa berbicara hanya berdua dengan mu, bukan berarti apa apa, saya hanya ingin memberikan ini" ucap sang ustadz yang memang selalu langsung pada inti nya, menyerahkan sebuah surat undangan pernikahan pada murid di samping nya itu
"ini?" tanya lia belum faham
"iya, saya berikan kamu undangan pernikahan saya, yang akan di adakan, insya Allah, bulan depan, kamu datang yach?" ucap sang ustadz
"Adelia Al Fahira?" ucap nya kala melihat nama yang memang sudah ia kenali sedari dulu
"iya, saya akan melangsungkan pernikahan saya dengan Adel, sahabat sekaligus kkk kelas masa kecil kamu, yang selalu kamu bangga kan, dia yang meminta saya untuk langsung mengundang mu di acara penting nya ini, saya harap, kamu bisa datang yach, ini akan membuat Adel merasa sangat senang, karna kalian sudah berpisah sejak 8 tahun yang lalu, dia sangat merindukan kamu" jelas sang ustadz
"insya Allah ustadz, jika memang kehadiran saya sangat di senangi dengan kha Adel di acara ini, insya Allah saya akan datang" jawab nya
**bersambung,,,
Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, maaf yach, karna author nya udah nggu SU beberapa hari ke belakang, author nya sedikit sibuk di dunia nyata nya author, makasih yang udah setia dengan karya author, maaf juga yang sebesar besar nya telah membuat kalian menunggu
sampai jumpa di episode selanjut nya semua, jangan lupa untuk tetap tinggalkan jejak
salam hangat dari author untuk kalian semua
__ADS_1
Senin, 24 Januari 2022**