
dengan waktu, tempat, dan keadaan yang berbeda, kini lia dan salsa pun mulai menyusuri lorong yang menghubungkan ruang guru dan perpustakaan sekolah
"lia, kenapa sich, makin ke sini, kamu makin akrab sama radit?" tanya salsa menjeda ucapan nya "aku tau kok, kalian itu punya hubungan sahabatan juga, tapi bukan berarti aku harus jarang komunikasi sama kamu juga kali li?" lanjut salsa saat kedua nya masih berjalan dan bergandengan tangan
"ya, bukan gitu sa, tapi, aku juga nggk tau, kenapa kha radit jadiin aku sahabat nya, aku jarang komunikasi sama dia, aku nggk sering juga, paling paling malem, atau, kalo ada acara, pasti kabarin, apalagi aku sama kha radit satu tempat ngaji, jadi, tapi kamu nggk perlu cemburu gitu kalii sa, apapun yang terjadi antara aku sama kha radit, kamu akan tetap menjadi orang pertama, sahabat pertama aku setelah perpisahan aku sama kha adel kok, kamu tenang aja" tutur nya sedikit menjelaskan
"bener yach, jangan jadiin aku sahabat kedua kamu li, aku udah sayang banget sama kamu sebagai sahabat, aku nggk mau pisah sama kamu" ujar salsa sambil memandangi wajah teduh lia
"hmm, iya, nggk akan, pokok nya kamu orang pertama yang isi hati aku di tempat sahabat aku, nggk bisa di gantikan" jawab nya tersenyum sambil mengangguk anggukkan kepala nya
"hhu, makasih yach sahabat aku ini paling bisa senengin hati sahabat nya, aku sayang sama kamu" ujar salsa memandangi lia sambil tersenyum merangkul bahu lia
"hmmm, jadi kamu dikit jutek sama kha radit gitu gara gara cemburu sama dia, iya?" goda nya yang berhasil membuat salsa terdiam
"kalo boleh jujur iya, aku cemburu, karna radit itu seolah rebut kamu dari aku, aku nggk mau li, jika kamu mulai menghindar dari aku" jawab salsa menunduk
"hmmm, nggk kan salsa, kamu sama kha radit itu, beda takhta di hati aku, aku boleh sahabatan sama kha radit, tapi, sedekat apapun hubungan persahabatan aku sam kha radit, itu nggk akan bisa kalahin hubungan persahabatan kita, aku baru kenal sama kha radit sejak pertama masuk Tsanawiyah ini, sedangkan kita, dari dulu, bahkan saat kita masih duduk di bangku sekolah dasar" tutur nya lembut mengusap punggung tangan salsa
mendengar hal yang menenangkan dari sahabat nya itu, membuatnya tersenyum manis seketika,
"udah sampai, kita masuk aja yach?" ucapan nya menyadarkan salsa yang terdiam
"akh, iya ayok" sahut salsa bersemangat
tok tok tok "assalamualaikum?" ucap keduanya secara bersamaan sambil melangkah memasuki ruang guru
"waalaikum salam li, sa, ayo masuk" ucap BU febri yang tengah duduk di sofa bersampingan dengan Bu indri yang juga ada seorang siswa yang duduk di sofa lain
__ADS_1
keduanya masuk dengan pandangan yang sengaja di tundukkan
"ayo duduk anak anak?" ujar bu indri menepuk sofa di samping nya dan tersenyum ke arah lia dan salsa
dengan santun, kini kedua nya pun duduk di samping bu indri "maaf bu, salsa bilang, ibu panggil saya, jika saya boleh tau, ada apa yach, apa saya melakukan kesalahan?" tutur nya lembut dengan pandangan yang tetap ia tundukkan
"hmmm enggak li, iya, ibu panggil kamu tadi pagi melalui salsa, kamu sama sekali nggk melakukan kesalahan, hanya saja, ibu boleh nggk, minta tolong sama kamu?" tutur bu febri sambil tersenyum
"minta tolong apa bu, jika saya bisa, insya Allah, saya akan bersedia menolong ibu?" ucap nya
"kalo buat salsa, ibu cuman mau bilang sama kamu, kalo hari ini, sekolah masih bebas, jam pelajaran kedua sampai akhir jamkos, karna guru masih ada yang sibuk di luar, kamu bisa kembali sekarang" ujar bu indri sambil tersenyum ke arah salsa
"baiklah bu, makasih, kalo gitu, saya permisi, lia, aku tunggu kamu di kantin yach, saya permisi dulu semua, assalamualaikum?" ucap salsa yang telah melihat anggukan kepala dari lia
setelah salsa keluar dari ruang guru, kini hanya menyisakan bu indri, bu febri, dan siswa yang tidak berhenti menatap lia
"li, pertama, kenalkan, ini siswa baru di Tsanawiyah kita, dan genta, ini lia kkk kelas yang sempat ibu bicarakan sama kamu?" ucap bu indri memperkenalkan kedua nya yang saling tertunduk
"waalaikum salam warahmatullah genta, saya lia, ditta alia aldiansyah" jawab nya
"naah, kan kalian udah saling kenal, jadi, ibu mau minta tolong sekaligus bertanya satu hal sama kamu, kamu mau nggk ikut program olimpiade bahasa sastra Indonesia nanti sama genta li?" tutur bu indri mulai memberitahu kan tujuan utama nya
"emmm, maaf bu, seperti nya, saya harus meminta ijin terlebih dahulu dari keluarga saya, jika mengenai hal ini" jawab nya tertunduk
mendengar penuturan nya, kini membuat kedua guru di ruangan itu tersenyum hangat menatap lia, siswi yang baru baru ini di banggakan nya
"hmmm, baiklah li, ibu ijinkan kamu untuk berbicara terlebih dahulu dengan keluarga mu, semoga keluarga mu mengijinkan nya yach?" tutur bu indri menepuk pundak lia
__ADS_1
"akh iya, ibu hampir lupa, ibu juga akan hubungi radit sebagai perwakilan kedua, jadi, kamu nggk sendiri, kamu tolong sampaikan yach, sama radit, bisa kan?" kali ini, bu febri yang berujar
"iya bu, insya Allah bisa" jawab nya
"untuk saat ini, genta juga akan ikut olimpiade bahasa sastra Indonesia nanti, tapi dia belum tau arah sekolah ini, bisa kamu tunjukkan vasilitas di sekolah kita, dia siswa baru li?" ucap bu indri menoleh pada laki laki yang di ketahui bernama genta yang tengah tersenyum
"iya bu, insya Allah bisa" jawab nya dengan penuh sopan santun
"baiklah, silahkan di mulai, nanti saat pelajaran berakhir, kalian boleh pulang" ujat bu febri
"baiklah, kalo gitu, saya pamit bu, assalamualaikum?" ucap nya dan melangkah keluar dari ruang guru saat sudah mendapat anggukan dari kedua guru nya itu
genta pun kini mengikuti arah kemana lia berjalan di belakang nya dan
"maaf kha lia, kali ini, tujuan pertama kita ke mana?" tanya genta menghentikan langkah kaki lia
"bentar yach genta, pertama, kita menuju ke kantin terlebih dahulu, saya akan menemui teman saya di sana, nggk ppa kan?"jawab nya merasa tak enak hati
"iya, baiklah kha, saya ikut aja" jawab genta sambil tersenyum, namun tidak di sadari oleh lia
setelah lia tiba di kantin, tepat nya di tempat ketiga sahabat nya tengah duduk bercanda ria
"assalamualaikum?" ucap nya menghampiri ke tiga sahabat nya
menyadari kedatangan lia, kini ketiga nya menoleh ke arah lia sambil menjawab salam "waalaikum salam warahmatullah" jawab ketiga nya sambil menoleh dan berhasil mengerutkan kening ketiga nya
_***Ketika Gus Jatuh Cinta_
__ADS_1
sampai jumpa di episode selanjut nya semua
Jum'at, 18 Maret 2022***