
"lia, sebenar nya, aku mau jujur sama kamu" ucapan vano kali ini berhasil membuat nya penasaran
"jujur apa, kenapa jujur sama aku?" tanya nya masih belum mengerti arah pembicaraan vano
"karna kamu crush aku sekarang, aku rasa, aku harus jujur sama kamu sekarang" ujar vano
"hmm, iyach, jujur aja, apa yang belum aku ketahui dari kamu van?" tanya nya yang sudah mulai mengerti
"tapi,,, kamu janji nggk marah kalo tau ini yach, aku,,, aku benar benar takut?" ucap vano yang semakin ke sini semakin membuat nya penasaran
"hmm, insya Allah, tapi jujur apa dulu vano?" tanya nya lembut karna merasa sedikit tidak sabar saking penasaran nya
"s-sebenar nyaa,,, s-sebenar nyaa a-akuu,," ucap vano dengan sangat gugup
"sebenar nya aku non muslim lia" ucap vano yang barhasil membungkang nya seraya menunduk lemah
"m-mksd kamu?" tanya nya dengan tatapan penuh dengan pertanyaan
"iya, aku non muslim, agama yang ku anut ini agama budha, berbeda jauh dengan mu" jawab vano
"jadi karna ini kamu nggk mau aku ajak shalat tadi?" tanya nya yang di angguki lemah oleh vano
"maafin aku li, a-aku kira kita satu keyakinan?" ucap vano yang membuat nya juga mengangguk dengan perlahan
"m-mungkin kah kita akhiri cukup sampai di sini hubungan ini, aku rasa,,, ini akan berat?" ucap nya yang berhasil membuat vano menatap nya dengan sendu
"nggk li, aku mohon, jangan akhiri hubungan ini sampai di sini, aku hanya punya kamu di sini,," ucap vano dengan masih tatapan sendu nya
__ADS_1
"lhia,, aku tau aku salah karna aku beda keyakinan sama kamu, tapi ini juga bukan kemauan aku, salah kah jika aku memang mencintai kamu, karna keyakinan kita yang berbeda, aku nggk mau hubungan kita merenggang li" ujar vano dengan mata yang perlahan mulai berkaca kaca
"baiklah vano, aku rasa,, kita boleh masih berhubungan, kamu boleh menghubungi ku kapan saja, aku akan menanggapi nya, tapi,, ijin kan aku untuk mempunyai waktu sendiri dulu, aku rasa, aku harus pulang sekarang, tolong sampai kan ijin ku pada guru dan yang lain yach, assalamualaikum?" ucap nya seraya buru buru pergi
beberapa menit kemudian
"astaghfirullah, bagaimana aku bisa lupa kalo hari ini ada pertemuan dengan kha mila, maafkan aku kha mila, aku benar benar lupa?" ucap nya yang seraya bergegas pergi ke rumah sakit
"assalamualaikum kha mila, maaf aku telat?" ucap nya dengan tersenyum tipis
"waalaikum salam warahmatullah, iya lia, nggk ppa kok, kkk ngerti, ayo duduk dulu?" jawab dokter mila lembut
"iya kha" jawab nya seraya mendudukkan tubuhnya di kursi depan meja kerja dokter mila
"bagaimana perkembangan nya kha, apa semuanya baik baik saja, akh iya, barang yang aku pesan dua hari lalu, apa sudah siap?" tanya nya dengan tersenyum memandangi wajah dokter mila
"hmm, nggk kok kha, aku nggk pikirin apa apa, alhamdulillaah jika semuanya sudah siap, aku lega mendengar nya, dengan begitu aku bisa tenang menjemput ajal ku, makasih yach kha mila?" ucap nya yang berhasil membuat dokter mila menatap nya dengan tatapan sendu
"lia, apa kamu yakin, akan meninggalkan keluarga mu, oh iya, kkk ada kabar baik untuk kamu, kanker di tubuh mu bisa di sembuh kan, jika kamu menjalani operasi pengangkatan darah kotor di kanada" ucap dokter mila antusias
"hmm, nggk ppa kha, aku nggk mau menjalani operasi lagi, itu sangat langka, aku harus mencari alasan apa lagi agar aku bisa pergi ke sana, semuanya sudah siap, jadi aku nggk mau merusak nya" ucap nya
"apa kamu yakin li, kamu nggk mau berusaha sembuh, ini demi kesehatan kamu?" bujuk dokter mila
"nggk kha, insya Allah, aku yakin, untuk apa aku menjalani operasi ini, jika ujung ujung nya membuat semua orang khawatir juga, aku hanya ingin, kepergian ku suatu saat di terima oleh semuanya, dan keluarga ku juga bahagia, aku tau cara ku memang mungkin akan sangat membuat semuanya kecewa nanti nya, tapi,,, aku nggk mau buat mereka yang aku sayangi khawatir" ucap nya
"baiklah, jika mau kamu memang ingin seperti itu, kkk nggk bisa paksa kamu juga dalam perihal ini, maaf kan kkk, karna kkk nggk bisa sembuhin apa yang ada di dalam tubuh kamu?" ucap dokter mila sambil menunduk
__ADS_1
"nggk khaa, jangan meminta maaf, dan jangan merasa bersalah seperti itu, mungkin ini adalah takdir ku yang telah Allah tulis kan dalam lembaran kehidupan ku, tidak ada yang salah di sini, sekali pun kkk adalah satu satu nya orang yang tau perihal penyakit yang aku idap, aku ikhlas menjalani nya, aku nggk pernah ada pikiran sedikit pun semua ini karna kkk aku nggk pernah kha, aku rasa,, ini yang terbaik buat aku, selama ini,,, banyak yang tersakiti karna aku ada, yang mungkin,, tanpa aku sadari sendiri, aku telah melukai banyak hati orang, satu yang harus kkk tau, aku nggk pernah mempunyai pikiran, kalo ini gara gara kkk, ini memang sudah menjadi takdir ku, salah satu ujian, yang harus aku alami" tutur nya berusaha memberi pengertian dengan tatapan sendu nya
"kkk salut, kkk bangga, kkk kagum sama kamu li, kamu satu satu nya pasien yang kkk temui, dengan menghadapi penyakit dengan penuh rasa sabar dan tawakal, entah terbuat dari apa hati mu, hingga sosok sesempurna kamu masih memiliki rasa bersalah pada orang lain, padahal yang kkk tau, kamu yang banyak di sakiti oleh orang lain, bukan sebalik nya" tutur dokter mila
"hmm,, khaa, ketahui lah, di dunia ini nggk ada yang sempurna, tapi kita sebagai manusia netral, bukan malaikat yang selalu benar, juga bukan syetan yang selalu salah, kita netral, namun kita juga senantiasa harus selalu sabar dalam menghadapi semua ujian dari-NYA" ucap nya dengan senyuman manis nya
"makasih sayang, kkk sayang sama kamu, kamu mungkin memang bukan saudara kandung kkk, tapi,,, kkk melihat sosok ke-adik-an dalam diri kamu, terlebih kkk yang tidak mempunyai adik lagi setelah kejadian satu tahun yang lalu?" ucap dokter mila sambil tersenyum
"hmm,,, iya, kkk juga udah aku anggap sebagai kkk aku sendiri, jadi,,, selama ini aku nggk pernah merasa sungkan untuk menghubungi, atau bercerita pada kkk, makasih, kkk selalu ada untuk ku, entah aku sedich, atau bahagia?" ucap nya
"hmm,, itu sudah menjadi kewajiban kkk sebagai kkk kamu sayang, makasih, karna kamu tak pernah berhenti untuk terus berjuang?" jawab dokter mila
"khaa,," panggil nya yang sontak membuat sosok di depan nya memandang intens diri nya
"iya sayang, kenapa, apa ada masalah?" jawab dokter mila lembut
"aku mau minta tolong lagi sama kkk, tolong sampai kan ini pada teman teman sekolah ku nanti, saat aku sudah siap menjemput ajal ku, itu yang pertama,,," ucapan nya terhenti "dan,,, tolong, jadi lah penenang, bagi keluarga ku, jika suatu saat nanti, hal itu benar benar menimpa ku dan keluarga ku, tolong sampai kan pada mereka, aku banyak berbuat salah, dan aku banyak meminta maaf pada mereka, di mana pun aku berada, aku akan selalu menjaga mereka dari syurga, insya Allah" lanjut nya yang berhasil membuat sosok yang mendengar penuturan nya mengalir kan air di pipi putih nya
"hiks,,, kkk rasa, khkk juga belum sepenuh nya siap untuk kehilangan sosok kamu dheek, bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu?" ucap dokter mila dengan menutupi mulut nya dengan tangan kanan nya
_**Ketika Gus Jatuh Cinta_
jangan lupa tinggalkan jejak semua
salam hangat dari author
Senin, 4 Juli 2022**
__ADS_1